Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Keluarga dan Komunitas Benteng Penangkal Mental Bunuh Diri

Keluarga dan Komunitas Benteng Penangkal Mental Bunuh Diri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 1 Apr 2025
  • visibility 342
  • comment 0 komentar

Loading

Tak hanya keluarga, peran komunitas juga dapat menangkal mental bunuh diri. Komunitas merupakan kelompok sosial terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan karakteristik.

 

Kupang | Keluarga dalam pandangan Salvicion dan Celis (1998) terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Fungsi keluarga menjaga keharmonisan dan kebahagiaan, membentuk akhlak anak, memberikan dukungan moral dan solusi atas masalah, menuntun dalam mengambil keputusan.

Peran keluarga pun sangat menentukan dalam pembentukan akhlak anak, memberi contoh kepada anak dalam berakhlak mulia, menyediakan kesempatan kepada anak untuk mempraktikkan akhlak mulia, memberi tanggung jawab sesuai dengan perkembangan anak, mengawasi dan mengarahkan anak agar selektivitas dalam bergaul.

Pendeta John Manongga dalam sesi seminar kesehatan mental yang dihelat Rumah Doa Abraham Segala Bangsa Bahasa pada Sabtu, 29 Maret 2025, menyerukan menjadikan keluarga sebagai gereja kecil.

Pendeta John Manongga pun membeberkan bagaimana mencegah bunuh diri dengan membangun relasi dan komunitas. “Bunuh diri terjadi saat pelaku terputus dari relasinya tak mengenal diri sendiri, temannya, keluarga dan tak mengenal Tuhan. Kondisi bunuh diri sering terjadi dalam isolasi dan keterasingan.

Sepatutnya, imbuh anak kedua dari Alm. Abraham Manongga (pendiri Radio Lizbeth dan Rumah Doa Abraham Segala Bangsa Bahasa,red), gereja bukan sekadar “penjaga moral” tapi merupakan komunitas pemulihan (ruang pemulihan),” urainya seraya menyerukan menjadikan keluarga sebagai gereja kecil.

Tak hanya keluarga, peran komunitas juga dapat menangkal mental bunuh diri. Komunitas merupakan kelompok sosial terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan karakteristik. Komunitas dapat terbentuk berdasarkan kesamaan geografi, ras, agama, hobi, profesi, dan lain-lain.

Dalam komunitas, anggotanya saling berinteraksi di lingkungan tertentu. Pendeta Jhon Manongga pun menekankan bahwa di dalam keluarga (gereja kecil,red) dan komunitas, kita dapat menemukan siapa diri kita di hadapan Allah karena di dalam ibadah ada doa, tangis, keheningan, dan pujian menjadi jalan pemulihan spiritual.

Mazmur ratapan (Mazmur 13:22, Berapa lama lagi, Tuhan, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?) kondisi ini, beber Pendeta John Manongga, mengizinkan ekspresi putus asa tanpa sensor.

Teologi trauma melihat trauma dengan cara yang benar

Pdt. John Manongga menyatakan bahwa teologi trauma mengakui pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang eksistensial, bukan sebagai penyangkalan diri atau dosa. Teologi trauma melihatnya sebagai kondisi yang dapat membuat seseorang kehilangan makna hidup dalam upaya mencari jawaban. Namun, jawaban itu dapat ditemukan ketika individu terhubung kembali dengan Sang Pencipta.

Teologi trauma tidak berupaya membela atau mencari alasan kepada Tuhan, melainkan menekankan bahwa individu yang mengalami pergumulan ini tidaklah sendiri. Ada komunitas, dukungan, dan kehadiran Tuhan di tengah luka. Proses pemulihan dapat dijalani melalui konsultasi, berbagi, dan menggali akar permasalahan dengan dukungan keluarga, gereja, dan komunitas, sehingga individu dapat mengingat dan memproses pengalaman traumatis dengan cara yang benar.(*)

Penulis (+roni banase/ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan ‘Udayana Run’ Berjalan Aman dan Lancar, Kodam IX/Udy Helat TFG

    Pastikan ‘Udayana Run’ Berjalan Aman dan Lancar, Kodam IX/Udy Helat TFG

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Untuk memastikan pelaksanaan Lomba Lari Udayana Run 5K dan 10K yang dihelat pada Minggu, 18 Agustus di 2019 di Kuta Beach, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, dapat berjalan aman, tertib dan lancar. Maka berbagai langkah persiapan terus dimaksimalkan oleh Kodam IX/Udayana, termasuk menggelar Tactical Floor Game (TFG) TFG merupakan bagian dari sekenario […]

  • Perubahan

    Perubahan

    • calendar_month Kam, 3 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Prof. Renald Kasali Mungkin Anda sempat menerima video tentang Google Pixel Buds. Wireless headphone seharga 159 dollar AS yang akan beredar bulan depan ini, dipercaya berpotensi menghapuskan pekerjaan para penerjemah. Headphone ini mempunyai akses pada Google Assistant yang bisa memberikan terjemahan real time hingga 40 bahasa atas ucapan orang asing yang berada di […]

  • Jelang Putusan MK, Rekonsiliasi Bergema di Seluruh Tanah Air

    Jelang Putusan MK, Rekonsiliasi Bergema di Seluruh Tanah Air

    • calendar_month Kam, 27 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pasca Pilpres dan jelang putusan MK menjadi situasi yang berbeda dengan pada saat konstestasi pilpres kemarin, pasalnya saat ini banyak kalangan mendorong untuk secepatnya dilakukan rekonsiliasi oleh kedua belah pihak. “Mari kita rajut kembali kebersamaan dan kebinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, pinta Drs. Habib Umar Bin Husain Assegaff,.M.Ag […]

  • Air Mata Bahagia Jemput “Jenderal Air” di Pedalaman TTS

    Air Mata Bahagia Jemput “Jenderal Air” di Pedalaman TTS

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 1Komentar

    Loading

    TTS | Calon gubernur NTT periode 2024–2029, Simon Petrus Kamlasi, kembali menyapa saudara – saudaranya di pedalaman kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Minggu, 20 Oktober 2024. Calon gubernur nomor urut 3 (tiga) yang lahir dari rahim bumi Cendana Wangi ini sangat membumi kendati bintang menyala di pundaknya. Dia meletakkan semua kemewahannya sebagai Jenderal Bintang Satu […]

  • Terdampar di Rote, 13 Imigran Irak Didetensi di Rudenim Kupang

    Terdampar di Rote, 13 Imigran Irak Didetensi di Rudenim Kupang

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 13  Imigran asal Irak (3 di antaranya anak-anak, red) yang ditemukan terdampar di perairan pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya diserahkan kepada Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang untuk didetensi pada Sabtu, 17 Desember 2022. Adapun ke-13 Imigran asal Irak berinisial MKH (Lk-56), IIH (Pr-39), BMK […]

  • Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang (Bagian 3)

    Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang (Bagian 3)

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Kota Kupang butuh sosok wali kota yang gesit. Mengapa demikian? George Hadjoh keluar dari rumah sejak pukul 06.00 WITA kemudian masuk rumah pada pukul 23.00 WITA (11 malam). Jam bekerja dan melayani dilakukan tanpa melihat kepentingan apa pun dan siapa pun. Ia pun rela menelisik setiap sudut kota tanpa henti, memantau […]

expand_less