Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Mengapa Rilisan Fisik Layak Digemari?

Mengapa Rilisan Fisik Layak Digemari?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Loading

Pada April lalu tanggal 23 dan 24, 10th Record Store Day (RSD) Indonesia 2022 tuntas diselenggarakan di L2 Kuningan City Mall, Jakarta. Bukan hanya di Jakarta, RSD juga dihelat di Bali, Jogja, Bogor, Sumedang, Kalimantan, Semarang, Lombok, Jambi, Cirebon dan juga Makassar di waktu yang hampir bersamaan, bahkan juga di seluruh dunia! Ini nih, perhelatan yang ditunggu-tunggu oleh pencinta rilisan fisik.

Selain utamanya menjual rilisan fisik eksklusif seperti kaset pita, cakram padat (CD), vinyl atau plat dari ratusan toko rekaman, ada juga penampilan band, DJ, Talkshow, Zine dan perilisan single atau album band-band lokal. Bahkan di RSD Semarang, ada servis Walkman on the spot, loh! Keren, kan?

Ide tentang RSD sendiri pertama kali dicetuskan di Amerika Serikat pada 2007 oleh para pemilik serta pekerja toko rekaman independen, berangkat dari intensi untuk menjaga budaya unik rilisan fisik dan membuka pasar yang lebih luas juga jejaring yang kuat dari toko-toko rekaman independen –dan bukan corporate behemoth (perusahaan musik besar). Setahun kemudian, RSD pertama dihelat dan lalu ‘menular’ ke seluruh dunia hingga hari ini.

Namun, kira-kira kenapa yah di era digital seperti sekarang ini, di mana musik bisa didengarkan dan diunduh kapan pun-di mana pun secara daring, rilisan fisik justru digemari?

Pertama, selain menjadi koleksi, rilisan fisik bisa dijual kembali. Yes! Itu karena rilisan fisik biasanya diproduksi dengan jumlah terbatas, sehingga membuatnya menjadi eksklusif. Nah, rilisan yang eksklusif ini semakin hari menjadi semakin mahal loh, apalagi jika semakin susah mendapatkannya.

Soal distribusi rilisan fisik melalui website resmi Record Store Day internasional, ada 3 kategori: Exclusive, RSD First dan Small atau Limited Run/ Regional Focus Titles. Jika dalam Exclusive rilisan fisik hanya dijual di toko-toko rekaman independen pada perhelatan RSD, RSD First berarti ada kemungkinan rilisan fisik juga dijual melalui webstore atau marketplace di kemudian hari, tentunya setelah perhelatan RSD berakhir.

Sementara itu, Small atau Limited Run/ Regional Focus Titles merujuk pada rilisan langka atau dalam jumlah terbatas yang hanya dijual di wilayah atau toko rekaman independen tertentu. Pada RSD Black Friday 2022 misalnya, ada 11 nomor Limited Run dari total 171 rilisan fisik, diantaranya adalah album Old Wave dari Ringo Starr –(ex) drummer The Beatles, kini solo karir– yang dirilis dalam bentuk CD oleh Culture Factory USA.

Kedua, beli satu, dapat banyak. Selain mendapatkan rilisan fisik, membeli CD misalnya, berarti sekaligus mendapatkan format digital dari rilisan. Juga, agar lebih menarik pembeli, kadang rilisan juga disertai dengan bundle seperti boxset yang isinya macam-macam: sticker, t-shirt, totebag, poster, photobook, lirik dan lain-lain yang tentu saja eksklusif. Band NTRL, melalui Beli Album Fisik (belialbumfisik.com) –sebuah e-commerce website– merilis album 25 Tahun Berkarya (XXV) dalam boxset berisi 1 keping CD bermuatan 26 lagu; 1 keping DVD berisi film dokumenter XXV; 1 buah t-shirt XXV NTRL juga sertifikat kepemilikan boxset.

