Kado Natal PLN untuk Rumah Ibadah di Pelosok Pulau Sumba
- account_circle Penulis
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 49
- comment 0 komentar

![]()
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Manager UP2K Sumba dan Manager UP3 Sumba di tengah prosesi ibadah. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia infrastruktur, tetapi juga bagian dari keluarga besar masyarakat Sumba.
Sumba | Semangat Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan aksi nyata untuk berbagi terang hingga ke penjuru negeri. Hal inilah yang melandasi Persekutuan Rohani Kristen (Perokris) PLN Sumba saat menggelar Ibadah Perayaan Natal Keluarga Besar PLN Sumba di Gereja GKS Waingapu, Jumat, 23 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pemberian bantuan pasang baru listrik gratis bagi rumah ibadah di wilayah listrik desa (Lisdes). Bantuan ini menyasar dua rumah ibadah yang baru saja menikmati aliran listrik perdana pada Desember 2025 lalu, yakni Gereja GBI Pospi Lailanjang dan Gereja Paroki Matawai Pawali.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Manager UP2K Sumba dan Manager UP3 Sumba di tengah prosesi ibadah. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia infrastruktur, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Sumba yang peduli pada penguatan kegiatan spiritual dan sosial.
Wujud kepedulian nyata
A. Iman Krismanto, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk syukur insan PLN atas selesainya pembangunan jaringan listrik di pelosok Sumba.
“Kami sangat bersyukur melalui wadah Perokris, PLN dapat berpartisipasi lebih jauh. Tidak hanya sekadar membangun jaringan listrik, tetapi juga membantu rumah ibadah dalam proses penyambungan instalasinya. Harapan kami, dengan adanya listrik yang memadai, umat dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman,” ujar Iman.
Haru dari pelosok Sumba
Rasa haru dan syukur terpancar jelas dari wajah Pendeta Muda GBI Pospi Lailanjang, Mellvianus Bunga. Baginya, bantuan ini adalah jawaban atas doa jemaat yang selama ini merindukan kelancaran ibadah, terutama di malam hari. “Kami sangat bersyukur. Kehadiran listrik melalui program Lisdes dan dukungan dari Perokris PLN Sumba adalah berkat nyata bagi kami. Kini, pelayanan jemaat dapat berjalan lebih maksimal tanpa kendala penerangan lagi,” ungkapnya.
Komitmen melistriki dengan hati
Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono menegaskan bahwa setiap tiang listrik yang berdiri di pelosok NTT, membawa misi kemanusiaan yang lebih besar dari sekadar angka rasio elektrifikasi.
“Bagi kami di PLN, kebahagiaan sejati adalah melihat binar mata masyarakat pelosok ketika lampu pertama kali menyala di tempat ibadah mereka. Bantuan pasang baru ini adalah komitmen kami bahwa pembangunan infrastruktur di NTT harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Kami ingin memastikan ‘Terang Natal’ menyentuh relung hati masyarakat di desa-desa Sumba yang paling jauh sekalipun,” pungkasnya.
Melalui momentum ini, PLN Sumba kembali menegaskan komitmennya untuk terus “Menyalakan Harapan” hingga ke ujung negeri, memastikan pemerataan akses energi dapat mengakselerasi kehidupan beragama serta meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIW NTT











Saat ini belum ada komentar