Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Manggarai Dihantui Rokok Ilegal, Realita Tampar Pernyataan Kemenkeu

Manggarai Dihantui Rokok Ilegal, Realita Tampar Pernyataan Kemenkeu

  • account_circle Ferdy Daud
  • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
  • visibility 740
  • comment 0 komentar

Loading

Pantauan media ini, sepanjang Oktober 2025, sejumlah merek rokok ilegal seperti King Bako, RD&Bold, King Garet, hingga Humer dijual bebas di pasaran dengan harga murah dan permintaan sangat tinggi.

 

Ruteng | Fenomena peredaran rokok ilegal di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kian mengkhawatirkan. Rokok tanpa pita cukai atau menggunakan pita cukai palsu masih mudah ditemukan di berbagai toko di Kota Ruteng hingga kios-kios di pelosok desa.

Namun, sayangnya Kondisi di lapangan berbanding terbalik dengan klaim Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menyebut bahwa pemberantasan rokok ilegal telah berjalan efektif di seluruh Indonesia.

Pantauan media ini, sepanjang Oktober 2025, sejumlah merek rokok ilegal seperti King Bako, RD&Bold, King Garet, hingga Humer dijual bebas di pasaran dengan harga murah dan permintaan sangat tinggi. Kondisi ini memunculkan keresahan warga serta desakan agar aparat terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menindak tegas para pelaku.

Klaim Kemenkeu tak sejalan dengan fakta di lapangan

Pada sebuah pernyataan resmi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyebut pihaknya tengah menyusun strategi baru dalam memerangi peredaran rokok ilegal.

“Strategi ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pembinaan dan pengembangan kawasan industri hasil tembakau (IHT) di daerah yang disinyalir menjadi pusat produksi ilegal,” ujar Purbaya dalam acara Pemberantasan Rokok Ilegal yang dikutip dari Protelindonesia, Jumat, 2 Oktober 2025.

Ia juga menegaskan, pemerintah tidak berniat mematikan industri kecil yang saat ini terlibat dalam produksi rokok ilegal, melainkan akan memberdayakan dan menata ulang agar tercipta ekosistem usaha yang lebih adil.

Namun, pernyataan optimistis itu terasa kontras dengan kondisi nyata di lapangan, khususnya di Manggarai, di mana peredaran rokok ilegal justru semakin merajalela.

Fakta ini menunjukkan bahwa belum adanya upaya serius dan konsisten dari otoritas terkait untuk menekan praktik ilegal tersebut.

Rokok ilegal kuasai aktivitas perdagangan di Manggarai, aparat dinilai mandul

Sejumlah pedagang di Ruteng mengaku peredaran rokok tanpa cukai kini semakin terbuka. Salah seorang pedagang yang enggan disebut namanya mengatakan, “Salah satu toko besar di pusat kota menjual rokok ilegal secara bebas. Tapi tidak ada tindakan dari Bea Cukai maupun polisi.

Ia menilai lemahnya pengawasan membuat pelaku semakin berani. “Seharusnya Bea Cukai dan kepolisian segera turun tangan. Kalau tidak, peredaran ini akan makin parah,” tegasnya.

Sementara itu, seorang pemilik kios di Kecamatan Lelak berinisial AJ (35) mengungkapkan bahwa ia mendapat pasokan rokok King Bako dari sales yang datang dari Kota Ruteng menggunakan sepeda motor. “Rokok ini banyak dicari pembeli. Saya jual Rp20.000 per bungkus, dan selalu cepat habis,” ujarnya.

Penelusuran lapangan di beberapa kecamatan seperti Reo, Cibal, Langke Rembong, Ruteng, dan Lelak memperlihatkan pola distribusi serupa. Rokok-rokok ilegal tersebut umumnya bersumber dari Kota Ruteng, meski para pedagang tidak mengetahui siapa distributor utamanya.

Penegakan hukum diduga lemah, efek jera tak tampak

Meski Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai dengan tegas mengatur ancaman pidana bagi pelaku perdagangan rokok ilegal minimal satu tahun penjara dan denda dua hingga sepuluh kali lipat nilai cukai kenyataannya penegakan hukum belum memberikan efek jera.

Sumber anonim menyebut, terdapat dua pemain lokal berinisial H dan R yang diduga mengendalikan jaringan distribusi rokok King Bako hingga menjangkau wilayah Manggarai Barat dan Nagekeo. Sementara untuk merek lain seperti RD&Bold dan Humer, distribusinya disebut-sebut juga berpusat dari Ruteng, namun aktor utamanya belum terungkap.

