Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » FPRB NTT Inisiasi Pertanian Cerdas Iklim Warga Marginal Penkase

FPRB NTT Inisiasi Pertanian Cerdas Iklim Warga Marginal Penkase

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

Loading

Elaborasi pemerintah setempat dengan Forum PRB NTT melalui program FPRB NTT masuk desa/kelurahan mendorong masyarakat marginal Penkase Oeleta hingga menggunakan sistem pertanian cerdas iklim dengan memperhatikan adaptasi perubahan iklim dan mengedukasi warga mengolah lahan berbatuan menjadi bedeng sayur organik dengan dukungan irigasi tetes.

 

Kupang | Warga marjinal (kurang mampu) di RT 25 RW 10, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT); mengolah lahan tidur milik Pitoby menjadi ladang sayur organik dengan sistem pertanian cerdas iklim.

Sekiranya 11 kepala keluarga (KK) marginal seperti pengepul sampah, pengepul sisa makanan dan beberapa pekerjaan serabutan lainnya bersepakat mengolah lahan tidur berukuran 50 x 25 m. Dan 11 KK itu pun memperoleh pendampingan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur (FPRB NTT), di bawah koordinasi Ketua Kaukus Akademisi, Lenny Mooy.

Tak hanya itu, aparat pemerintah setempat, Muhammad Yasim pun selaku Ketua RT 25 RW 10, Kelurahan Penkase, telah jauh hari mencanangkan program pemberdayaan ekonomi warganya. Kondisi ini juga memecut atensi dari Lurah Penkase, Pether Nenohaifeto dan Camat Alak, Yulianus Willem Pally, termasuk para pengusaha setempat.

Elaborasi pemerintah setempat dengan Forum PRB NTT melalui program FPRB NTT masuk desa/kelurahan mendorong masyarakat marginal Penkase Oeleta menggunakan sistem pertanian cerdas iklim dengan memperhatikan adaptasi perubahan iklim dan mengolah lahan berbatuan menjadi bedeng sayur organik dengan dukungan irigasi tetes. Peluncuran demplot pertanian cerdas iklim kelompok tani Mandiri Tangguh 25 ini dilaksanakan pada Jumat pagi, 7 Maret 2025.

Kepada media ini, Muhammad Yasim mengungkapkan sejak awal terpilih sebagai ketua RT dirinya telah mencanangkan program yang dapat mendukung ekonomi warga. “Di sini (ladang sayur organik) ditanami sayur berumur 2 (dua) mingguan dengan ukuran ladang sementara untuk menjadi contoh bagi warga lainnya, ke depan jika memungkinkan bisa diolah 2 (dua) hektar,” bebernya sembari mengucapkan terima kasih kepada Forum PRB NTT.

Pose bersama warga yang tergabung dalam demplot pertanian cerdas iklim Mandiri Tangguh 25 Penkase Oeleta, Lurah Penkase, Camat Alak dan Forum PRB NTT. Foto : Ryan Kopling

Sementara, Ketua Kaukus Akademisi Forum PRB NTT, Lenny Mooy mengatakan perannya pada demplot pertanian cerdas iklim terkait dengan tugas akademiknya selaku dosen Politani Kupang dan perannya selaku Kaukus Akademisi Forum PRB NTT mendorong pendamping melatih warga mengolah pupuk cair organik berbasis pupuk cair (tinja sapi yang diolah menjadi pupuk organik).

“Kami sudah tahapan pada pemupukan dasar dari kotoran sapi (sumbangan dari Camat Alak). Dan esuai rancangan warga menanam tanaman hortikultura seperti sayuran daun dan sayuran buah seperti lombok dan terung,” bebernya.

Ketua Forum PRB NTT, Norman Riwu Kaho pun mengedukasi warga demplot pertanian cerdas iklim Mandiri Tangguh 25 bahwa perubahan iklim telah terjadi dan mengingatkan mereka untuk mengutamakan pilar utama pertanian cerdas iklim yang produktif, mampu meningkatkan pendapatan, dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Dosen Faperta Undana ini pun memberikan ilustrasi cerdas pengolahan pertanian cerdas iklim yang mampu memberikan kontinuitas tambahan pendapatan kepada warga di Penkase Oeleta.

