Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Munas VI Apeksi, Presiden Tekan Empat Langkah Pemda Atasi Pandemi

Munas VI Apeksi, Presiden Tekan Empat Langkah Pemda Atasi Pandemi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 11 Feb 2021
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) pada Kamis, 11 Februari 2021, di Istana Negara; Presiden Joko Widodo mengajak pemerintah kota untuk melakukan sejumlah langkah luar biasa dan mendesak terkait penanganan pandemi Covid-19 beserta dampak yang mana dibutuhkan gerak dan langkah luar biasa dari seluruh pihak.

Menurut Presiden Jokowi, terdapat empat langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah, termasuk pemerintah kota, bersama-sama dengan pemerintah pusat untuk dapat mengatasi situasi pandemi saat ini. Pertama ialah dengan memprioritaskan pengendalian laju penyebaran virus.

“Saya kira berulang-ulang saya sampaikan, disiplin 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) harus tetap digaungkan kepada masyarakat. Sudah saya perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri agar Pemda dibantu oleh aparat TNI dan Polri di daerah,” ujar Presiden.

Presiden pun mengingatkan, imbauan berdisiplin 3M juga harus disertai dengan contoh kedisiplinan dan memberikan masyarakat fasilitas, seperti masker misalnya, yang mereka perlukan untuk menjalankan protokol kesehatan. “Jangan hanya menyuruh pakai masker kepada masyarakat, tetapi sekarang saya tambah perintahnya juga harus bagi masker karena banyak rakyat kadang juga tidak mampu beli masker,” tuturnya.

Lebih jauh, pemerintah kota juga harus memberikan perhatian mengenai kesiapan daerah dalam melakukan perawatan bagi para pasien Covid-19 seperti jumlah tempat tidur perawatan di rumah sakit, kesiapsiagaan tenaga medis, hingga pemetaan zonasi secara mendetail apabila daerah memerlukan pembatasan kegiatan masyarakat dalam skala mikro.

Langkah kedua, lanjutnya, ialah dengan mempersiapkan manajemen untuk percepatan vaksinasi di daerah. Kebijakan vaksinasi massal secara gratis bagi setidaknya 181,5 juta masyarakat telah dimulai pada 13 Januari 2021 lalu.

Pengurus Apeksi saat Munas VI di Jakarta, pada Kamis, 11 Februari 2021

Vaksinasi massal tersebut untuk tahap pertama diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan. Namun, beberapa waktu mendatang, vaksinasi massal akan mulai diperuntukkan bagi masyarakat di sektor lainnya. “Mulai minggu depan ini sudah mulai masuk ke (tenaga) pelayanan publik yang sering berhubungan dengan masyarakat,” ujar Presiden Jokowi.

Kelompok masyarakat di sektor-sektor padat interaksi seperti para pedagang pasar atau jasa krusial lainnya yang dalam kesehariannya berhubungan dengan masyarakat banyak juga dapat dilakukan vaksinasi secara massal atau berkelompok.

Dalam hal ini, pemerintah daerah berkewajiban untuk dapat melakukan perencanaan dan pemetaan secara matang mengenai pihak-pihak yang dapat diprioritaskan untuk memperoleh suntikan dosis vaksin Covid-19. “Pemerintah daerah, pemerintah kota, juga harus mempersiapkan betul vaksinator. Berapa jumlah vaksinator di kota kita. Juga manajemen vaksinasinya di lapangan,” imbuh Presiden.

Selain itu, sebagai langkah ketiga, pemerintah daerah juga harus memperbanyak program padat karya di wilayah mereka masing-masing. Program-program padat karya dimaksudkan untuk menyediakan lapangan kerja, utamanya bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaannya di tengah pandemi sehingga mampu memperkuat daya beli dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

“Banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah kota. Perbaikan jalan kampung, perbaikan saluran air di kota, perbaikan puskesmas dan posyandu, dan perbaikan sekolah lakukan semuanya dengan padat karya. Saya kira banyak sekali,” ucap Presiden.

Terakhir, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat lapisan bawah dan yang terdampak pandemi Covid-19 harus tetap dilakukan. “Tetap lanjutkan terus pemberian bantuan sosial, terutama sembako, kepada masyarakat lapisan bawah dan kelompok masyarakat bawah yang tidak bisa mendapat penghasilan dari program padat karya. Ini harus dibantu dengan bansos,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (BPMI Setpres) Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkominfo: ‘Ayo Bekerjasama Tangkal Hoaks’!

    Menkominfo: ‘Ayo Bekerjasama Tangkal Hoaks’!

    • calendar_month Sen, 11 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengajak peserta Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kehumasan dan Hukum 2019 untuk bekerjasama menangkal Hoaks. Menurutnya, masyarakat dan termasuk media massa yang bermartabat akan menentukan kualitas demokrasi pada Pemilu 2019. “Kolaborasi, bergandengan tangan, mitigasi, untuk menurunkan tensi sangat penting kita lakukan untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu Serentak […]

  • Diduga, Seorang Anak di Belu Gelapkan Sertifikat Tanah Warisan Ayahnya

    Diduga, Seorang Anak di Belu Gelapkan Sertifikat Tanah Warisan Ayahnya

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Seorang anak kandung atas nama Santy Taolin bersengketa dengan ibu kandungnya sendiri Kristina Lasakar. Pasalnya, harta warisan berupa sertifikat sebidang tanah atas nama ayah kandungnya, alm. Dominggus Taolin yang terletak di Jalan W. J. Lalamentik, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga telah digelapkan Santy […]

  • 4 Menteri Sepakat Batasi Penggunaaan Smartphone/Gawai di Satuan Pendidikan

    4 Menteri Sepakat Batasi Penggunaaan Smartphone/Gawai di Satuan Pendidikan

    • calendar_month Ming, 2 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id – Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat, hal tersebut diiringi dengan penggunaan smartphone / gawai pada anak tanpa pengawasan yang baik dari orang tua. Akibatnya, fungsi gawai tidak berjalan secara optimal dan malah membahayakan bagi perkembangan anak. Berdasarkan hasil kajian Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA tahun 2016 menunjukan […]

  • Bahagia SMPN 2 Labuhan Badas Dapat 10 Komputer Komplit dari PLN

    Bahagia SMPN 2 Labuhan Badas Dapat 10 Komputer Komplit dari PLN

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kepala SMPN 2 Labuhan Badas, Suyono, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PLN yang membawa manfaat nyata bagi siswa dan guru.   Sumbawa | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN Peduli sukses mendukung pengembangan pendidikan, bertajuk Sekolah Digital Cerdas PLN menyalurkan bantuan berupa 10 […]

  • “Gerah” Wacana Penundaan Pilkada 2020, Ini Reaksi KPU dan Kesbangpol Selayar

    “Gerah” Wacana Penundaan Pilkada 2020, Ini Reaksi KPU dan Kesbangpol Selayar

    • calendar_month Ming, 13 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Selayar-Sulsel, Garda Indonesia | Wacana penundaan Pilkada Serentak 2020 yang direkomendasikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kontan memancing reaksi berbagai pihak, salah satunya yang spontan ikut angkat bicara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Tanggapan datang dari koordinator divisi teknis KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Dewantara yang sebelumnya […]

  • 16HAKTP – Hentikan Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak

    16HAKTP – Hentikan Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak

    • calendar_month Rab, 5 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id | Kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan (16HAKTP), mulai tanggal 25 November 2018 –10 Desember 2018; oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nusa Tenggara Timur (DP3A NTT) dilaksanakan dalam bentuk Talk Show dengan tema ‘Kita Hentikan Segala Bentuk Kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang di Nusa Tenggara Timur’. Mengambil lokasi […]

expand_less