Fluktuasi Minyak Dunia, Prabowo Ingin Indonesia Pakai Kendaraan Listrik
- account_circle Penulis
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 69
- comment 0 komentar

![]()
Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menginginkan seluruh kendaraan di Indonesia ke depan menggunakan energi listrik sebagai strategi menghadapi fluktuasi harga minyak dunia. Menurutnya, penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel masih membuat Indonesia bergantung pada impor energi.
“Saya ingin total listrik. Kenapa? Dan saya ingin listriknya itu dari, solar, dari matahari, kenapa? Justru menghadapi ini (harga minyak). Kalau kita mau pakai mobil, combustion engine, mobil, bensin atau solar, masih tergantung lagi kita impor,” kata Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 17 Maret 2026.
Prabowo menyebut, peralihan ke kendaraan listrik dapat memberikan penghematan signifikan bagi masyarakat. Ia mencontohkan pengguna sepeda motor listrik hanya mengeluarkan biaya sekitar 20 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional.
“Ternyata, yang naik motor, kalau dia pakai listrik, pengeluarannya tinggal 20 persen, 1 per 5. Jadi ini, ini game changer,” ujarnya.
Sebagai rencana jangka panjang, Prabowo menargetkan konversi seluruh kendaraan, termasuk mobil, motor, truk, hingga traktor menjadi berbasis listrik. Ia juga menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) dalam waktu paling lambat dua tahun, sekaligus menutup PLTD yang saat ini masih berkapasitas sekitar 13 GW karena dinilai mahal.
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kebijakan ini guna menekan ketergantungan impor BBM. Strategi ini diarahkan pada pemanfaatan energi domestik, termasuk tenaga surya, untuk efisiensi jangka panjang dan penguatan kemandirian energi nasional.
Peralihan ini tidak hanya berdampak pada biaya operasional yang lebih rendah, tetapi juga mengubah struktur industri otomotif dan kebijakan energi secara menyeluruh. Kendaraan listrik diposisikan sebagai solusi strategis: mengurangi emisi, memperbaiki kualitas lingkungan, sekaligus merombak ketergantungan sistem transportasi berbasis bahan bakar fosil.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Goodnews & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar