Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » IDI Sikka Peduli, Sadarkan Warga Sikka dengan Gerakan Masker Cegah Covid-19

IDI Sikka Peduli, Sadarkan Warga Sikka dengan Gerakan Masker Cegah Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 28 Mei 2020
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

Loading

Maumere-NTT, Garda Indonesia | Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka melalui Gerakan Masker Cegah Covid-19 berupaya untuk menyadarkan warga Kota Maumere terutama di 4 (empat) kecamatan yakni Kecamatan Nita, Magepanda, Mego, Paga, dan Kecamatan Talibura tentang pentingnya menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona.

Data per Kamis, 28 Mei 2020, jumlah kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Sikka mencapai 27 kasus (tertinggi di Provinsi NTT, red), menyiasati kondisi tersebut, maka IDI Sikka membagikan ribuan masker dan mengedukasi pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Baca juga:

http://gardaindonesia.id/2020/05/28/4-kasus-kota-kupang-1-di-tts-total-kasus-positif-covid-19-capai-90-kasus-di-ntt/

Kecamatan Talibura menjadi kecamatan kelima yang didatangi para dokter ini dalam program besar Masker untuk Sikka. Sebelumnya IDI Sikka sudah membagikan masker dan memberikan edukasi kepada masyarakat di Kecamatan Nita, Magepanda, Mego dan Paga. Jumlah masker yang dibagikan di Kecamatan Talibura sebanyak 4.000 masker untuk warga pada 12 desa dan 2 Puskesmas di wilayah kerja Talibura, yakni Puskesmas Watubaing dan Puskesmas Boganatar.

Sejumlah dokter memaparkan berbagai materi seperti strategi pencegahan, cara penularan virus corona, dan juga penegakan protokoler kesehatan.

Dokter Asep Purnama menyinggung reaksi penolakan masyarakat akibat stigma dan diskriminasi kepada pelaku perjalanan yang baru datang atau orang dan keluarga yang diduga terpapar virus corona. “Mohon jangan melalukan stigma diskriminasi terhadap mereka, melainkan harus mengasihi dan mendukung penuh upaya memutuskan mata rantai virus corona di Kabupaten Sikka. Perangi virusnya, bukan orangnya,” pintanya.

dr. Asep Purnama juga menekankan pentingnya melaksanakan protokoler kesehatan sebagaimana yang sudah diimbau pemerintah. “Untuk melawan virus corona, hanya ada 3 kunci utama yakni jaga jarak, pakai masker, dan rajin cuci tangan. Ini senjata kita. Tolong saling mengingatkan kepada saudara-saudara kita,” imbau Pembina IDI Cabang Sikka.

Seperti apakah kondisi penerapan protokol kesehatan di Kabupaten Sikka dan respons masyarakat terhadap dampak pandemi Covid-19?, silakan simak petikan wawancara antara Garda Indonesia dan dr. Asep Purnama melalui sambungan telepon pada Senin, 25 Mei 2020 pukul 22.22—22.51 WITA di bawah ini:

Garda Indonesia : Tugas mulia apa yang sedang dr Asep emban saat ini?

dr. Asep Purnama : Saya sebagai Ketua Tim penanggulangan covid-19 di rumah sakit TC Hillers Maumere, jadi dari tiga rumah sakit yang ditujukan oleh Kemenkes yaitu RSUD.W.Z Johannes, TC Hillers dengan RSUD Komodo Labuan Bajo. Saya juga penasihat inti Ikatan Dokter Indonesia Cabang Sikka.

Garda Indonesia : Seperti apa konsep Masker bagi Sikka tersebut?

dr. Asep Purnama : Jadi ceritanya ada gerakan masker untuk Sikka itu kita gelisah karena tenaga medis ini kan seperti penjaga gawang. Tunggu di belakang, kalau kita begitu terus pasti kebobolan gawangnya. Kemudian kita bergerak untuk pencegahan, jadi sebagai penjaga gawang kita juga ikut menyerang. Kita akhirnya sebagai penjaga gawang juga ikut membagi masker. Waktu itu kita mulainya dari masker, kita cari donasi dalam bentuk uang maupun masker karena waktu medis sampai kehabisan, jadi kita membuat masker kain. Dulu rebutan makanya petugas kesehatan tidak dapat masker medis. Akhirnya saya ajak cari dana baik dalam masker kain yang sudah jadi maupun dalam bentuk uang. Kalau uangnya datang ya kita produksi masker kain. Sekarang ini kita ada 18 penjahit dan lumayan karena separuhnya sampai delapan puluhan juta padahal targetnya 150 juta. Karena kita produksi untuk Sikka 300.000, istilahnya satu orang dua. Dalam proses perjalanan, dikasih masker ternyata tidak dipakai.

