Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jahe Merah atau empon-empon (bahasa Jawa, red) atau Zingiber officinale var. Rubrum adalah tanaman dengan rimpang berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe badak).

Dilansir dari Kompas.com, Jahe merah menjadi salah satu ramuan tradisional yang paling sering diolah menjadi minuman yang dapat menghangatkan badan saat cuaca hujan. Namun, ada lain manfaat jahe merah untuk kesehatan yang dapat kita rasakan seperti memiliki sifat antiradang, mengatasi gejala osteoartritis, memperbaiki gairah seksual, dan meningkatkan kesuburan pria.

Selain itu, riset membuktikan bahwa manfaat jahe merah untuk kesehatan adalah peluruh kentut (karminatif), antimuntah, pereda kejang, antipengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, antimikroba dan parasit, antipiretik, antirematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Di samping itu, jahe merah memiliki aktivitas sebagai immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Efek ini yang bermanfaat dalam pencegahan dan membantu dalam pemulihan melawan virus Corona.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, jika ada ingin membeli jahe merah dalam bentuk olahan bubuk yang telah dikemas dan dijamin higienis, maka dapat dijangkau sekaligus membantu industri rumahan Jahe Merah Mbak Retno yang berlokasi di Jalan Nangka RT 05 RW 02 Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara (NTT).

Selain itu, Mbak Retno juga mengolah kelor [marungga, red) menjadi berbagai jenis olahan makanan, minuman dan kecantikan. Lantas, bagaimana geliat industri rumahan kelor dan Jahe Merah dari pemilik nama lengkap B. Retno Kusumastuti, S.H. dan istri dari Ir. Eldy Toka ini, di tengah pandemi Covid-19 ini dapat bertahan? Simak wawancara Garda Indonesia dan Mbak Retno pada Kamis siang, 4 Juni 2020, di bawah ini:

Garda Indonesia : Bagaimana awal mula sampai dirintisnya usaha ini?

Mbak Retno : Fokus kita saat ini yaitu bagaimana mendapatkan uang untuk kelangsungan hidup kita, kebetulan saat ini kondisinya saat ini bisa dibilang sulit, tapi saya melihat ada peluang. Bahwa situasi saat ini adalah situasi yang abnormal, kondisi yang luar biasa, jadi saya tahu bahwa peluang yang bagus saat ini adalah jahe. Intinya supaya orang ke mana-mana itu harus sehat. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi empon-empon [jahe merah, red].

Garda Indonesia : Apa alasan utama menekuni usaha olahan jahe merah?

Mbak Retno: Alasan saya tertarik dengan ini tentu saja karena ada bakat turunan, jadi orang tua saya sudah menekuni jamu-jamuan baik itu kunyit putih, jahe, sencang maupun temulawak itu sejak 25 tahun yang lalu di Yogyakarta semenjak beliau pensiun dari kejaksaan. Makanya, mencari kesibukan dengan home industry.

Garda Indonesia : Sejak tahun berapa, Mbak Retno pindah ke sini [Kota Kupang, red) dan menekuni usaha ini?

Mbak Retno: Sebelum ke sini tahun 2016, saya memang biasa kerja dengan orang lain selama 30 tahun di Jakarta dan di sini juga mencoba kerja dengan orang lain, tetapi saya lebih rindu untuk punya usaha sendiri. Saya tertantang karena saya ingin mengasah talenta saya di mana saja. Setelah itu saya mencoba usaha kelor karena di sini budidaya kelor luar biasa. Kualitasnya sudah diakui dunia nomor 2 setelah Spanyol, hanya orang-orang masih sebatas mengonsumsi untuk makanan sehari-hari. Padahal kelor itu miracle tree. Pohon itu mempunyai banyak manfaat bahkan sangat tinggi kandungan gizinya sehingga ketika orang menganggap itu sebagai pilihan terakhir, bagi kami harus diangkat. Kita tidak hanya mengonsumsi itu saja tetapi dijadikan kapsul kelor atau nutrisi yang mempunyai manfaat untuk segala penyakit.

Garda Indonesia : Apa saja hasil olahan kelor yang dihasilkan oleh industri rumahan di sini?

