Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Ini Dia Burung Yang Punya IQ Setara Anak 5 Tahun

Ini Dia Burung Yang Punya IQ Setara Anak 5 Tahun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
  • visibility 175
  • comment 0 komentar

Loading

Bagi Anda yang ingin memelihara burung, pastinya bakal suka dengan jenis burung yang dapat berkicau bahkan hingga yang dapat menirukan apa yang kita ucapkan. Jenis burung seperti ini tentunya tak semua bisa melakukannya.

Burung kakaktua adalah makhluk yang menarik perhatian banyak orang karena warnanya yang cerah, ciri khasnya yang berbeda, dan yang paling penting, kemampuannya meniru ucapan manusia. Namun, ada beberapa kesalahpahaman tentang burung kakaktua dalam kemampuan bicaranya.

Ketika menonton acara hewan, kita sering melihat pelatih melakukan berbagai trik dengan hewan, seperti burung kakaktua yang memedal sepeda atau menirukan ucapan manusia. Pertunjukan ini adalah hasil dari pelatihan sabar dan ikatan kuat antara pelatih dan burung kakaktua. Pelatih harus terlebih dahulu mendapatkan kepercayaan burung kakaktua dan membentuk rutinitas harian yang melibatkan hubungan keduanya yang lebih dekat seperti memberi makan, memberi minum, dan merawat burung kakak tua setiap hari.

Sesi pelatihan harus dilakukan di pagi hari di lingkungan yang tenang untuk memungkinkan burung kakaktua lebih baik mendengar dan meniru suara. Bertentangan dengan kepercayaan masyarakat, bahwa tidak semua burung kakaktua dapat menirukan ucapan manusia dengan mudah.

Menirukan ini adalah hasil dari kekuatan bawaan, seperti mulut besar, lidah yang bulat dan fleksibel, dan dinding membran yang tipis sehingga mudah memproduksi suara. Namun, dengan pelatihan dan ikatan yang tepat, sebagian besar burung kakaktua dapat belajar meniru suara bahkan mengembangkan kosakata kata dan frasa yang besar.

IQ burung kakaktua Afrika, dianggap sebagai salah satu spesies paling cerdas, sekitar 65, setara dengan anak 5 (lima) tahun. Namun, kecerdasan adalah sifat kompleks yang tidak dapat diukur semata-mata oleh IQ. burung kakaktua adalah makhluk sosial yang sangat memiliki kemampuan pemecahan masalah, kesadaran spasial, dan kecerdasan emosional, menjadikannya teman dan hewan peliharaan yang sangat baik.

Memberi makan merupakan bagian penting dari pelatihan, dan pelatih harus memberi makan pada burung kakaktua setelah setiap sesi pelatihan untuk memperkuat perilaku positif dan secara bertahap membentuk kebiasaan. Selama pelatihan, pelatih akan sesekali melempar makanan ke burung kakaktua, yang akan diikuti oleh burung kakaktua sebagai cara untuk mendapatkan makanan. Meskipun burung kakaktua tidak memahami makna kata-kata yang ditirunya, burung kakaktua mengaitkannya dengan hadiah dan akan terus mengulanginya untuk menerima makanan.

Selain menjadi peniru yang hebat, burung kakaktua juga memiliki struktur sosial yang unik dan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Mereka hidup dalam kawanan di alam liar, di mana mereka berkomunikasi satu sama lain menggunakan berbagai panggilan dan bahasa tubuh. Dalam penangkaran, burung kakaktua dapat membentuk ikatan yang kuat dengan pemiliknya dan hewan peliharaan lainnya, serta mereka dapat berkembang dalam lingkungan, yang diperkaya mencakup mainan, tangkring, dan interaksi yang teratur dengan manusia.

Namun, penting untuk diingat bahwa burung kakaktua adalah hewan yang memiliki hidup cukup lama, yang memerlukan komitmen signifikan dalam hal waktu, perawatan, dan sumber daya. Mereka hanya boleh dipelihara sebagai hewan peliharaan oleh mereka yang dapat memenuhi kebutuhan yang kompleks tersebut.

Burung kakaktua adalah makhluk yang menarik dengan fitur yang unik yang membuat mereka menjadi peniru bahasa manusia yang sangat baik. Namun, kemampuan mereka untuk berbicara bukan bawaan tetapi hasil dari pelatihan yang sabar, pembentukan ikatan, dan penguatan karakter positif. Dengan pelatihan dan perawatan yang tepat, sebagian besar burung kakaktua dapat mengembangkan kosakata yang besar dan menjadi teman serta hewan peliharaan yang luar biasa.

