Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Lafaek Viqueque : Eurico Guteres Tak Pantas Terima Penghargaan Pemerintah RI

Lafaek Viqueque : Eurico Guteres Tak Pantas Terima Penghargaan Pemerintah RI

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 20 Des 2021
  • visibility 228
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang–NTT, Garda Indonesia | Lafaek Viqueque, julukan eks pejuang Timtim, Afonsu Hendrique Dacosta Soares Pinto mengatakan, bahwa Eurico Guteres berasal dari kelompok fretelin, tidak pantas menerima penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia (RI). Seorang Eurico Guteres diberikan tanda jasa utama merupakan kekeliruan besar dari pemerintah RI.

“Eurico Guteres itu siapa sih? Dia anak kecil yang baru lahir tahun 1969. Dia tidak pantas mewakili seluruh eks pejuang Timtim untuk terima tanda jasa utama dari pemerintah RI,” sebut Lafaek dengan suara keras di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 17 Desember 2021.

Lafaek mengakui bahwa Eurico Guteres memang seorang pejuang tetapi perjuangannya itu dalam barisan fretelin. “Makanya, hari ini kita jangan mau direndahkan oleh fretelin melalui Eurico. Hari ini kami menjadi warga negara Indonesia, kami beli dengan nyawa, darah dan air mata, tulang belulang bercecer di daerah Timor – Timur. Eurico itu mau hilangkan Indonesia dari Asia Tenggara! Saya, komandan pro Indonesia di Viqueque, saya yang tangkap dia dan bapaknya di Foho Matebian. Jadi, kita omong begini bukan mencemarkan nama mereka. Itu fakta!” kata Lafaek, pria kelahiran 22 April 1948.

Pemberian piagam penghargaan dan medali kepada eks pejuang Timor – Timur, lanjut Lafaek, harus berdasarkan kriteria yang jelas. “Jangan, Pemerintah Indonesia dikendalikan oleh fretelin yang berada di tengah – tengah kita. Jangan pasang bongkar veteran karena negara Indonesia bukan negara pasang bongkar. Kita, masyarakat Timtim yang ada di Indonesia harus tolak permainan Eurico. Jangan, kita mau ikut Eurico Guteres untuk membentuk veteran cabang khusus pejuang eks Timor – Timur,” ucap Lafaek.

Bahkan, Lafaek menyebutkan bahwa jika Eurico Guteres terus melakukan misinya untuk memisahkan pejuang asal Timor – Timur dari pejuang lokal maka segera bersatu untuk mengusir mereka keluar dari Indonesia dengan cara kasar. “Kalau itu terjadi, saya mengajak kita berpihak ke teman – teman kita lokal untuk geserkan mereka dengan tanpa kepala atau dengan kepala ke Motaain. Kalau kamu mau bikin kacau, bikin kacau di Dili sana. Pulang! Jangan di Indonesia,” tutur Lafaek.

Lafaek mengawatirkan, ulah Eurico dan kelompoknya itu untuk membentuk negara Timor Raya. Karena itu, Eurico bersama kelompoknya tidak boleh mengadu domba warga eks pejuang Timtim dan warga lokal dengan berbalut penipuan demi kepentingan politik. Apalagi, sejarah mencatat bahwa Eurico Guteres berasal dari kelompok Fretelin.

“Musuh utama saya di Timor – Timur adalah fretelin,” tandas Lafaek.

Pada masa Revolusi Bunga, 25 April 1974, kata Lafaek, dirinya sudah berumur 25 tahun. Waktu itu, Pemerintah Portugal memberikan kebebasan kepada koloni – koloninya di seberang laut untuk menentukan nasibnya, termasuk Timor Portugis. Misi Eurico membentuk kubu veteran khusus eks pejuang Timtim, dikawatirkan menyulut amarah warga lokal, warga lokal bisa saja tersinggung. Pasukan dari Atambua wilayah Indonesia yang ke sana membela NKRI, mempunyai hak yang sama untuk menjadi veteran. Veteran Seroja 21 Mei 1975 – 17 Juli 1976.

Lafaek pun meminta maaf kepada warga lokal, apabila pernah terjadi gesekan antara warga eks Timtim dan lokal. Menurutnya, warga lokal sudah dengan susah payah menerima pengungsi Timor – Timur, dikasih tanah, sawah, dan lain – lain. “Sekarang Eurico buat begini, nanti  masyarakat lokal yang selama ini simpatik dengan kita, bisa berbalik dan menghantam kita,” ungkap Lafaek.

Ditekankan Lafaek, bahwa pengurus veteran dari tingkat pusat hingga ranting sudah ada saat ini. Ketentuan perekrutan sudah tercatat dalam Veteran Seroja April 1975 – Juli 1976.

Terkait adanya dugaan kepentingan politis 2024, Lafaek menegaskan masyarakat jangan mau diperdaya dengan upaya pembodohan oleh Eurico Guteres. Bahwa, keputusan tertinggi ada di tangan rakyat. “Karena itu, masyarakat jangan pilih dia,” sebut Lafaek.

Terhadap tindakan pembodohan publik seperti adanya iming – iming akan diberikan 65 juta per anggota veteran dan lain – lain itu, pihak Lafaek bertekad untuk menyurati para petinggi di pusat. Eurico mengatasnamakan perjuangan integrasi, menggunakan nama besar Presiden RI dan Menhankam untuk menipu masyarakat.

Cancio Lopes De Carvalho menambahkan, bahwa ia sependapat dengan Lafaek untuk menyikapi situasi ini dengan berjuang meluruskan sejarah. Jangan ada satu manusia di Indonesia yang bisa mengubah fakta sejarah Timor – Timur. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Besar Putra Putri Polri Daerah NTT Bantu Korban Badai Seroja

    Keluarga Besar Putra Putri Polri Daerah NTT Bantu Korban Badai Seroja

    • calendar_month Sen, 19 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badai Siklon Tropis Seroja yang meluluhlantakkan 15 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu tanggal 3—5 April 2021 memutuskan jaringan listrik, telekomunikasi, kerusakan fasilitas umum, rumah-rumah penduduk hanyut terseret banjir bandang, dan mengakibatkan 181 orang meninggal dunia dan sekitar 45 orang hilang. Duka yang bertepatan dengan perayaan […]

  • PPKM Tak Efektif, Covid Tembus 1 Juta, LaNyalla: Sanksi Tegas Pelanggar Prokes

    PPKM Tak Efektif, Covid Tembus 1 Juta, LaNyalla: Sanksi Tegas Pelanggar Prokes

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Langkah pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran Covid-19, dinilai kurang efektif tanpa saksi tegas. Angka Corona pun sudah tembus 1 juta. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyarankan pemerintah daerah menyiapkan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes). Sesuai dengan rilis yang diperoleh Garda Indonesia, […]

  • Bupati Belu Sebut Tanggal 1 Agustus 2021 Masyarakat Belu Berobat Gratis

    Bupati Belu Sebut Tanggal 1 Agustus 2021 Masyarakat Belu Berobat Gratis

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | “Mulai tanggal 1 Agustus 2021, seluruh masyarakat Belu sudah berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP”, sebut Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH., FINASIM., didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama rombongan saat memantau secara langsung kondisi Puskesmas Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) […]

  • Gubernur Viktor Perintah Investor Lanjutkan Tambak Garam di Malaka

    Gubernur Viktor Perintah Investor Lanjutkan Tambak Garam di Malaka

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat-Gubernur NTT meninjau proyek tambak garam dan memerintahkan kepada investor untuk melanjutkan pembangunan yang sempat terhenti beberapa saat lalu (karena ada protes dari sebagian masyarakat); bertujuan mendukung dan menyukseskan pelaksanaan pembangunan dan pengembangan garam di Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur Menurut Gubernur Viktor, kualitas garam NTT merupakan salah […]

  • 22 Gubernur Tersangkut Korupsi, KPK Ingatkan Kementan Perkuat Integritas

    22 Gubernur Tersangkut Korupsi, KPK Ingatkan Kementan Perkuat Integritas

    • calendar_month Jum, 8 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPP) Firli Bahuri mengingatkan kepada jajaran Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) untuk memperkuat integritas dalam setiap langkah pelaksanaan tugas. “Karena integritas lah yang bisa mencegah, mengurangi dan mengurungkan niat untuk melakukan korupsi,” ujar Firli dalam sambutan kegiatan Executive Briefing ‘pembekalan antikorupsi’ di Gedung Merah Putih KPK, pada […]

  • Polisi Bekuk & Ungkap Pelaku Penembakan Wartawan di Sumatra Utara

    Polisi Bekuk & Ungkap Pelaku Penembakan Wartawan di Sumatra Utara

    • calendar_month Kam, 24 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Pematangsiantar, Garda Indonesia | Kasus penembakan hingga tewasnya pemimpin redaksi (Pemred) di salah satu media online, Marasalem (Marsal) Harahap akhirnya berhasil diungkap polisi. Para tersangka pelaku berhasil dibekuk personel Ditreskrimum Polda Sumut bekerja sama dengan Polres Pematangsiantar. Para tersangka pelaku penembakan berinisial YFP (31) dan S (57), keduanya warga Kota Siantar, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). […]

expand_less