Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Komunis Kucing

Komunis Kucing

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Dahlan Iskan

Negara yang tergolong paling gagal di dunia adalah negara komunis: Kuba, Venezuela, Korea Utara. Negara yang paling berhasil di dunia sekarang ini adalah negara komunis: Tiongkok. Negara yang majunya biasa-biasa saja juga negara komunis: Vietnam dan Kamboja.

Di luar komunis banyak juga negara yang berhasil, yang biasa-biasa saja, dan yang tidak berhasil. Keberhasilan Tiongkok itulah yang dirayakan besar-besaran tanggal 1 Juli–tepat 100 tahun Partai Komunis Tiongkok.

Perayaannya sudah dilakukan sejak seminggu lalu. Di semua kota, di malam hari, mirip kota borjuis: gemerlap diguyur cahaya. Itulah komunisme Tiongkok: musuh ideologinya justru menjadi salah satu pilar ideologinya.

Bisnis–musuh utama komunisme di masa silam– telah menjadi salah satu dari empat sokoguru komunisme Tiongkok. Buruh –satu-satunya sokoguru di masa awal komunisme– tetap menjadi salah satu sokoguru. Tapi sudah ditambah sokoguru baru: petani. Belakangan ditambah pengusaha. Terakhir, 10 tahun lalu, ditambah ilmu pengetahuan.

Saya sendiri bingung: kalau sokogurunya buruh, tani, pengusaha, dan ilmu pengetahuan, mengapa masih disebut komunis.

“Tidak peduli kucing itu hitam atau putih. Yang penting bisa menangkap tikus.”

“Menjadi kaya itu mulia.”

Dua prinsip Deng Xiaoping itulah yang pada dasarnya ideologi baru Komunis Tiongkok. Pendiri komunis, Karl Mark, bisa bangun dari kuburnya kalau ada yang bisa mengunggah dua kalimat itu ke Twitter di alam kubur.

Kucing tidak peduli warna itulah yang bisa membuat Tiongkok seperti sekarang. Mereka pun bisa merayakan 100 tahun Partai Komunis Tiongkok dengan raihan prestasi besar. Itu inspirasi yang baik untuk panitia 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia, 2045.

Memang, apa pun yang ”ter” kini ada di Tiongkok: Yang tercepat memberantas kemiskinan, tercepat pertumbuhan ekonomi, terbanyak jalan tol, terbanyak kereta cepat, terbanyak bandara baru, dan apa saja. Sampai ke kemampuannya mendarat di bulan dan bahkan di Planet Mars.

Semua itu sudah banyak diceritakan. Saya hanya akan memaparkan satu ini:  Bagaimana di Tiongkok satu sungai saja –hanya satu sungai– bisa menghasilkan listrik 47.000 MW. Itu sudah sama dengan jumlah seluruh listrik di seluruh negara Republik Indonesia.

Di sungai itu, di sungai yang sama, masih akan dibangun lagi banyak bendungan. Yang masih akan menghasilkan listrik 25.000 MW. Tambahannya itu saja cukup untuk melistriki seluruh Pulau Jawa.

Memang di sepanjang sungai itu akan ada 25 bendungan. Separonya sudah selesai dikerjakan. Tidak ada bendungan yang tidak menghasilkan listrik. Ada yang menghasilkan 16.000 MW ada yang hanya 500 MW.

Nama sungai itu: Jinsha. Artinya Pasir Emas. Lokasinya: Provinsi Sichuan bagian selatan. Dekat perbatasan dengan Provinsi Yunnan. Tentu saya pernah melewati sungai ini: saat jalan darat membelah pegunungan dari Chengdu ke Kunming. Jauh sekali. Harus bermalam di kota kecil di atas pegunungan. Hulu paling jauh sungai Jinsha ada di Provinsi Qinghai. Dekat Tibet.

Muaranya: di Sungai Changjiang (d/h Yangtze). Dengan demikian Sungai Jinsha itu pada dasarnya masih tergolong anak Sungai Changjiang. Di Changjiang sendiri, dekat Chongqing, dibangun satu dam raksasa. Lebih dekat ke kota Xichang. Terbesar di dunia. Kelihatan dari bulan. Itulah Dam Tiga Ngarai. Yang satu dam ini saja bisa menghasilkan listrik 28.000 MW. Sama dengan listrik se-Pulau Jawa.

Bandingkan dengan dam terbesar di Amerika Serikat, Grand Coulee, yang menghasilkan listrik 6.800 MW. Itulah Dam di sungai Kolumbia di negara bagian Washington. Produksi listriknya hanya seperempat Tiga Ngarai.

