Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Merci Jone Tekankan Sinergi Terhadap Pengawasan Orang Asing

Merci Jone Tekankan Sinergi Terhadap Pengawasan Orang Asing

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 29 Agu 2022
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Upaya memperkuat sinergisitas terhadap pemantauan orang asing dilakukan oleh Kanwil Kemenkumham NTT melalui rapat tim pengawasan orang asing (TIMPORA) Senin, 29 Agustus 2022 bertempat di ruang multifungsi.

Mengusung tema “Sinergisitas Pemantauan Orang Asing yang Mendukung Pemulihan Ekonomi Lebih Cepat Lebih Kuat” ini diharapkan dapat membangun sinergi antar-instansi terkait sehingga dijadikan wadah untuk saling bertukar informasi guna memudahkan dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone saat membuka rapat menyampaikan bahwa pengawasan terhadap orang asing tak hanya dilakukan pada saat yang bersangkutan berada di wilayah Indonesia saja, namun harus dilakukan sebelum memasuki wilayah Indonesia, selama berada hingga meninggalkan wilayah Indonesia.

“Tentunya perlu sinergi dan kolaborasi antar-instansi. Sinergi dan kolaborasi ini akan menyatukan visi dan misi dalam pengawasan orang asing melalui pertukaran data dan informasi, sharing pengetahuan dan kebijakan/regulasi, maupun upaya penyelesaian permasalahan, isu-isu dan/atau penegakan hukum terpadu,” ujar Merci Jone (sapaan akrabnya, red).

Ia menambahkan bahwa tak kalah penting untuk mendorong peran serta masyarakat bersama instansi terkait dalam wujud partisipasi deteksi, antisipasi, dan cegah dini adanya pelanggaran orang asing di wilayah Indonesia.

“Karenanya kami mendorong ide/gagasan keterpaduan pengawasan orang asing antar-instansi terkait berbasis desa, seiring perkembangan keberadaan dan kegiatan serta tujuan orang asing hingga ke pelosok daerah di wilayah Indonesia tidak terkecuali di NTT,” imbau Merci Jone.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian, Ismoyo menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini telah dibuka pintu-pintu perlintasan di wilayah NTT, termasuk fasilitas visa kunjungan saat kedatangan atau Visa on Arrival (VoA) di PLBN Wini dan PLBN Motamasin selain di PLBN Motaain, Pelabuhan Tenau Kota Kupang, dan pintu masuk di Labuan Bajo.

“Kita sebagai TIMPORA harus Membangun pola Kerja melalui sinergitas di lapangan dan keterpaduan untuk mewujudkan pengawasan keimigrasian yang terkoordinasi dan menyeluruh terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing,” ujar Ismoyo.

Plh. Karudenim Kupang Melsy I. Y. Fanggi (kedua dari kanan) saat mengikuti rapat TIMPORA

Ismoyo pun membeberkan bahwa saat ini perkembangan lalu lintas orang keluar masuk cukup signifikan. TIMPORA harus membangun sebuah kepastian dengan outcome berupa kepatuhan orang asing yang tinggal di wilayah Indonesia. Selain itu, perlindungan WNA di wilayah Indonesia juga harus diperhatikan sebagai kewajiban sebuah negara.

“Kami sedang mendorong pemantauan pergerakan orang asing lewat pelaporan harian melalui email sembari menunggu aktivasi aplikasi Pelaporan Orang Asing. Kami juga mengupayakan pemantauan hingga ke level desa,” jelasnya.

Pada rapat ini, Rumah Detensi Imigrasi Kupang diwakili oleh Plh. Karudenim Kupang Melsy I. Y. Fanggi dan Kasubsi Ketertiban Dominggus Koreh.

Dalam paparannya, Melsy Fanggi menyampaikan tentang progres penanganan pengungsi dari luar negeri sesuai dengan isu aktual yang diangkat dalam rapat ini, yakni tentang aksi demonstrasi pengungsi yang masih berlangsung sampai dengan saat ini.

“Terkait jadwal pelaksanaan demonstrasi yang biasanya dilakukan pengungsi seminggu 2 kali, sekarang menjadi seminggu sekali dengan jumlah pedemo  semakin berkurang,” ungkap Melsy Fanggi.

