Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Menangkal Salah Tafsir Tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Menangkal Salah Tafsir Tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 14 Mar 2019
  • visibility 130
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) menjadi salah satu topik hangat yang banyak dibicarakan masyarakat sejak akhir tahun 2018. Namun, Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Vennetia R Danes menilai isu yang berkembang cenderung bernuansa negatif karena adanya pihak yang kontra.

“RUU PKS makin simpang siur ketika banyak oknum menafsirkan sendiri bunyi pasal-pasal RUU PKS lalu menyebarkan dan memposting melalui media sosial. Pesannya diwarnai tendensi penolakan dan menjadikan masyarakat terbelah dalam posisi pro dan kontra,” ujar Vennetia R Danes.

Multitafsir yang banyak berkembang di tengah masyarakat, mendorong Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari Kekerasan dalam Rumah Tangga Kemen PPPA, menginisiasi Sosialisasi RUU PKS di Lingkungan Kemen PPPA, Kamis/14 Maret 2019.

Hal ini guna menangkal salah tafsir terkait RUU PKS dan mendorong munculnya spoke person di lingkungan Kemen PPPA.

“Substansi yang sering dijadikan bahan penolakan oleh kalangan yang tidak mendukung terkait definisi, tujuan, bentuk atau jenis kekerasan seksual dan aspek lain yang ditafsirkan terlalu jauh dari konteks draft RUU PKS. Sehingga, tanggung jawab bersama bagi kita untuk meluruskan dan menyampaikan substansi RUU PKS yang benar kepada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” jelas Vennetia saat membuka pertemuan.

Sosialisasi RUU PKS di Lingkungan Kemen PPPA, Kamis/14 Maret 2019

Dihadiri narasumber dari berbagai unsur seperti Nurherawati dari Komnas Perempuan, Kiyai Husein Muhammad aktifis Gender dan HAM serta Prof. Topo Santoso pakar hukum dari Universitas Indonesia untuk memberikan pandangan yang lebih obyektif dan komprehensif.

3 (tiga) narasumber pun memandang jika RUU PKS perlu dan memiliki urgensi besar untuk segera disahkan. Dari segi hukum, Prof. Topo Santoso menjelaskan jika RUU PKS mampu mengisi kekosongan hukum yang mengatur kekerasan seksual.

“RUU PKS ini mengatur satu jenis kejahatan seksual yang khusus pada kekerasan. RUU PKS membahas tidak hanya soal perbuatan, pelaku dan korbannya, tapi juga mekanisme dan kelembagaan yang menyelesaikan itu. Karena kalau tidak diatur dalam satu undang-undang, kepastian hukumnya kurang. Sehingga dibutuhkan penanganan yang komprehensif melalui RUU PKS. Maka, saya mendukung RUU PKS ini,” tegas Topo Santoso.

Disisi lain, Kiyai Husein Muhammad menyampaikan rasa senangnya terkait seorang ulama yang mencabut pernyataannya yang salah terkait RUU PKS.
“Saya senang sekali kemarin di Banyuwangi ada anggota MUI telah meralat dan meminta maaf atas pernyataan salah yang disampaikan sebelumnya. Yang saya heran mereka yang kontra dan menolak RUU PKS mencurigai terus menerus dan menyampaikan sesuatu masalah yang tidak ada di dalam RUU PKS. Maka itu jelas sekali berarti mereka tidak membaca, tidak paham dan tidak mengecek isi rancangan RUU PKS. Padahal dalam Al-Quran jelas menganjurkan untuk melakukan klarifikasi kebenaran dari sumbernya,” tambah Kiyai Husein Muhammad. (*)

Sumber berita (*/Publikasi & Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Pesan Presiden Jokowi untuk Pendidikan Tinggi Indonesia

    Empat Pesan Presiden Jokowi untuk Pendidikan Tinggi Indonesia

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 menuntut perubahan dan cara-cara baru dalam sektor kehidupan. Pendidikan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pencetak generasi muda unggul termasuk salah satu sektor yang juga harus mengembangkan cara-cara luar biasa di tengah pandemi ini. Saat meresmikan pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) secara virtual dari Istana […]

  • Ade Armando Jadi Tumbal & Simbol Perlawanan Penjarah Demokrasi

    Ade Armando Jadi Tumbal & Simbol Perlawanan Penjarah Demokrasi

    • calendar_month Sel, 12 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Menjelang Senin sore, 11 April 2022, kami sedang rapat di Kawasan Jakarta Pusat, tiba-tiba mendengar kabar Ade Armando dianiaya sekelompok orang. Mendengar berita itu, kami mencari informasi tentang kondisi serta di mana keberadaannya. Lalu, langsung meluncur ke sebuah rumah sakit di Kawasan Semanggi. Mendapati Ade dalam kondisi babak-belur, sangat memprihatinkan. Tapi, […]

  • Mahasiswa Magang Faperta Undana Gapai Cara Bertani Terpadu di Lahan Kering

    Mahasiswa Magang Faperta Undana Gapai Cara Bertani Terpadu di Lahan Kering

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Apabila bidang pertanian dikembangkan dengan baik maka akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nukilan ini menggambarkan semangat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengolah lahan kering. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2019/08/09/wagub-ntt-josef-harus-ada-terobosan-baru-untuk-lahan-kering-di-ntt/ “Kalau kita mau mengorelasikan Ilmu Pendidikan dengan bidang pertanian maka kita bisa kembangkan lahan yang kita miliki. Kalau lahan pertanian kita hebat, […]

  • Menlu Retno: G20 di Bali November 2022 ‘On The Right Track’

    Menlu Retno: G20 di Bali November 2022 ‘On The Right Track’

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan bahwa persiapan Indonesia menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan dihelat di Bali pada November 2022 berada pada jalur yang tepat. Kesiapan tersebut mencakup segi logistik maupun substansi. “Oh sudah, kita sudah siap dari segi logistik maupun substansi. Saya kira persiapan kita on the […]

  • Ayah di NTT Rela Jalan Kaki Satu Hari Antar Buku ke Sekolah Anaknya

    Ayah di NTT Rela Jalan Kaki Satu Hari Antar Buku ke Sekolah Anaknya

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Loading

    Jarak antara kedua wilayah di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur ini sangat jauh bahkan sang ayah harus melewati gunung dan bukit untuk bisa sampai ke sekolah putranya.   Sumba Tengah | Terenyuh, inilah kisah cinta seorang ayah pada anaknya. Tak hanya kasih ibu, cinta seorang ayah untuk sang anak tergambar jelas dalam setiap helaan napasnya. […]

  • Momen Pemimpin ASEAN Berlayar dan Nikmati Senja di Labuan Bajo

    Momen Pemimpin ASEAN Berlayar dan Nikmati Senja di Labuan Bajo

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Usai melakukan rangkaian pertemuan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo mengajak para pemimpin ASEAN beserta pendampingnya untuk menikmati keindahan Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 10 Mei 2023. Dari Marina Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, para pemimpin ASEAN menaiki kapal pinisi. Di […]

expand_less