Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Keluarga dan Komunitas Benteng Penangkal Mental Bunuh Diri

Keluarga dan Komunitas Benteng Penangkal Mental Bunuh Diri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 1 Apr 2025
  • visibility 102
  • comment 0 komentar

Loading

Tak hanya keluarga, peran komunitas juga dapat menangkal mental bunuh diri. Komunitas merupakan kelompok sosial terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan karakteristik.

 

Kupang | Keluarga dalam pandangan Salvicion dan Celis (1998) terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Fungsi keluarga menjaga keharmonisan dan kebahagiaan, membentuk akhlak anak, memberikan dukungan moral dan solusi atas masalah, menuntun dalam mengambil keputusan.

Peran keluarga pun sangat menentukan dalam pembentukan akhlak anak, memberi contoh kepada anak dalam berakhlak mulia, menyediakan kesempatan kepada anak untuk mempraktikkan akhlak mulia, memberi tanggung jawab sesuai dengan perkembangan anak, mengawasi dan mengarahkan anak agar selektivitas dalam bergaul.

Pendeta John Manongga dalam sesi seminar kesehatan mental yang dihelat Rumah Doa Abraham Segala Bangsa Bahasa pada Sabtu, 29 Maret 2025, menyerukan menjadikan keluarga sebagai gereja kecil.

Pendeta John Manongga pun membeberkan bagaimana mencegah bunuh diri dengan membangun relasi dan komunitas. “Bunuh diri terjadi saat pelaku terputus dari relasinya tak mengenal diri sendiri, temannya, keluarga dan tak mengenal Tuhan. Kondisi bunuh diri sering terjadi dalam isolasi dan keterasingan.

Sepatutnya, imbuh anak kedua dari Alm. Abraham Manongga (pendiri Radio Lizbeth dan Rumah Doa Abraham Segala Bangsa Bahasa,red), gereja bukan sekadar “penjaga moral” tapi merupakan komunitas pemulihan (ruang pemulihan),” urainya seraya menyerukan menjadikan keluarga sebagai gereja kecil.

Tak hanya keluarga, peran komunitas juga dapat menangkal mental bunuh diri. Komunitas merupakan kelompok sosial terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan karakteristik. Komunitas dapat terbentuk berdasarkan kesamaan geografi, ras, agama, hobi, profesi, dan lain-lain.

Dalam komunitas, anggotanya saling berinteraksi di lingkungan tertentu. Pendeta Jhon Manongga pun menekankan bahwa di dalam keluarga (gereja kecil,red) dan komunitas, kita dapat menemukan siapa diri kita di hadapan Allah karena di dalam ibadah ada doa, tangis, keheningan, dan pujian menjadi jalan pemulihan spiritual.

Mazmur ratapan (Mazmur 13:22, Berapa lama lagi, Tuhan, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?) kondisi ini, beber Pendeta John Manongga, mengizinkan ekspresi putus asa tanpa sensor.

Teologi trauma melihat trauma dengan cara yang benar

Pdt. John Manongga menyatakan bahwa teologi trauma mengakui pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang eksistensial, bukan sebagai penyangkalan diri atau dosa. Teologi trauma melihatnya sebagai kondisi yang dapat membuat seseorang kehilangan makna hidup dalam upaya mencari jawaban. Namun, jawaban itu dapat ditemukan ketika individu terhubung kembali dengan Sang Pencipta.

Teologi trauma tidak berupaya membela atau mencari alasan kepada Tuhan, melainkan menekankan bahwa individu yang mengalami pergumulan ini tidaklah sendiri. Ada komunitas, dukungan, dan kehadiran Tuhan di tengah luka. Proses pemulihan dapat dijalani melalui konsultasi, berbagi, dan menggali akar permasalahan dengan dukungan keluarga, gereja, dan komunitas, sehingga individu dapat mengingat dan memproses pengalaman traumatis dengan cara yang benar.(*)

Penulis (+roni banase/ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Tahan Panji Gumilang Atas Kasus Penistaan Agama

    Polri Tahan Panji Gumilang Atas Kasus Penistaan Agama

    • calendar_month Rab, 2 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri melakukan penahanan terhadap Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang dalam kasus dugaan penistaan agama. Penahanan Panji dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. “Dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim selama 20 hari sampai tanggal 21 Agustus 2023,” ujar Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan saat konferensi pers di Gedung Divisi Humas Polri, […]

  • Masa Tahanan Panji Gumilang Diperpanjang 40 Hari

    Masa Tahanan Panji Gumilang Diperpanjang 40 Hari

    • calendar_month Jum, 25 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan pihaknya memperpanjang masa penahanan tersangka kasus penistaan agama, Panji Gumilang. Masa penahanan Panji diperpanjang 40 hari. “Telah dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan,” kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 24 Agustus 2023. Perpanjangan masa penahanan itu […]

  • ‘Wokee’, Perbankan Digital Bank Bukopin Goes To Campus Unwira

    ‘Wokee’, Perbankan Digital Bank Bukopin Goes To Campus Unwira

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai salah 1 (satu) dari 3 (tiga) bank yang menjalankan perbankan digital, Bank Bukopin Cabang Kupang mewujudkannya dengan menjangkau khalayak untuk memakai pembayaran digitalisasi yang menggunakan handphone atau smartphone, tidak menggunakan kartu ATM, dan hanya menggunakan Aplikasi Wokee di dalam handphone (smartphone) sebagai sarana transaksi Mengambil lokasi di lapangan Kampus Universitas […]

  • Tular Nular Latih Milenial Kritis Hadapi Pemilu 2024

    Tular Nular Latih Milenial Kritis Hadapi Pemilu 2024

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Tular Nalar merupakan sebuah program pelatihan literasi digital yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti fitnah Indonesia (MAFINDO) bersama Love Frankie dan didukung oleh Google.org. Program Tular Nalar dilakukan di 38 provinsi di Indonesia. Kali ini, saat pelaksanaan di Kota Kupang, Tular Nalar bersama mitranya IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change) […]

  • Lepas 301 Jemaah Calon Haji di Embarkasi, Ini Pesan Wali Kota Kupang

    Lepas 301 Jemaah Calon Haji di Embarkasi, Ini Pesan Wali Kota Kupang

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Minggu, 28 Juli 2019 pukul 08.30 WIB di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, dilaksanakan Acara Pelepasan sebanyak 973 orang jemaah calon haji asal Embarkasi Surabaya termasuk diantaranya 301 orang jemaah calon haji asal Kota Kupang. Seluruh calon jemaah calon haji tampak dalam keadaan sehat dan siap berangkat menuju tanah suci untuk menjalankan […]

  • Rakyat Bisa Pecat Anggota Dewan

    Rakyat Bisa Pecat Anggota Dewan

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Loading

    Lima mahasiswa melancarkan jurus gugatan ke MK. Sasarannya? Pasal 239 ayat (2) huruf d UU MD3, jurus lindung diri para sesepuh DPR yang selama ini membuat mereka kebal pedang rakyat. Jurus itu bernama “Hanya Partai yang Boleh Memecat”, ilmu sakti tingkat dewa yang membuat anggota dewan bisa tidur nyenyak sambil mengorok pakai AC 30 juta […]

expand_less