Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » ‘Hela Keta’ Tradisi Orang Timor Tengah Utara

‘Hela Keta’ Tradisi Orang Timor Tengah Utara

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
  • visibility 376
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Melkianus Nino

Hela Keta adalah sebutan bahasa Dawan Timor yang bermakna “buka jalan”. Hela Keta merupakan tradisi adat  istiadat orang Timor di wilayah administratif Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

‘Hela Keta’ sering diartikan oleh tua-tua adat sebagai simbol yang memiliki makna yang besar. Makna yang penting itu, sebagai lambang perkenalan dari hati ke hati. Tradisi adat yang turun – temurun dihelat dengan maksud untuk menyatukan dua insan (laki dan perempuan, red) untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.

Penyatuan ini, bermula dari satu kerja sama yang matang yakni kesepakatan di antara orang tua kedua belah pihak. Penentuan kesepakatan sudah diselenggarakan sebelum hari dan tempat perhelatan tradisi adat ‘Hela Keta’ dilangsungkan dengan satu tujuan yang sama, demi jalannya upacara adat ini.

Tradisi adat istiadat Orang Dawan yang satu ini tidak bisa ‘terlewatkan’ begitu saja karena memiliki makna adat yang sangat mendasar dan mendarah daging. Tempat berlangsung prosesi Hela Keta berada di sungai atau kali, di mana tradisi adat dilangsungkan.

Tradisi ini, sudah diawali dengan tahap perencanaan konsep pembicaraan berawal dari adat, gereja dan pemerintah. Ketiga tungku ini, diharuskan sejalan, searah sehingga penuh kesan bermakna.

Tradisi ‘Hela Keta’ akan menjadi cerita baru ketika mengingatkan pada pertemuan para tetuah adat. Konsep yang kompleks, menurut bahasa ibu masing- masing. Entah suku Dawan, Bunak, Tetun, Kemak dan daratan Flores lainnya. Tujuannya agar yang terdahulu (leluhur, red) dapat menyaksikan dari ‘Kegelapan’ serta menyetujui maksud dan tujuan.

Persetujuan yang tidak dengan kasat mata saat binatang (Babi, Ayam dan lainya, red) disembelih sebagai persembahan terlihat pada urat nadi atau ‘Lilo’ dengan sendirinya dapat diketahui oleh tua adat yang dipercaya. Pembiasaan ini, sudah menjadi satu garis  yang tidak terpisah-pisahkan.

Tradisi adat ‘Hela Keta’, sering dilangsungkan di sungai yang memiliki air mengalir, sebagai arti untuk melepas semua masa lalu sehingga jalan menjadi terbuka. Saat darah binatang yang disembelih ‘berderai’ yang pertama dan utama yakni dibuang pada air sungai yang mengalir, dengan maksud membuang semua keluh-kesah, kebimbangan, kebencian serta masa yang lalu. Biarkan terbawa arus air .

Tulisan ini, berangkat dari kehadiran pantauan jurnalis Garda Indonesia, saat menyaksikan perhelatan tradisi ‘Hela Keta’, bertempat di Sungai Ekafalo – Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perhelatan upacara ada ‘Hela Keta’ dihadiri oleh kedua keluarga besar serta undangan lain. Beragam pertanyaan akan ‘membenak’ bakal turut keheranan mengikuti irama di tradisi adat ini.

Tradisi ‘Hela Keta’, akan menjadi satu-kesatuan yang tak dapat terpisahkan karena telah menganut satu pepatah ‘ Tak kenal maka tak sayang’. Pepatah yang  sudah menjadi populer dan tampak di situasi adat ‘Hela Keta’.

Cenderung akan menjadikan satu suasana yang hikmah, juga indah. Keindahan tampak dari selembar Selendang Tunbaba dijadikan pengalungan cinta. Niscaya kerinduan dari kedua keluarga besar akan menjadi cerita yang tak terlupakan di momen ‘Hela Keta (*)

Penulis merupakan Pegiat Literasi dan Jurnalis

Foto utama (*/istimewa koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Pakai AI Sebagai Alat Bantu Riset Bukan Pengganti Berpikir

    Cara Pakai AI Sebagai Alat Bantu Riset Bukan Pengganti Berpikir

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Loading

    Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tidak berbahaya karena terlalu pintar. AI berbahaya ketika membuat manusia berhenti memakai otaknya sendiri. Ini paradoks terbesar era digital: teknologi yang katanya membuat kita lebih cerdas justru diam diam menumpulkan nalar. Pada studi yang dirilis MIT, pengguna AI cenderung mengalami overreliance bias yaitu menerima jawaban mesin tanpa verifikasi. Fenomena […]

  • DPR Getol Usul Cetak Uang Rp.600 Triliun, Apa Maumu?

    DPR Getol Usul Cetak Uang Rp.600 Triliun, Apa Maumu?

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh  Dr. Jerry Massie M.A., Ph.D Partai-partai di DPR tak bertaji dan kehilangan roh membela rakyat. Periode ini menjadi terburuk dalam sejarah. Desakan mencetak uang Rp.600 triliun akan berakibat fatal. Ini program tanpa kajian komprehensif. Mereka seakan lupa saat pencetakan uang pada 1998 lalu, berdampaknya inflasi cukup tinggi yakni 70%, Dolar AS Tembus Rp.17.000. Biaya […]

  • 53 Properti dan 14 Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan

    53 Properti dan 14 Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan

    • calendar_month Sel, 12 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | KN SAR Basudewa merapat ke Posko JICT 2 membawa 1 kantong berisi potongan tubuh atau body part korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182; pada Senin siang, 11 Januari 2021 sekitar pukul 11.00 WIB. Body part korban tersebut merupakan kumpulan dari hasil obyek pencarian di Last Know Position (LKP) oleh tim selam […]

  • PLN Siap Pasok Listrik di Perbatasan Papua Nugini

    PLN Siap Pasok Listrik di Perbatasan Papua Nugini

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik antar-negara di Desa Wutung, batas wilayah Indonesia dan Papua Nugini. Sebagai tindak lanjut kunjungan bilateral Presiden RI Joko Widodo pada Juni lalu, membahas kerja sama Indonesia dan Papua Nugini, PLN melakukan pertemuan dengan perwakilan pemerintah Papua Nugini, pada Jumat, 14 Juli 2023. Pada momen […]

  • Kapan Kita Dewasa? Kasus Patung Bunda Maria & Kesebelasan Israel

    Kapan Kita Dewasa? Kasus Patung Bunda Maria & Kesebelasan Israel

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Memang kekanak-kanakan, bagaimana sih cara berpikir orang-orang yang mengaku dewasa di negeri ini? Bagaimana mungkin bisa berpikir bahwa patung bisa mengubah iman seseorang. Lalu, tak lama kemudian ada kesebelasan junior, U20 (under 20 years old) dari Israel, yang mau ikut kompetisi, di mana Indonesia jadi tuan rumah, dianggap bisa mempengaruhi sikap […]

  • Suami Istri Positif Covid-19 di Kota Kupang Masih Isolasi Diri di Rumah, Ini Alasannya

    Suami Istri Positif Covid-19 di Kota Kupang Masih Isolasi Diri di Rumah, Ini Alasannya

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Suami Istri terkonfirmasi positif Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT pada Sabtu, 6 Juni 2020; hingga hari ini, Rabu, 10 Juni 2020, masih melakukan isolasi mandiri bersama 3 (tiga) orang anak di dalam rumah mereka di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/06/06/suami-istri-di-kota-kupang-positif-covid-19-transmisi-lokal-total-103-kasus-di-ntt/ Dilansir dari sergap.id, […]

expand_less