Luna Maya Ajak Masyarakat Peduli Habitat Gajah Sumatra
- account_circle Penulis
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 61
- comment 0 komentar

![]()
Luna Maya menandaskan bahwa melindungi gajah berarti melindungi manusia juga. Manusia dan satwa liar tidak harus bermusuhan. Kita bisa hidup berdampingan kalau kita mau.
Aceh | Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) mendiami hutan dataran rendah, hutan rawa, dan hutan gambut di bawah 300 meter dpl, terutama di Riau, Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, Bengkulu, Sumatra Utara, dan Aceh.
Habitat aslinya berupa hutan tropis lebat yang dekat dengan sumber air. Namun, lebih dari 80% habitatnya kini terfragmentasi menjadi 22 kantong terisolasi akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI).
Habitat gajah Sumatra membutuhkan area yang dekat dengan sumber air tawar, karena gajah memerlukan minum yang banyak. Selain itu, gajah menjelajahi areal luas untuk mencari makan sehingga membutuhkan vegetasi berupa hutan yang kaya akan pakan, seperti rumput, akar, dan kulit kayu.
Sementara kantong habitat gajah Sumatra berada di hutan sekunder seperti Tessonilo, Riau, Taman Nasional Way Kambas Lampung, Suaka Margasatwa Padang Sugihan Sumatera Selatan, Bentang Alam Seblat Bengkulu hingga hutan alami di dataran rendah di Aceh dan Sumatera Utara
Akibat fragmentasi, gajah sering terisolasi di dalam area konsesi perusahaan atau kebun warga, yang meningkatkan risiko konflik.
Cengkerama Luna Maya dengan gajah dan pesan menohok
Luna Maya mengunjungi CRU Das Peusangan Di Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh pada Selasa, 17 Februari 2026. Ia mengajak masyarakat lebih peduli terhadap satwa liar, khususnya gajah Sumatra, serta pentingnya menjaga habitat mereka.

Luna Maya saat bercengkrama dengan gajah Sumatra. Foto : etnisgayo
Luna menyampaikan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa manusia harus berbagi bumi dengan bijak.
“Ini rumah mereka, dan kita punya peran untuk melindunginya,” pesannya sambil menggaungkan ssemangat bahwa gajah tidak merusak hutan, mereka justru menjaga hutan tetap hidup. Gajah mampu menyebarkan biji pohon, membuka jalur di hutan, dan menjaga alam tetap seimbang. Kalau gajah hilang, hutan akan rusak. Kalau hutan rusak, banjir makin parah dan manusia ikut terkena dampaknya.
Luna Maya menandaskan bahwa melindungi gajah berarti melindungi manusia juga. Manusia dan satwa liar tidak harus bermusuhan. Kita bisa hidup berdampingan kalau kita mau.
Atensi Presiden Prabowo terhadap habitat gajah Sumatra
Dua tahun sebelumnya, Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI), Raja Juli Antoni didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si hadir meninjau langsung Conservation Respon Unit (CRU) DAS Peusangan, Kamis, 18 Desember 2024.
Bertempat di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, kedatangannya bersama Gubernur Aceh dengan Helikopter milik Polda Aceh tersebut disambut hangat oleh Pj. Bupati Bener Meriah Ir. Mohd. Tanwier, MM.
Selain meninjau CRU DAS Peusangan, kedatangannya di Bener Meriah siang itu juga bertujuan untuk menindaklanjuti komitmen Presiden Prabowo yang akan menyumbangkan 20.000 Hektare lahan miliknya kepada World Wildlife Fund (WWF) untuk konservasi gajah di Provinsi Aceh.
Selama berdialog langsung dengan para korban akibat konflik satwa liar di wilayah tersebut, Menhut Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pihaknya hadir untuk mengubah cara pandang dan batasan antara masyarakat dengan hutan (area gajah) dan untuk mencari solusi terhadap ancaman ekologis yang ditimbulkan akibat pelestarian satwa.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Etnisgayo & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar