Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Kesehatan Reproduksi Remaja ala Dokter Andre Hartanto

Kesehatan Reproduksi Remaja ala Dokter Andre Hartanto

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Apr 2022
  • visibility 173
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Remaja berusia rata-rata 12—18 tahun secara fisik bertumbuh, perkembangan tanda seks sekunder bertumbuh, namun masa transisi atau perubahan menjadi sangat penting karena secara psikologis, sosial, dan ekonomi, belum tentu siap menghadapi perubahan.

Demikian diungkapkan dokter Andre Hartanto kepada sekitar 300 peserta didik Universitas Citra Bangsa (90 persen perempuan) dalam seminar kesehatan bertema, “Isu Kesehatan Remaja di Era Society 5.0” pada Jumat, 1 April 2022 di aula Universitas Citra Bangsa Kupang.

Saat ini, terang dokter Andre, pemerintah Indonesia mulai memfokuskan kebijakan kepada kesehatan reproduksi, karena saat fase kesehatan reproduksi remaja terjadi masalah, maka akan menjadi masalah dan menjadi beban bagi pembangunan manusia yang berkelanjutan.

“Menurut data BPS tahun 2022, terdapat lebih dari 1 juta perempuan menikah pada usia dini. Kondisi ini terjadi karena kurangnya pemahaman pada kesehatan reproduksi, maka akan para remaja akan masuk pada fase seks usia dini atau seks pranikah. Usia 15—17 tahun mulai mencoba, saat payudara bertumbuh, mimpi basah, mulai ada ketertarikan terhadap lawan jenis, namun tak memahami norma-norma dan lepas dari pengamatan maupun bimbingan orang tua. Akibat dari kondisi tersebut, maka terjadi kehamilan usia dini,” urainya.

Menurut suami dari dokter Herawati Lianto, ada perbedaan antara aktivitas reproduksi dengan aktivitas seksual. “Aktivitas reproduksi merupakan hubungan intim suami istri yang telah legal dan siap dari sisi ekonomi dan sosial melakukan aktivitas reproduksi untuk mencari anak atau keturunan. Sementara, aktivitas seksual merupakan kondisi di mana segala aktivitas untuk merangsang, menikmati, dan bertujuan untuk pro rekreasi,” tegas dokter Andre Hartanto.

Maka, imbuh dokter Andree Hartanto, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini kepada para mahasiswa/mahasiswi, jika virginitas atau keperawanan tidak dijaga, maka bakal masuk ke dalam aktivitas seks pranikah atau aktivitas seksual tak terarah hingga kehamilan tak terencana.

Adapun 3 (tiga) masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja antara :

  1. Kehamilan tidak diinginkan (KTD). Biasanya pada usia remaja, muncul keinginan untuk bereksperimen dengan seks. Hal tersebut terjadi akibat pengaruh dari teman, lingkungan maupun konten-konten negatif yang bisa diakses melalui Internet. Hubungan pacaran remaja juga menjadi salah satu faktor yang memicu seks bebas. Sebagian besar remaja kurang memiliki kesadaran akan konsekuensi seks bebas yang dilakukannya. Padahal, masalah kesehatan reproduksi ini dapat menimbulkan risiko kehamilan.
  2. Terjadi Aborsi. Akibat dari aktivitas seksual pranikah, maka berdampak para keputusan melakukan aborsi atau menggugurkan kandungan melalui cara tak lazim hingga berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan. Setiap tahun, sekitar 3,9 juta remaja perempuan berusia 15—19 tahun menjalani aborsi yang tidak aman. Orang tua kerap kali tidak mengetahui bahwa anak remajanya telah melakukan aborsi.  Aborsi menyebabkan reaksi emosional, seperti depresi, dan mudah marah.
  3. Kekerasan seksual. Ketika terjadi kehamilan, maka akan membuat panik para remaja hingga melakukan kekerasan seksual. Kondisi tersebut merupakan gejala sosial, ketika terjadi kehamilan kemudian dilakukan aborsi.

Ketiga masalah kesehatan reproduksi remaja tersebut, tekan dokter Andre Hartanto, berdampak kepada peningkatan kasus stunting sebagai akibat dampak dari kehamilan pranikah.

“Remaja sebagai aset bangsa harus diberikan pemahaman agar tak melakukan seks pranikah hingga hamil di luar nikah sehingga terjadi stunting. Akar masalah adalah kesehatan reproduksi remaja. Bahkan di NTT, salah satu penyebab kasus stunting tinggi akibat dari kondisi tersebut,” tandas dokter Andre Hartanto.

Penulis dan Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaat Sensus Pertanian 2023 bagi Pelaku Usaha Pertanian

    Manfaat Sensus Pertanian 2023 bagi Pelaku Usaha Pertanian

    • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Yezua H.F.H. Abel, Statistisi BPS Provinsi NTT Sektor pertanian berperan penting dalam kehidupan, pembangunan, dan perekonomian Indonesia. Sebagai negara agraris, sektor pertanian menjadi tempat bergantung sebagian besar penduduk untuk keberlangsungan hidupnya, juga untuk melestarikan sumber daya alam. Oleh karena itu, pembangunan di sektor pertanian perlu ditingkatkan agar dapat menjamin kesejahteraan pelaku usaha di sektor […]

  • ‘Supply Chain’ Makan Bergizi Gratis Terkoneksi ke Koperasi

    ‘Supply Chain’ Makan Bergizi Gratis Terkoneksi ke Koperasi

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 2Komentar

    Loading

    Jakarta | Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi menegaskan, program makan bergizi gratis (MBG) mempunyai empat tujuan strategi. Pertama, kata dia, untuk menurunkan angka stunting. Kedua, untuk menyehatkan anak-anak. Ketiga, untuk mengentaskan kemiskinan, Dan keempat, untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. “Jadi, empat tujuan besar ini dirangkai dalam satu program yang namanya makan bergizi gratis,” ujar Budi Arie, […]

  • “Cukup Alat Bukti” KPK Tahan Hakim Yustisial MA Edy Wibowo

    “Cukup Alat Bukti” KPK Tahan Hakim Yustisial MA Edy Wibowo

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dari rangkaian penyidikan perkara dengan tersangka Sudrajad Dimyati, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menemukan adanya kecukupan alat bukti terkait dugaan perbuatan pidana lain dalam pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Adapun konstruksi perkara diawali adanya gugatan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) ke Pengadilan Negeri Makassar yang diajukan oleh PT MHJ sebagai […]

  • Berpaling dari Melki, Warga Ende di Amfoang Pilih SIAGA

    Berpaling dari Melki, Warga Ende di Amfoang Pilih SIAGA

    • calendar_month Ming, 10 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    Sebagai orang Ende yang tinggal di Pulau Timor sudah sepantasnya memberikan penghargaan terbaik sebagai ungkapan terima kasih karena telah hidup dan menetap di Pulau Timor.   Kupang | Arus dukungan kepada pasangan calon gubernur dan aakil gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi dan Andre Garu (SIAGA) dalam pilkada serentak NTT pada 27 November 2024 semakin deras […]

  • Meski Alami Deflasi 0,04%, Bahan Makanan Justru Alami Inflasi 0,84%

    Meski Alami Deflasi 0,04%, Bahan Makanan Justru Alami Inflasi 0,84%

    • calendar_month Kam, 1 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | NTT (Nusa Tenggara Timur) kembali mengalami deflasi sebesar 0,04% di bulan Oktober 2018 (sebelumnya periode Juli—Sept juga alami deflasi). Kondisi sama juga dialami Kota Kupang dan Maumere dengan tingkat deflasi sebesar 0,005 dan 0,04%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia melalui Demarce M. Sabuna, SST SE..M.Si – Kepala Bidang Statistik Distribusi, […]

  • Kapolda Sumut Imbau Masyarakat Serahkan Masalah FPI ke Jalur Hukum

    Kapolda Sumut Imbau Masyarakat Serahkan Masalah FPI ke Jalur Hukum

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Loading

    Medan, Garda Indonesia | Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si. meminta masyarakat menyerahkan masalah FPI (Front Pembela Islam, red) melalui proses hukum. Hal tersebut dijelaskan Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin dalam Rapat Lintas Sektoral Ops Lilin Toba 2021, yang dihadiri Pangdam I/BB, Kabinda Sumut, Pemprov Sumut, tokoh agama dan stakeholder lainnya. Kapolda Sumut menyampaikan saat […]

expand_less