Dalam pembagian masker kita masukkan pesan. Hari pertama kita bagi masker di pasar, pesannya dibuang. Akhirnya kita bergerak untuk mengedukasi. Setelah membagi, kelebihan itu, kita edukasi. Kalau yang lain kan membaginya tanpa atau kurang edukasi. Kita keliling edukasi melalui radio, mengudang para wartawan untuk buat dalam bentuk video yang melibatkan sekian dokter spesialis yang ada, kita juga meminta tolong penyanyi gemu mafire untuk membuat lagu tentang masker. Kita bergerak terus, mengedukasi dan membagi masker.

Saya mengajak dokter-dokter muda agar berjuang menjadi agen perubahan seperti Dr. Cipto Mangunkusomo. Sekarang saatnya kita bergerak dan lawan sekuat tenaga apa pun yang terjadi. Memang agak rumit karena banyak yang menolak dan ketakutannya luar biasa, tapi anehnya masih suka yang ramai seperti di pasar. Inilah perlunya edukasi.

Garda Indonesia : Bagaimana respons masyarakat dengan cara dokter-dokter di Sikka mengedukasi masyarakat terkait kasus positif terbanyak di Provinsi NTT?

dr. Asep Purnama : Memang harus menerapkan physical distancing dan social distancing. Ini agak rumit, untuk bertemu saja harus physical distancing. Kita tidak bisa memberikan penyuluhan ke banyak orang. Jadi kita minta tokoh-tokoh masyarakat supaya sebarkan lagi. Maunya kita undang wartawan. Kita ke lokasi, kita minta tolong camat, camatnya minta tolong kepala desa. Kita juga membuat video dengan kerja sama dengan Maumere Broadcasting Coorporation TV ini kita mau kerja sama dengan Maumere TV untuk membuat siaran edukasi pendek. Kita juga membuat beberapa video untuk disebarkan. Kemarin melalui zoom membuat edukasi secara online. Kalau di rumah sakit kita bikin host training yaitu perawat-perawat menyebarkan informasi untuk keluarga dan teman-teman mereka.

Garda Indonesia : Bagaimana operasional rumah sakit di Maumere?

dr. Asep Purnama : Pasien yang non-covid berkurang akan tetapi yang covid bertambah. Hunian rumah sakit di bawah 50% seluruh Indonesia tapi covidnya 27%. Rumah sakit akan bangkrut karena pasiennya berkurang, tetapi biaya untuk kebutuhan APD meningkat. Rumah sakit swasta menangis, kalau rumah sakit daerah kan disubsidi oleh pemerintah. Gaji karyawan tetap berjalan di rumah sakit daerah, kalau gaji karyawan di rumah sakit swasta 90% BPJS semua.

Garda Indonesia : Apakah kondisi mental masyarakat Sikka juga sama seperti yang lain takut memeriksakan diri ke rumah sakit, nanti dianggap ODP bahkan PDP?

dr. Asep Purnama : Kalau di sini takut tertular corona. Mereka takut ke rumah sakit karena takut tertular corona. Kebanyakan orang itu karena ketidaktahuan, kalau tidak tahu cara baiknya menghindar. Kalau transmisi lokal itu harus siap-siap untuk PDP dan ODP. Di Rumah Sakit TC Hillers kalau masuk rumah sakit dan dibilang batuk itu sudah masuk ODP dan masuk rumah sakit dengan sesak napas itu PDP. Kalau sudah itu memang karantina. Kalau sudah transmisi lokal sudah rumit karena kalau ketemu ODP kita harus pakai ADP. Kita siap-siap untuk memakai alat perlindungan paling tidak memakai masker karena lebih bahaya kalau bertemu yang OTG. Di TC Hillers harga masker normalnya Rp.14.000 sekarang turun Rp.10.000 untuk masker medis yang bedah. Dalam satu hari di rumah sakit kami, ada 500 masker yang dipakai.

Garda Indonesia : Bagaimana Ketersediaan APD di RS TC Hillers?

dr. Asep Purnama : Keadaannya kita tidak tahu sampai kapan, mungkin pertahanannya hanya sampai sebulan. Kalau ada transmisi lokal maka APD kita levelnya akan naik dan tidak sampai sebulan. Karena transmisi lokal kemungkinannya akan banyak. Kita khawatir sampai petugas kesehatan tertular maka rumah sakit akan collapse, beda dengan rumah sakit di Jakarta. Kita tidak ada korona saja petugas kesehatannya terbatas, sebetulnya PSBB di NTT tidak dapat disamakan dengan di Jakarta. Kita harus lebih waspada.

Garda Indonesia : Dampak dari memblokade akses transportasi di wilayah perbatasan?

dr. Asep Purnama : Memblokade kecuali pencurinya belum masuk, tapi ini kan sudah masuk. Di kasih blokade tapi pada saat jam malam ataupun di pasar masih banyak orang. Sebetulnya protokol kesehatannya dijalankan yaitu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Virus ini bisa sampai akhir tahun seperti demam berdarah. Harus ada tim dari pemerintah untuk mengawasi tempat-tempat seperti pasar, ATM di bank ataupun toko-toko agar ada jaga jarak.

Garda Indonesia : Koordinasi dan sinergisitas sebagai dokter dan ketua tim gugus tugas?

dr. Asep Purnama : Kalau diminta pendapat, saya kasih. Yang paling penting disini PCR kayak Kupang saja. Kami di sini punya TCM ( Tes Cepat Molekuler) ada di Maumere hanya tidak bisa diperiksa karena tidak ada cartridge. Ini kirim di Kupang harus menunggu lama. OTG atau ODP itu ada karena tidak ada alat pemeriksaan, kalau ada pasti langsung tahu apakah suspect atau tidak. Alat TCM ini dipakai untuk penyakit TBC dan di NTT kalau tidak salah ada 10.

Garda Indonesia : Bagaimana ketersediaan ruang isolasi di TC Hillers?

dr. Asep Purnama : Ada 15 kamar difungsikan dengan satu kamar ada dua. Kita menyiapkan tambahan 9 kamar dan penambahan di rumah sakit swasta.

Garda Indonesia : Penanganan untuk 27 Pasien Positif Covid-19 di Sikka ?

dr. Asep Purnama : Kalau tidak ada keluhan diberi vitamin. Jadi 80% kondisi mereka akan sembuh sendiri, 20% harus dirawat, 15% dari 20% akan membaik dan 5% akan meninggal. Kalau ada infeksi bakteri diberi obat, kalau gagal nafas diberi ventilator. Kondisi dari 27 orang sudah membaik. Kemarin kita kirim 65 hasil swap ke Labuan Bajo.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama (*/istimewa oleh IDI Sikka)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr. Ragu : Tak Ada Kejadian Pasca-Imunisasi Covid-19 di Poltekkes Kemenkes Kupang

    Dr. Ragu : Tak Ada Kejadian Pasca-Imunisasi Covid-19 di Poltekkes Kemenkes Kupang

    • calendar_month Jum, 26 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pos pelayanan Vaksinasi Covid-19 dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kupang dengan 4 (empat) pos layanan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang, Keperawatan Gigi, Keperawatan Kupang, dan Kebidanan telah melaksanakan Vaksinasi Covid-19 Tahap I dan II bagi petugas pelayanan publik di wilayah Kota Kupang. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2021/03/12/inisiasi-gubernur-ntt-ratusan-pekerja-media-dapat-vaksinasi-covid-19/ Demikian disampaikan oleh […]

  • Komitmen Pemkot Kupang Lanjutkan Program Bedah Rumah

    Komitmen Pemkot Kupang Lanjutkan Program Bedah Rumah

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wabah Covid-19 masih terus mengancam, tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kota Kupang untuk terus menyejahterakan warganya lewat perwujudan visi dan misinya. Salah satu visi yang saat ini mendapat perhatian serius adalah terwujudnya Kota Kupang yang layak huni, dengan membangun rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) […]

  • Asty Laka Lena Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD Periode 2025—2030

    Asty Laka Lena Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD Periode 2025—2030

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Gubernur Laka Lena pun menyadari betul bahwa tantangan pendidikan di NTT cukup kompleks. Masih ada kesenjangan akses layanan PAUD, keterbatasan tenaga pendidik, serta kondisi gizi anak yang memerlukan perhatian serius.   Kupang | Pemerintah Provinsi NTT mendorong pembangunan di sektor pendidikan sebagaimana termaktub di dalam Visi Pembangunan NTT 2025–2030 yakni NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera […]

  • Penjabat Gubernur NTT: Promosikan NTT Melalui Program Siswa Mengenal Nusantara

    Penjabat Gubernur NTT: Promosikan NTT Melalui Program Siswa Mengenal Nusantara

    • calendar_month Sen, 6 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon,MPA mengajak sekitar 25 (dua puluh lima) siswa/i Program Siswa Mengenal Nusantara untuk mempromosikan NTT. 25 siswa/wi tersebut terdiri dari 22 orang siswa SMA/SMK dari seluruh kabupaten/kota Se-NTT dan 3 orang siswa berkebutuhan khusus dari SLB Pembina Kupang. Program Siswa Mengenal Nusantara akan berlangsung selama kurang lebih […]

  • Menanti 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Atasi Kendala Gas Industri Banten

    Menanti 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Atasi Kendala Gas Industri Banten

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Banten | Peliknya dinamika gas industri di Banten ditengarai bakal bermuara ke pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan segera dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2024 mendatang. Mayoritas pelaku usaha di Banten sampai saat ini masih mengeluhkan kendala pasokan gas lantaran kebijakan pembatasan gas yang dilakukan Perusahaan Gas Nasional. Menyikapi permasalahan ini, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha […]

  • Semarak HUT Ke-76 RI ala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT

    Semarak HUT Ke-76 RI ala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT

    • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menyemarakkan HUT Ke-76 Republik Indonesia dalam masa pandemi Covid-19 ini, berbagai kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Bahkan kegiatan yang diterapkan di seluruh wilayah kerja Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT dilaksanakan secara serentak dan serupa pun tetap menaati protokol kesehatan. Adapun beragam kegiatan menyemarakkan HUT ke-76 […]

expand_less