Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Jembatan Gus Dur dan Kewarasan KRMT Roy Suryo

Jembatan Gus Dur dan Kewarasan KRMT Roy Suryo

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Sebetulnya kita rada malas juga mengomentari fenomena patung Budha di Candi Borobudur ala Roy Suryo. Entah di mana letak kelucuannya? Kok malah lebih terkesan olok-olok yang – maaf ya – kampungan!

Tapi beberapa teman minta komentarnya. Jadi ya begini saja deh tanggapan kita:

Dipublikasi di akun twitter @KRMTRoySuryo2 yang katanya baru dihapus sendiri, namun keburu di-screenshoot oleh para netizen, begini teksnya (waktu itu): “Mumpung akhir pekan ringan2 saja Twit-nya. Sejalan dgn protes Kenaikan Harga Tiket naik ke Candi Borobudur (dari 50rb) ke 750rb yg (sudah sewarasnya) DITUNDA itu, Banyak Kreativitas Netizen mengubah Salahsatu Stupa terbuka yg Ikonik di Borobudur itu, LUCU, he-3x AMBYAR.”

Twit KRMT Roy Suryo yang dilampiri gambar stupa yang diolah secara digital jadi paras menyerupai Presiden Joko Widodo itu pun sontak mendapat kecaman yang (sudah sewarasnya) dari berbagai kalangan.

Tertulis mau lucu-lucuan, tapi malah terkesan nyinyir bahkan menghina kepala negara. Apakah terhadap hal yang sederhana seperti ini tidak mampu diproses oleh isi tengkorak dan hati seorang KRMT Roy Suryo? Heran juga, why so cheap?

Bukankah ia seorang mantan menterinya SBY? Yang walau Pak SBY jago nyanyi, namun sayangnya sang mantan Menteri itu tak pandai bahkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Gegara ulahnya sendiri, jejak “maling panci, antena dan pompa dragon khas KRMT Roy Suryo” yang ikonik itu akhirnya dibongkar kembali oleh para netizen. Para warganet yang laksana ‘the great barrier reef sharks’ mencium bau darah segera saja menyasar. KRMT Roy Suryo pun habis-habisan “dikunyah” (tapi lalu dilepeh). Bau tengik kata para hiu itu.

Ini mungkin soal selera humor yang berbeda antara mereka (yang sewarasnya) normal, sehat mental-spiritual versus mereka yang luka batinnya belum sembuh atau memang dengki hatinya.

Entahlah, kita memang – seperti dibilang di awal – enggan mengomentari kekonyolan ala KRMT Roy Suryo itu. Maka, kita tutup dengan kutipan (saduran) humor ala Gus Dur saja ya:

Sekali peristiwa saat menyampaikan pidatonya Gus Dur bercerita, kira-kira begini:

Suatu ketika penghuni surga dan neraka asal Indonesia bermusyawarah. Kesepakatannya ingin membangun jembatan yang nantinya menghubungkan surga dan neraka, agar baik penduduk surga maupun neraka bisa saling mengunjungi, bersilaturahmi. Deal-nya masing-masing pihak mengerjakan separonya, fifty-fifty gitu.

Lanjut Gus Dur,

Para penghuni surga dan neraka kemudian membentuk panitia masing-masing (ini memang khas di kita, apa-apa mesti ada panitianya). Singkat cerita, panitia neraka langsung kerja merancang dan membangun, tak pakai lama separo jembatan itu pun beres.

Tapi… berbeda dengan yang neraka, panitia surga tak kunjung merampungkan pembangunan jembatan. Boro-boro bangunan fisiknya, bahkan desain rancangannya pun belum jadi. Maka, murkalah panitia neraka (by the way, murka adalah kebiasaan di neraka).

Panitia neraka berteriak (seperti biasanya): “Jembatan kami sudah kami kerjakan separonya, sementara kalian belum bikin apa-apa!!!”

