Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Menelisik Makna Tradisi Hengedo, Cium Hidung ala Sabu

Menelisik Makna Tradisi Hengedo, Cium Hidung ala Sabu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
  • visibility 114
  • comment 0 komentar

Loading

Tradisi Hengedo (baca Henge’do) yakni tradisi cium hidung biasa dilakukan oleh suku Sabu di Provinsi NTT. Tradisi ini merupakan sebuah salam khas dari masyarakat Nusa Tenggara Timur, yang berasal dari Kabupaten Sabu Raijua. Cara melakukannya, seseorang cukup menyentuhkan hidungnya ke orang lain pada saat bertemu.

Henge’do adalah tradisi yang dilakukan tanpa memandang latar belakang apa pun, seperti jenis kelamin, status, strata sosial bahkan hingga usia. Tradisi ini dilakukan sebagai ikatan persaudaraan bagi sesama. Ini juga merupakan tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua. Henge’do juga tidak terbatas pada waktu dan tempat tertentu. Tradisi ini bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun.

Bahkan Presiden Jokowi pun turut mempraktikkan cium hidung ala Sabu atau Henge’do pada kunjungan kerjanya ke Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur dalam rangka menutup Parade 1001 Kuda Sandelwood dan membuka Festival Tenun Ikat tahun 2017.

Tradisi Henge’do sekilas mirip tradisi suku Maori di Selandia Baru dan masyarakat Oman. Bedanya, jika suku Maori menggesekkan hidung satu sama lain, sedangkan suku Sabu melakukan dengan menempelkan hidung mereka. Selain sebagai tanda persaudaraan, cium hidung juga menandakan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Kontak mata langsung saat cium hidung digambarkan sebagai kejujuran satu sama lain.

Filosofi Cium Hidung ala Sabu atau Henge’do

Tradisi ini secara teknis dilakukan dengan meniru semut merah. Masyarakat memaknai tradisi ini sebagai sebuah lambang persaudaraan serta kekeluargaan antara satu dengan yang lainnya, sekali pun baru pertama kali bertemu.

Saat melakukan cium hidung, mulut harus dalam keadaan tertutup, mata harus saling memandang, dan tangan harus saling memegang bahu orang yang dicium. Sebagai bentuk rasa hormat, maka yang lebih muda harus terlebih dahulu mencium yang lebih tua.

Adapun arti filosofis dari tradisi ini sebagai berikut:

  • Hidung melambangkan arti kehidupan yang penuh rasa kekeluargaan;
  • Mata melambangkan kejujuran dan ketulusan;
  • Tangan yang memegang bahu melambangkan bukti relasi yang harmonis.(*)

Sumber (+RB/Wikipedia)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekber Ayo Bangun NTT Menilai CIRMA Kolaborasi Konsep dan Aksi

    Sekber Ayo Bangun NTT Menilai CIRMA Kolaborasi Konsep dan Aksi

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Loading

    John Subani dari Sekber Ayo Bangun NTT menilai pola pendampingan dan pembinaan yang telah dilakukan CIRMA kepada para petani penerima manfaat selama dua bulan terakhir (Agustus—September 2025), dilakukan dengan baik.   Napan | Sekretariat Bersama (Sekber) Ayo Bangun NTT harus mampu mengejawantahkan dan mentransformasi misi NTT lebih maju, sehat, dan berkelanjutan di bawah nakhoda pemerintahan […]

  • GPS Bersihkan Sampah, Orson Basoeki: Jangan Lempar Tanggung Jawab

    GPS Bersihkan Sampah, Orson Basoeki: Jangan Lempar Tanggung Jawab

    • calendar_month Sab, 13 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejak terbentuk pada Februari 2019, Gerakan Peduli Sampah, tim yang digagas langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ini, terus bergerilya mengatasi masalah sampah yang saat ini menjadi momok bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/06/27/konsistensi-gerakan-peduli-sampah-bersihkan-wajah-kotor-kota-kupang/ Seperti pada Sabtu pagi,13 Maret 2021, tanpa mengenal kata putus […]

  • Gubernur Laiskodat Pinta BLK-LN Hasilkan Agen Perubahan Berkualitas

    Gubernur Laiskodat Pinta BLK-LN Hasilkan Agen Perubahan Berkualitas

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Kamis, 22 Agustus 2019 meresmikan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) Berhasil Langgeng Kencana yang beralamat di jalan Manafe, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gubernur VBL mengharapkan agar BLK-LN ini mampu menciptakan para tenaga kerja yang berkualitas. “Tugas lembaga […]

  • Lekuk Sejarah, Budaya, Wisata Pulau Timor

    Lekuk Sejarah, Budaya, Wisata Pulau Timor

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Pulau Timor terbagi menjadi dua wilayah: bagian barat termasuk Indonesia, yang dikenal sebagai Timor Barat, sedangkan bagian timur adalah negara merdeka, Timor Leste. Luas Pulau Timor sekitar 30.777 km² terbagi atas luas Timor Barat 15.850 km² dan Timor Leste seluas 15.007 km². Nama pulau ini diambil dari kata ‘timor’,  bahasa Melayu untuk “timur”; dinamakan demikian karena dia […]

  • Garuda Indonesia Lunglai, Yenny Wahid & Peter Gontha Terbang Ke Mana?

    Garuda Indonesia Lunglai, Yenny Wahid & Peter Gontha Terbang Ke Mana?

    • calendar_month Sab, 28 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Yenny Wahid sudah mundur dahulu, akhirnya dalam RUPS Garuda Indonesia tanggal 13 Agustus 2021 yang baru lalu Peter F. Gontha pun tidak lagi tercatat sebagai komisaris. Ada apa? Kondisi keuangan GIAA memang sedang parah, menyusul kondisi operasionalnya yang memang buruk. Menilik laporan keuangan yang diunggah di laman resmi Garuda Indonesia terlihat […]

  • Presiden Tunjuk Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo

    Presiden Tunjuk Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo

    • calendar_month Jum, 19 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menekankan bahwa semua pihak harus menghormati proses hukum dalam kasus hukum yang menjerat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. “Ya kita harus menghormati proses hukum yang ada,” ujar Presiden dalam keterangannya di hadapan awak media di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Jumat, 19 Mei […]

expand_less