Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Mengenal Purbaya Yudhi, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

Mengenal Purbaya Yudhi, Menteri Keuangan Pengganti Sri Mulyani

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
  • visibility 347
  • comment 2 komentar

Loading

Oleh : Rosadi Jamani

Kali ini saya mau mengenalkan Menteri Keuangan yang baru. Namanya, Purbaya Yudhi Sadewa. Lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Ia bukan sekadar manusia biasa, melainkan semacam campuran antara insinyur elektro dan nabi ekonomi.

Dari S1 Teknik Elektro ITB, lalu melanjutkan MSc Ekonomi di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Di kampus itu juga ia menamatkan S3 dan meraih PhD. Dari Purdue ia belajar cara menyambungkan angka-angka defisit dan surplus.

Ia seorang doktor ekonomi, orang yang mampu memimpin Lembaga Penjamin Simpanan. Lalu, tiba-tiba dengan rendah hati duduk di bangku plastik warung pecel lele. Saat pejabat lain sibuk menakar kualitas daging wagyu, Purbaya sibuk memastikan sambal terasi cukup pedas untuk menampar lidahnya. Inilah paradoks epik, manusia dengan otak berlapis algoritma, tapi perutnya tetap rakyat jelata.

Prabowo, sang Presiden, tentu tidak asal pilih. Ia tidak sedang mencari menteri yang pandai memotret dengan angle estetik, atau yang sibuk pidato penuh jargon kosong. Ia butuh teknokrat yang bisa bicara angka dengan ekspresi wajah seolah sedang membaca kitab filsafat kuno. Purbaya, dengan wajah teduh dan sikap santun, adalah jawabannya. Di tangannya, fiskal bukan sekadar tabel Excel, melainkan semacam puisi kosmik tentang masa depan republik.

Jangan salah, rekam jejaknya tak main-main. Saat pandemi menghantam, ketika bank-bank bergetar bagai daun kering diterpa badai, ia berdiri di garis depan LPS, memastikan simpanan rakyat tak hilang ke jurang. Dunia keuangan mengenalnya sebagai penjaga stabilitas, semacam Gandalf yang berdiri di hadapan sistem perbankan dan berkata, “You shall not pass!” kepada krisis.

Namun, di balik segala keseriusan itu, ada juga humor kosmik yang membuat publik kagum. Ia masih naik bajaj, kadang bercampur dengan penumpang lain yang tak sadar sedang duduk di sebelah menteri masa depan. Ia masih menulis visi ekonomi di atas tisu kafe kaki lima, sementara di meja seberang mahasiswa ekonomi bingung menghitung inflasi.

Ketika Sri Mulyani, sang maestro fiskal, ratu pajak, digantikan, banyak yang terkejut. Tapi di situlah filosofi absurd politik Indonesia bekerja. Yang dianggap tak mungkin, tiba-tiba jadi kenyataan. Purbaya datang bukan dengan pedang, melainkan dengan senyum sederhana dan janji mulia. “Pertumbuhan 8 persen bukan hal mustahil, dan pajak tidak perlu dinaikkan.” Kata-kata ini langsung bergaung ke seantero negeri, lebih dahsyat dari konser Pestapora, lebih merdu dari pidato Putin.

Di era di mana rakyat selalu gelisah menunggu kapan lagi tarif naik, Purbaya hadir bagai pahlawan Marvel versi ekonomi. Ia berbisik kepada pedagang kaki lima, ia menepuk pundak karyawan pabrik, ia mengangkat semangat mahasiswa yang utangnya belum lunas, “Tenanglah, aku tidak akan menambah pajakmu.” Seketika, negeri ini bergetar oleh harapan baru, meski tetap saja harga cabai belum turun.

Maka, tercatatlah di buku sejarah republik, dari Bogor ia berangkat, dari Purdue ia pulang, dari pecel lele ia belajar kesederhanaan, dari LPS ia menjaga stabilitas, dan kini dari kursi Menteri Keuangan ia berjanji mengubah angka-angka menjadi harapan. Entah benar entah hanya mitos, Purbaya sudah menjelma legenda.