“Yang jelas, semua rokok itu datang dari Ruteng. Tapi siapa yang kendalikan, saya tidak tahu,” ujar sumber terpercaya tersebut.

Desakan penindakan nyata

Maraknya peredaran rokok ilegal di Manggarai tidak hanya merugikan negara akibat kebocoran penerimaan cukai, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas produk yang tidak terjamin dan berisiko bagi kesehatan masyarakat.

Warga dan pelaku usaha berharap aparat penegak hukum segera melakukan razia terpadu, menindak tegas pelaku, serta memperkuat pengawasan di tingkat daerah. Tanpa langkah konkret, klaim keberhasilan pemerintah pusat hanya akan menjadi slogan kosong yang tidak menyentuh realita di lapangan.” Masyarakat Manggarai kini menanti bukti, bukan janji”.(*)

 

 

  • Penulis: Ferdy Daud
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangis Haru Tim Voli Kiumalak Oebelo Menang LB Nabuasa Cup VIII

    Tangis Haru Tim Voli Kiumalak Oebelo Menang LB Nabuasa Cup VIII

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Di balik gemerlapnya pertandingan final, tersimpan kisah-kisah perjuangan para pemain dari tim Kiumalak Oebelo. Mereka adalah anak-anak muda yang memiliki satu kesamaan.   TTS | Sorak-sorai menggema di lapangan voli kantor Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), saat tim voli dari Kiumalak Oebelo memastikan diri sebagai […]

  • Ini Alasannya; FIM Asia SuperMoto Pilih Kota Kupang

    Ini Alasannya; FIM Asia SuperMoto Pilih Kota Kupang

    • calendar_month Jum, 3 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kota Kupang patut berbangga karena dipilih oleh (Fédération Internationale Dear Motocyclisme) FIM Asia SuperMoto 2018 menjadi Tuan Rumah Putaran Ketiga Kejuaraan Asia SuperMoto yang akan dihelat dari 26—28 Oktober 2018; dibelakang Transmart Kupang, tepatnya di areal tanah milik Senator asal NTT, Paul Liyanto. Sejak Kota Kupang berdiri hingga sekarang; untuk pertama kalinya […]

  • Pemerintah Izinkan 102 Wilayah Lakukan Aksi Warga Produktif & Aman Covid-19

    Pemerintah Izinkan 102 Wilayah Lakukan Aksi Warga Produktif & Aman Covid-19

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau, untuk melaksanakan aksi kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Hal itu sebagaimana atas arahan Presiden Joko Widodo kepada Ketua Gugus Tugas Doni Monardo pada Jumat, 29 Mei […]

  • Laka Lena Ajak ASN Jadi Wirausaha, April 2025 Ada 655 Pendaftar

    Laka Lena Ajak ASN Jadi Wirausaha, April 2025 Ada 655 Pendaftar

    • calendar_month Rab, 9 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    ASN yang berwirausaha harus tetap taat pada aturan yang berlaku. Selain itu tetap menjaga tanggung jawab dan pelayanan pada masyarakat. Selain itu, ASN wirausaha individu maupun kelompok dapat meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi diri.   Kupang | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena mengajak jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemprov NTT turut berkontribusi dalam […]

  • Tangani Inflasi, Alex Riwu Kaho : Bank NTT Siap Jadi ‘Support System’

    Tangani Inflasi, Alex Riwu Kaho : Bank NTT Siap Jadi ‘Support System’

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam acara “Gerakan Nasional Pengendalian  Inflasi Pangan  Bali Nusra yang berlangsung Jumat, 9 Desember 2022 lalu di Denpasar memperkenalkan dan mengapresiasi aplikasi B’Pung Petani yang digagas oleh Bank NTT Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho usai launching aplikasi B Pung Petani dalam acara […]

  • Langkah Kementerian Hukum dan HAM Atasi Eskalasi Covid-19

    Langkah Kementerian Hukum dan HAM Atasi Eskalasi Covid-19

    • calendar_month Sab, 10 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Angka positif Covid-19 Indonesia mengalami eskalasi ‘peningkatan’ tajam selama beberapa minggu terakhir. Semua kalangan masyarakat, baik itu instansi pemerintahan, swasta maupun masyarakat umum turut terdampak pandemi Covid-19 ini. Merespons peningkatan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan HAM, Andap Budhi Revianto segera mengambil langkah-langkah pengendalian untuk memutus penyebaran Covid-19 melalui aktivitas […]

expand_less