Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Nextgen Networking, Wadah Jejaring Mahasiswa Peduli Perlindungan Anak

Nextgen Networking, Wadah Jejaring Mahasiswa Peduli Perlindungan Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 19 Sep 2019
  • visibility 100
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Barat, Albaet Pikri mengatakan bahwa bahaya laten sedang mengancam anak Indonesia. Sehingga peran mahasiswa dianggap cukup strategis dalam melakukan upaya perlindungan anak.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Diskusi Tematik Pembentukan Jejaring Mahasiswa untuk Perlindungan Anak oleh Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di Jakarta pada Kamis, 19 September 2019.

“2 dari 3 anak dan remaja laki-laki dan perempuan pernah mengalami kekerasan berdasarkan Hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja Tahun 2018, dan angka ini belum termasuk angka penelantaran, eksploitasi, NAPZA, pedofilia, kecanduan game dan gadget, seks bebas, pornografi, dan LGBT. Mahasiswa jumlahnya sangat masif tersebar seluruh Indonesia. Oleh karena itu peran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam menggerakkan isu perlindungan anak ke permukaan dan mencegah kekerasan pada anak,” ujar Albaet.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong inisiatif mahasiswa sebagai agen perlindungan anak melalui Nextgen Networking. Sebuah gagasan berjejaring bagi mahasiswa seluruh Indonesia untuk melakukan upaya pencegahan dan sosialisasi perlindungan anak di lingkungannya.

“Nextgen networking merupakan wadah komunikasi dan informasi bagi mahasiswa dari 30 provinsi seluruh Indonesia yang ini berbasis whatsapp group. Di dalamnya mereka melakukan sosialisasi, berdiskusi dan membahas isu-isu perlindungan anak. Serta diharapkan mampu menjadi motor penggerak atau agen bagi upaya pencegahan kekerasan pada anak di sekitarnya,” jelas Fernandez Hutagalung, Staf Khusus Menteri PPPA Wilayah Tengah.

Fernandez menambahkan, ke depan Nextgen Networking akan dikembangkan menjadi platform sendiri dengan pengembangannya melibatkan mahasiswa. Nextgen Networking terbentuk dari hasil inisiasi, konsep, serta desain yang berasal dari mahasiswa sendiri berikut dengan pengelolaannya. Meski bukan merupakan organisasi atau badan, tujuan Nextgen Networking dibentuk untuk merangkul mahasiswa peduli terhadap isu perlindungan anak.

“Ketika kepedulian itu datang dari mereka sendiri, maka mereka mau bergerak tanpa disuruh, jadi sukarela dalam bergerak melinudungi anak,” tambah Fernandez.

Astri Utami, Finalis None Jakarta Timur selaku salah satu pembicara dalam diskusi mengatakan jika mahasiswa memiliki idealisme yang kuat dan punya keistimewaan bisa menjembatani dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder di Indonesia. Hal ini menurut Astri perlu dikuatkan, khususnya dalam upaya perlindungan anak.

“Sebagai seorang mahasiswa kita punya peran besar dalam pengabdian masyarakat, kita sangat bisa melakukan upaya perlindungan bagi anak, salah satunya dengan berjejaring. Mahasiswa tidak boleh berhenti menyuarakan keresahan. Mahasiswa punya idealisme, jadi ketika punya rasa kepedulian terhadap anak saya yakin itu niat yang murni untuk membuat anak-anak menjadi baik karena ingin negara ini jadi baik. Semangat baik ini harus terus ditularkan,” kata Astri.

Diskusi Tematik Pembentukan Jejaring Mahasiswa untuk Perlindungan Anak merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang digelar di berbagai kampus di 30 provinsi di Indonesia. Keluaran kegiatan rencananya menerbitkan naskah gagasan berupa buku Potensi Mahasiswa Mengisi Peran Lowong dalam Perlindungan Anak yang sedang dalam tahap penyelesaian. (*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank NTT Hibah Dana Covid-19 Rp.540 Juta Kepada Pemprov NTT

    Bank NTT Hibah Dana Covid-19 Rp.540 Juta Kepada Pemprov NTT

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejak diberlakukan alokasi dana khusus Bank NTT pada 27 Maret 2020 berupa sumbangan dari pengurus dan karyawan sebesar Rp.275 Juta dan dukungan sumbangan spontanitas para nasabah dan berbagai pihak melalui rekening Bank NTT Peduli, maka hingga 22 April 2020, berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp.540 Juta yang dialokasikan untuk membantu tim medis […]

  • Menteri Bintang Puspayoga : Sudah Saatnya Perempuan Memimpin

    Menteri Bintang Puspayoga : Sudah Saatnya Perempuan Memimpin

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan sejarah telah membuktikan bahwa perempuan patut diperhitungkan. Jika di masa lalu perempuan hanya dikonstruksikan sebagai pengurus atau pengelola rumah tangga, saat ini tidak sedikit perempuan yang menempati posisi penting dalam berbagai bidang bahkan menjadi pemimpin. “Sudah saatnya perempuan diperhitungkan tidak saja […]

  • Sengketa Pilkada Boven Digoel Papua, Dr. Firman Sambut Baik Putusan MK

    Sengketa Pilkada Boven Digoel Papua, Dr. Firman Sambut Baik Putusan MK

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Putusan sengketa pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2020 yang dihelat Mahkamah Konstitusi (MK, red) terhadap 13 perkara secara daring pada Senin, 22 Maret 2021, mendapat perhatian dari Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) Dr. Firman Wijaya, S.H., M.H. Dr. Firman menyambut baik putusan MK terkait sengketa perselisihan hasil Pilkada Kabupaten Boven […]

  • Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Bahar bin Smith Segera Dipanggil Polisi

    Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Bahar bin Smith Segera Dipanggil Polisi

    • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Penyidik Polda Jawa Barat terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dengan terlapor Bahar bin Smith. Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa 50 saksi dan 6 barang bukti. “Adapun perkembangan sampai hari ini, saksi yang telah diperiksa bertambah menjadi total 50 orang […]

  • Ini Nama 9 Orang Tewas Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    Ini Nama 9 Orang Tewas Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Pemda Flores Timur menyebutkan korban luka-luka lebih kurang 63 orang (dari desa Dulipali, Klatanlo dan Hokeng Jaya) dirawat di Puskemas Boru dan Puskesmas Lewolaga, serta yang dirujuk ke BLUD RS. dr. Hendrikus Fernandez Larantuka sebanyak 3 (tiga) orang.   Larantuka | Pemda Flores Timur telah mengumumkan nama-nama korban tewas atau meninggal dunia akibat erupsi Gunung […]

  • Jelang Pemilu 2019 Banyak Hoaks Beredar; Bamsoet: “Jangan Terlibat”

    Jelang Pemilu 2019 Banyak Hoaks Beredar; Bamsoet: “Jangan Terlibat”

    • calendar_month Kam, 24 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Banjarnegara, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta segenap elemen masyarakat mencegah serta tidak terlibat dalam pembuatan dan penyebaran berita bohong (hoaks) serta ujaran kebencian. Jelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019, potensi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian cenderung meningkat. “Berdasarkan data Kementerian Kominfo, jelang Pemilu 2019 berita hoax mengalami peningkatan setiap bulannya. Dari awal […]

expand_less