Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketua DPR : ‘Stop Kampanye Hitam, Dua Capres Jadi Korban Fitnah!’

Ketua DPR : ‘Stop Kampanye Hitam, Dua Capres Jadi Korban Fitnah!’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 31 Mar 2019
  • visibility 91
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Dua sosok calon presiden (Capres), Joko Widodo dan Prabowo Subianto, kecewa dan sudah terluka akibat fitnah dan ujaran kebencian yang selama ini dialamatkan kepada keduanya. Ungkapan atau refleksi kekecewaan dua sosok Capres itu hendaknya mendorong semua pihak mengakhiri kampanye hitam.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan bahwa kekecewaan dua sosok Capres itu terungkap dalam debat Capres sesi IV di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu/30 Maret 2019 malam. Prabowo mengaku tidak nyaman karena dituduh pro-khilafah. Sedangkan Jokowi mengaku selama ini memendam perasaan karena dia dituduh PKI.

“Kendati pengakuan kedua Capres tampak semata-mata sebagai adu argumentasi dalam debat, pengakuan itu jelas-jelas memperlihatkan kekecewaan kedua sosok Capres itu. Bahkan Prabowo sampai harus mengungkap sekilas latar belakang ibu yang melahirkannya”, ujar Bamsoet

Lanjut Bamsoet, Fakta dari debat Capres sesi IV itu hendaknya menyadarkan semua elemen masyarakat bahwa dua sosok Capres Indonesia yang terpilih untuk berkompetisi dalam pemilihan presiden (Pilpres) pada 17 April 2019 mendatang sudah menjadi korban kampanye hitam bermuatan fitnah dan ujaran kebencian.

Padahal, untuk menyandang status Capres, baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto sudah melalui berbagai tahapan proses seleksi. Sehingga, semburan fitnah yang bertujuan mencoreng citra atau kredibilitas kedua sosok capres itu sama sekali tidak masuk akal.

Bahkan, fitnah terhadap kedua Sosok Capres berpotensi merusak akal sehat. Sebab, masyarakat dicekoki pemahaman bahwa institusi negara penyelenggara Pemilu bisa meloloskan pribadi bermasalah untuk mengisi jabatan presiden.

“Karena itu, kampanye hitam terhadap dua kandidat presiden RI ini harus dihentikan. Sebab, fitnah dan ujaran kebencian yang ditujukan ke pribadi Capres Joko Widodo maupun Capres Prabowo Subianto sama artinya dengan merendahkan martabat bangsa Indonesia. Harap diingat bahwa kedua sosok ini tampil sebagai Capres berdasarkan aspirasi masyarakat Indonesia”, pungkas Bamsoet. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • FORKABES NTT & Richard Riwoe Center Bantu Rumah Warga Kena Badai Seroja

    FORKABES NTT & Richard Riwoe Center Bantu Rumah Warga Kena Badai Seroja

    • calendar_month Rab, 14 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Forum Keluarga Besar (FORKABES) NTT dan Richard Riwoe Center menyampaikan empati mereka kepada warga terdampak bencana Badai Seroja yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu 3—5 April 2021. Wujud empati perhimpunan para anak NTT di tanah rantau dan telah menetap di Jakarta, Yogyakarta, dan beberapa kota besar di […]

  • Semua Desa di Nagekeo Wajib Buka Rekening Bank NTT

    Semua Desa di Nagekeo Wajib Buka Rekening Bank NTT

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Mbay, Garda Indonesia | Langkah berani ditunjukkan Bupati  Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do. Melalui instruksi, Bupati Don mewajibkan semua desa di Kabupaten Nagekeo membuka rekening desa hanya di Bank NTT agar dana desa, alokasi dana desa, bagi hasil pajak dan retribusi disimpan di Bank NTT. “Kita lagi membantu Bank NTT untuk mengelola dana yang cukup […]

  • Pospera & Masyarakat TTS Minta Bupati Tidak Lantik Perangkat Desa Bermasalah

    Pospera & Masyarakat TTS Minta Bupati Tidak Lantik Perangkat Desa Bermasalah

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Soe-T.T.S , Garda Indonesia | Massa pedemo yang terdiri dari masyarakat dan DPC Pospera Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menuntut Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun segera membatalkan pelantikan perangkat desa yang bermasalah dalam pengelolaan Dana Desa sebelumnya. Tuntutan itu disampaikan perwakilan massa aksi, Ketua DPC Pospera TTS pada Senin, 24 Agustus 2020 di halaman depan […]

  • Presiden Jokowi Disambut Upacara Kenegaraan di Canberra Australia

    Presiden Jokowi Disambut Upacara Kenegaraan di Canberra Australia

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Canberra, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo disambut upacara kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Ibu Linda Hurley di Government House, Canberra, Australia, pada Minggu, 9 Februari 2020. Kunjungan ke Government House ini merupakan agenda pertama Presiden Jokowi di hari kedua berada di Canberra. Tiba di State Entrance, Presiden Jokowi disambut oleh Gubernur […]

  • Bank NTT Gandeng MarkPlus Latih Tim Marketing Handal Siap Gapai Target

    Bank NTT Gandeng MarkPlus Latih Tim Marketing Handal Siap Gapai Target

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dalam menghadapi target pendapatan sebesar Rp.3 Triliun dan Laba 500 Miliar pada tahun 2020, telah mengambil langkah dan kebijakan termasuk mempersiapkan tenaga marketing handal. Guna mempersiapkan tenaga marketing handal, Bank NTT menggandeng MarkPlus Institut untuk melatih dan membimbing sekitar 78 karyawan/ti agar […]

  • Karpet Merah Prabowo- Gibran, Analisis & Survei LSI Denny JA

    Karpet Merah Prabowo- Gibran, Analisis & Survei LSI Denny JA

    • calendar_month Sen, 25 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Opini publik sudah kondusif “menggelar karpet merah” bagi konsolidasi pemerintahan baru di bawah komando Prabowo- Gibran, 2024—2029. Sebesar 89,8 % publik luas representasi pemilih Indonesia menerima hasil resmi KPU. Tapi koalisi partai Prabowo-Gibran yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju belum cukup untuk menguasai mayoritas suara di DPR.  Agar pemerintahan kuat, Prabowo-Gibran perlu dukungan partai tambahan. […]

expand_less