Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Mau Jadi Pemimpin Berkelas, Gubernur VBL : Tunjukan Kualitas Kerja

Mau Jadi Pemimpin Berkelas, Gubernur VBL : Tunjukan Kualitas Kerja

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
  • visibility 145
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kerja – kerja kita harus melampaui kerja dengan standar biasa saja yang selama ini dilakukan. Menjadi pemimpin itu harus mampu membawa perubahan besar, dan itu harus dimulai dari dalam diri pemimpin itu sendiri. Jangan asal kerja saja, tanpa memberi hasil yang optimal untuk memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Demikian penegasan Gubernur VBL kepada bupati, wali kota, pimpinan perangkat daerah, lebih khusus yang bekerja di bidang pertanian.

“Anda harus mampu membangun pertanian sebagai produk unggulan demi menyejahterakan masyarakat. Itu baru pantas disebut pemimpin yang sukses,” tegas Gubernur VBL saat membuka rapat evaluasi tahun 2021 dan perencanaan tahun 2022, pembangunan pertanian dan ketahanan pangan se-Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2021, pada Rabu,3 November 2021.

Dalam acara pembukaan yang berlangsung mulai pukul 18.00 WITA di Aston Hotel tersebut, diikuti hampir seluruh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota se NTT, minus Kabupaten  Belu dan Kabupaten Manggarai Timur, karena sementara mengikuti persidangan anggaran di DPRD kabupaten setempat.

Menurut Gubernur VBL, potensi pertanian NTT saat ini mulai membaik dan mulai menunjukkan tanda kehidupan, sehingga para pemimpin jika cerdas, maka harus bisa terus mengelola lahan yang ada lebih baik lagi. “Jadi pemimpin itu jangan hanya duduk diam di kantor, tidak pernah turun lapangan, dan hanya menanti laporan bawahan. Itu namanya pemimpin bermental proyek. Dan itu yang harus dihindari. Ubah mindset berpikirmu, bahwa pemimpin itu tidak boleh identik dengan dipuja dalam berbagai kemewahan, sementara rakyatmu hidup dalam penderitaan,” tegasnya.

Jadi, imbuh VBL, pemimpin tidak boleh di kantor saja dan hanya menunggu laporan dari bawahan, atau hanya duduk tunggu waktu tender. Tetapi harus turun ke lapangan dan tahu kondisi lapangan serta menjawab keluhan masyarakat. “Kita harusnya malu jika memiliki mental pemimpin seperti itu. Masyarakat dapat menjadi kaya atau miskin, itu tergantung pemimpinnya. Pemimpin itu harus bisa bekerja secara baik dan bertanggungjawab pada apa yang dikerjakan, sehingga ia layak disebut sebagai pemimpin,” tegasnya.

Lanjut Putra Semau yang telah meraih gelar Doktor dari UKSW Salatiga tersebut, para Kepala Dinas Pertanian di NTT harus kerja extra ordinary dari standar yang biasa-biasa saja agar Pertanian di NTT bisa bangkit menjadi lebih bagus.

“Ukuran kerja bagi kepala dinas itu adalah berapa luas lahan yang tersedia, berapa bibit yang akan ditanam, dan beberapa pupuk yang sudah tersedia untuk digunakan sehingga kerja yang dihasilkan itu layak didapat masyarakat, ” tegasnya.

Gubernur VBL menuturkan, kemiskinan NTT itu melekat di benak seluruh pemimpin. Mulai dari gubernur, bupati/wali kota, dan seluruh kepala dinas. Sehingga kalau ada kepala dinas yang tidak mampu kerja sebaiknya mundur dari jabatan.

“Kita sedang berpikir untuk mendesain program bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga, tetapi harus memenuhi kebutuhan bisnis juga agar memberikan kontribusi bagi ekonomi masyarakat secara luas,” tandas VBL seraya membeberkan beberapa kabupaten yang sudah mulai melirik dan cukup berhasil serta memberi tanda-tanda baik dalam hal program pertanian yaitu Sumba Tengah, Manggarai Timur, Rote Ndao, Belu, TTU, dan TTS.

Pembangunan Pertanian di NTT, urai Gubernur VBL, tidak boleh berpatokan pada uang, namun yang menjadi utama itu adalah pemerintah  membangun sebuah grand design yang bagus serta bekerja sama dengan pihak swasta supaya akses pertanian itu berjalan baik.

“Kalau Kepala dinas yang tidak kuat kerja minta izin di masyarakat untuk mundur dari jabatan karena kalau bertahan di situ tetapi tidak mampu akan menyengsarakan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, grand design yang disusun akan diserahkan kepada Presiden untuk mendapat perhatian, sehingga mendukung Pertanian di NTT. Grand design tidak hanya soal Pertanian tetapi berkaitan dengan ketahanan pangan juga.

Ketua panitia sekaligus Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lucky Frederick Koli dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan rapat koordinasi, evaluasi, dan persiapan penanaman tahun 2022 ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun, pada awal tahun dan akhir tahun.