Peringatan 100 tahun Komunis Tiongkok tahun ini ditandai –salah satunya– dengan peresmian dam terbaru di Sungai Jinsha itu. Kapasitasnya terbesar kedua setelah Tiga Ngarai. Tapi ada unsur yang dam ini mengalahkan Tiga Ngarai: ukuran turbinnya. Bikin rekor tersendiri: tiap satu turbin bisa menghasilkan 1.000 MW.

Belum ada di dunia ini ukuran turbin air se-gajah itu. Berarti ada 16 turbin sebesar itu di satu bendungan ini. Hayo, siapa yang akan bisa mengalahkannya. Pun Amerika. Saya pernah ke Bendungan Tiga Ngarai. Dua kali. Saat lagi dikerjakan dan saat sudah selesai. Saya juga sudah ke beberapa bendungan lainnya. Tapi belum ke yang terbaru di Sungai Jinsha itu.

Membayangkannya saja sudah seperti kena Covid: bagaimana satu turbin air menghasilkan 1.000 MW listrik. Untung Kuba masih miskin sekali. Dan Venezuela masih kacau sekali. Kalau tidak, orang yang anti komunis seperti saya, bisa kehabisan bahan untuk menjelekkan komunis. (*)

Foto utama oleh indonesian.cri.cn

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Bumi Tektonik M 3.4 Guncang Kalabahi Kabupaten Alor

    Gempa Bumi Tektonik M 3.4 Guncang Kalabahi Kabupaten Alor

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Alor-NTT, Garda Indonesia | Selasa, 8 Oktober 2019 gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kalabahi. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 23:03:08 WITA dengan kekuatan M=3.4 Skala Richter. Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru – Kupang, Robert Owen Wahyu, S.Si. mengatakan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.96 LS dan 124.50 BT […]

  • BERBALUT PAHIKUNG SUMBA, Ayodhia Melintasi Catwalk Istana Berbatik

    BERBALUT PAHIKUNG SUMBA, Ayodhia Melintasi Catwalk Istana Berbatik

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada Minggu, 1 Oktober 2023, bertempat di Istana Merdeka Jakarta, dihelat acara Istana Berbatik untuk memperingati Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar melalui acara ini dapat menumbuhkan juga meningkatkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap batik. “Melalui Istana Berbatik malam ini yang […]

  • ‘Asset Recovery’ KPK Setor Aset 10,4 M Hasil Korupsi Bowo Sidik ke Kas Negara

    ‘Asset Recovery’ KPK Setor Aset 10,4 M Hasil Korupsi Bowo Sidik ke Kas Negara

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyetoran aset dari hasil tindak pidana korupsi, ke kas negara yang dilaksanakan oleh Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihandono. Aset tersebut yang disita lembaga Antirasuah dari berbagai perkara tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terdakwa, dan sudah menjadi terpidana setelah adanya putusan majelis hakim di Pengadilan […]

  • BPBD Kota Kupang Siap Salurkan Bantuan Seroja ke Kelurahan

    BPBD Kota Kupang Siap Salurkan Bantuan Seroja ke Kelurahan

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy Deerens Didok, S.Pd., M. Si. mengatakan Kota Kupang mendapat bantuan dari beberapa pihak bagi masyarakat korban bencana alam Badai Seroja, salah satunya Bank Danamon yang diserahkan kepada BPBD pada 4 April 2021. Tak hanya dari Bank Danamon, ada juga dari […]

  • PLN Ajak 5 Mitra Strategis Bangun Kelistrikan Berbasis EBT

    PLN Ajak 5 Mitra Strategis Bangun Kelistrikan Berbasis EBT

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) siap menyediakan pasokan listrik sebesar 4.000 megawatt (MW) guna mendukung percepatan hilirisasi industri. Melalui kerja sama co-investment PLN menggandeng lima Industri strategis di antaranya kawasan industri terpadu, industri smelter, hingga industri data center dengan mempercepat akses kelistrikan yang ditandai dengan nota kesepahaman PLN dengan 5 (lima) mitra di […]

  • Cerdas Saat Gunakan Obat, ‘Saat Anda Dapatkan, Ayo Tanya Lima O!’

    Cerdas Saat Gunakan Obat, ‘Saat Anda Dapatkan, Ayo Tanya Lima O!’

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kita terkadang enggan atau tidak mau dan tidak peduli untuk bertanya tentang manfaat dan efek samping dan hal lain saat membeli/mendapatkan obat di apotik. Kecenderungan ini sering terjadi dan sering diabaikan namun tahukah anda bahwa kita harus cerdas menggunakan obat Menyikapi kondisi tersebut, Apoteker sebagai pembawa perubahan /Agent Of Change (AOC) […]

expand_less