Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Kota Kupang Raih Hak Cipta Motif Tenun Bunga Sepe, Merci Jone Ucap Proficiat

Kota Kupang Raih Hak Cipta Motif Tenun Bunga Sepe, Merci Jone Ucap Proficiat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 9 Mar 2021
  • visibility 108
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Upaya dan kerja keras Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kupang yang diketuai Ny. Hilda Riwu Kore-Manafe menjadikan Motif Bunga Flamboyan atau Bunga Sepe (nama lokal Kota Kupang, red) menjadi tenunan khas daerah Kota Kupang telah terdaftar dan mendapatkan Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia guna mendapatkan perlindungan hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Seremonial penyerahan Surat Pencatatan Ciptaan bernomor 000209238 berlangsung pada Selasa pagi, 9 Maret 2011 di lantai 2 kantor Wali Kota Kupang; diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone, S.H. kepada Hilda Riwu Kore – Manafe selaku pencipta motif tenun ikat dengan judul Motif Sepe.

Selanjutnya, Surat Pencatatan Ciptaan diperoleh Pemerintah Kota Kupang selaku pemegang hak cipta yang diterima oleh Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay. Prosesi penyerahan tersebut disaksikan oleh para tamu undangan yang hadir yakni Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo, Asisten II Sekda Kota Kupang, Elvianus Wairata, Ketua Bhayangkari Polres Kupang Kota, Yunita Satria Perdana, Ketua DWP Kota Kupang, Lousie Marlinda Funay – Pelokila, dan beberapa pimpinan perangkat daerah serta para Camat.

Kepala Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Jone, menyampaikan proficiat kepada Hilda Riwu Kore – Manafe selaku Ketua Dekranasda Kota Kupang yang menurutnya telah melakukan karya intelektual anak bangsa yaitu menciptakan motif tenun ikat sepe. Dikatakan, adanya penyerahan surat pencatatan ciptaan ini maka secara hukum tenun ikat motif sepe karya Ibu Hilda dilindungi oleh negara.

“Ketika dikemudian hari apabila ada para pihak yang tidak bertanggungjawab mencoba-coba mengklaim untuk menenun dengan motif yang sama maka itu akan masuk pada ranah pidana,” tuturnya.

Ketua Dekranasda Kota Kupang, Hilda Manafe menyematkan Selendang Tenun Motif Sepe kepada Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone

Merci Jone pun menyampaikan potensi kekayaan intelektual di Kota Kupang yang belum mendapatkan perlindungan secara baik. Padahal menurutnya hal ini bisa dilakukan dengan bantuan Pemerintah Kota. “Ada banyak kelompok tenun ikat yang ada di Kota Kupang, tolong bantu mereka untuk mendaftarkan karya cipta mereka, karena ketika mereka tidak didaftarkan sangat disayangkan harga mereka itu bisa dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan mereka mendapatkan keuntungan yang sangat sedikit,” ucapnya.

Saat ini di Kota Kupang, imbuh Merci Jone, yang sudah terdaftar untuk mendapatkan kekayaan intelektual personal sebanyak 75 untuk merek, 10 untuk hak cipta salah satunya karya Ketua Dekranasda Kota Kupang dan 11 paten. Namun menurutnya, sesuai data yang dimiliki Kanwil Kemenkumham, di Kota Kupang masih terdapat 10.217 usaha mikro dan 1.352 usaha kecil total secara keseluruhan 11.569 UMKM yang memiliki potensi untuk di daftarkan, namun belum dilakukan.

Untuk itu, Merci Jone mendorong agar Pemkot Kupang dapat memfasilitasi para pelaku UMKM tersebut agar bisa didaftarkan tentunya dengan kerja sama dan dukungan dari perbankan di NTT. “Ruang ini diberikan sebenarnya tinggal bagaimana kepedulian kita terhadap karya intelektual personal yang kurang lebih 11.569 di Kota Kupang harus diberdayakan,” ucapnya.

Ia berharap dengan dilakukannya penyerahan surat pencatatan ciptaan hari ini dapat menjadi titik awal atau start gebrakan yang dilakukan oleh Ketua Dekranasda akan mempengaruhi pelaku UMKM di Kota Kupang untuk ikut mendaftarkan karya cipta mereka.

Sementara, Ketua Dekranasda Kota Kupang, Hilda Riwu Kore-Manafe selaku pencipta motif tenun ikat sepe mengungkapkan awal dirinya terinspirasi dari Bunga Flamboyan atau Sepe yang dianggapnya unik. “Sepe merupakan bunga yang mempunyai keunikan tersendiri karena Bunga Sepe hadir di Kota Kupang hanya pada bulan September hingga Desember yang menggambarkan Natal akan tiba,” ungkapnya.

Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone saat menyampaikan Proficiat dan Potensi Kekayaan Intelektual di Kota Kupang

Hilda Riwu Kore-Manafe mengisahkan ikhwal dirinya menjadikan Motif Bunga Sepe menjadi ciri khas tenunan Kota Kupang karena sejak menjabat sebagai Ketua Dekranasda, dirinya melihat daerah atau kabupaten lainnya di NTT memiliki tenunan khas sendiri lengkap dengan aksesorinya sedangkan Kota Kupang belum ada. “Dari situ saya terinspirasi bahwa kita harus punya motif khas kota yang tepat dan kita lihat di sini banyak sekali Sepe yang mengingatkan Natal sudah dekat, unik sekali, itu yang menginspirasi Sepe menjadi Ikon Kota Kupang,” tuturnya.