Rapat ini untuk me-review musim tanam satu, musim tanam dua, dan sekaligus melakukan pemantapan untuk musim tanam satu pada tahun 2021—2022. Pada musim tanam satu nanti petani NTT akan menanam padi pada 214.000 hektare, jagung pada 308.000 hektare lebih. Untuk penanaman padi yang dilakukan pemerintah pusat dan provinsi akan ditanam seluas 52 hektare dari 214.000 hektare.

“Sembilan puluh persen benih sudah on side di kelompok petani, yang akan ditanami pada dasarian ketiga bulan November sesuai informasi cuaca dari BMKG. Kecuali di pulau Flores Barat sudah mulai tanam karena sudah masuk musim hujan,” jelasnya.

Sementara untuk program tanam jagung panen sapi (TJPS) itu akan ditanam 43.000 hektare dari total 308.000 hektare. Ada 3.000 hektare yang dialokasikan untuk ekspor. Semua benih juga sudah ada di petani yang terintegrasi dengan pupuk subsidi untuk sentra produksi di NTT.

“Untuk mewujudkan itu semua, maka kita perlu menyatukan persepsi, dan langkah-langkah kerja yang baik, demi mencapai target yang diinginkan. Karena curah hujan kita tahun ini panjang, sehingga ancaman genangan untuk lahan pertanian perlu dipikirkan untuk meminimalisir fenomena alam yang akan terjadi, ” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantarnya : Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT yang juga adalah Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Johana E. Lisapaly, Kepala Seksi Informasi dan Materi Penyuluhan mewakili Kepala Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian, Para Staf Khusus Gubernur : Toni Djogo dan David Pandie, Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho, Kepala Dinas PUPR NTT, Maksi Nenabu, dan para Penyuluh Pertanian se-NTT. (*)

Sumber dan foto (*/Sam/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Arahan Presiden Jokowi terkait Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru

    Lima Arahan Presiden Jokowi terkait Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Saat meninjau kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, pada Rabu, 10 Juni 2020, Presiden Jokowi menyampaikan 5 (lima) arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19. Pertama, Presiden mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Sosialisasi kepada masyarakat […]

  • Jembatan Musi 4 Kini Bisa Dilalui

    Jembatan Musi 4 Kini Bisa Dilalui

    • calendar_month Jum, 11 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Palembang,gardaindonesia.id  | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Musi 4 dan sudah dibuka untuk umum sejak Selasa (8/1/2019). Kehadiran jembatan tipe extradozed (perpaduan kabel dengan gelagar kotak/box girder) dengan panjang 1.130 meter, lebar 12 meter tersebut bertujuan mengurangi beban lalu lintas Jembatan Ampera dan meningkatkan konektivitas di Kota Palembang. Perencanaan pembangunan […]

  • TJSL PLN Raih 24 Penghargaan Nusantara CSR Awards 2023

    TJSL PLN Raih 24 Penghargaan Nusantara CSR Awards 2023

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keberhasilan PT PLN (Persero) dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) berkelanjutan membuat perseroan meraih predikat Platinum SDG’s (Sustainable Development Goals) pada ajang penghargaan Nusantara CSR Awards 2023. PLN secara total sukses menyabet 24 penghargaan dengan program TJSL yang diapresiasi sangat masif yakni lebih dari 10 kategori pencapaian Tujuan […]

  • Wakil Bupati Belu Pinta ASN Fokus Tupoksi & Abaikan Politik

    Wakil Bupati Belu Pinta ASN Fokus Tupoksi & Abaikan Politik

    • calendar_month Sel, 12 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Aparatur Sipil Negara (ASN) harus fokus dan konsentrasi pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta mengabaikan politik. Lupakan intrik – intrik politik bawaan, jangan berpikir tentang politik setiap hari karena UU ASN tidak menghendaki itu. Gunakan hakmu pada saatnya, tidak pada saat sekarang. Demikian ditegaskan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, […]

  • ‘Co-Branding’ Bank NTT & Politani Kupang Hasilkan Kartu Mahasiswa Plus Kartu ATM

    ‘Co-Branding’ Bank NTT & Politani Kupang Hasilkan Kartu Mahasiswa Plus Kartu ATM

    • calendar_month Sen, 10 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama tentang Co-Branding Kartu ATM/Debit sekaligus Kartu Mahasiswa pada Senin, 10 Februari 2020 di Kampus Politani Kupang. Dikutip dari portalimvestasi.com, Co-branding merupakan strategi pemasaran yang menggunakan banyak nama merek sebagai barang atau […]

  • Anita Gah Bakal Perjuangkan Sarana & Prasarana Sekolah di Kabupaten Kupang

    Anita Gah Bakal Perjuangkan Sarana & Prasarana Sekolah di Kabupaten Kupang

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 65 Kepala Sekolah SD, SMP Negeri/ Swasta dan Pengawas Sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Kupang Timur, Barat, dan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti reses dari Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2020 di […]

expand_less