Di ujung kisah, rakyat hanya ingin satu hal sederhana, jangan naikkan pajak, Pak Menteri. Karena kalau pajak naik, bahkan sambal pecel lele pun terasa hambar.(*)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (2)

  • Y.Joni Liwu, S.Pd

    Terlepas dari kebijakan Menkeu yang baru ini, saya lebih tertari pada gaya penceritaannya. Esei bernuasa naratif, dibumbui diksi yang menyengat.Ia lalu bersayam dalam ingatan karena musah ducerna saat membaca. Kesan pertama, senang membaca tulisan-tulisan ringan tetapi menarik
    Terima kasih

    Balas9 September 2025 11:45 am
  • John MV Bria

    Pergantian menteri keuangan,tentu atas pertimbangan matang dari Presiden. Terima kasih Sri Mulyani atas kebijakan yg tentu direstui Presiden. Pak Menteri baru,semoga sukses membuat perubahan.

    Balas8 September 2025 10:37 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEPP OJK : Operasional Bank Syariah Indonesia Kembali Normal

    KEPP OJK : Operasional Bank Syariah Indonesia Kembali Normal

    • calendar_month Ming, 14 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sehubungan dengan gangguan layanan yang terjadi pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (KEPP OJK), Dian Ediana Rae mengatakan, saat ini layanan BSI telah dapat berjalan normal secara bertahap melalui delivery channel yang tersedia. Berkenaan dengan hal tersebut dan adanya pemberitaan mengenai indikasi penyebab […]

  • ANTARA Klarifikasi Berita Tentang KPU: “Mantan Narapidana Daftar Bacaleg”

    ANTARA Klarifikasi Berita Tentang KPU: “Mantan Narapidana Daftar Bacaleg”

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Berita yang diterbitkan oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA berjudul “KPU temukan mantan napi mendaftar gunakan dokumen tidak pernah dipenjara”, menuai polemik. Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU NTT) pun meminta pihak ANTARA untuk melakukan klarifikasi terkait penayangan berita pada Senin, 3 Juli 2023 15:03 WIB. Adapun penggalan […]

  • Gubernur 2 Kunjungi Sekolah Alang-alang di Amarasi Timur

    Gubernur 2 Kunjungi Sekolah Alang-alang di Amarasi Timur

    • calendar_month Kam, 13 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kab Kupang, gardaindonesia.id – Hari kedua berkantor, tepatnya Kamis (13/9), Gubernur 2 NTT, Drs. Josef Nae Soi, M.M mengunjungi SMAN 3 Amarasi Timur, Kab. Kupang. Untuk diketahui, pada Minggu (9/9), sekitar pukul 16.00 wita, ruangan kelas sekolah tersebut yang terbuat dari alang-alang roboh, diterpa angin puting beliung. Akibatnya, siswa/i melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) […]

  • Lagi, Kemenkumham Raih 2 BKN Award Tahun 2022

    Lagi, Kemenkumham Raih 2 BKN Award Tahun 2022

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berhasil mendapatkan penghargaan dalam BKN Award tahun 2022. Penghargaan diraih dalam 2 (dua) kategori penilaian untuk kementerian tipe besar. Kemenkumham meraih posisi pertama pada kategori Penilaian Kompetensi, kemudian posisi lainnya yang berhasil diraih yakni pada kategori Penerapan Pemanfaatan Data – Sistem Informasi dan CAT. Sekretaris Jenderal […]

  • 127 Miliar, Alokasi DAK Bagi PAUD dan Dikmas NTT Tahun 2019

    127 Miliar, Alokasi DAK Bagi PAUD dan Dikmas NTT Tahun 2019

    • calendar_month Jum, 5 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Kabag Keuangan dan BMN, Drs Supario,M.Pd., pada Kamis, 4 April 2019 di Hotel Naka Kupang menyebutkan bahwa anggaran dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Program PAUD dan Dikmas di Provinsi Nusa Tenggara Timur agar digunakan sesuai juknis dan peruntukannya […]

  • Ketua DPR RI: “Presiden Jokowi Alihkan Ketahanan Pangan Jadi Kedaulatan Pangan“

    Ketua DPR RI: “Presiden Jokowi Alihkan Ketahanan Pangan Jadi Kedaulatan Pangan“

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengagumi berbagai terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Diantaranya dengan memanfaatkan lahan rawa lebak dan pasang surut yang dijadikan lahan pertanian produktif guna meningkatkan produktifitas pertanian nasional. “Ini membuktikan kehadiran negara yang secara sistematis mengakui, menghormati, dan memenuhi hak atas pangan warganya. Pemerintahan Presiden […]

expand_less