Diakui Hilda Manafe, tidaklah mudah untuk dalam mewujudkan hal tersebut. Kesulitan yang ditemui oleh karena dibutuhkan ketelitian, kecermatan dan teknik menenun dari para penenun. “Berbagai percobaan dan usaha yang terus dilakukan untuk mendapatkan bentuk desain yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk tenunan, akhirnya kami menemukan mama-mama penenun di Kelurahan Penkase yang bisa menghasilkan tenunan yang cantik, indah serta dipadu dengan warna-warna lembut yang berasal dari tumbuhan alami yang ada di sekitar wilayah Kota Kupang,” jelasnya.

Dikatakan Hilda Manafe, saat ini para mama-mama penenun telah menghasilkan tenunan dengan jenis tenun ikat, Buna dan Sotis berupa selendang, pashmina, sarung dan selimut. Selain itu, imbuhnya, untuk melengkapi tenunan sepe, pihaknya juga membuat berbagai aksesoris dari bahan-bahan lokal yaitu tulang, kayu dan batu akik. “Jadi nanti kami akan melegalkan itu semua lewat proses pendaftaran kekayaan intelektual ini,” tambahnya.

Hilda Manafe pun menyampaikan terima kasihnya kepada Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT yang telah membantu proses hak cipta sehingga bisa memperoleh sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan yang mempunyai jangka waktu perlindungan Hak Cipta selama 50 tahun dan berharap kerja sama ini terus berlanjut. Juga ucapan terima kasih kepada Kepala BI Perwakilan Bank NTT yang ikut mempromosikan hasil tenun sepe dan bantuan berupa pembangunan galeri di Penkase. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/PKP_ghe)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Jadilah Seperti Nabi Amos” Pindah Tugas 6 Staf CUKS Tasi Mane

    “Jadilah Seperti Nabi Amos” Pindah Tugas 6 Staf CUKS Tasi Mane

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Loading

    Betun | Credit Union Kasih Sejahtera Kantor Cabang (CUKS KC) Tasi Mane menghelat syukuran sekaligus pisah kenangan bersama 6 (enam) staf yang selama ini bertugas dan mengabdikan diri yang selanjutnya berpindah tugas. Keenam staf yang pindah tugas yakni, Jeremias Bana, bertugas di KC Kefa, Novianus Nahak bertugas di KC Betun, Yuvenalis Lan, KC Insana; Maria […]

  • Mufti Mubarok Jadi Komisioner BPKN, IMO-Indonesia Ucap Selamat

    Mufti Mubarok Jadi Komisioner BPKN, IMO-Indonesia Ucap Selamat

    • calendar_month Sab, 9 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. M. Mufti Mubarok atas pengesahan DPR RI dalam fit & proper test, sebagai Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI periode ke-2. “Mewakili seluruh pengurus dan anggota IMO-Indonesia, kami ucapkan selamat atas ditetapkannya pak Mufti Mubarok sebagai salah satu […]

  • Kementerian PUPR Raih Sertifikat Akreditasi Lembaga Diklat dari LAN

    Kementerian PUPR Raih Sertifikat Akreditasi Lembaga Diklat dari LAN

    • calendar_month Ming, 21 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan sertifikasi akreditasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Sertifikasi ini merupakan bukti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR berkompeten menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) SDM. Pengembangan SDM Indonesia menjadi fokus pembangunan Pemerintah setelah sebelumnya fokus pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur juga memerlukan SDM yang […]

  • Layanan Digital Bank NTT Terus Bertransformasi

    Layanan Digital Bank NTT Terus Bertransformasi

    • calendar_month Ming, 17 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Jika ditanya seperti apa kondisi Bank NTT hari ini dalam menjalankan layanan perbankan, maka sudah bisa dipastikan bahwa bank kebanggaan milik masyarakat NTT ini sedang dalam kondisi prima. Bahkan, Bank NTT kian mapan menatap era digitalisasi layanan perbankan. Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT, Hilarius Minggu, menegaskan hal itu di […]

  • Satu WNA Asal Filipina Dideportasi  Rudenim Kupang

    Satu WNA Asal Filipina Dideportasi Rudenim Kupang

    • calendar_month Ming, 14 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Rudenim Kupang melakukan pendeportasian terhadap 1 (satu) deteni perempuan warga negara Filipina berinisial “RJ” pada Jumat, 12 Agustus 2022. Deteni tersebut didetensi di Rudenim Kupang terhitung dari tanggal 17 Juni 2022, yang bersangkutan melanggar Undang-undang Keimigrasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pendeportasian ini dikawal […]

  • Paskah Klasis Amanuban Timur Ciptakan Harmonisasi Umat Lintas Agama

    Paskah Klasis Amanuban Timur Ciptakan Harmonisasi Umat Lintas Agama

    • calendar_month Rab, 1 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Timor Tengah Selatan, Garda Indonesia | Ada yang menarik dari Perayaan Paskah Klasis Amanuban Timur; Kali ini, Prosesi Paskah (Jalan Salib) melibatkan seluruh jemaat serta umat Katolik dan Muslim. Bertempat di Gereja Jemaat Betania Haunometan, OeEkam, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa, 30 April 2019. Pembukaan Acara Prosesi Jalan Salib ditandai […]

expand_less