Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bahasa Sastra » Kantor Bahasa NTT Pinta Pihak Kampus Buka Jurusan Bahasa Daerah

Kantor Bahasa NTT Pinta Pihak Kampus Buka Jurusan Bahasa Daerah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 24 Okt 2019
  • visibility 317
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Valentina Lovina Tanate, S.Pd. dalam sambutannya pada acara penutupan kegiatan pada Rabu, 23 Oktober 2019 meminta kepada pihak Perguruan Tinggi di Kota Kupang untuk membuka jurusan bahasa daerah.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/10/23/kantor-bahasa-ntt-perlu-perda-untuk-melestarikan-bahasa-daerah/

“Kami berharap kedepannya setiap Perguruan Tinggi, kami inginnya kalau bisa ada jurusan bahasa daerah”, pinta Valentina Lovina Tanate dalam pegelaran seminar internasional linguistik dan sastra Austronesia-Melanesia selama 2 hari pada 22—23 Oktober 2019 bertempat di Hotel Aston Kupang.

Hal tersebut disampaikan karena menurut Valentina, generasi muda saat ini kurang mencintai bahasa daerah. Dirinya mengatakan bahwa setiap tahun dalam pemilihan Duta Bahasa tingkat Provinsi, sedikit sekali dari para peserta yang memahami bahasa daerah dengan baik.

“Generasi muda di NTT kurang mencintai bahasa daerah, karena apa? Setiap kali pemilihan duta bahasa, 99 persen peserta seleksi duta bahasa tidak bisa berbahasa daerah,” ujarnya.

Lanjutnya, bahasa daerah juga membentuk kepribadian seseorang. Dirinya berpesan kepada semua mahasiswa yang hadir untuk belajar menggunakan bahasa daerah sebagai identitas diri.

Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina Lovina Tanate, S.Pd.

“Bahasa daerah membentuk setiap kepribadian kita. Anak-anak generasi muda sekarang, anak-anak mahasiswa, belajar menggunakan bahasa daerah dengan baik maka di mana pun kita berada identitas kita akan terjaga,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Valentina menyampaikan 3 rekomendasi dari kegiatan tersebut kepada pemerintah, pihak kampus dan juga para akademisi.

Kepada Pemerintah Provinsi NTT, kantor Bahasa meminta untuk mengimplementasikan Pasal 42 ayat 1 Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan yang berbunyi ‘Pemerintah Daerah wajib mengembangkan, membina dan melindungi bahasa dan sastra daerah agar tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan perkembangan zaman dan agar tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia’.

“Implementasi tersebut berupa peraturan gubernur yang secara spesifik mengatur pengembangan dan perlindungan bahasa daerah di NTT,” ucap Valentina.

Rekomendasi berikutnya, ditujukan kepada Perguruan Tinggi dan institusi akademik d NTT untuk secara konsisten menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ilmiah, utamanya tentang linguistik dan sastra, agar tercipta ruang-ruang diskusi pengembangan dan perlindungan Bahasa dan sastra daerah serta terwujudnya masyarakat NTT yang lebih peduli dan bangga dengan budayanya.

Dan yang terakhir kepada segenap akademisi di NTT untuk mendokumentasikan, menelaah dan menyebarluaskan kajian-kajian Bahasa dan Sastra di NTT agar Bahasa dan Sastra di NTT mendunia dan senantiasa terjaga kelestariannya.

Valentina mengatakan bahwa rekomendasi tersebut juga akan diserahkan kepada para Rektor di masing-masing kampus di Kota Kupang yang sudah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman.

Dirinya berharap rekomendasi tersebut bisa ditindaklanjuti baik oleh Pemerintah Daerah maupun pihak kampus, sebagai upaya pengembangan dan perlindungan bahasa dan sastra di NTT, karena bahasa dan sastra di NTT merupakan pertemuan antara dua rumpun besar bahasa yakni sastra Austronesia dan Melanesia yang ditemukan pada masyarakat Pulau Alor dan juga masyarakat di Kabupaten Belu.

Sebelum menutup kegiatan tersebut, Valentina juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ketika menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, Valentina sempat menitik air mata.

“Kami satu tim yang sangat luar biasa, sehingga dapat melaksanakan kegiatan yang sangat besar. Dengan waktu yang singkat, peserta begini banyak, anak-anak saya bisa menghadirkan pembicara utama yang sangat bagus,” tandas Valentina ketika ditemui setelah acara penutupan. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPK Berbagi Ilmu dengan Ratusan Kader GMKI Kupang

    SPK Berbagi Ilmu dengan Ratusan Kader GMKI Kupang

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi (SPK) mengatakan, ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pertama, seorang pemimpin harus mudah dipimpin, kedua harus mudah diakses dan ketiga harus bisa membaca tulisan di punggung orang. Hal ini disampaikan Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi kepada ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan […]

  • Cara Cerdas Bank NTT Bantu Bendahara Melalui CMS SP2D Online

    Cara Cerdas Bank NTT Bantu Bendahara Melalui CMS SP2D Online

    • calendar_month Sab, 10 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia |  Bank NTT tidak pernah berhenti dengan inovasi dan terobosan cerdas. Berbagai produk digitalisasi diterapkan untuk membantu masyarakat dan Pemda seluruh NTT. Kali ini, bank yang kini dipimpin Dirut Harry Alexander Riwu Kaho menerapkan Cash Management System (CMS) SP2D Online bagi seluruh Pemda. Seluruh Bendahara Pemda diberikan bimbingan secara teknis untuk melakukan […]

  • PABRIK & BANK SAMPAH, Solusi dari SPK untuk Kota Kupang

    PABRIK & BANK SAMPAH, Solusi dari SPK untuk Kota Kupang

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang | Persoalan sampah di Kota Kupang sudah menjadi momok yang sangat menakutkan. Betapa tidak, setiap hari sampah yang dihasilkan warga Kota Kupang mencapai 233 ton. Sampah – sampah ini belum bisa ditangani dengan maksimal, sehingga tidak jarang terdapat onggokan sampah di tepi jalan. Belum lagi tempat pembuangan akhir (TPA) Alak sudah penuh dan […]

  • Bupati Belu : Pengobatan Gratis Bukan Untuk Angkat Popularitas

    Bupati Belu : Pengobatan Gratis Bukan Untuk Angkat Popularitas

    • calendar_month Kam, 17 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran program kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan dilaksanakan pada Agustus 2021, bukan semata–mata bertujuan untuk mengangkat popularitas, melainkan karena lebih dari 50% kondisi masyarakat Belu yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan. Program ini pun sesuai dengan perintah Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang […]

  • Sekolah Plastik Daur Ulang, dari PLN untuk Anak Indonesia

    Sekolah Plastik Daur Ulang, dari PLN untuk Anak Indonesia

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Loading

    Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, sekolah ini dibangun menggunakan material ecoblock yang berasal dari 2 ton sampah botol plastik daur ulang.   Sumba | PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam inovasi berkelanjutan dengan meresmikan gedung baru TK Negeri Kalu Manandang di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. […]

  • Pegawai PLN Donasi Listrik Bagi 7 Ribuan Keluarga Kurang Mampu

    Pegawai PLN Donasi Listrik Bagi 7 Ribuan Keluarga Kurang Mampu

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta | Pada momentum HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN (Persero) melalui program ‘light up the dream’ memberikan sambungan listrik secara gratis kepada 7.357 keluarga kurang mampu sepanjang tahun 2024. Hal ini menambah jumlah keluarga yang mendapat bantuan menjadi 24.451 keluarga. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, program light up the dream merupakan kepedulian insan […]

expand_less