Dan penting untuk memahami sifat kompleks dari makhluk cerdas ini serta memperlakukan mereka dengan kasih sayang dan perhatian yang baik.(*)

Sumber (*/picinstyle)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerbangan Beroperasi Hingga 11 Juli, Penutupan Berlaku Mulai 12 Juli 2021

    Penerbangan Beroperasi Hingga 11 Juli, Penutupan Berlaku Mulai 12 Juli 2021

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka kepada Garda Indonesia pada Kamis siang, 7 Juli 2021 mengungkapkan, pihaknya telah menghelat rapat bersama dengan para operator penerbangan dan pelayaran guna mempersiapkan kondisi tersebut terkait rencana penutupan penerbangan maupun pelayaran yang sebelumnya telah diberlakukan dengan dikeluarkannya Surat Nomor : Dishub.550/553.440/284/VII/21 tertanggal 6 Juli 2021 […]

  • Saat Penculikan Maduro, AS Kerahkan 32 Unit Pesawat Buatan Indonesia

    Saat Penculikan Maduro, AS Kerahkan 32 Unit Pesawat Buatan Indonesia

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Loading

    Kita ke Venezuela. Ternyata dalam aksi penculikan Maduro oleh tentara Amerika, ada keterlibatan Indonesia. Pada aksi bak film Holywood itu, Trump mengerahkan 150 unit pesawat. Ternyata ada pesawat buatan Indonesia yang ikut terbang. Bukan aktor figuran, bukan juga cameo lewat. Laporan The New York Times menyebutkan salah satu armada yang digunakan adalah CN-235, pesawat hasil […]

  • Fapet Undana Atraksi Kontes Ternak & Pacuan Kuda, Stimulus Kembang Biak Kuda Lokal

    Fapet Undana Atraksi Kontes Ternak & Pacuan Kuda, Stimulus Kembang Biak Kuda Lokal

    • calendar_month Sen, 24 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Kab. Kupang, gardaindonesia.id – Di Era tahun 1970-an, pacuan kuda dijadikan sebagai Pesta Rakyat menjelang HUT Kemerdekaan; namun menginjak tahun 1980-an beredar larangan pihak keamanan untuk lelang kuda (kuda pacuan dipasang harga taruhan dianggap sebagai perjudian), saat pacuan kuda sepi berdampak pada minimnya animo untuk memelihara kuda terutama kuda lokal Jenis Kuda Poni Timor dan […]

  • PLN Kembangkan PLTS Apung Kapasitas 42 MWp di Batam

    PLN Kembangkan PLTS Apung Kapasitas 42 MWp di Batam

    • calendar_month Jum, 21 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) siap hadirkan listrik dengan total kapasitas 42 megawatt peak (MWp) yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di Batam, Kepulauan Riau. Dukungan kelistrikan ini tercermin dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PT PLN Batam, PT PLN Nusantara Power […]

  • Waspada! Penambahan Kasus Melalui Penularan di Tengah Masyarakat

    Waspada! Penambahan Kasus Melalui Penularan di Tengah Masyarakat

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengungkapkan bahwa penambahan kasus positif covid-19 yang cukup signifikan paling banyak ditemukan di tengah masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat menjadi pihak yang paling rentan terhadap penularan covid-19 bilamana tidak menerapkan anjuran pemerintah dalam pencegahan sesuai protokol kesehatan. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad […]

  • Salah Tanda Tangan Kontrak Kinerja, Dua Pejabat Bank NTT Dihukum ‘Squat Jump’

    Salah Tanda Tangan Kontrak Kinerja, Dua Pejabat Bank NTT Dihukum ‘Squat Jump’

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberi sanksi berupa Squat Jump sebanyak 10 (sepuluh) kali kepada Sony Pellokila (Kepala Divisi Kredit Mikro Kecil dan Menengah) dan Billy Tjoanda (Kepala Divisi Kredit Komersil). Kedua pejabat Bank NTT tersebut diberikan hukuman squat jump lantaran Billy Tjoanda salah membubuhkan tanda tangan di Kontrak Kinerja […]

expand_less