Penulis (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahupiki Usul Komisi III DPR, Tujuh Poin Pembahasan RUU KUHAP

    Mahupiki Usul Komisi III DPR, Tujuh Poin Pembahasan RUU KUHAP

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Firman Wijaya khawatir jika PP yang dimandatkan RUU KUHAP itu belum terbit, KUHAP tersebut belum bisa digunakan. Berlakunya KUHAP jika PP yang disyaratkan itu terpenuhi.   Jakarta | Organisasi Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi (Mahupiki) mengusulkan tujuh poin atau masukan kepada Komisi III DPR untuk pembahasan Rancangan Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Dalam pernyataannya, […]

  • KEMBALI NORMAL! Jam Masuk Sekolah Pukul 5 Subuh ke Pukul 7

    KEMBALI NORMAL! Jam Masuk Sekolah Pukul 5 Subuh ke Pukul 7

    • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kebijakan kontroversi jam masuk sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya dikembalikan seperti sedia kala. Penerapan jam sekolah pada pukul 05.00 WITA diberlakukan pada masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018—2023. Penerapan jam masuk sekolah pada pukul 5 subuh kemudian digeser pada pukul 05.30 WITA tersebut, menurut Gubernur […]

  • Juan Reza Tabolabale, Dari Kuli Hingga Jadi Musisi Terkenal

    Juan Reza Tabolabale, Dari Kuli Hingga Jadi Musisi Terkenal

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Loading

    Pada Minggu, 17 Agustus 2025, Istana Republik Indonesia akan menjadi panggung istimewa bagi Juan Reza feat Jacson Zeran, dan Diva Aurel yang akan membawakan lagu Tabolabale dalam perayaan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia.   Ende | Nasib Juan Reza berubah total setelah lagu “Pica-Pica” yang ia ciptakan viral di media sosial belum lama ini. Ditambah lagi […]

  • Dinas Peternakan Belu Kenalkan Teknologi Silase, Jaga Stok Pakan Saat Kemarau

    Dinas Peternakan Belu Kenalkan Teknologi Silase, Jaga Stok Pakan Saat Kemarau

    • calendar_month Sab, 5 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Antisipasi anomali cuaca maupun perubahan musim hujan ke musim kemarau, menjadi penting bagi peternak yang memelihara ternak seperti sapi, kambing dan domba untuk menjaga ketersediaan pakan ternak karena terbatasnya rerumputan pada musim kemarau di wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melimpahnya hijauan pada musim hujan merupakan suatu kesempatan bagi […]

  • Kantor Bahasa NTT Pinta Pihak Kampus Buka Jurusan Bahasa Daerah

    Kantor Bahasa NTT Pinta Pihak Kampus Buka Jurusan Bahasa Daerah

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Valentina Lovina Tanate, S.Pd. dalam sambutannya pada acara penutupan kegiatan pada Rabu, 23 Oktober 2019 meminta kepada pihak Perguruan Tinggi di Kota Kupang untuk membuka jurusan bahasa daerah. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/10/23/kantor-bahasa-ntt-perlu-perda-untuk-melestarikan-bahasa-daerah/ “Kami berharap kedepannya setiap Perguruan Tinggi, kami inginnya kalau bisa ada jurusan bahasa daerah”, […]

  • ‘Wokee’, Perbankan Digital Bank Bukopin Goes To Campus Unwira

    ‘Wokee’, Perbankan Digital Bank Bukopin Goes To Campus Unwira

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai salah 1 (satu) dari 3 (tiga) bank yang menjalankan perbankan digital, Bank Bukopin Cabang Kupang mewujudkannya dengan menjangkau khalayak untuk memakai pembayaran digitalisasi yang menggunakan handphone atau smartphone, tidak menggunakan kartu ATM, dan hanya menggunakan Aplikasi Wokee di dalam handphone (smartphone) sebagai sarana transaksi Mengambil lokasi di lapangan Kampus Universitas […]

expand_less