Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » “Kasus Besipae” Niko Manao Pertanyakan Peran Enam Anggota DPRD NTT

“Kasus Besipae” Niko Manao Pertanyakan Peran Enam Anggota DPRD NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
  • visibility 186
  • comment 0 komentar

Loading

Besipae, Garda Indonesia | Nikodemus Manao mewakili warga Besipae menyampaikan keluhan dan mempertanyakan 6 (enam) orang perwakilan anggota DPRD Provinsi NTT dari daerah pemilihan Timor Tengah Selatan (TTS).

“Dari enam orang anggota DPRD yang mewakili TTS ke provinsi yaitu, Emelia Nomleni, Ince Sayuna, Reni Un, Obed Naitboho, Eduart Lione, Yohanis Lakapu, mereka duduk di sana buat apa, hingga sampai saat ini, menutup mata dengan persoalan ini, membuka suara di publik saja tidak pernah,” ungkapnya Garda Indonesia pada Minggu, 30 Oktober 2022,

Niko yang getol memperjuangkan tanah ulayat Besipae ini pun mempertanyakan peran mereka.

“Ini ada apa! Mereka duduk di sana untuk kepentingan siapa?” tekan Niko Manao.

Karena enam orang tersebut, imbuh Niko Manao, sebenarnya membawa suara suara masyarakat Besipae. “Tapi sampai saat ini mereka diam, dalam perjuangan kami, sampai saat ini tidak pernah ketemu orang-orang yang diutus dari TTS, bahkan 2018 kami audiensi, malah orang lain yang terima kami,” ucapnya sesal.

Niko berharap keenam anggota DPRD Provinsi NTT dari daerah pemilihan TTS bisa mendengar keluhan dan memperjuangkan hak masyarakat Besipae di provinsi.

Niko Manao juga meminta agar persoalan Besipae dapat diintervensi oleh Presiden Jokowi untuk turun langsung menyelesaikan semua persoalan ini.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Leonardus Lelo menilai penggusuran rumah warga Besipae oleh Pemprov NTT tidak pro terhadap masyarakat. Usai dialog bersama Aliansi Solidaritas Besipae (ASAB) pada Selasa, 1 November 2022 di ruang Komisi I.

Leo menegaskan, pemerintah keliru dalam bertindak. “Tidak seperti ini, membangun habis lantas menggusur lagi. Tidak bisa. Itu sikap yang menurut saya keliru, sikap yang tidak berpihak, tidak pro terhadap rakyat,” ujar Leo kepada ketongntt.com

Leo menilai, pemerintah membuat kebijakan yang ambigu. Pada satu sisi, Pemprov membantu masyarakat Besipae dengan membangun rumah, namun di sisi lain Pemprov menegaskan haknya terkait pemilikan aset.

“Sikap ambivalen itu yang sebenarnya disayangkan. Harusnya tegas sejak awal dan juga bisa mengakomodir rekomendasi Komnas HAM tahun 2020 itu,” tandas Leo.

Penulis (*/Daud Nubatonis)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Darurat Judi Online, Polri Bakal Blokir 4 Juta Situs Judi

    Indonesia Darurat Judi Online, Polri Bakal Blokir 4 Juta Situs Judi

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Karopenmas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan langkah tegas yang akan diambil terhadap hampir 4 juta situs judi online yang menggunakan domain pemerintah. Ramadhan menjelaskan bahwa Polri akan segera bekerja sama dengan Direktorat Siber untuk menindaklanjuti masalah ini dalam proses penegakan hukum. “Dalam hal ini Direktorat Siber, tentu saja segera ditindaklanjuti […]

  • Kerja Jalan Tak Sesuai Target, CV. Putra Buana Belu Kena Surat Peringatan I

    Kerja Jalan Tak Sesuai Target, CV. Putra Buana Belu Kena Surat Peringatan I

    • calendar_month Sel, 15 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Pengerjaan lanjutan jalan sepanjang 4 (empat) kilo meter di Dusun Halidais, Desa Nanaet dan Dusun Haliwen, Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak sesuai target waktu kontrak yang ditentukan. Sesuai papan informasi, program peningkatan jalan desa strategis Desa Beremuti – Dubesi – Talerun, Kecamatan Nanaet […]

  • Johanis Uly Imbau Masyarakat Sabu Raijua Sadar Wisata

    Johanis Uly Imbau Masyarakat Sabu Raijua Sadar Wisata

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Johanis Uly, sosok milenial Calon Wakil Bupati Sabu Raijua mengharapkan masyarakat agar sedini mungkin memahami dan menggali potensi wisata yang beragam dan mempunyai nilai jual tinggi di Kabupaten Sabu Raijua. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2019/08/21/jo-uly-sosok-milenial-calon-wakil-bupati-sabu-raijua/ Kepada Garda Indonesia pada Senin, 30 September 2019, Jo Uly sapaan akrabnya mengharapkan agar masyarakat Sabu Raijua […]

  • Kilas Balik Ketua KPK Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri

    Kilas Balik Ketua KPK Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri

    • calendar_month Sen, 2 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Nama Komjen Pol. Firli Bahuri ramai diperbincangkan usai terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masa jabatan 2019—2023. Keberhasilan Komjen Pol. Firli dalam melewati semua tahapan seleksi tidak terlepas dari upaya serta doa yang selalu ia panjatkan kepada Allah SWT, yang kiranya memohon untuk diberikan yang terbaik baginya serta Bangsa dan […]

  • JAGA TUBUH ANDA!, Simak Bahaya Minuman Bersoda

    JAGA TUBUH ANDA!, Simak Bahaya Minuman Bersoda

    • calendar_month Ming, 24 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Air adalah sumber kehidupan. Biasakanlah mengonsumsi cukup air untuk menjaga keadaan kesehatan tubuh, namun banyak orang terbiasa minum minuman bersoda atau berkarbonasi saat mereka haus, karena minuman berkarbonasi lebih beraroma daripada air matang. Apa itu minuman bersoda atau berkarbonasi? Minuman ringan berkarbonasi merupakan minuman yang mengalami proses karbonasi dengan tambahan bahan asam, kafein, dan bahan […]

  • Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Peserta Mana Yang Berhak?

    Pemerintah Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Peserta Mana Yang Berhak?

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Goodnews
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Loading

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang telah mencapai triliunan rupiah.   Jakarta | Pemerintah segera meluncurkan program pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan, yang akan memberikan kesempatan bagi semua peserta untuk kembali aktif tanpa beban. Ini adalah langkah positif untuk memastikan setiap orang, terutama mereka yang kurang mampu, dapat […]

expand_less