Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Gubernur Viktor Donasi Kursi Roda bagi Anak Penderita Hidrosefalus

Gubernur Viktor Donasi Kursi Roda bagi Anak Penderita Hidrosefalus

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 22 Jan 2019
  • visibility 88
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat – Gubernur NTT memberikan donasi /bantuan kursi roda kepada AngelaTekla Skolastika Mene (anak umur 8 tahun) penderita Hidrosefalus (penyakit menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak).

Bantuan dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat tersebut diterima langsung oleh Ibu kandung Angela Eryana Abuk Bere di kediaman mereka di RT 15 RW 04 Kelurahan Tuak Daun Merah Kecamatab Oebobo Kota Kupang, (Senin,21/1/2019)

Kadis Sosial Prov NTT, Willem Foni yang mewakili Gubernur NTT menyerahkan bantuan kursi roda tersebut.

“Ini merupakan bantuan kemanusiaan dan kepedulian Bapak Gubernur atas penyakit yang diderita oleh anak Angela”, ujar Willem Foni

Eryana, Ibu kandung Angela sangat bahagia dan tak menyangka bantuan begitu cepat di terima. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur”, ujarnya.

Karo Humas, Samuel Pakereng, Karo Kesra dan tetangga sekitar turut menyaksikan penyerahan bantuan kursi roda.

Dikutip dari hellosehat.com; Hidrosefalus adalah kondisi yang ditandai oleh ukuran kepala bayi yang membesar secara tidak normal akibat adanya penumpukan cairan di dalam rongga ventrikel otak.

National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) melaporkan bahwa sekitar dua dari 1000 bayi yang lahir di dunia mengalami hidrosefalus. Sementara itu, kasus hidrosefalus di Indonesia rata-rata bisa mencapai 4 per seribu kelahiran. Lantas, apa saja faktor risiko terjadinya hidrosefalus pada anak?

Beragam faktor risiko hidrosefalus pada anak

Otak normalnya mengandung cairan bening yang diproduksi dalam rongga ventrikel otak. Cairan ini disebut dengan cairan serebrospinal. Cairan serebrospinal mengalir dari sumsum tulang belakang ke seluruh otak untuk menunjang berbagai fungsi otak.

Namun ketika jumlahnya berlebihan, ini justru akan mengakibatkan kerusakan permanen jaringan otak yang menyebabkan terganggunya perkembangan fisik dan intelektual anak.

Sebagian besar kasus hidrosefalus pada anak terjadi sejak lahir (cacat lahir bawaan/kelainan kongenital). Selain itu ada beberapa kondisi yang memperbesar peluang terjadinya hidrosefalus pada bayi baru lahir, seperti:

  • Sistem saraf pusat tidak berkembang dengan normal sehingga menghalangi aliran cairan serebrospinal;
  • Adanya perdarahan di dalam ventrikel otak, yang memicu kemungkinan bayi lahir prematur;
  • Ibu mengalami infeksi yang menyerang rahim selama kehamilannya, sehingga timbul peradangan di jaringan otak janin. Misalnya infeksi rubella, toksoplasma, gondok atau cacar air.

Pada kasus hidrosefalus yang baru terjadi setelah anak tumbuh besar, faktor risikonya termasuk cedera pada kepala yang mengenai otak, atau:

  • Tumbuh tumor di otak atau sumsum tulang belakang;
  • Infeksi pada otak atau sumsum tulang belakang;
  • Perdarahan di pembuluh darah otak;
  • Operasi kepala.

Sumber berita (*/Humas Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaesang Jadi Ketum PSI 2025—2030, Jokowi Siap Kerja Keras

    Kaesang Jadi Ketum PSI 2025—2030, Jokowi Siap Kerja Keras

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jeffrie menyebutkan secara gamblang bahwa PSI dalam kondisi nyaris punah secara politik. Elektabilitas partai sempat terjun bebas di bawah 1 persen, dan suara PSI stagnan tanpa arah.   Solo | Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akhirnya resmi menetapkan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum periode 2025–2030 dalam Kongres Nasional yang dihelat di Graha Saba Buana, Solo, Sabtu, […]

  • Gubernur 2 NTT: “Jadilah MTQ yang 100 persen NTT dan Islam“

    Gubernur 2 NTT: “Jadilah MTQ yang 100 persen NTT dan Islam“

    • calendar_month Rab, 3 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id-“Saudara/i berhasil bukan hanya karena dapatkan juara, tapi terutama ketika mampu menggunakan nilai-nilai spiritual Al-Quran dalam hidup harian. Terapkan prinsip luhur Lakum Dinukum Waliyadiin (Bagimu agamamu, bagiku agamaku) dalam hidup persaudaraan harmonis dengan sesama yang lain, ” ujar Gubernur 2 NTT Josef Nae Soi, saat menerima Perwakilan Kontingen MTQ Nasional asal NTT dan Pengurus […]

  • Bank NTT Sosialisasi Skim Kredit Kepada Jemaat GMIT Kota Kupang

    Bank NTT Sosialisasi Skim Kredit Kepada Jemaat GMIT Kota Kupang

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang Garda Indonesia | Bank NTT melakukan sosialisasi produk kredit dan dana kepada warga Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Kota Kupang, khususnya bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM). Sosialisasi ini dihelat di aula lantai 1 GMIT Kota Kupang, Jalan Soekarno nomor 27 pada Jumat, 1 Juli 2022. Hadir sekitar 100 orang pelaku UKM […]

  • Waspada! Dampak Badai Siklon Tropis Seroja di NTB, Bali dan Pulau Jawa

    Waspada! Dampak Badai Siklon Tropis Seroja di NTB, Bali dan Pulau Jawa

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | BMKG memprediksi intensitas Siklon Tropis Seroja meningkat dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat daya. Pergerakan badai ini pada Senin, 5 April 2021 berada pada posisi di Laut Sawu sebelah barat daya Pulau Timor, 10.1LS, 122.4BT (75 km sebelah timur laut Sabu) dengan arah gerak Barat Barat Daya, […]

  • Di Kupang, Ayah Aniaya Balita Hingga Patah Tulang & Disulut Api Rokok

    Di Kupang, Ayah Aniaya Balita Hingga Patah Tulang & Disulut Api Rokok

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kekerasan terhadap anak kembali menimpa (DDS) balita berumur 2 (dua) tahun asal Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Perlakuan tak pantas tersebut harus diterima putri bungsu dari 8 (delapan) bersaudara hasil perkawinan dari Pasutri (AS) dan (ELS). Pelaku (AS) yang merupakan ayah kandung dari (DDS), berprofesi sebagai petani […]

  • SIAGA Bangun NTT dari Desa

    SIAGA Bangun NTT dari Desa

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    NTT merupakan provinsi kaya akan budaya dan potensi alam. Untuk itu, pembangunan untuk kesejahteraan rakyat menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Paket SIAGA.   Kupang | Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA) akan menerapkan pola kepemimpinan yang berbeda ketika dipercaya memimpin NTT 5 […]

expand_less