Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Munas VI Apeksi, Presiden Tekan Empat Langkah Pemda Atasi Pandemi

Munas VI Apeksi, Presiden Tekan Empat Langkah Pemda Atasi Pandemi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 11 Feb 2021
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) pada Kamis, 11 Februari 2021, di Istana Negara; Presiden Joko Widodo mengajak pemerintah kota untuk melakukan sejumlah langkah luar biasa dan mendesak terkait penanganan pandemi Covid-19 beserta dampak yang mana dibutuhkan gerak dan langkah luar biasa dari seluruh pihak.

Menurut Presiden Jokowi, terdapat empat langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah, termasuk pemerintah kota, bersama-sama dengan pemerintah pusat untuk dapat mengatasi situasi pandemi saat ini. Pertama ialah dengan memprioritaskan pengendalian laju penyebaran virus.

“Saya kira berulang-ulang saya sampaikan, disiplin 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) harus tetap digaungkan kepada masyarakat. Sudah saya perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri agar Pemda dibantu oleh aparat TNI dan Polri di daerah,” ujar Presiden.

Presiden pun mengingatkan, imbauan berdisiplin 3M juga harus disertai dengan contoh kedisiplinan dan memberikan masyarakat fasilitas, seperti masker misalnya, yang mereka perlukan untuk menjalankan protokol kesehatan. “Jangan hanya menyuruh pakai masker kepada masyarakat, tetapi sekarang saya tambah perintahnya juga harus bagi masker karena banyak rakyat kadang juga tidak mampu beli masker,” tuturnya.

Lebih jauh, pemerintah kota juga harus memberikan perhatian mengenai kesiapan daerah dalam melakukan perawatan bagi para pasien Covid-19 seperti jumlah tempat tidur perawatan di rumah sakit, kesiapsiagaan tenaga medis, hingga pemetaan zonasi secara mendetail apabila daerah memerlukan pembatasan kegiatan masyarakat dalam skala mikro.

Langkah kedua, lanjutnya, ialah dengan mempersiapkan manajemen untuk percepatan vaksinasi di daerah. Kebijakan vaksinasi massal secara gratis bagi setidaknya 181,5 juta masyarakat telah dimulai pada 13 Januari 2021 lalu.

Pengurus Apeksi saat Munas VI di Jakarta, pada Kamis, 11 Februari 2021

Vaksinasi massal tersebut untuk tahap pertama diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan. Namun, beberapa waktu mendatang, vaksinasi massal akan mulai diperuntukkan bagi masyarakat di sektor lainnya. “Mulai minggu depan ini sudah mulai masuk ke (tenaga) pelayanan publik yang sering berhubungan dengan masyarakat,” ujar Presiden Jokowi.

Kelompok masyarakat di sektor-sektor padat interaksi seperti para pedagang pasar atau jasa krusial lainnya yang dalam kesehariannya berhubungan dengan masyarakat banyak juga dapat dilakukan vaksinasi secara massal atau berkelompok.

Dalam hal ini, pemerintah daerah berkewajiban untuk dapat melakukan perencanaan dan pemetaan secara matang mengenai pihak-pihak yang dapat diprioritaskan untuk memperoleh suntikan dosis vaksin Covid-19. “Pemerintah daerah, pemerintah kota, juga harus mempersiapkan betul vaksinator. Berapa jumlah vaksinator di kota kita. Juga manajemen vaksinasinya di lapangan,” imbuh Presiden.

Selain itu, sebagai langkah ketiga, pemerintah daerah juga harus memperbanyak program padat karya di wilayah mereka masing-masing. Program-program padat karya dimaksudkan untuk menyediakan lapangan kerja, utamanya bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaannya di tengah pandemi sehingga mampu memperkuat daya beli dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

“Banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah kota. Perbaikan jalan kampung, perbaikan saluran air di kota, perbaikan puskesmas dan posyandu, dan perbaikan sekolah lakukan semuanya dengan padat karya. Saya kira banyak sekali,” ucap Presiden.

