Influencer Kritik Banjir Sumatra Diteror, Pigai Desak Polisi Usut
- account_circle Penulis
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- visibility 133
- comment 0 komentar

![]()
Pigai mengapresiasi kebebasan berpendapat yang dimanfaatkan influencer untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah. Namun, ia mengingatkan bahwa kritik di ruang publik kerap bergeser menjadi serangan terhadap individu maupun institusi.
Jakarta | Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta aparat kepolisian mengusut tuntas teror yang menimpa sejumlah influencer setelah mereka mengkritik penanganan banjir Sumatra.
Pigai menegaskan setiap dugaan teror harus diproses serius melalui mekanisme hukum agar motif dan pelaku dapat diungkap secara terang. Ia meminta kepolisian tidak membiarkan kasus teror ini berlarut-larut karena dapat mencederai rasa aman masyarakat.
Pigai mengapresiasi kebebasan berpendapat yang dimanfaatkan influencer untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah. Namun, ia mengingatkan bahwa kritik di ruang publik kerap bergeser menjadi serangan terhadap individu maupun institusi.
Menurut Pigai, ada pula pihak yang memanfaatkan isu sensitif untuk membangun popularitas dengan cara memicu konflik dan merugikan kehormatan orang lain. Ia menyebut kondisi demokrasi saat ini memberikan ruang luas bagi kebebasan berekspresi tanpa protokol yang jelas.
Pigai menilai negara tidak boleh menghalangi kebebasan berpendapat selama masih berada dalam koridor hukum. Meski demikian, ia mengingatkan influencer agar tidak serta-merta menyalahkan pemerintah sebelum ada bukti yang jelas.
Pigai menegaskan hingga kini belum ada pihak yang terbukti bertanggung jawab atas rangkaian teror tersebut. Ia juga menyoroti kecenderungan penyalahgunaan kebebasan berpendapat untuk memanipulasi opini publik dan menyerang pribadi.
Pigai meminta masyarakat tetap rasional dan objektif dalam menyerap informasi yang beredar di media sosial.
Terkait penanganan banjir Sumatera, Pigai menyatakan pemerintah telah bekerja secara serius, sistematis, dan terencana. Ia menjelaskan penanganan dilakukan melalui tahap tanggap darurat dan pembangunan infrastruktur pemulihan.
Pigai menyebut kehadiran Presiden yang rutin turun langsung ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai bukti komitmen pemerintah.
Sementara itu, sejumlah aktivis dan influencer seperti Iqbal Damanik, DJ Donny, Sherly Annavita, dan Virdian mengaku menerima ancaman dengan pesan bernada intimidasi.
DJ Donny bahkan mengalami dua kali teror dalam waktu singkat, mulai dari kiriman bangkai ayam hingga pelemparan bom molotov ke rumahnya.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan kini dalam penanganan aparat kepolisian.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: melihatindonesia











Saat ini belum ada komentar