Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bahasa Sastra » DR Ganjar Harimansa: Surat adalah Citra Diri

DR Ganjar Harimansa: Surat adalah Citra Diri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 21 Jul 2018
  • visibility 72
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – “Menulis surat merupakan cerminan citra diri “, demikian penegasan DR Ganjar Harimansa, Kabid Perlindungan Pusat Pengembangan dan Perlindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI saat Penyuluhan dan Lomba Penggunaan Bahasa Indonesia pada Tata Naskah Surat Dinas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Kupang, Jumat/20 Juli 2018 di Hotel Papa Jhons Kupang.
Kegiatan Penyuluhan dan Lomba Penggunaan Bahasa Indonesia pada Tata Naskah Surat Dinas diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur, diikuti oleh 35 (tiga puluh lima) Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Kupang.

“Surat itu perwakilan kita yang tertulis, di dalamnya menggunakan bahasa, menggunakan kertas. Kenapa mewakili kita? surat mewakili kita, berupa bahasa dan bentuk tata tulisan“, tegas DR Ganjar

“Sehingga kalo surat rapi, bahasanya bagus, itu kan citra diri kita, sehingga surat sebagai duta kita berhasil. Kerapihan bahasa dan tata bahasa bisa mewakili kita “, ungkapnya.

Itulah pentingnya surat harus memiliki estetika sehingga penting untuk membuat surat tidak sembarangan. Jaman dulu saja saat menulis surat dan pemakaian kertas tidak sembarangan.

“Jangan lupa bahwa surat menjadi simbol atau doktrinasi atau otoritas tertentu”, terang DR Ganjar kepada 35 (tiga puluh lima) ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang

Usai memberikan penyuluhan, gardaindonesia.id  bertanya terkait penggunaan media kertas yang dipakai termasuk penggunaan pena serta karakter tanda tangan, apakah bisa menunjukkan karakter? , DR Ganjar mengatakan, “Ya betul, kalo instansi kebawah sapaan lain hingga pias kiri dan pias kanan bentuknya bermacam-macam, itu kan ada aturannya. Jika aturan aturan kecil dalam tatanan naskah tidak dipedulikan, itu berarti citra diri kita antar instansi tidak dipedulikan “, jelas DR Ganjar

Saat dikonfirmasi terkait perkembangan dari peserta antar instansi? DR Ganjar mengatakan, “Ya saya melihat dari beberapa penyuluhan antara instansi sudah ada perbaikan yang bagus, terutama di daerah daerah dan setiap instansi sudah sangat peduli dengan penggunaan bahasa dan naskah dinas. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Duga Ada Obat Lain pada Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di Jakarta

    Polri Duga Ada Obat Lain pada Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di Jakarta

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri masih terus melakukan pendalaman terkait kasus gangguan gagal ginjal akut pada anak di DKI Jakarta. Sejumlah obat lain yang diduga menjadi pemicu penyakit tersebut kini diperiksa. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyatakan, pemeriksaan terhadap obat lain ini dilakukan setelah pihaknya memastikan bahwa obat sirop Praxion aman dikonsumsi. […]

  • Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anita Gah Dorong Beasiswa bagi Anggota GMKI

    Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anita Gah Dorong Beasiswa bagi Anggota GMKI

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Anita Jacoba Gah Anggota Komisi X DPR RI (Komisi Pendidikan) melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang pada Selasa, 11 Februari 2020 pukul 17.00 WITA—selesai di Sekretariat GMKI di Kota Baru Kupang. Di sela pemaparannya tentang 4 (Empat) Pilar Kebangsaan yakni Undang-undang Dasar 1945, Pancasila, […]

  • Menteri Yohana: “Orang Dewasa Harus Jadi Contoh Baik bagi Anak!”

    Menteri Yohana: “Orang Dewasa Harus Jadi Contoh Baik bagi Anak!”

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Tasikmalaya, Garda Indonesia | Miris, pasangan suami istri berinisial E (25) dan L (25) pada pertengahan Bulan Ramadan kemarin diduga mempertontonkan aktivitas persenggamaan kepada 10 orang anak yang berusia 12—13 tahun. Tidak hanya sampai disitu, setelah menonton aktivitas persenggamaan tersebut, 4 orang anak di antaranya melakukan pelecehan seksual terhadap balita berusia 3 tahun. Menteri Pemberdayaan […]

  • PKKMB Mahasiswa Baru PNK;Berorientasi Revolusi Industri 4.0

    PKKMB Mahasiswa Baru PNK;Berorientasi Revolusi Industri 4.0

    • calendar_month Sel, 14 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id-Politeknik Negeri Kupang (PNK) dalam Tahun Akademik 2018/2019 menyelenggarakan Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 13—15 Agustus 2018 Pukul 08.00-16.40 wita di Kampus PNK. Ketua Panitia PKKMB, Melsiana R.F.Saduk, S.T.,M.T., saat mendampingi Direktur Politeknik Negeri Kupang (PNK) dalam pembukaan Kegiatan PKKBM, Senin/13 Agustus 2018, menyampaikan, […]

  • Jubir BNPB Terima Penghargaan ‘The First Responders 2018’

    Jubir BNPB Terima Penghargaan ‘The First Responders 2018’

    • calendar_month Jum, 30 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Juru Bicara (Jubir) Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menerima penghargaan The First Responders 2018. Penghargaan ini diberikan oleh harian terkemuka yang bermarkas di Singapura, The Straits Times pada 29 November 2018. Sutopo mendapatkan penghargaan The First Responders karena upayanya dalam menginformasikan kepada media massa baik lokal dan internasional sejak awal […]

  • Pidato Pukul Dua Subuh, Prabowo Siap Mati Demi Berantas Korupsi

    Pidato Pukul Dua Subuh, Prabowo Siap Mati Demi Berantas Korupsi

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Loading

    Pukul dua dini hari, ketika yang lain sudah terkapar di kasur empuk, Presiden Prabowo Subianto justru segar bugar menjalankan tugas negara. Bukan tugas receh seperti tanda tangan map warna-warni, tapi berdiri gagah di Kejaksaan Agung, menatap gunungan uang Rp6,6 triliun sambil berpidato berapi-api. Pukul dua subuh. Jam sakral bagi mi instan, renungan hidup, dan kegalauan […]

expand_less