Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Kacamata Daniel Tagudedo Terhadap Bank NTT

Kacamata Daniel Tagudedo Terhadap Bank NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta,  Garda Indonesia | Direksi Bank NTT yang bertugas saat ini adalah kader-kader yang dipersiapkan sejak akan berakhirnya masa jabatan direksi pada kisaran masa bakti tahun2013—2017. Ada 29 orang yang kami kirimkan ke berbagai pendidikan manajemen dan terakhir ke “Rumah Perubahan Prof Renald Kasali”.

Demikian diungkapkan Daniel Tagudedo, Direktur Utama Bank NTT periode 2009—2016 kepada media pada momentum Hari Pers Nasional (HPN), Kamis 9 Februari 2023.

Daniel Tagudedo menuturkan, ia berdiskusi dengan Prof Renald Kasali bahwa manajemen ingin menyiapkan calon leader Bank NTT, karena saat itu dirinya sudah memasuki periode kedua.

Rencana menyiapkan leader Bank NTT pun didukung oleh Dewan Komisaris saat itu yang memiliki talenta-talenta hebat yakni Sekda Provinsi NTT, Bapak Frans Salem dan Bapak Prof Fred Benu, sehingga manajemen saat itu memiliki daya dukung yang luar biasa.

Jajaran direksi, imbuh Daniel Tagudedo, juga sering mendapatkan nasehat dari Pak Welem Nunuhitu dan Bapak Amos Corputi yang  telah meletakkan dasar yang kuat bagi Bank NTT.

Beber Daniel, di Rumah Perubahan Prof Renald Kasali, para calon leader diberikan berbagai materi tentang strategi bisnis, tentang perubahan-perubahan yang terjadi di dunia bisnis dan perbankan, serta tidak lupa simulasi-simulasi rapat direksi dengan dewan komisaris juga rapat umum pemegang saham, dan mereka diuji dan diberikan nilai.

Dari kondisi tersebut, maka manajemen saat itu sudah mengetahui siapa-siapa saja calon leader masa depan Bank NTT yang semuanya berasal dari internal Bank NTT.

Daniel Tagudedo menyampaikan kegembiraan saat mendengar manajemen baru Bank NTT yang dipilih oleh para pemegang saham diisi oleh Alex Riwu Kaho, Steven Messakh, Chris Adoe, Johny Praing dan Hilarius Minggu.

Menurutnya, potensi mereka sudah terlihat selama ia berada bersama-sama mereka. “Pak Alex Riwu Kaho pernah saya percayakan menjadi ketua tim penerbitan obligasi Bank NTT pertama dengan nilai perolehan dana obligasi Rp500 miliar dan setelah itu bahkan Bank NTT mampu menerbitkan obligasi lagi. Jadi, dari 29 orang yang disiapkan muncul 5 leader yang saat ini memimpin di Bank NTT, masih terdapat lagi beberapa yang mampu memimpin Bank ini di masa yang akan datang,” urainya.

Kinerja keuangan & permodalan Bank NTT posisi akhir tahun 2022 memuaskan

Berdasarkan data keuangan, nampak bahwa kinerja keuangan Bank NTT dalam kondisi sehat dilihat dari aspek pertumbuhan volume usaha, profitabilitas (kemampuan menciptakan laba), likuiditas, efisiensi, dan permodalan. Laba operasional (unaudited) tahun 2022 sebesar Rp.337 miliar, dan laba setelah pajak Rp.255 miliar, lebih tinggi dibandingkan laba operasional dan laba setelah pajak tahun 2019, 2020, 2021 (lihat Annual Report tahun-tahun tersebut) yang masing-masing 2019 laba operasional Rp329 miliar dan laba setelah pajak Rp236 miliar.

Pada tahun 2020 laba operasional Rp325 miliar dan laba setelah pajak Rp236 miliar, tahun 2021 laba operasional Rp310 miliar dan laba setelah pajak Rp.228 miliar.

Dijelaskan Daniel bahwa tren laba operasional dan laba setelah pajak ini menjadi bukti betapa manajemen Bank NTT saat ini berusaha menghasilkan profitabilitas secara maksimal, walaupun adanya “kebijakan penurunan suku bunga kredit PNS sebesar 5,5%”, atau rata-rata adanya potensi penurunan pendapatan bunga sebesar Rp263,8 miliar/ tahun yang tidak nampak secara kuantitatif karena adanya pendapatan bunga baru). Penurunan bunga kredit kepada PNS adalah kontribusi Bank NTT yang positif untuk meringankan beban pengembalian pinjaman para PNS kepada Bank NTT, yang jumlahnya mungkin saat ini sudah mencapai 60.954 PNS sebagai debitur (peminjam) di Bank NTT.

