Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ketua Macab Veteran Belu Kecam Pungutan Liar Para Calo

Ketua Macab Veteran Belu Kecam Pungutan Liar Para Calo

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 21 Jan 2022
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

Loading

Belu – NTT, Garda Indonesia | Stefanus Atok Bau, Ketua Markas Legiun Veteran Republik Indonesia Cabang (Macab LVRI) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); mengecam keras tindakan perekrutan calon veteran di wilayah Kabupaten Belu, Malaka, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) oleh para calo liar dengan mengatasnamakan Macab Veteran Belu.

Fanus Atok, bahkan menegaskan bahwa ulah para oknum calo yang berkeliaran di 3 (tiga) kabupaten ini telah mencemarkan nama baik organisasi veteran tingkat Kabupaten Belu.

“Macab Belu ini resmi. Tetapi, herannya ada sekitar 2000 – an SK yang terbit tanpa melalui Macab Belu. Para oknum ini kuras orang di mana – mana dengan menjual nama saya. Korban lapor polisi, mereka bilang Fanus Atok yang suruh, padahal saya sendiri tidak pernah tahu,” beber Fanus Atok dalam sambutan acara syukuran ulang tahun ke – 65 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan tahun baru bersama di Kantor Macab Belu pada Kamis, 20 Januari 2022, sembari mempertanyakan tentang siapa yang berada di balik para calo tersebut.

Fanus Atok tampak sangat geram mendengar tentang kasus pengaduan dari 52 orang korban calon veteran di wilayah TTU ke Polres TTU, sebagaimana diberitakan sejumlah media belum lama ini. Pungutan jumlah uang dengan nilai bervariasi mulai 20—30 juta rupiah per orang, dengan total pungutan liar senilai nyaris mencapai 1,5 miliar rupiah, telah menyeret dan mencemarkan nama baiknya di mata publik.

“Ada tuduhan tidak berdasar, bahwa para calo itu adalah anak buah saya, orang – orang suruhan saya. Jadi, saya tegaskan bahwa jangan percaya mereka yang selama ini menjual nama saya untuk mendapatkan uang dari orang – orang yang mereka rekrut! Sekali lagi, saya tegas di sini bahwa saya tidak pernah kenal Lius Besin dan kelompoknya itu!” tekannya.

Fanus Atok pun merasa kesal dengan tudingan lain bahwa seluruh SK veteran yang diterbitkan atas pengajuan oleh Macab Belu itu palsu, padahal Macab Belu adalah kantor resmi dan tentu diakui. Karena itu, Fanus Atok mengimbau kepada seluruh calon veteran di tiga kabupaten agar jangan mudah percaya dengan bujuk rayu penuh tipu daya dari para calo.

“Kalau mau menjadi veteran, silakan datang ke Kantor Macab Belu, kita membantu secara gratis, tanpa memungut sepeser pun,” tandas Fanus Atok. (*)

Penulis (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Indoor Farming’, Apakah Tepat Untuk Dipraktekkan di Indonesia?

    ‘Indoor Farming’, Apakah Tepat Untuk Dipraktekkan di Indonesia?

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Loading

    Penulis : Raka Andika Cahyo Putra Jakarta, Garda Indonesia | Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah di seluruh wilayah negeri. Namun sayangnya, kita sebagai warga Indonesia masih banyak yang menggunakan hasil impor. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dalam pengolahan sumber daya alam serta kurangnya sumber daya manusia yang kompeten. Dengan […]

  • Achmad Yurianto: Isolasi Mandiri Bukan Berarti Diasingkan

    Achmad Yurianto: Isolasi Mandiri Bukan Berarti Diasingkan

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Achmad Yurianto mengatakan orang yang melakukan isolasi mandiri bukan berarti untuk diasingkan oleh masyarakat. Dalam hal ini masyarakat diharapkan dapat memahami agar tidak terjadi salah pengertian dan penanganan warga yang sedang melakukan isolasi mandiri sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid-19. “Bukan […]

  • PUSPA Diharapkan Dapat Menjadi Mitra Pemerintah

    PUSPA Diharapkan Dapat Menjadi Mitra Pemerintah

    • calendar_month Sab, 14 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) sebagai suatu inisiasi dalam mewujudkan koordinasi fundamental yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk menyatukan visi dan misi lembaga-lembaga terkait demi kesejahteraan perempuan dan anak di Indonesia. Lembaga-lembaga terkait tersebut adalah, Pemerintah Pusat dan Daerah, Lembaga Masyarakat, Media dan […]

  • Tekan Angka Stunting, Penjabat Bupati Belu Tidur di Kecamatan

    Tekan Angka Stunting, Penjabat Bupati Belu Tidur di Kecamatan

    • calendar_month Sel, 30 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pj. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. bertekad tidur di kecamatan, mulai Senin, 5 April 2021 untuk melihat dari dekat sekaligus melakukan pendataan penanganan kasus stunting di 12 kecamatan se–Kabupaten Belu. Hal ini diungkapkannya saat membuka kegiatan Penyusunan Rencana Kerja dan Program (Aksi II) Tingkat Kabupaten Belu, di Aula Dinas Pendidikan […]

  • Ketika Para Penulis Belajar “Kudeta” Gaya Politisi

    Ketika Para Penulis Belajar “Kudeta” Gaya Politisi

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny Januar Ali RA Kartini sudah menulis sebelum tahun 1911. Di tahun itu, kumpulan suratnya diterbitkan menjadi buku “Habis Gelap Terbitlah Terang.” Bung Karno sudah menulis di tahun 1917—1925. Tulisannya di era ini kemudian dibukukan dengan judul “Di bawah Bendera Revolusi.” Para penulis sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1911, 1917, seratus sepuluh […]

  • Saya Pilih Bumi – Gerakan Peduli & Ubah Perilaku Penggunaan Plastik

    Saya Pilih Bumi – Gerakan Peduli & Ubah Perilaku Penggunaan Plastik

    • calendar_month Sab, 9 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saya Pilih Bumi merupakan salah satu gerakan (movement) yang dicanangkan oleh National Geographic Indonesia. Beranjak dari realita betapa banyaknya penggunaan sampah plastik sekali pakai sedangkan plastik membutuhkan waktu ratusan juta tahun untuk bisa terurai. Banyaknya sampah akan secara otomatis merusak bumi kita. Jadi, mana yang akan kita pilih? Bumi atau Plastik?… […]

expand_less