Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Empat Alat Cuci Darah di RSUD Atambua Tak Terpakai, Manajemen Mengakui

Empat Alat Cuci Darah di RSUD Atambua Tak Terpakai, Manajemen Mengakui

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gabriel Manek Atambua membenarkan empat unit Alat Cuci Darah (ACD) tidak terpakai sejak kurang lebih empat tahun. ACD tersebut belum bisa beroperasi lantaran adanya beberapa alasan teknis. Demikian diungkapkan Direktris dr. Batsheba Elena Corputty, MARS melalui Kepala bidang Pelayanan, Sipri Mali kepada Garda Indonesia saat ditemui di ruang kerjanya, pada Jumat, 3 Juli 2020 petang.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/07/02/dokter-agus-taolin-sorot-alat-cuci-darah-tak-terpakai-di-rsud-atambua/

Sipri Mali mengatakan, ACD yang pengadaannya menggunakan sumber dana dari Kementerian Kesehatan itu, sudah harus di-launching pada 17 Februari 2020 lalu, tetapi karena salah satu kendala yang dihadapi adalah alat itu sudah empat tahun disimpan sehingga perlu diuji ulang. “Harganya berapa, terus terang saya tidak tahu. Setelah dilihat, ternyata ada banyak item yang perlu diuji ulang, terutama air RO (reverse osmosis)-nya itu,” ungkapnya.

Kabid Pelayanan RSUD Atambua, Sipri Mali

Kendala lain yang dihadapi pihak RSUD Atambua, lanjut Sipri Mali, ketika meminta pihak penyedia barang dari perusahaan untuk melakukan pengujian, tetapi tidak bisa dengan alasan masa garansinya telah selesai, sehingga pihak RSUD Atambua harus menyiapkan lagi anggaran untuk membayar tenaga teknisi dari perusahaan.

Pihaknya juga memastikan pada bulan Agustus 2020 sudah ada Kerja Sama Operasional (KSO) dengan pihak perusahaan penyedia barang untuk mulai mengoperasikan ACD tersebut. “Jadi kita tidak keluarkan uang untuk beli alat lagi. Semuanya akan disiapkan langsung oleh perusahaan. Kita hanya kontrak mereka lima tahun. Sekarang ini, semua peralatan sedang dalam perjalanan, dan mungkin dalam waktu dua atau tiga minggu ini semua peralatan sudah tiba. Kemudian, akan segera dilakukan instalasi selama kurang lebih satu bulan, sehingga paling lambat bulan Agustus sudah bisa operasi,” tegasnya.

Berkaitan dengan dokter spesialis Anestesi di RSUD Atambua Sipri Mali mengatakan, hanya ada satu orang sesuai dengan Permenkes nomor 56 untuk rumah sakit tipe C. “Rumah sakit ini tipe C sehingga aturannya cukup satu dokter Anestesi. Rumah sakit ini juga adalah Rumah Sakit Rujukan Regional (melayani tiga kabupaten, T.T.U, Malaka dan Belu). Jadi, kalau kita mengacu pada Rumah Sakit Rujukan Regional, maka kita bisa tambah jumlah tenaga dokter. Dalam waktu dekat kita sudah ada Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS),” urainya.

Terkait penambahan tenaga dokter, kata Sipri Mali, pihak RSUD Atambua sudah siapkan sejumlah anggaran untuk kontrak rumah, termasuk menyiapkan mobil bagi para tenaga dokter tambahan itu. “Kami mau tambah lagi satu dokter Anestesi, satu dokter syaraf dan satu dokter mata,” pungkasnya.(*)

Penulis + foto (*/HH)
Foto utama oleh tirto.id
Editor (+ rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duduk Perkara Tabrakan Marc Marquez dan Marco Bezzecchi di Mandalika

    Duduk Perkara Tabrakan Marc Marquez dan Marco Bezzecchi di Mandalika

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Loading

    Marquez diduga menderita patah tulang selangkangan dan kembali ke Spanyol untuk menjalani pemindaian lebih lanjut. Bezzecchi tidak mengalami patah tulang, tetapi mengalami memar yang cukup parah akibat kecelakaan itu.   Lombok | Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) dan Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) mengawali Grand Prix Indonesia dengan dramatis pada Minggu, 5 Oktober 2026. Bezzecchi – […]

  • Kasus Penyidik KPK Novel Baswedan Masuk Babak Baru, Pelaku Serahkan Diri

    Kasus Penyidik KPK Novel Baswedan Masuk Babak Baru, Pelaku Serahkan Diri

    • calendar_month Jum, 27 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kasus penyerangan terhadap Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan memasuki babak baru, yang menuju titik terang. Sebab terduga pelaku penyerangan Novel sudah menyerahkan diri kepada polisi, kemarin, Kamis, 26 Desember 2019. Ind Police Watch (IPW) mendapat informasi A 1 bahwa terduga pelaku penyerangan Novel adalah anggota Polri dari Brimob, Kelapa Dua, Depok. […]

  • Badai Seroja di NTT Berpotensi Tahan Laju Pertumbuhan Ekonomi

    Badai Seroja di NTT Berpotensi Tahan Laju Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Sen, 12 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap beroperasi normal pasca-Badai Seroja yang menerjang Kota Kupang dan sekitarnya pada Senin dini hari, 5 April 2021. Kantor Bl Nusa Tenggara Timur tetap memberikan layanan operasional kas dan kegiatan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Selanjutnya, BI Provinsi NTT akan terus memantau […]

  • Bank NTT Ramai Skali Tahap III, Yuk Ikut dan Raih Total Hadiah Ratusan Juta

    Bank NTT Ramai Skali Tahap III, Yuk Ikut dan Raih Total Hadiah Ratusan Juta

    • calendar_month Rab, 17 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) kembali menghelat ajang “Bank NTT Ramai Skali” tahap ketiga di masa pandemi Covid-19. Kompetisi Kreatif Inklusi Keuangan Tahun 2021 ini mengusung tema “Solusi Cerdas NTT Menghadapi New Normal” dan dengan tagline Di Rumah, Berkarya, Dapat Hadiah, Bersama Bank NTT”. Pada tahun 2021, […]

  • PKBM Harapan Bangsa Akui Telah Salurkan Dana PIP Sesuai Prosedur

    PKBM Harapan Bangsa Akui Telah Salurkan Dana PIP Sesuai Prosedur

    • calendar_month Sab, 17 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Kab Kupang, gardaindonesia.id | Proses penyaluran dana PIP oleh PKBM Harapan Bangsa di Desa Bismarak Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur menuai kontroversi. Disinyalir ada pungutan liar (pungli) sebesar Rp50.000,- (lima puluh ribu) sampai Rp.100.000,- (seratus ribu) per anak dalam penyaluran Dana Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa penerima yang dikelola oleh Direktur PKBM Harapan […]

  • KPK Perlu Dewan Pengawas untuk Tangkal Penyalahgunaan Wewenang

    KPK Perlu Dewan Pengawas untuk Tangkal Penyalahgunaan Wewenang

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia |Sebagai lembaga negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipandang memerlukan keberadaan Dewan Pengawas. Hal itu menjadi sebuah kebutuhan karena semua lembaga negara seperti Presiden, Mahkamah Agung, dan Dewan Perwakilan Rakyat bekerja dalam prinsip saling mengawasi. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa keberadaan Dewan Pengawas dibutuhkan untuk mengurangi potensi penyalahgunaan kewenangan. “Presiden saja diawasi, diperiksa […]

expand_less