Mbak Retno : Kami membuat teh seduh dan teh celup. Ada teman kami yang memanfaatkan kernel atau biji kelor kering untuk membuat minyak kelor karena minyak kelor ini sangat mahal sekali. Harganya itu bisa dibilang berkisar Rp.2 juta per liternya. Itu mereka gunakan untuk campuran kosmetik maupun parfum. Kami belum punya keahlian dibidang itu sehingga kita hanya masih memproduksi dan mencari pembeli. Dari ampas biji itu bisa dijadikan masker kelor. Manfaatnya tentu untuk kecantikan seperti kulit menjadi cerah, anti flek, anti keriput karena sangat alami dan tidak ada campuran apa pun. Kulit sensitif pun sebenarnya sangat aman, sejauh ini dipakai tidak ada komplain.

Garda Indonesia : Apakah semua olahan kelor tersebut memiliki waktu kedaluwarsa?

Mbak Retno : Kalau ditanya kedaluwarsa itu mengawetkan diri sendiri, mungkin di atas 2 tahun selama penyimpanannya benar.

Garda Indonesia : Apakah usaha kelor masih terus berlanjut?

Mbak Retno : Akhirnya, saat ini kami belum fokus pada kelor karena kami sedang berusaha membangun suatu jaringan di mana nanti kelor itu akan tetap dibudidayakan untuk lahan penghasilan bagi banyak orang. Terus kami beralih ke jahe walaupun mahal harganya tetapi kita ikuti pasar dan sangat dibutuhkan. Buktinya, kami mendapat undangan dari Disperindag Provinsi NTT untuk mengikuti bimtek selama 10 hari. Mereka sangat antusias karena ini untuk mengikis Covid-19 cepat berhenti.

Garda Indonesia : Apakah usaha ini sudah mempunyai izin termasuk label halal?

Mbak Retno : Kami sudah mengurus untuk izin usaha kecil lewat koperasi sehingga keluar izinnya agar lebih layak untuk beredar di masyarakat. Saya rasa dari pemerintah semakin mempermudah UKM di sini. Dari kemarin kita ketemu banyak orang itu ternyata usaha produksi minuman herbal itu lebih dari 20 orang di Kota Kupang. Itu luar biasa sekali karena berarti kita mencoba menjadikan empon-empon ini sebagai habit atau gaya hidup sehat. Jangan hanya berpikir hanya orang Jawa saja yang minum. Sebenarnya sangat bagus mengimbangi apa yang kita konsumsi sebab ada manfaatnya. Ini baru saya tekuni baru 3 bulan.

Garda Indonesia : Bagaimana respons Disperindag Provinsi NTT terhadap usaha kelor dan jahe merah di sini?

Mbak Retno : Menurut bapak Perindag ini sudah sangat bagus hasilnya untuk pemula. Kami menggunakan cara yang sangat sederhana tetapi kualitasnya sangat bagus. Saya mengedepankan heginitas atau kebersihan. Saya pastikan ini tidak ada pengawet, kimia dan sangat alami dengan campuran bahan-bahan yang sifatnya double action. Jahenya sudah bagus ditambah rempah-rempah pilihan kami yang kualitasnya sama dengan jahe. Jadi manfaatnya dobel. Sekarang banyak sekali pengetahuan tentang herbal dan kami sudah lihat semua itu.

Untuk mengenal dan memesan olahan Kelor dan Jahe Merah Mbak Retno, silakan menghubungi no whatsapp 081287860392.

Disperindag Provinsi NTT Dukung Industri Rumahan Mbak Retno 

Pose bersama Mbak Retno dan tim Disperindag Provinsi NTT saat kunjungan ke industri rumahan kelor dan jahe merah di Jalan Nangka Oeba

Sementara itu, Richye Manbait, S.T selaku PPK dan Dominggus Karvalfo selaku Kasie Fasilitas Industri Disperindag Provinsi NTT, saat kunjungan ke industri rumahan kelor dan jahe merah Mbak Retno pada Kamis, 4 Juni 2020 menyampaikan Disperindag Provinsi NTT melalui dana APBN mengalokasi anggaran untuk pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) dalam penanganan Covid-19.

“Salah satunya seperti ini yaitu minuman herbal. Kita budayakan teman-teman IKM yang membuat minuman herbal untuk nanti hasil dari semua produk ini akan kita salurkan ke Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT dan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Richye.

Selain itu, imbuhnya, Ini stimulus untuk teman-teman IKM di saat kondisi yang sulit seperti ini agar mereka punya harapan dalam kondisi seperti ini. Konsistensi mereka tetap kita pertahankan. “Bukan hanya kegiatan ini, kita juga mempunyai kegiatan lain. Kemarin kita baru selesai dengan pembuatan masker untuk 30 orang IKM. Olahan kelor dan sabun cuci tangan dan hand sanitizer yang akan kita laksanakan dalam waktu dekat. Kita rencanakan di bulan ini kita selesaikan semua kegiatan dan semua hasilnya akan kita serahkan ke gugus tugas provinsi,” beber Richye.

