Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Kristiana Muki—Sosok Sederhana Pemerhati Anak dan Perempuan

Kristiana Muki—Sosok Sederhana Pemerhati Anak dan Perempuan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 25 Jun 2020
  • visibility 160
  • comment 0 komentar

Loading

Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | Sebelum melihat lebih dekat dan membangun komunikasi, tentunya bakal muncul beragam perspektif tentang sosok Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai NasDem, Kristiana Muki, S.Pd., M.Si.

Kristiana Muki ternyata merupakan sosok sederhana dan peduli serta memberikan atensi khusus terhadap isu anak dan perempuan.

Dijumpai di rumahnya pada Selasa siang, 23 Juni 2020, Kristiana Muki sedang menjalankan rutinitas melakukan komunikasi virtual dan mengikuti rapat secara daring di rumahnya yang berlokasi di Km.5 Kefa, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Secara eksklusif, kepada Garda Indonesia, Kristiani Muki membeberkan beragam rencana aksi, perhatian dan dukungan terhadap isu anak dan perempuan. Simak petikan wawancara di bawah ini :

Garda Indonesia : Bagaimana menyatukan perspektif yang sama terhadap isu anak dan perempuan?

Kristiana Muki : Teman-teman lintas OPD juga harus berpikir hal yang sama. Kita belum bisa menemukan orang yang benar-benar fighting untuk masalah ini. Kemarin saya juga mendorong teman-teman di pemberdayaan perempuan dan anak, saya juga turut membantu teman-teman di sana. Kami di PKK juga punya program itu, kami tidak bisa memfasilitasi hingga selesai.

Garda Indonesia : Apa program yang sedang dipersiapkan saat ini ?

Kristiana Muki : Saat ini, TTU belum memiliki Rumah Singgah yang aman. Kemarin, saya membantu memfasilitasi beberapa teman. Semua orang-orang yang berkaitan dengan pengambil kebijakan untuk hadir. Saya belum memeriksa sudah berjalan atau belum, sehingga kalaupun belum berjalan kita bisa membantu. Rencananya, berlokasi di kilo 9, sementara kami inginkan kalau bisa di dalam kota Kefa sehingga aksesnya lebih gampang seperti rumah sakit, kapolres, kejaksaan jaraknya dekat. Karena Covid, makanya pertemuan kita terbatas dan kurang. Saya menunggu saja mana yang sudah siap maka saya siap membantu.

Garda Indonesia : Seperti apakah pola penerapan Rumah Singgah tersebut?

Kristiana Muki : Saya sudah melihat beberapa kabupaten. Mereka memiliki rumah singgah yang betul-betul menjadi tempat yang aman bagi korban perempuan dan anak. Mereka merasa seperti ini rumah mereka sendiri. Kita membantu untuk memfasilitasi mereka. Terkadang saya melihat konsumsi mereka harus banyak, sementara kita menginginkan itu gratis. Sebenarnya kebijakan pemerintah sudah menyiapkan anggaran. Ini sangat riskan sekali. Saya memikirkan agar semua yang ada di sini aman.

Garda Indonesia : Bagaimana memperlakukan korban tindak kekerasan, dan kasus lain yang bakal ditampung di Rumah Singgah?

Kristiana Muki : Pada prinsipnya, saya memperhatikan yang pertama rumah singgah itu ada sehingga kita bisa pelan-pelan memulihkan rasa kepercayaan diri dari korban. Selanjutnya kita melihat minat dan bakat mereka lalu memberikan pelatihan khusus buat mereka. Kita siapkan modal juga mereka agar mereka bangkit dan merasa punya masa depan yang lebih baik lagi. Kalau itu semua sudah aman dan hubungan dengan teman-teman di lintas sektoral berjalan dengan baik dan saling mendukung.

Selain itu, Pemerintah juga harus siap mendukung dan menyiapkan semua itu. sekarang saya sudah melihat pemerintah menyiapkan rumah buat pelatihan-pelatihan. Saya beberapa waktu lalu sudah MoU dengan beberapa pihak untuk mengadakan pelatihan-pelatihan berkaitan dengan anak-anak yang putus sekolah.

Garda Indonesia : Bagaimana Ibu ikut terlibat dalam masalah anak dan perempuan?

Kristiana Muki : Seperti kasus kemarin yang dimuat di media sosial [Ayah menghamili anak sendiri di TTU]. Rumahnya di bawah. Pamannya memukul bapak dan ibunya karena kondisi ponakan seperti ini. Saya pikir ada keluarga yang berkelahi dan bertanya lewat kakak perempuan di sini. Pelan-pelan saya ikuti cerita. Saya bangun komunikasi dengan suami kakak perempuan saya. Bapak korban lari ke Belu, saya mengatakan bahwa dia akan kembali. Ketika dia datang tolong hubungi polisi untuk datang. Anaknya hamil lalu paksakan untuk menikah dengan seorang pria. Pria ini mau menerima, saya pikirkan pasti dia mau menyelamatkan ibu dan anak. Sejak SD kelas VI. Dia orang Belu. Anak yang dilahirkan meninggal di perut minggu lalu. Kasus begitu banyak sekali.

Garda Indonesia : Menurut Ibu, Bagaimana proses pemulihan terhadap anak dan perempuan pasca kejadian yang menimpa mereka?

Kristiana Muki : Kalau berkaitan dengan masalah ini, tentu saja lebih khusus karena mereka tidak mengalami hal yang tidak sama dengan teman-teman mereka di luar sana. Itu harus butuh pemulihan yang lama yang perlu kita dorong pelan-pelan sehingga mereka tidak merasa minder. Mereka punya sesuatu yang lebih baik ke depan. Baru setelah itu kita kolaborasi. Kalau menurut saya kalau hal-hal itu sudah matang, hal yang harus ditopang selanjutnya adalah modal. Mereka harus meyakinkan diri kalau mereka juga bisa. Walaupun pernah melalui masa-masa kelam, mereka tetap harus keluar dari zona itu dan maju.

Garda Indonesia : Seperti apa konsep kolaborasi lintas sektor yang dipersiapkan untuk meminimalkan kasus anak dan perempuan?

Kristiana Muki : Ke depannya kita mengurangi hal-hal seperti itu. Kita harus saling menopang dan bersatu antar sektoral. Kalau kita tidak selesaikan sampai akar permasalahan, maka akan sulit sekali. Penyumbang terbesar juga termaksud kita di TTU.

Konsep saya sederhana. Kita memang harus bisa memetakan apa yang sesungguhnya sangat dibutuhkan dan itu harus duduk bersama. Kita melihat dengan baik sehingga pemenuhan kebutuhan dapat terpenuhi. Kita harus mendorong pendidikan dan pertanian. Saya menginginkan pertanian dahulu. Kedua kesehatan lalu pendidikan. Kalau tiga komponen ini kuat pasti akan terbentuk dengan baik. Kita harus melihat dan tepat sasaran.

Garda Indonesia : Apa konsep riil pemberdayaan bagi tenaga pendamping bagi anak dan perempuan ?

Kristiana Muki : Berdasarkan pengalaman orang menyusun itu keluarnya lebih banyak ketimbang konsep dan isi dalam. Kalau saya lebih baik di dalam banyak daripada keluar. Misalnya pelatihan keterampilan lebih baik saya mengundang orang dari luar untuk memberikan pelatihan bagi banyak orang di sini dibandingkan dengan mengirimkan orang keluar tapi dia tidak bisa buat apa-apa.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi Lokasi Persemaian Bibit, Gubernur Viktor : Lestarikan Hutan di NTT

    Kunjungi Lokasi Persemaian Bibit, Gubernur Viktor : Lestarikan Hutan di NTT

    • calendar_month Kam, 12 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Rabu 11 Desember 2019, mengunjungi Lokasi Persemaian Permanen milik Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Benain Noelmina di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Ini sebuah langkah luar biasa yang diambil oleh tim dari BPDASHL Benain Noelmina, dalam upaya […]

  • Gandeng OJK dan BRI, BI Edukasi Penerima Manfaat Bantuan Sosial Nontunai

    Gandeng OJK dan BRI, BI Edukasi Penerima Manfaat Bantuan Sosial Nontunai

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Pratyaksa Candraditya, menekankan penyaluran bantuan sosial secara nontunai akan terhubung dengan layanan perbankan.   Kupang | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersinergi dengan Dinas Sosial Kota Kupang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT dan PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Kupang menghelat edukasi dan sosialisasi program penyaluran bantuan […]

  • Bantuan Subsidi Upah Rp.2,4 Juta per Orang bagi 15,7 Juta Pekerja

    Bantuan Subsidi Upah Rp.2,4 Juta per Orang bagi 15,7 Juta Pekerja

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan program stimulus ekonomi berupa Bantuan Subsidi Upah bagi para pekerja yang terdampak pandemi Covid-19. Peluncuran program tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2020. Dalam acara tersebut, turut hadir sejumlah perwakilan pekerja yang termasuk ke dalam 2,5 juta pekerja gelombang pertama yang akan […]

  • Persara Sabu Raijua Lolos 8 Besar Liga ETMC XXXI Lembata

    Persara Sabu Raijua Lolos 8 Besar Liga ETMC XXXI Lembata

    • calendar_month Sel, 20 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata, Garda Indonesia | Tim sepakbola Persara Sabu Raijua dipastikan lolos ke babak 8 besar Liga 3 El Tari  Memorial Cup (ETMC) XXXI tahun 2022, di kabupaten Lembata, usai unggul atas Tim Platina FC 1:0 pada Selasa sore, 20 September 2022 di lapangan Polres Lembata. Adapun 8 (delapan) tim yang melaju ke babak 8 besar […]

  • Pastikan ‘Udayana Run’ Berjalan Aman dan Lancar, Kodam IX/Udy Helat TFG

    Pastikan ‘Udayana Run’ Berjalan Aman dan Lancar, Kodam IX/Udy Helat TFG

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Untuk memastikan pelaksanaan Lomba Lari Udayana Run 5K dan 10K yang dihelat pada Minggu, 18 Agustus di 2019 di Kuta Beach, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, dapat berjalan aman, tertib dan lancar. Maka berbagai langkah persiapan terus dimaksimalkan oleh Kodam IX/Udayana, termasuk menggelar Tactical Floor Game (TFG) TFG merupakan bagian dari sekenario […]

  • Sistem Statistik Nasional Sebagai Infrastruktur Pembangunan

    Sistem Statistik Nasional Sebagai Infrastruktur Pembangunan

    • calendar_month Sab, 15 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yezua Abel, Statistisi BPS Provinsi NTT Data statistik bukan sekedar pelengkap agar suatu perencanaan terlihat layak dan bagus. Data statistik sangat penting dalam pembangunan, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pembangunan. Statistik dapat dipandang sebagai salah satu infrastruktur yang  penting sebagaimana  sarana dan prasarana lainnya di berbagai sektor pembangunan. Oleh karena itu, […]

expand_less