Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Megawati Ungkap Fakta Soeharto Tolak Pemakaman Bung Karno di TMP Kalibata

Megawati Ungkap Fakta Soeharto Tolak Pemakaman Bung Karno di TMP Kalibata

  • account_circle melihatindonesia
  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
  • visibility 433
  • comment 0 komentar

Loading

Kini, setelah lebih dari lima dekade, Megawati bersyukur makam Bung Karno di Blitar justru menjadi salah satu situs paling ramai dikunjungi oleh masyarakat, pelajar, dan tamu dari berbagai negara.

 

Jakarta | Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengenang masa-masa penuh duka ketika keluarga berjuang agar ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno, dimakamkan secara layak setelah wafat pada tahun 1970.

Ia bercerita, keluarga sempat mengajukan permohonan kepada pemerintah Orde Baru agar Bung Karno dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, namun permintaan itu ditolak oleh Presiden Soeharto yang saat itu berkuasa.

Megawati menyebut, perjuangan keluarga hanya untuk mengurus tempat pemakaman sang proklamator tidaklah mudah.

“Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main,” ujar Megawati dalam seminar internasional peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Timur, Sabtu, 1 November 2025.

Ia menuturkan bahwa karena penolakan itu, akhirnya Bung Karno dimakamkan di Blitar, bukan di TMP seperti kebanyakan pahlawan nasional.

Lokasi makam di Blitar tersebut awalnya merupakan taman pahlawan bagi para prajurit Pembela Tanah Air (PETA) yang gugur melawan penjajah.

Tempat yang dulunya kecil dan kurang terpelihara itu kini menjadi lokasi peristirahatan terakhir sang proklamator.

Megawati menjelaskan bahwa keputusan Presiden Soeharto menolak pemakaman ayahnya di TMP Kalibata memiliki makna simbolik tersendiri bagi keluarga Soekarno.

Ia menilai keputusan itu mencerminkan tekanan politik masa Orde Baru yang saat itu berupaya menghapus pengaruh dan warisan Bung Karno.

Meski begitu, Megawati justru menganggap keputusan tersebut sebagai simbol perjuangan yang menguatkan dirinya untuk terus melanjutkan semangat dan pemikiran ayahnya.

“Keputusan itu justru menjadi bagian dari perjuangan saya pribadi,” ujar Megawati.

Ia mengenang bagaimana Bung Karno selalu menanamkan pesan agar dirinya tetap berjuang menjaga warisan ideologi dan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

“Sampai akhir hayatnya pun beliau menuntut saya untuk tetap berjuang bagi dirinya sendiri,” ucapnya.

Kini, setelah lebih dari lima dekade, Megawati bersyukur makam Bung Karno di Blitar justru menjadi salah satu situs paling ramai dikunjungi oleh masyarakat, pelajar, dan tamu dari berbagai negara.

Ia menyebut tempat itu kini lebih dikenal sebagai “Makam Proklamator Bung Karno” yang menjadi simbol nasionalisme dan semangat perjuangan bangsa.

“Alhamdulillah, tempat ini sekarang menjadi sangat populer. Banyak orang datang ke sini dari berbagai daerah dan negara,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Megawati juga mengajak para akademisi dan delegasi dari 30 negara untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga meneguhkan kembali nilai-nilai kemerdekaan yang diwariskan Bung Karno.

Menurut Megawati, Konferensi Asia-Afrika yang digagas ayahnya bukan hanya peristiwa diplomatik, melainkan tonggak kebangkitan solidaritas bangsa-bangsa dunia ketiga. “Bukan sekadar mengenang sejarah, tapi untuk meneguhkan kembali arah peradaban yang diwariskan oleh proklamator kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

Peringatan 70 tahun KAA di Blitar tersebut diawali dengan ziarah ke Makam Bung Karno oleh para delegasi dari 30 negara.

Mereka memberikan penghormatan kepada tokoh besar yang pada tahun 1955 menggagas gerakan solidaritas Asia-Afrika di Bandung, yang kelak menjadi dasar lahirnya Gerakan Non-Blok.(*)

 

  • Penulis: melihatindonesia
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Via Tenun, PLN Rajut Budaya Marapu dan Ekonomi Perempuan Sumba

    Via Tenun, PLN Rajut Budaya Marapu dan Ekonomi Perempuan Sumba

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Loading

    Komunitas Karaja diinisiasi oleh perempuan muda Roswita Asti Kulla, sejak tahun 2019, berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pelestarian budaya lokal.   Sumba Barat | PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PLN menyerahkan bantuan bahan baku kain tenun berupa 80 bantal/ball […]

  • Angelius Kako Dorong Anggota Veteran Belu Manfaatkan Lahan Tidur

    Angelius Kako Dorong Anggota Veteran Belu Manfaatkan Lahan Tidur

    • calendar_month Sab, 19 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Anggota Dewan Perwakilan Daerah/MPR RI Nusa Tenggara Timur (DPD/MPR RI NTT), Agelius Wake Kako bersilahturahmi ke markas cabang Legiun Veteran Republik Indonesia Belu (Macab LVRI Belu), di jalan Leoruas, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu pada Sabtu, 19 Februari 2022. Angelius Wake Kako dalam arahannya menekankan tentang pentingnya percepatan pembangunan […]

  • Menteri PPPA Apresiasi Penanganan Korban Bencana Anak, Perempuan & Lansia

    Menteri PPPA Apresiasi Penanganan Korban Bencana Anak, Perempuan & Lansia

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan apresiasi atas penanganan terpadu yang telah dilakukan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah di 3 (tiga) provinsi terdampak bencana banjir yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Hal ini disampaikan Menteri Bintang usai meninjau kondisi pengungsi di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, […]

  • Peduli Tenaga Honorer Pemkot Kupang, Fransisco Bessi Buka Posko Aduan

    Peduli Tenaga Honorer Pemkot Kupang, Fransisco Bessi Buka Posko Aduan

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Fransisco Bernando Bessi, SH,MH dan Henhany K. Nggebu,SH saat jumpa pers pada Jumat (10/5/2019) di Kantor Pengacara /Mediator Fransisco Bernando Bessi, SH,MH dan Partner, di Jl. Frans Seda Nomor : 88 C, Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; mengatakan membuka posko pengaduan bagi Tenaga Honorer/ Pegawai Tidak Tetap (PTT) […]

  • Bendungan Logung Kudus Rampung, Siap Digunakan Akhir Nov 2018

    Bendungan Logung Kudus Rampung, Siap Digunakan Akhir Nov 2018

    • calendar_month Ming, 18 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Pembangunan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah saat ini telah rampung dan siap diisi air atau impounding pada akhir November 2018. Bendungan ini merupakan salah satu dari 65 bendungan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2015—2019 untuk mendukung Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan […]

  • TPP Desa dari Kabupaten Belu NTT Peroleh Apresiasi Ketua DPR RI

    TPP Desa dari Kabupaten Belu NTT Peroleh Apresiasi Ketua DPR RI

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tenaga Pendamping Profesional Desa (TPP Desa) terbaik dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Maria Odilia Besin dan Charles Mau diapresiasi oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Kehadiran mereka beserta ratusan ribu TPP Desa di berbagai daerah lainnya telah membantu mempercepat program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. “Bersama ratusan ribu TPP […]

expand_less