Lanjutnya, “Kita dibidang perindustrian sendiri tidak bisa memberikan bantuan langsung ke IKM. Maka kita bungkus semuanya dalam kegiatan Bimtek yang fokusnya pemberdayaan IKM untuk Covid. Jadi teman-teman IKM ini kita berikan bahan, kemasan, insentif, uang saku dan uang transpor selama kegiatan.”

Ada pun besaran insentif yang diberikan Disperindag, beber Richye, teman-teman IKM akan menerima Rp.700.000,- selama 5 (lima) hari. Format Bimtek yang biasa kita lakukan terkontrol di dalam satu daerah, maksudnya kita kumpulkan di tempat latihan sekarang tidak bisa kita lakukan karena covid sehingga mesti menerapkan physical distancing.

“Kami mengubah formatnya dengan teman-teman IKM tetap berproduksi di tempat masing-masing dan kita yang mendampingi ke rumah produksi. Karena kalau kita kumpulkan dalam satu tempat akan melanggar protokol kesehatan,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Hanya 10 Hari” PLN Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai Seroja

    “Hanya 10 Hari” PLN Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai Seroja

    • calendar_month Sen, 19 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tidak membutuhkan waktu 1 (satu) bulan ataupun prediksi listrik baru menyala pada bulan Mei 2021, pasca-badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan jaringan listrik dan telekomunikasi di 14 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu 4—5 April 2021. Perjuangan PLN selama 10 (sepuluh) hari melistriki dan […]

  • 10 Pelabuhan Raih ‘Green Port Award’ Termasuk Pelabuhan Tenau

    10 Pelabuhan Raih ‘Green Port Award’ Termasuk Pelabuhan Tenau

    • calendar_month Sab, 14 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bekerja sama dengan IDSurvey menghelat Green Port Award 2022 bertema “Indonesia Menuju Pelabuhan Berkelanjutan Kelas Dunia”pada Rabu, 28 Desember 2022 di Jakarta. Sebanyak 149 pelabuhan se-Indonesia diseleksi untuk selanjutnya masuk nominasi Green Port Award 2022. Tim asesor beranggotakan perwakilan Sucofindo dan Biro Klasifikasi […]

  • Pesawat Lion Air 610 Jatuh di sekitar Tanjung Karang Jawa Barat

    Pesawat Lion Air 610 Jatuh di sekitar Tanjung Karang Jawa Barat

    • calendar_month Sen, 29 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta melaporkan kecelakaan pesawat Lion Air 610 yang diperkirakan jatuh di sekitar tanjung karawang, Jawa Barat, Senin/29 Oktober 2018.Pesawat Lion Air JT 610 take off pukul 06.10 WITA dan pada pukul 06.33 WITA loss contact. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional Brigjen TNI (MAR) Bambang […]

  • Pemerintah Akan Evaluasi Pemilu Serentak 2019

    Pemerintah Akan Evaluasi Pemilu Serentak 2019

    • calendar_month Sel, 30 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Pemerintah bersama DPR RI dan Penyelenggara Pemilu akan mengevaluasi pelaksanaan Pemilu Serentak 2019. Hal itu dikatakannya usai menghadiri Rapat Internal Eselon I dan Eselon II Kemendagri di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 29 April 2019. Diantara hal-hal yang akan menjadi bagian […]

  • Ombudsman Pinta Dualisme PMI Kota Kupang Tak Ganggu Pelayanan

    Ombudsman Pinta Dualisme PMI Kota Kupang Tak Ganggu Pelayanan

    • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT meminta Pemkot Kupang Kupang memfasilitasi penyelesaian dualisme kepengurusan tersebut agar tidak berdampak pada terhambat dan terganggunya pelayanan darah dan pelayanan kesehatan oleh PMI Kota Kupang.   Kupang | Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT mencermati informasi terkait dualisme kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang yaitu PMI Kepengurusan Indra Wahyudi Erwin […]

  • Tiga Kepala Staf TNI Siap Dukung Penerapan Adaptasi ‘New Normal’

    Tiga Kepala Staf TNI Siap Dukung Penerapan Adaptasi ‘New Normal’

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Para Kepala Staf TNI menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru atau new normal di tengah masyarakat. Para prajurit TNI secara lebih giat akan turut mendisiplinkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan sehingga tetap produktif sekaligus aman dari Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam keterangan pers Kepala Staf Angkatan […]

expand_less