Mitigasi Dini, Pertamina Patra Niaga dan BPBD Kota Kupang Edukasi Sekolah Tanggap Bencana
- account_circle Penulis
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 58
- comment 0 komentar

![]()
Alur Sekolah Tanggap Bencana meliputi sosialisasi kesiapsiagaan kebencanaan, simulasi tanggap darurat gempa bumi, serta penyerahan bantuan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak P3K, dan pemasangan tanda titik kumpul serta jalur evakuasi.
Kupang | Guna memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Integrated Terminal Tenau berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang menggelar kegiatan Sekolah Tanggap Bencana di SMAN 12 Kupang, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Jumat, 30 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan kesadaran keselamatan sejak dini, khususnya bagi generasi muda. Program tersebut sejalan dengan semangat Bulan K3 Nasional yang menekankan pentingnya pencegahan risiko kecelakaan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan data ketenagakerjaan nasional, angka kecelakaan kerja dan situasi darurat masih menunjukkan tren yang perlu menjadi perhatian bersama. Kondisi ini menegaskan bahwa edukasi keselamatan tidak hanya relevan di lingkungan industri, tetapi juga perlu ditanamkan sejak usia sekolah sebagai fondasi pembentukan budaya keselamatan jangka panjang.
Pelaksanaan Sekolah Tanggap Bencana ini melibatkan BPBD Kota Kupang dan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tenau sebagai fasilitator, dengan guru serta pelajar SMAN 12 Kupang sebagai peserta. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapatkan antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Pjs. Integrated Terminal Manager Tenau, Tekat Prayogo dan Kepala BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji saat memberikan sosialisasi terkait sekolah tanggap bencana. Foto : tim Pertamina
Pjs. Integrated Terminal Manager Tenau, Tekat Prayogo, menyampaikan bahwa Bulan K3 menjadi momentum strategis untuk menanamkan nilai keselamatan sejak dini kepada seluruh lapisan masyarakat. “Bulan K3 bukan hanya momentum bagi dunia industri, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Sekolah Tanggap Bencana ini, kami ingin menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 12 Kupang, Arifin Dasi, S.Pd., Gr., atas kepedulian Pertamina Patra Niaga terhadap dunia pendidikan. “Kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi guru dan siswa/i SMAN 12 Kupang, serta membentuk pribadi yang lebih siap, sigap, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun sesama dalam menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa SMAN 12 Kupang merupakan sekolah kedua di Kota Kupang yang mendapatkan program Sekolah Tanggap Bencana. “Di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya, saat ini baru terdapat dua Sekolah Tanggap Bencana. Kami berharap program ini mampu mendorong sekolah menjadi lebih mandiri dan sigap dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam,” jelasnya.

Latihan medis penanganan korban bencana. Foto : tim Pertamina
Alur kegiatan Sekolah Tanggap Bencana meliputi sosialisasi kesiapsiagaan kebencanaan, simulasi tanggap darurat gempa bumi, serta penyerahan bantuan berupa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak P3K, dan pemasangan tanda titik kumpul serta jalur evakuasi.
Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan pentingnya edukasi keselamatan dan kebencanaan sejak usia dini. “Edukasi keselamatan yang berkelanjutan menjadi fondasi utama dalam membangun budaya sadar risiko. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana,” ujarnya.
Sekolah Tanggap Bencana ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi industri dan instansi lainnya di Kota Kupang dan sekitarnya untuk turut berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim Pertamina











Saat ini belum ada komentar