Terkait lokasi demo pengungsi saat ini, imbuh Melsy Fanggi, masih berfokus.di Kantor Gubernur, Kanwil Kemenkumham NTT, dan hanya beberapa kali di Kantor DPRD Provinsi, Kantor Wal Kota Kupang, dan IOM Kupang dengan tuntutan yang sama yakni resettlement yang sebenarnya salah sasaran karena merupakan kewenangan UNHCR. Dan para pengungsi ingin mendapatkan simpati dan perhatian pemerintah Kota Kupang untuk dapat memproses secepatnya penempatan ke negara ketiga.

“Sejauh ini pelaksanaan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan demonstrasi pengungsi sudah bersinergi antar stakeholder terkait, nyata terlihat pihak Kepolisian, Kesbangpol Provinsi NTT maupun Kota Kupang juga turut hadir memantau jalannya demonstrasi dan sejauh ini belum terjadi demonstrasi yang anarkis,” ungkap Melsy.

Melsy juga memaparkan wilayah kerja Rudenim Kupang yaitu pengungsi di 3 (tiga) tempat akomodasi sementara serta rancangan tata tertib baru yang sudah terbentuk melibatkan yang melibatkan stakeholder terkait.(*)

Sumber (*/Humas Rudenim Kupang)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Kace Dianiaya, Polri Bakal Evaluasi Sistem Pengamanan Rutan

    Muhammad Kace Dianiaya, Polri Bakal Evaluasi Sistem Pengamanan Rutan

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mabes Polri akan mengevaluasi sistem pengamanan di Rumah Tahanan (Rutan) seluruh kantor polisi yang ada di Indonesia. Hal ini berkaca usai terjadi kasus dugaan penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama Muhamad Kosman alias Muhammad Kace. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan bahwa pihaknya berusaha untuk menyelesaikan permasalahan tahanan […]

  • “Ekologi Terjaga” DPRD NTT : PLTP Ulumbu Kebutuhan Masyarakat

    “Ekologi Terjaga” DPRD NTT : PLTP Ulumbu Kebutuhan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram | Anggota Komisi II bidang Perekonomian DPRD NTT, Yohanes Rumat, mengungkapkan bahwa proyek strategis nasional pembangkit listrik tenaga panas bumi (PSN PLTP) Ulumbu beserta rencana pengembangannya di Poco Leok, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat dan jawaban atas tantangan transisi energi di masa depan. “Setelah mendengar penjelasan komprehensif PLN, baik […]

  • Bareskrim Polri Awasi Distribusi BBM Selama Ramadan 1443H

    Bareskrim Polri Awasi Distribusi BBM Selama Ramadan 1443H

    • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri turut mengawasi distribusi bahan bakar minyak (BBM). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya oplosan dan upaya menimbun BBM. “Memastikan stok dan distribusi di wilayahnya aman, dan tujuannya juga dari Krimsus pasti ke Tipidter ke Krimsus ke Polres-Polres jajaran untuk memantau jangan sampai ada oplos mengoplos atau timbun menimbun,” ujar […]

  • Wakil Bupati Belu Deklarasi Desa Sanitasi & Stop BAB Sembarangan

    Wakil Bupati Belu Deklarasi Desa Sanitasi & Stop BAB Sembarangan

    • calendar_month Sel, 22 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. mendeklarasikan Desa Mandeu dan Faturika sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta Desa Teun sebagai Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free/ODF) yang dihelat di Kantor Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 22 Juni […]

  • Napi Nusakambangan Olah FABA, Ekonomi Sirkular Tercipta di Lapas

    Napi Nusakambangan Olah FABA, Ekonomi Sirkular Tercipta di Lapas

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan PLN menjadi bagian dari transformasi lembaga pemasyarakatan, dari citra “penjara menakutkan” menjadi pusat pemberdayaan yang memberi bekal nyata untuk membangun kehidupan produktif pasca-pembinaan.   Nusakambangan | Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru. Melalui pengelolaan abu sisa pembakaran batu […]

  • Berpura-pura Itu Menyakitkan

    Berpura-pura Itu Menyakitkan

    • calendar_month Sel, 19 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Sobar Harahap Berpura-pura adalah perbuatan yang sangat menguras tenaga dan sangat merusak mental. Kelihatannya hidup enak, bergelimang harta, tapi tiba-tiba depresi. Itu yang terjadi pada Robbin Williams. Siapa sangka, di balik sikap humoris dan riangnya, komedian kawakan Amerika yang sukses lewat film “Jumanji” itu justru semasa hidupnya mengidap depresi akut. Sikapnya yang riang, […]

expand_less