Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Gubernur Viktor Bertekad Rubah Indeks Persepsi Korupsi Jadi Lebih Baik

Gubernur Viktor Bertekad Rubah Indeks Persepsi Korupsi Jadi Lebih Baik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur 1 NTT, bertekad merubah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) NTT menjadi lebih baik. Karena korupsi berkaitan erat dengan karakter manusia.
“Hari ini IPK NTT adalah keempat yang terburuk dari seluruh Provinsi di Indonesia. Sebagai Gubernur saya ingin agar ke depan turun jauh tingkat persepsi publik terhadap korupsi penyelenggara negara di daerah ini, ” jelas Gubernur Viktor saat membuka Lokakarya Nasional  ‘Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi’ di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof.Dr.Yohanes Usfunan,SH,M.H., Nasipanaf, Jumat/19 Oktober 2018.

Menurut Viktor, sedikit saja kita menurunkan tingkat korupsi, NTT akan menjadi lebih baik. Itulah salah satu yang dimaksudkan dengan NTT Bangkit Menuju Sejahtera.
“Kita mau buktikan persepsi publik itu keliru. Korupsi itu bukan masalah undang-undang ada atau tidak, diawasi atau tidak, tetapi tentang bagaimana karakter manusia. Kita ciptakan transparansi dengan E-Budgeting, E-Planning dan E lainnya, tapi operatornya tetap manusia. Kalau manusianya tetap mau curang, tidak ada gunanya,” jelas Viktor dalam kesempatan tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur Viktor memimpikan agar ke depannya para Aparatur Sipil Negara (ASN) di NTT untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship. Dunia birokrat itu sudah lama punya ilmu untuk menjadi manusia wirausaha.
“Ini cara-cara strategis agar dapat tambahan penghasilan. Dengan cara bekerja, bukan dengan cara mencuri tapi tidak ketahuan.Pendekatan terhadap korupsi bukan saja soal pengawasan dan audit internal, tetapi juga bagaimana seseorang bertumbuh secara ekonomi, “jelas Viktor.

Viktor menyatakan, PNS juga boleh menjadi kaya tapi dengan cara yang benar. Dengan bekerja seperti tanam kelor, tanam bawang, semangka dan lainnya. Ini tidak dilarang oleh Undang-Undang.
“Ini cara kita ke depan agar korupsi tidak tumbuh hebat. Saya punya mimpi kalau satu saat, ada PNS yang ditangkap karena korupsi, itu bukan dari Pemerintah Provinsi NTT,”jelas Viktor.

Pada kesempatan tersebut, Viktor Laiskodat mengapresiasi langkah Prof. Dr. Yohanes Usfunan,SH, M.H untuk kembali ke NTT dan bangun Sekolah Tinggi Hukum. Karena NTT masih banyak kekurangan ahli dalam bidang hukum. Terutama dalam mendesain tatanan hukum kita agar menjadi lebih kuat.
“Saya ingin agar lembaga ini melahirkan manusia yang punya karakter tunduk dan patuh pada hukum. Bukan melahirkan sarjana hukum tapi ahli hukum. Melahirkan pengacara yang berkualitas. Pengacara yang tidak suka membela koruptor kecuali kalau diperintah Undang-Undang dan dibayar negara, “pungkas Viktor Laiskodat.

Sementara itu, Prof. Dr. Yohanes Usfunan, SH, M. H menyatakan, lembaga pendidikannya mendukung penuh langkah Pemerintah Provinsi dalam memciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance). Kami siap menghasilkan naskah akademik untuk jadi masukan dalam membuat Peraturan Gubernur (Pergub) misalnya tentang Malu dan Takut Korupsi serta Pergub tentang Desa.

“Persoalan korupsi adalah persoalan krusial. Bangsa ini hadapi tantangan besar dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Pencegahan korupsi jauh lebih penting dari pemberantasan korupsi. Pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan pendekatan agama, budaya, hukum adat dan pendekatan pemerintahan, “jelas Yohanes. (*/humas + rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rehabilitasi DAS Manni Sumbawa, PLN Tanam 30 Ribu Pohon

    Rehabilitasi DAS Manni Sumbawa, PLN Tanam 30 Ribu Pohon

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Loading

    Program rehabilitasi DAS Manni ini bertujuan menjaga keseimbangan alam, mengamankan sumber daya air, serta meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.   Mataram | PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menanaman 30.000 pohon pada lahan seluas 66 hektare di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) Unter Gadung, Kecamatan Rhee, […]

  • HUT ke-4 IMO Indonesia, Soliditas Jadi Kunci Melewati Tantangan di Masa Pandemi

    HUT ke-4 IMO Indonesia, Soliditas Jadi Kunci Melewati Tantangan di Masa Pandemi

    • calendar_month Rab, 27 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia |Ikatan Media Online (IMO) Indonesia merayakan hari ulang tahun ke-4 pada Rabu, 27 Oktober 2021 mengusung tema “Mencerdaskan Kehidupan Berbangsa dengan Pemberitaan Yang Benar dan Berimbang.” Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub Ismail menekankan bahwa dalam 4 (empat) tahun terbentuk, IMO Indonesia melewati berbagai tantangan dan rintangan. “Kami bersyukur karena memiliki satu semangat, […]

  • KPK Sebut Jika Tangkap Jaksa, Kejagung Tutup Pintu Koordinasi Supervisi

    KPK Sebut Jika Tangkap Jaksa, Kejagung Tutup Pintu Koordinasi Supervisi

    • calendar_month Sel, 2 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata bahwa koordinasi antar-lembaga anti-korupsi yakni KPK, Kejaksaan dan Kepolisian masih memiliki ego sektoral. Ia menyampaikan jika KPK menangkap Jaksa, maka Kejaksaan Agung akan menutup pintu koordinasi dan supervisi. Kejaksaan Agung pun menyampaikan pernyataan resmi menanggapi pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Kepala Pusat […]

  • Apakah Hipokrisi Jadi Syarat Masuk ke Politik Praktis?

    Apakah Hipokrisi Jadi Syarat Masuk ke Politik Praktis?

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Apakah syarat untuk masuk ke dalam dunia politik praktis itu harus jadi munafik? Katanya politik praktis itu panggung hipokrisi ‘par excellence’, di mana aktor dan aktris politik memainkan peran dengan topeng-topeng. Sehingga pemahaman tentang politik praktis jadi sekadar siapa, dapat apa, memainkan peran apa, kapan, di mana, dan bagaimana skenarionya. Semoga […]

  • Lawan Covid-19, Ketua Partai PSI Belu Terus Sebar Masker Gratis

    Lawan Covid-19, Ketua Partai PSI Belu Terus Sebar Masker Gratis

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Belu semakin antusias berpartisipasi secara aktif membantu pemerintah dalam upaya melawan penyebaran wabah virus corona dengan tiada hentinya membagi masker secara gratis kepada masyarakat di Dusun Laninis, Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara (NTT) pada Selasa, 12 Mei 2020. Kegiatan dimaksud sebagai […]

  • Hingga Semester I 2022, PLN Cetak Kenaikan Laba Jadi Rp.17,4 Triliun

    Hingga Semester I 2022, PLN Cetak Kenaikan Laba Jadi Rp.17,4 Triliun

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) berhasil mencetak kenaikan laba bersih sebesar 162,4 persen menjadi Rp17,4 triliun hingga semester I 2022, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.6,6 triliun. Kenaikan ini ditopang peningkatan penjualan listrik seiring membaiknya perekonomian nasional serta didukung langkah transformasi dan efisiensi yang dilakukan perseroan. “Kami sangat bersyukur di tengah […]

expand_less