Selain NTRL, ada Didi Kempot yang merilis lagu-lagu terbaiknya dalam boxset berjudul Sadbox Boxset, berisi notebook spiral isi 6 VCD dan 1 CD, kartu member Beli Album Fisik edisi Didi Kempot, t-shirt eksklusif, ikat kepala hitam dengan sentuhan artwork Didi Kempot juga sertifikat kepemilikan. Wah, bisa jadi koleksi juga nih!

Ketiga, selain dirasa memiliki kualitas suara yang lebih baik, mendengarkan lagu dari rilisan fisik dianggap merupakan sebuah ‘ritual’; memasang rilisan pada player, membersihkan dan merawat juga menyusun serta mengorganisasikan rilisan pada rak membuat kegiatan mendengarkan musik menjadi kian bermakna atau yang The Manual sebut dengan “… music as the activity, not as the backdrop.” (John, 4 Januari, 2022). Atlas Records dalam sebuah interview berjudul Record Store Day Indonesia 2022 (Interview) Kuningan City Jakarta yang diunggah ke Youtube pada 6 Mei 2022, menayangkan sejumlah alasan mengoleksi rilisan fisik dari para pengunjung Record Store Day Indonesia, tahun 2022.

Seorang pengunjung mengungkapkan bahwa selain mendengarkan lagu, membaca lirik, liner notes (thanks-to) dari sebuah karya adalah hal menyenangkan yang membuat ia tetap membeli rilisan fisik. Hal ini senada dengan Charlie Randall, CEO dari McIntosh Lab, dalam wawancara dengan The Manual yang menyebut aktivitas tersebut, romantis:

“… there is something romantic about records, something satisfying about opening the album jacket, seeing the fantastic artwork and studying the liner notes while listening to the album.” (John, 4 Januari, 2022).

Di Kota Kupang sendiri, rilisan fisik juga digemari; Harce Bengu salah satunya. Bagi Harce, membeli rilisan fisik adalah cara ia menghargai suatu karya. Harce sendiri mengoleksi banyak CD; di antaranya Incubus, Radiohead, Linkin Park, Slank juga Hindia. Lain dengan Harce, 200 lebih koleksi Joseph Takake adalah kaset pita.

Joseph mulai membeli kaset pita karena kesukaannya mendengarkan lagu. Bagi Joseph, mendengarkan kaset pita pada player menyelipkan keseruan-keseruan, salah satunya adalah karena cassette player tidak memiliki fitur untuk melompati atau memilih lagu mana yang akan didengarkan lebih dulu. Koleksi kaset pita yang belakangan ini sering ia dengarkan adalah Margie Segers, Ermy Kullit, Ten2Five, Bee Gees, Rod Stewart, Pesta Rap dan Sheila on 7.

Selain Harce dan Joseph, ada Tarwis Lifani Haning atau SHAGAH, seorang musisi ambient-post-rock dari Kota Kupang. Menurutnya, sebagai penikmat musik, memiliki format fisik dari suatu rilisan membuat ia merasa terlibat secara emosional; ada perasaan memiliki juga kedekatan yang lebih. Tambahnya, rilisan fisik adalah representasi dari musisi; memilikinya seperti menghadirkan musisi itu sendiri.

Koleksi yang dimiliki Tarwis berupa kaset pita, CD juga vinyl; ada Afternoonsay dalam kaset pita, Gardika Gigih Pradipta, Asteriska, Seringai, Barasuara, Lightspace, Tesla Manaf masing-masing dalam CD, juga vinyl dari Lupin The Third ’71 ME Tracks by Takeo Yamashita dll.

Sebagai musisi, kira-kira perasaan itulah yang mendorong Tarwis untuk merilis karya-karyanya dalam bentuk fisik. Terbaru, sebuah mini album berjudul Hit Hanak: Suara Kami –berisi 5 lagu– yang tengah ia kerjakan bersama dengan Tim Jelajah Nada Timor, akan dirilis dalam bentuk CD secara terbatas. Jelajah Nada Timor sendiri adalah perjalanan merekam syair-syair tradisional di 5 desa di Pulau Timor yang selanjutnya akan digubah ke dalam musik ambient-post-rock oleh Tarwis yang akan segera dirilis di Januari 2023 ini.

