Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Menteri Bintang Dorong RUU PKS Masuk Prolegnas 2021 dalam Raker DPR RI

Menteri Bintang Dorong RUU PKS Masuk Prolegnas 2021 dalam Raker DPR RI

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 3 Sep 2020
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mendorong Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2021. Hal ini disampaikan Menteri Bintang saat melakukan Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA-K/L) Tahun 2021 serta isu aktual perempuan dan anak di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis, 3 September 2020.

Menteri Bintang menuturkan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih banyak terjadi hingga saat ini. Oleh karena itu, diperlukan penanganan kekerasan seksual yang bersifat komprehensif (menyeluruh), mulai dari hulu sampai hilir, mulai dari pencegahan hingga pemulihan, reintegrasi, dan rehabilitasi sosial. Terkait pencegahan, pemulihan, dan rehabilitasi sosial akan memiliki efek jauh lebih baik bila keluarga dan masyarakat turut serta.

“Untuk itu melalui kesempatan yang baik ini, kami mengharapkan kepada Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR RI dapat memberikan dukungan dengan melakukan pembahasan kembali RUU PKS dalam Prolegnas Tahun 2021,” tutur Menteri Bintang.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bintang juga mengajukan permintaan tambahan anggaran guna mendukung pelaksanaan fungsi baru Kemen PPPA, yaitu penyediaan layanan rujukan akhir bagi perempuan korban kekerasan yang memerlukan koordinasi tingkat nasional, lintas provinsi dan internasional, serta penyediaan layanan bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus yang memerlukan koordinasi tingkat nasional dan internasional.

Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA-K/L) Tahun 2021 serta isu aktual perempuan dan anak di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Berdasarkan surat bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan Nomor S-692/MK.02/2020 B.636/M.PPN/D.8/KU.01.01/08/2020 tanggal 5 Agustus 2020 tentang Pagu Anggaran K/L dan Penyelesaian RKA-K/L TA 2021, telah ditetapkan pagu anggaran Tahun 2021 Kemen PPPA adalah sebesar Rp.279,5 miliar. Jumlah ini sesuai dengan pagu indikatif Tahun 2021 dan mengalami kenaikan sebesar Rp.5,9 miliar atau sebesar 2,17% dibandingkan dengan pagu Tahun 2020 yang sebesar Rp.273,6 miliar.

Lebih lanjut Menteri Bintang memaparkan pada 2021, Kemen PPPA juga berencana kembali melakukan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) yang sebelumnya dilakukan pada 2016 dan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) yang dilakukan pada 2018.

Selain itu, Kemen PPPA juga akan fokus pada isu perdagangan orang dan 5 isu prioritas presiden yang telah diamanatkan kepada Menteri Bintang, yakni meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan atau pendidikan anak, menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurunkan pekerja anak, dan mencegah perkawinan anak.

Merespon hal ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang memahami jika pemerintah menjadi tempat mengadu masyarakat atas keterbatasan pembahasan RUU PKS yang lalu. Marwan juga menjelaskan penyebab RUU PKS tidak selesai sesuai target dikarenakan masih adanya perbedaan pandangan yang berkaitan dengan unsur pidana.

“Waktu itu (pembahasan RUU PKS) sudah sepakat tentang rehabilitasi, perlindungan, dan pencegahan. Namun yang masih panjang perdebatannya kemarin yang berkaitan tentang unsur pemidanaan. Selain berbeda pandangan dalam substansi juga karena menunggu selesainya perubahan Undang-Undang KUHP di Komisi III karena DPR tidak boleh memproduksi Undang-Undang yang saling bertabrakan di dalam frasa yang sama,” jelas Marwan.

Minimnya waktu yang diberikan Badan Legislasi dan Badan Musyawarah terkait masa pembahasan UU hanya hingga Oktober 2020 menyebabkan Komisi VIII menarik RUU PKS dari Prolegas Tahun 2020 agar dimasukkan kembali pada 2021. Komisi VIII pun mengaku siap jika pembahasan RUU PKS kembali dilakukan di Komisi VIII.

“Komisi VIII akan mengupayakan agar RUU PKS menjadi RUU prioritas dalam Prolegnas Tahun 2021,” tambah Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ihsan Yunus.(*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi dan TNI Adang Massa Aksi GEBRAK Menuju Gedung DPR/MPR

    Polisi dan TNI Adang Massa Aksi GEBRAK Menuju Gedung DPR/MPR

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ribuan peserta aksi massa Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) yang akan bergerak menuju depan Gedung MPR/DPR RI untuk melaksanakan unjuk rasa menolak revisi UU Ketenagakerjaan dihadang oleh kepolisian dan TNI. Penghadangan terjadi di Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Jakarta Utara. Di Koja, Kepolisian Jakarta Utara menghalangi mobil komando […]

  • PLN dan YBM Hadirkan Listrik Gratis di Pesisir Pulau Sumba

    PLN dan YBM Hadirkan Listrik Gratis di Pesisir Pulau Sumba

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Meskipun dua desa yang berada di jalur pesisir utara Pulau Sumba ini telah resmi dialiri jaringan listrik PLN sejak tahun 2023, namun masih ada warga yang terkendala biaya guna melakukan sambungan pasang baru.   Sumba Tengah | Komitmen untuk menghadirkan keadilan energi hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) terus diwujudkan. PT PLN (Persero) […]

  • Penerbangan Subuh Jakarta—Kupang

    Penerbangan Subuh Jakarta—Kupang

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh: Roni Banase Senin malam, 31 Oktober 2022, saya segera bersiap menuju ke Bandara Internasional Soekarno Hatta. Waktu masih menunjukkan pukul 22.00 WIB, saat check out dari tempat menginap usai mengikuti musyawarah nasional (Munas) I Ikatan Media Online (IMO) yang dihelat pada 26—27 Oktober 2022. Berangkat dengan penerbangan malam memang menyenangkan karena tak panas, tak […]

  • NUNUT SIAGA! Kader Golkar Balik Badan dari Melki-Johni

    NUNUT SIAGA! Kader Golkar Balik Badan dari Melki-Johni

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sebulan jelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024, dukungan terus bertambah untuk paslon Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA). Dukungan bahkan datang dari kubu yang seharusnya mendukung paslon lain. Agustinus Tulasi, salah satu kader terbaik Golkar NTT asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) secara tegas mendukung Simon Petrus […]

  • Wanita Tangguh Penjual Singkong

    Wanita Tangguh Penjual Singkong

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Drs. Ignatius Sinu, M.A. Ibu Theresia, wanita penjual singkong, sebagaimana catatan yang saya miliki, bersama dengan rekan-rekan lainnya, bekerja berjualan aneka jenis produk pertanian di Pasar Semi Modern di Sektor Informal, sektor yang sulit sekali mendapatkan status formal, mendapatkan pengakuan dari negara sebagai sektor formal yang bisa mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Sektor ini sangat […]

  • India Tunjuk Kota Makassar Pelaksana International Day Of Yoga

    India Tunjuk Kota Makassar Pelaksana International Day Of Yoga

    • calendar_month Jum, 3 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar, Garda Indonesia | Tahun 2019 merupakan tahun ke-5 peringatan International Day Of Yoga. Kota Makassar terpilih menjadi salah satu kota untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Sebelumnya, Kawasan Timur Indonesia tidak pernah ditunjuk sebagai salah satu kota pelaksana. “Alhamdulillah, tahun ini Kota Makassar ditunjuk sebagai Kota ke-7 setelah Jakarta, Yogjakarta, Malang, Surabaya, Bali, Bandung dan Medan. […]

expand_less