Terakhir, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat lapisan bawah dan yang terdampak pandemi Covid-19 harus tetap dilakukan. “Tetap lanjutkan terus pemberian bantuan sosial, terutama sembako, kepada masyarakat lapisan bawah dan kelompok masyarakat bawah yang tidak bisa mendapat penghasilan dari program padat karya. Ini harus dibantu dengan bansos,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (BPMI Setpres) Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM Darurat di Jawa dan Bali, Korlantas Polri Bangun 407 Titik Penyekatan

    PPKM Darurat di Jawa dan Bali, Korlantas Polri Bangun 407 Titik Penyekatan

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membangun 407 titik penyekatan di Jawa dan Bali. Titik penyekatan itu dibangun sehubungan pemberlakuan PPKM Darurat selama 3—20 Juli 2021. Saat apel kesiapan, Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan pihaknya menghelat Operasi Aman Nusa II dalam rangka pelaksanaan PPKM Darurat. Operasi Aman Nusa II tersebut akan dilaksanakan […]

  • Jhon Bentanone Raih ‘Cashback’ Mobil Toyota Fortuner dari Bank NTT Sabu

    Jhon Bentanone Raih ‘Cashback’ Mobil Toyota Fortuner dari Bank NTT Sabu

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu Raijua, Garda Indonesia | “Senang dan terima kasih kepada Bank NTT, kami telah menjadi nasabah sejak tahun 2004 dan kehadiran Bank NTT sangat membantu kami masyarakat Sabu,” ujar Jhon Tarius Bentanone usai menerima hadiah cashback mobil Fortuner 2.4 M/T tahun 2020 pada Sabtu sore, 24 Oktober 2020 di halaman Kantor Bank NTT Sabu. Mudah-mudahan, […]

  • Molis PLN UIP Nusra dan SMKN 3 Mataram Raih Penghargaan KESDM

    Molis PLN UIP Nusra dan SMKN 3 Mataram Raih Penghargaan KESDM

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram | Mitra binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) PLN Peduli program konversi motor listrik (molis), SMKN 3 Mataram, dianugerahi 2 sertifikat penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) atas pencapaiannya dalam melahirkan ekosistem electrifying vehicle (EV) di NTB, 22 Agustus 2024. Pada acara penganugerahan di gedung Sarulla […]

  • “Ferdy Sambo Tak Pernah Ada di Lapas” IMO-Indonesia Angkat Suara

    “Ferdy Sambo Tak Pernah Ada di Lapas” IMO-Indonesia Angkat Suara

    • calendar_month Sab, 6 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keberadaan narapidana Ferdy Sambo belakangan ini dipersoalkan publik usai pengacara bernama Alvin Lim membuat pernyataan kontroversial mengenai keberadaan Ferdy Sambo di Lapas Salemba. Hal itu disampaikan Alvin di salah satu acara Podcast milik Richard Lee. Ia menyebut Ferdy Sambo tidak pernah ada di Lapas. Saat ini, sontak pernyataan Alvin menimbulkan beragam […]

  • ‘Myopic’ Syarief Hasan tentang Warisan Utang Negara Rp.7 Ribu Triliun

    ‘Myopic’ Syarief Hasan tentang Warisan Utang Negara Rp.7 Ribu Triliun

    • calendar_month Sel, 1 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Mengapa disebut rabun (myopic)? Kondisi tersebut, ketika seseorang mengalami kesulitan untuk melihat objek dengan jelas. Berat sebelah pula, jadinya buram. Pak Syarief Hasan (Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat), seperti diliput TribunNews.com (Sabtu, 26 Februari 2022), di bawah judul berita “Demokrat Ungkap Jokowi Bakal Wariskan Utang Rp 7 Ribu Triliun Kepada Generasi […]

  • Ragam Lomba Tradisional Tutup Selebrasi HUT RI & HDKD Kemenkumham

    Ragam Lomba Tradisional Tutup Selebrasi HUT RI & HDKD Kemenkumham

    • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) usai menunaikan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 tahun 2022. Beragam perlombaan tradisional turut menyemarakkan momen penting hari lahir para Insan Pengayoman tersebut. Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto mengatakan lomba tradisional sengaja dipilih untuk menguatkan nilai-nilai luhur […]

expand_less