Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Menelisik Makna Tradisi Hengedo, Cium Hidung ala Sabu

Menelisik Makna Tradisi Hengedo, Cium Hidung ala Sabu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
  • visibility 373
  • comment 0 komentar

Loading

Tradisi Hengedo (baca Henge’do) yakni tradisi cium hidung biasa dilakukan oleh suku Sabu di Provinsi NTT. Tradisi ini merupakan sebuah salam khas dari masyarakat Nusa Tenggara Timur, yang berasal dari Kabupaten Sabu Raijua. Cara melakukannya, seseorang cukup menyentuhkan hidungnya ke orang lain pada saat bertemu.

Henge’do adalah tradisi yang dilakukan tanpa memandang latar belakang apa pun, seperti jenis kelamin, status, strata sosial bahkan hingga usia. Tradisi ini dilakukan sebagai ikatan persaudaraan bagi sesama. Ini juga merupakan tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua. Henge’do juga tidak terbatas pada waktu dan tempat tertentu. Tradisi ini bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun.

Bahkan Presiden Jokowi pun turut mempraktikkan cium hidung ala Sabu atau Henge’do pada kunjungan kerjanya ke Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur dalam rangka menutup Parade 1001 Kuda Sandelwood dan membuka Festival Tenun Ikat tahun 2017.

Tradisi Henge’do sekilas mirip tradisi suku Maori di Selandia Baru dan masyarakat Oman. Bedanya, jika suku Maori menggesekkan hidung satu sama lain, sedangkan suku Sabu melakukan dengan menempelkan hidung mereka. Selain sebagai tanda persaudaraan, cium hidung juga menandakan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Kontak mata langsung saat cium hidung digambarkan sebagai kejujuran satu sama lain.

Filosofi Cium Hidung ala Sabu atau Henge’do

Tradisi ini secara teknis dilakukan dengan meniru semut merah. Masyarakat memaknai tradisi ini sebagai sebuah lambang persaudaraan serta kekeluargaan antara satu dengan yang lainnya, sekali pun baru pertama kali bertemu.

Saat melakukan cium hidung, mulut harus dalam keadaan tertutup, mata harus saling memandang, dan tangan harus saling memegang bahu orang yang dicium. Sebagai bentuk rasa hormat, maka yang lebih muda harus terlebih dahulu mencium yang lebih tua.

Adapun arti filosofis dari tradisi ini sebagai berikut:

  • Hidung melambangkan arti kehidupan yang penuh rasa kekeluargaan;
  • Mata melambangkan kejujuran dan ketulusan;
  • Tangan yang memegang bahu melambangkan bukti relasi yang harmonis.(*)

Sumber (+RB/Wikipedia)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Swab Antigen’ Nyaman dan Terjangkau, Klinik King Care Pilihan Tepat

    ‘Swab Antigen’ Nyaman dan Terjangkau, Klinik King Care Pilihan Tepat

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna memproteksi diri, keluarga dan orang di sekitar kita dari paparan penyebaran corona virus disease (Covid-19), sepatutnya kita melakukan pemeriksaan kesehatan dini, apakah kita telah terpapar atau dalam kondisi sehat? Metode pemeriksaan yang bisa dilakukan guna mendapatkan diagnosis Covid-19 yang lebih akurat dan direferensikan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO adalah […]

  • Doni Monardo Tinjau Kelompok Rentan Pengungsi Gunung Ile Lewotolok

    Doni Monardo Tinjau Kelompok Rentan Pengungsi Gunung Ile Lewotolok

    • calendar_month Rab, 2 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata-NTT, Garda Indonesia | Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengimbau kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar memberi penanganan yang lebih baik kepada para pengungsi Gunung api Ile Lewotolok, khususnya bagi mereka yang masuk dalam kelompok rentan. Hal tersebut ditegaskannya saat melakukan kunjungan kerja bersama Anggota Komisi VIII DPR […]

  • Bea Cukai Atambua Canang Pembangunan Zona Integritas Menuju Birokrasi Bersih

    Bea Cukai Atambua Canang Pembangunan Zona Integritas Menuju Birokrasi Bersih

    • calendar_month Jum, 8 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bea Cukai Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencanangkan ‘pembangunan zona integritas  menuju wilayah birokrasi bersih dan melayani’, di Atambua pada Kamis, 7 Oktober 2021. Kepala Kantor Bea Cukai Atambua, I Made Aryana mengutarakan, pencanangan pembangunan zona integritas Bea Cukai Atambua menuju wilayah birokrasi bersih dan melayani, sebagai bagian […]

  • Bripka Hery Tena Galang Bantuan untuk Penderita Stroke di Manggarai

    Bripka Hery Tena Galang Bantuan untuk Penderita Stroke di Manggarai

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Kunjungan itu sebagai ajakan kepada masyarakat Manggarai untuk hidup saling berbagi dan membatu sesama yang membutuhkan bantuan.   Manggarai | Seorang anggota Polisi yang bertugas di Polres Manggarai Timur (Matim), Bripka Herybertus Tena atau akrab disapa Bripka Hery Tena, mengunjungi salah satu warga Rofinus Das (51) penderita stroke di Kampung Wetok, Desa Langkas, Kecamatan Cibal, […]

  • Tahun 2019, Bujet Kemen PUPR 110,73 Triliun; Menteri Basuki: Percepat Lelang

    Tahun 2019, Bujet Kemen PUPR 110,73 Triliun; Menteri Basuki: Percepat Lelang

    • calendar_month Jum, 14 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, terutama para satuan kerja Kementerian PUPR untuk mempercepat pelelangan tahun 2019; agar bisa segera dimulai dan diselesaikan pekerjaan fisiknya sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. Pada tahun 2019, Kementerian PUPR mendapat amanah untuk membelanjakan anggaran sebesar Rp 110,73 triliun […]

  • Efisiensi di Tengah Pandemi, Laba Bersih PLN Tahun 2020 Naik 38,6%

    Efisiensi di Tengah Pandemi, Laba Bersih PLN Tahun 2020 Naik 38,6%

    • calendar_month Sel, 25 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Berkat efisiensi di sisi teknis dan operasional serta inovasi-inovasi melalui Program Transformasi PLN yang dijalankan sejak April 2020 lalu, kinerja keuangan PLN meningkat signifikan di tengah masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Laba bersih tahun 2020 naik 38,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2020, PLN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp.5,9 […]

expand_less