Rasio Kredit Bermasalah (Non Performance Loan / NPL) hanya 1,9% berada di bawah rata-rata NPL Perbankan Nasional, kinerja ini SANGAT SEHAT.

Jumlah Kecukupan Perhitungan Modal Minimum (KPPM) 26,55%  adalah SEHAT, walaupun persyaratan modal Rp3 trilliun masih perlu diusahakan penambahannya sebesar +/-Rp.700 Milyar.

Merujuk kondisi tersebut, menurut Daniel, manajemen tentu sudah dapat mengantisipasi, antara lain melalui kerja sama dengan Bank DKI yang telah memenuhi persyaratan modal Rp3 trilliun dan juga Alex Riwu Kaho sangat memahami bahwa Bank NTT dapat menerbitkan obligasi sub-ordinasi sebesar Rp.1,5 triliun untuk menambah tier-2 yang akan memperhitungkan obligasi sub-ordinasi sebesar 50% sebagai tier-2, maka pemenuhan modal Rp3 triliun dapat teratasi.

Masih menurut Daniel, pemberitaan bahwa Bank NTT akan di-down grade menjadi BPR tidak akan terjadi. Penerbitan obligasi sub-ordinasi tersebut dapat menjadi sumber dana pembiayaan Infrastruktur dan mendorong pertumbuhan kredit produktif di NTT.

Dari aspek perkreditan, Daniel Tagudedo, melihat adanya terobosan-terobosan yang bagus untuk membiayai Sektor UMKM dengan sangat serius, hal ini terlihat dengan pembinaan Sektor UMKM dan penyediaan Kredit Mikro Merdeka adalah Inovasi Produk Kredit Mikro yang smart, didukung dengan digitalisasi transaksi yang semakin beragam.

Digitalisasi Transaksi

Pada bidang ini, Daniel Tagudedo yang saat ini menjabat sebagai direktur keuangan di salah satu perusahaan Bursa Efek Jakarta ini menyampaikan harus angkat “Dua Jempol” kepada manajemen dan karyawan-karyawati Bank NTT, karena telah melakukan transformasi di bidang transaksi perbankan Bank NTT ke-arah digital banking yang memang seharusnya dilakukan.

Seharusnya prestasi ini menjadi kebanggaan masyarakat NTT. Kalaupun terdapat kekurangan dalam melengkapi dokumen-dokumen perizinan dari Bank Indonesia, tentunya manajemen Bank NTT mampu untuk memenuhinya. Karena budaya kepatuhan (compliance nature) sudah terbentuk dalam kurun waktu 2 (dua) dekade ini di Bank NTT, sejak OJK menerapkan banking compliance system di Indonesia.

Manajemen Bank NTT mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi

Daniel Tagudedo yang telah mengikuti berbagai kursus perbankan diantaranya kepemimpinan dan pengembangan staf angkatan ke-26 (LIPPI 1992), Service Excellent Training (Bank Bukopin 1993), Manajemen Strategi dan Strategi Operasi Bank (P3M STIE Perbanas 1993), IBM Short Course-IBM AS/400 (IBM International Sydney 1995), pelatihan menajemen teknologi dalam peningkatan produktivitas dan kualitas kerja (Fakultas Tehnik Industri-ITB 1996), Comparison Studi on Rabbo Bank Eindovent (Rabbo Bank -Eindovent 1997), International Bussines Enggles (University of New South Wales-Setney Australia 1999), Bussines Intiligen Course (Markus Training-Inc); menekankan bahwa mereka yang memimpin Bank NTT saat ini telah disiapkan jauh hari sebelum mereka dipilih untuk memimpin Bank kebanggaan masyarakat NTT.

“Saya percaya mereka mampu melakukan mitigasi risiko terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Bank NTT, baik itu internal maupun tantangan persaingan dan tantangan dampak pandemi Covid-19, krisis ekonomi dan krisis keuangan yang dikawatirkan banyak pihak,” ujarnya.

Selain dari pendidikan manajemen perbankan yang telah mereka lalui, tekan Daniel Tagudedo, pengalaman panjang yang mereka miliki selama menjadi karyawan Bank NTT, para direksi saat ini adalah pegawai Bank NTT yang meniti karier dari bawah hingga mencapai posisi puncak.

“Berikanlah kesempatan yang cukup bagi mereka untuk mengelola Bank NTT dengan tenang dan dengan skill yang mereka miliki, mereka butuh dukungan semua pihak di NTT untuk melayani lebih profesional dan lebih sungguh dan di tangan merekalah kita berharap mereka dapat mempersiapkan generasi pemimpin Bank NTT berikutnya, karena leader yang baik akan mampu menciptakan leader baru yang lebih hebat,” tandasnya.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2022, PLN Mereduksi 32 Juta Metrik Ton Emisi Karbon

    Tahun 2022, PLN Mereduksi 32 Juta Metrik Ton Emisi Karbon

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Sharm El-Sheikh, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) berhasil mengurangi 32 juta metrik ton emisi karbon gas rumah kaca sepanjang tahun 2022. Capaian tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam agenda Decarbonizing Energy Sector for Net Zero Indonesia Pavillion di COP 27 yang dihelat di Mesir pada Senin, 7 November 2022. “Saya di […]

  • Jadi Guru Bantu, Satgas Yonif Mekanis 512/QY Ajar Anak Perbatasan Papua

    Jadi Guru Bantu, Satgas Yonif Mekanis 512/QY Ajar Anak Perbatasan Papua

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Keerom-Papua, Garda Indonesia | Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Waris hadir menjadi tenaga guru bantu untuk mendukung pemerintah daerah dalam mencerdaskan generasi Papua di sekolah SD YPPK Waris, Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi  Papua. Demikian dikatakan Dansatgas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Letkol Inf Taufik Hidayat di sela-sela kesibukannya di Kotis […]

  • Bermitra Kemen Koperasi, BPS Mendata Lengkap Koperasi dan UMKM

    Bermitra Kemen Koperasi, BPS Mendata Lengkap Koperasi dan UMKM

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah melihat perkembangan koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dinamis dan berkembang. Pemerintah pun telah menerbitkan ragam kebijakan dalam pemberdayaan dan diperlukan basis data tunggal koperasi dan UMKM yang akurat dan menyeluruh. Itulah latar belakang mengapa BPS bekerja sama dengan Kementerian Koperasi menghelat kegiatan pendataan lengkap Koperasi dan UMKM pada […]

  • Pemerintah Akan Evaluasi Pemilu Serentak 2019

    Pemerintah Akan Evaluasi Pemilu Serentak 2019

    • calendar_month Sel, 30 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Pemerintah bersama DPR RI dan Penyelenggara Pemilu akan mengevaluasi pelaksanaan Pemilu Serentak 2019. Hal itu dikatakannya usai menghadiri Rapat Internal Eselon I dan Eselon II Kemendagri di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 29 April 2019. Diantara hal-hal yang akan menjadi bagian […]

  • Bank NTT Hadirkan Aneka Produk UMKM di Forum Bank Indonesia

    Bank NTT Hadirkan Aneka Produk UMKM di Forum Bank Indonesia

    • calendar_month Sel, 12 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pada 17 Juli 2022, Bank NTT genap berusia 60 tahun. Beraneka kegiatan dilakukan untuk menandai momen spesial bank yang mengusung tagline ‘Melayani Lebih Sungguh’ ini. Salah satunya dengan ambil bagian dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia pada Sabtu, 10 Juli 2022. Dalam pre event Exotic Tenun Fest (ETF) yang berlangsung […]

  • Membiasakan yang Benar, Bukan Membenarkan yang Sudah Biasa!

    Membiasakan yang Benar, Bukan Membenarkan yang Sudah Biasa!

    • calendar_month Sen, 10 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Ah sudah biasa begitu kok! Tak aneh. Seperti contoh kasus yang terjadi di Kota Manado misalnya. Korupsi berjamaah seluruh anggota DPRD, iya seluruhnya, empat puluh orang sekaligus kompak berkonspirasi. Memang bukan barang baru, ini kasus korupsi (gratifikasi) yang sudah berlarut-larut. Soal dugaan bancakan dana transportasi dan perumahan (akomodasi) anggota DPRD Kota […]

expand_less