Jadi Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman Siap Menyatu Kultur Lokal
- account_circle Penulis
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- visibility 130
- comment 0 komentar

![]()
John Herdman bertekad tinggal lebih lama di Indonesia setelah konferensi pers perkenalan yang dijadwalkan pada Senin, 12 Januari 2026, demi mempelajari kultur dan kebiasaan masyarakat.
Jakarta | John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Indonesia oleh PSSI pada Sabtu sore, 3 Januari 2026, menggantikan Patrick Kluivert yang bebas tugas sejak Oktober 2025 usai kekalahan dari Irak dan Arab Saudi di Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
PSSI menyebut penunjukan ini sebagai “dimulainya era baru sepak bola nasional” dan menggambarkan Herdman sebagai “arsitek berpengalaman membawa tim ke Piala Dunia”.
Bagi pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu, melatih di Asia Tenggara menjadi petualangan baru setelah sebelumnya bekerja di Inggris, Selandia Baru, dan Amerika Utara. Ia bertekad tinggal lebih lama di Indonesia setelah konferensi pers perkenalan yang dijadwalkan pada Senin, 12 Januari 2026, demi mempelajari kultur dan kebiasaan masyarakat.
“Saya pikir ini adalah bagian penting dalam mempelajari kultur, membenamkan diri di dalamnya,” tutur Herdman kepada The Canadian Press News. “Anda harus benar-benar mengerti orang dan kebiasaan-kebiasaan mereka untuk memahami koneksi tersebut.”
Pernyataan Herdman sejalan dengan visi PSSI melalui Direktur Teknik Alexander Zwiers yang menekankan pentingnya koneksi dengan identitas dan fanbase Indonesia. “Soal detail teknik, tentu harus sejalan,” ujar Zwiers di akhir Oktober 2025.
“Yang terpenting buat kita adalah mencari profil yang sejalan dengan visi dan identitas kami.” Ia juga menambahkan, pelatih harus punya “passion, karakter, intensitas”.
Herdman akan menangani Timnas senior dan U23 (termasuk U23 di bawah kontrak yang sama), dengan skema kontrak 2+2 tahun. Ia mencatat sejarah sebagai pelatih pertama yang mampu membawa tim putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia.
“Indonesia bukan sekadar pekerjaan, ini adalah panggiilan untuk transformasi. Saya melihat potensi yang luar biasa, gairah yang tak tertandingi, dan kerinduan yang mendalam dari jutaan penggemar. Saya tidak datang untuk memaksakan budaya asing, saya datang untuk menggali dan memuliakan budaya sepak bola Indonesia,” tekan Herdman
Ia menekankan filosofi persaudaraan di skuadnya. “Filosofi saya adalah membangun persaudaraan yang kuat, di mana setiap pemain, dari yang naturalisasi hingga lokal, merasa aman, dihargai, dan memiliki tujuan yang sama.”
“Kami akan menciptakan identitas Garuda yang baru, yang tangguh secara taktik dan tidak terkalahkan dalam semangat,” tegasnya.
Penunjukan ini menuai sorotan positif dari fans Asia Tenggara.
“Dia pelatih yang sangat bagus. Saya berharap John Herdman sukses bersama Timnas Indonesia,” komentar Faisal Jordan dari Malaysia.
“Apakah pelatih John Herdman mampu membantu Indonesia lolos ke Piala Dunia, hanya waktu yang akan menjawabnya,” tulis Pung Gok Gok dari Myanmar.
“Roma tidak dibangun dalam sehari. Pergantian pelatih tidak akan membuat Indonesia langsung lebih kuat, jadi percayalah dan patuhi rencana pelatih kepala,” ujar Vo Quoc Hien dari Vietnam.
Tantangan pertama Herdman dimulai di FIFA Series pada 23–31 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, disusul FIFA Match Day Juni 2026 dan Piala AFF 2026 mulai 25 Juli 2026, serta FIFA Matchday pada September, Oktober, dan November 2026.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: melihatindonesia











Saat ini belum ada komentar