Masyarakat Indonesia Pemakan Tempe Tapi Impor Kedelai 70 Persen
- account_circle Penulis
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 87
- comment 0 komentar

![]()
Titiek menekankan, swasembada kedelai seharusnya menjadi target nasional seperti halnya beras dan jagung yang telah berhasil dicapai tahun 2025.
Jakarta | Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menyoroti keras kondisi pangan Indonesia yang masih bergantung pada impor kedelai. Ia menyebut lebih dari 70% kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi dari luar negeri, padahal tahu dan tempe menjadi makanan pokok masyarakat.
Titiek menyebut kondisi ini memalukan dan meminta pemerintah segera melakukan langkah nyata agar kedelai bisa diproduksi sendiri.
Pada acara Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, Titiek mendorong agar kedelai bisa swasembada seperti beras dan jagung. Ia bahkan menyarankan agar TNI Angkatan Darat ikut turun tangan menanam kedelai. Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada impor untuk bahan pangan utama, karena hal ini menyangkut kedaulatan pangan dan harga diri bangsa.
“Bayangkan, kita bangsa penghasil tempe dan tahu, tapi hampir semua kedelai kita impor. Ini memalukan dan harus segera diperbaiki,” tegas Titiek, Sabtu, 7 Februari saat Panen Fest 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Titiek menekankan, swasembada kedelai seharusnya menjadi target nasional seperti halnya beras dan jagung yang telah berhasil dicapai tahun 2025. “Kita sudah berhasil swasembada beras dan jagung. Sekarang saatnya fokus pada kedelai, gula, garam, dan bawang-bawangan lainnya. Semua yang masih impor harus kita kurangi, bahkan hilangkan ketergantungannya,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra ini juga menyoroti pentingnya pemanfaatan bibit kedelai lokal. Menurutnya, para akademisi di universitas-universitas Indonesia sudah berhasil mengembangkan bibit unggul yang sesuai dengan iklim lokal, sehingga tidak ada lagi alasan untuk impor bibit dari luar negeri.
“Bibit lokal sudah ada, kualitasnya bagus, dan cocok dengan tanah serta iklim Indonesia. Kita harus dorong produksi dalam negeri, libatkan akademisi, petani, dan pemerintah,” kata Titiek.
Ia menegaskan, keberhasilan swasembada kedelai akan menjadi bukti nyata kedaulatan pangan Indonesia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan pokok.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: Wartaekonomi & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar