Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ketua Macab Veteran Belu Kecam Pungutan Liar Para Calo

Ketua Macab Veteran Belu Kecam Pungutan Liar Para Calo

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 21 Jan 2022
  • visibility 158
  • comment 0 komentar

Loading

Belu – NTT, Garda Indonesia | Stefanus Atok Bau, Ketua Markas Legiun Veteran Republik Indonesia Cabang (Macab LVRI) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); mengecam keras tindakan perekrutan calon veteran di wilayah Kabupaten Belu, Malaka, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) oleh para calo liar dengan mengatasnamakan Macab Veteran Belu.

Fanus Atok, bahkan menegaskan bahwa ulah para oknum calo yang berkeliaran di 3 (tiga) kabupaten ini telah mencemarkan nama baik organisasi veteran tingkat Kabupaten Belu.

“Macab Belu ini resmi. Tetapi, herannya ada sekitar 2000 – an SK yang terbit tanpa melalui Macab Belu. Para oknum ini kuras orang di mana – mana dengan menjual nama saya. Korban lapor polisi, mereka bilang Fanus Atok yang suruh, padahal saya sendiri tidak pernah tahu,” beber Fanus Atok dalam sambutan acara syukuran ulang tahun ke – 65 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan tahun baru bersama di Kantor Macab Belu pada Kamis, 20 Januari 2022, sembari mempertanyakan tentang siapa yang berada di balik para calo tersebut.

Fanus Atok tampak sangat geram mendengar tentang kasus pengaduan dari 52 orang korban calon veteran di wilayah TTU ke Polres TTU, sebagaimana diberitakan sejumlah media belum lama ini. Pungutan jumlah uang dengan nilai bervariasi mulai 20—30 juta rupiah per orang, dengan total pungutan liar senilai nyaris mencapai 1,5 miliar rupiah, telah menyeret dan mencemarkan nama baiknya di mata publik.

“Ada tuduhan tidak berdasar, bahwa para calo itu adalah anak buah saya, orang – orang suruhan saya. Jadi, saya tegaskan bahwa jangan percaya mereka yang selama ini menjual nama saya untuk mendapatkan uang dari orang – orang yang mereka rekrut! Sekali lagi, saya tegas di sini bahwa saya tidak pernah kenal Lius Besin dan kelompoknya itu!” tekannya.

Fanus Atok pun merasa kesal dengan tudingan lain bahwa seluruh SK veteran yang diterbitkan atas pengajuan oleh Macab Belu itu palsu, padahal Macab Belu adalah kantor resmi dan tentu diakui. Karena itu, Fanus Atok mengimbau kepada seluruh calon veteran di tiga kabupaten agar jangan mudah percaya dengan bujuk rayu penuh tipu daya dari para calo.

“Kalau mau menjadi veteran, silakan datang ke Kantor Macab Belu, kita membantu secara gratis, tanpa memungut sepeser pun,” tandas Fanus Atok. (*)

Penulis (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Paskah 2019, Gereja Bait El Penfui Edukasi Jemaat Hidup Sehat

    Masa Paskah 2019, Gereja Bait El Penfui Edukasi Jemaat Hidup Sehat

    • calendar_month Sab, 9 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG) 2019 Gereja Bait El Penfui pose bersama usai kegiatan

  • Inisiasi Gubernur NTT, Ratusan Pekerja Media Dapat Vaksinasi Covid-19

    Inisiasi Gubernur NTT, Ratusan Pekerja Media Dapat Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Jum, 12 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ratusan Pekerja Media atau Wartawan dari Media Cetak, Elektronik, dan Daring atau online memperoleh perhatian dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berupa Vaksinasi Covid-19 Tahap I yang dilaksanakan pada Jumat, 12 Maret 2021 pukul 08.00 WITA—selesai di Kampus Poltekkes Kemenkes Kupang. Data yang dihimpun oleh Biro Humas dan Protokol Setda […]

  • KOMPAK Indonesia Dukung Polda NTT Usut Tuntas Korupsi Bawang Merah Malaka

    KOMPAK Indonesia Dukung Polda NTT Usut Tuntas Korupsi Bawang Merah Malaka

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tim Penyidik Polda NTT berkomitmen menangani korupsi pengadaan bibit bawang merah di Kabupaten Malaka dengan jumlah kerugian negara diketahui mencapai Rp.4,9 miliar. Saat ini, Tim Penyidik Polda NTT berhasil menyelamatkan Rp.600 juta. Dilansir dari sepangindonesia.co.id, Ditreskrimsus Polda NTT Kombes Pol. Yudi Sinlaeloe saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Kamis, 11 […]

  • Menuju Desa Sentra Hortikultura, Petani Milenial Kupang Barat Kontinu Dibina Tim PKM Faperta Undana

    Menuju Desa Sentra Hortikultura, Petani Milenial Kupang Barat Kontinu Dibina Tim PKM Faperta Undana

    • calendar_month Sen, 11 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekitar 8 (delapan) anak muda kisaran umur 20—30 tahun yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Oematkuli di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kontinu memperoleh pendampingan dari Tim PKM Fakultas Pertanian (Faperta), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Selain di Kelurahan Oenesu, Tim PKM Faperta Undana […]

  • NTT Provinsi Layak Anak? — DP3A Inisiasi Pelatihan Gugus Tugas KLA

    NTT Provinsi Layak Anak? — DP3A Inisiasi Pelatihan Gugus Tugas KLA

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dari 22 kab/kota yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya ada 7 (tujuh) kab/kota yang sedang berproses menuju Kota Layak Anak (KLA) yakni Kota Kupang, Kabupaten Ende, Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Timur, Manggarai Timur, Sikka, dan Kabupaten Ngada (*Sumber : Wahana Visi Indonesia). Mencermati dan menyikapi kondisi tersebut maka […]

  • Gubernur NTT Ajak Kaum Muda Gelut Pertanian, Bank NTT Siap Kolaborasi

    Gubernur NTT Ajak Kaum Muda Gelut Pertanian, Bank NTT Siap Kolaborasi

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang,  Garda Indonesia | Guna terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak generasi muda untuk belajar menjadi petani milenial dan menekuni sektor pertanian. Hal tersebut diungkapkannya pada saat meninjau lokasi tanam jagung panen sapi (TJPS) kerja sama Dinas Pertanian NTT bersama Universitas Nusa Cendana, Politeknik Pertanian […]

expand_less