Jawab panitia jembatan dari surga, “Lah, bagaimana kami mengerjakan pembangunan jembatan ini? Wong pimpinan proyeknya, pemborongnya, dan juga menteri-menterinya di neraka semua.”

“Negeri ini tidak akan hancur karena bencana atau berbeda. Tetapi karena moral bejat dan perilaku korupsi!” – KH Abdurrahman Wahid.

Rabu, 15 Juni 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pro Kontra Hak Politik Eks Napi di Pilkada 2024, Ini Kata Firman Wijaya

    Pro Kontra Hak Politik Eks Napi di Pilkada 2024, Ini Kata Firman Wijaya

    • calendar_month Sen, 5 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Isu mengenai pencabutan hak politik bagi mantan narapidana pejabat politik belakangan ramai diperbincangkan. Situasi ini tidak lepas dari menyongsong momentum politik elektoral untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dihelat pada November 2024. Tidak sedikit yang setuju atau sebaliknya menolak terkait adanya keputusan pencabutan hak politik eks napi tersebut yang dinilai berdasarkan sudut […]

  • Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan, Presiden: Kita Lihat Rekam Jejak

    Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan, Presiden: Kita Lihat Rekam Jejak

    • calendar_month Kam, 16 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo resmi melantik Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019—2024, pada Rabu, 15 Juni 2022, di Istana Negara. Menurut Presiden Jokowi, Zulkifli Hasan memiliki rekam jejak dan pengalaman yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah perdagangan di tanah air, utamanya terkait kebutuhan pokok di dalam […]

  • Operasi Senyap Prabowo Bersih-bersih Korupsi

    Operasi Senyap Prabowo Bersih-bersih Korupsi

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Yakub F. Ismail Banyak yang tidak menyadari bahwa pemerintahan Prabowo Subianto dikejutkan dengan fenomena-fenomena di luar dugaan dan tebakan. Sebut saja munculnya ragam peristiwa kebijakan yang tidak disangka-sangka seperti makan bergizi gratis (MBG), check-up kesehatan gratis, efisisensi anggaran, hilirisasi SDA, merging BUMN hingga pemberantasan korupsi yang masif. Khusus untuk fenomena terakhir, sepanjang awal tahun […]

  • Kasus Covid-19 Tinggi, PSBK Bisa Diterapkan di Kota Kupang

    Kasus Covid-19 Tinggi, PSBK Bisa Diterapkan di Kota Kupang

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man menegaskan bahwa kemungkinan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBK) bisa diterapkan di Kota Kupang karena sedang dalam kondisi darurat akibat tingginya kasus positif Covid-19 dan bisa ditetapkan dalam status bencana. “Karena itu, bukan tidak mungkin Pemkot Kupang akan memberlakukan pembatasan sosial berskala kecil […]

  • Menteri Yohana Yembise: Jangan Coba Main Main Dengan Anak Anak

    Menteri Yohana Yembise: Jangan Coba Main Main Dengan Anak Anak

    • calendar_month Kam, 5 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Loading

    NTT, gardaindonesia.id – Target PBB tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tahun 2030, mendapatkan perhatian dari Pemerintah Indonesia, saat 2 Tahun lalu, Presiden RI Jokowi cukup marah terkait kekerasan seksual terhadap anak anak sampai ada yang meninggal, sehingga Kementrian PPPA RI dan Kementrian terkait menerbitkan Undang Undang No 17 Tahun 2016 Undang Undang […]

  • Kupang Smart City—Perlu SDM dan Infrastruktur yang Memadai

    Kupang Smart City—Perlu SDM dan Infrastruktur yang Memadai

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang dibawah pimpinan Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man, terus berupaya menjadikan Kota Kupang sebagai Kota yang bersih, cerdas,aman dan juga nyaman. Salah satunya melalui program Kupang Smart City. Bertempat di Neo Hotel Kupang, melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Pemerintah Kota Kupang mengadakan “Gerakan Menuju Kupang Smart […]

expand_less