Nah, dari berbagai alasan untuk memiliki rilisan fisik di atas, kira-kira mana nih yang kalian banget? Oh, atau justru baru terpikir untuk membeli CD, mengunjungi toko kaset di pusat kota atau hunting vinyl setelah membaca ini? Belum terlambat, kok. Jadi, kapan nih, Kupang bikin Record Store Day (RSD)?

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diluncurkan Desember 2020, Aplikasi PLN Mobile Telah Diunduh 13,2 Juta Orang

    Diluncurkan Desember 2020, Aplikasi PLN Mobile Telah Diunduh 13,2 Juta Orang

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Diluncurkan sejak 18 Desember 2020, kehadiran aplikasi New PLN Mobile milik PT PLN (Persero) disambut antusiasme yang tinggi oleh pelanggan. Tercatat hingga kini, aplikasi ini telah di-download ‘diunduh’ 13,2 juta orang dengan tingkat kepuasan 4,58 dari skala 5 pada 29 Oktober 2021 lalu. “Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kehadiran PLN Mobile […]

  • Relokasi Pengungsi Badai Seroja di Kota Kupang, Khusus Rumah di DAS

    Relokasi Pengungsi Badai Seroja di Kota Kupang, Khusus Rumah di DAS

    • calendar_month Sel, 13 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) didampingi Walikota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore mengunjungi beberapa titik lokasi pengungsian dan daerah lokasi bencana akibat Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang, pada Senin, 12 April 2021. Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL minta warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana […]

  • Hingga Kini Telah 13 Kali Jokowi Ke NTT, 5 Kali dalam Kepemimpinan VBL-JNS

    Hingga Kini Telah 13 Kali Jokowi Ke NTT, 5 Kali dalam Kepemimpinan VBL-JNS

    • calendar_month Kam, 1 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Hingga kini, terhitung telah 13 kali Presiden Jokowi mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana kunjungan pertama dilakukan pada April 2014, saat melihat Peternakan Sapi di Kabupaten Kupang dan kunjungan ke-13 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada hari ini Kamis, 1 Oktober 2020, bertepatan pada ulang tahun ke-57 […]

  • Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur NTT Lantik Tatap Muka 5 Bupati & Wabup

    Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur NTT Lantik Tatap Muka 5 Bupati & Wabup

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kelima pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, dilantik oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 15.00 WITA—selesai di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT. Sebelumnya, para peserta pelantikan diwajibkan melakukan swab antigen unruk memastikan […]

  • Mahupiki Usul Komisi III DPR, Tujuh Poin Pembahasan RUU KUHAP

    Mahupiki Usul Komisi III DPR, Tujuh Poin Pembahasan RUU KUHAP

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Firman Wijaya khawatir jika PP yang dimandatkan RUU KUHAP itu belum terbit, KUHAP tersebut belum bisa digunakan. Berlakunya KUHAP jika PP yang disyaratkan itu terpenuhi.   Jakarta | Organisasi Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi (Mahupiki) mengusulkan tujuh poin atau masukan kepada Komisi III DPR untuk pembahasan Rancangan Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Dalam pernyataannya, […]

  • Pantau Lokasi Pasca–Banjir Tasain, Pj Bupati Belu: Rumah Hanyut Bangun Baru

    Pantau Lokasi Pasca–Banjir Tasain, Pj Bupati Belu: Rumah Hanyut Bangun Baru

    • calendar_month Ming, 11 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. bersama pimpinan OPD teknis memantau langsung kondisi lokasi pasca–bencana banjir di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 10 April 2021. Selain itu, Pj. Bupati mengecek dan memastikan ketersediaan logistik, termasuk pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat–obatan di Posko […]

expand_less