Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

Nono vs Mono – Tepis Stigma Namkak NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Jondry Siki, CMF

Nusa Tenggara Timur; salah satu provinsi yang unik di Indonesia. Keunikannya cukup mencolok di mata nasional. Hal ini dapat dilihat dari pelbagai aspek sosial di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Berbicara tentang bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, NTT sering dan bahkan terus-menerus disoroti oleh pemerintah pusat.

Nusa Tenggara Timur kerap dilabeli sebagai provinsi 3 T; terdepan, terluar, dan tertinggal. Pelabelan itu tidak terlepas dari kenyataan yang ada di NTT seperti selalu terbelakang dalam hal indeks prestasi Nasional, hal ini tidak mengherankan jika Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pendidikan NTT membuat indeks pendidikan nasional menurun.

Selain pendidikan, ada juga dua isu lain yakni kesehatan dan ekonomi. Provinsi NTT juga mendapat predikat sebagai provinsi termiskin. Hal ini mendorong pemerintah pusat untuk membangun banyak bendungan untuk meningkatkan produksi pertanian di NTT.

Isu berikutnya adalah tentang kesehatan. Nusa Tenggara Timur mendapatkan sorotan karena angka gizi buruk masih tinggi yakni stunting. Pemerintah daerah dan pusat bekerja sama menanggulangi gizi buruk di NTT agar membebaskannya dari predikat termiskin dan terbelakang.

Nono “Angkat Citra Pendidikan NTT”

Ketika jagat maya disibukkan dengan Fajar Sadboy dan Ayya, ada satu sosok yang tidak dikenal mengharumkan nama Indonesia dari balik perbukitan Amarasi dia adalah Nono. Siswa SD kelas 2 berhasil meraih juara 1 (satu) Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition 2022

Setelah nama Nono tercium oleh media akan kecerdasannya dalam ilmu matematika, ia pun diundang oleh media nasional ke Jakarta untuk wawancara dan bincang-bincang seputar lomba dan kecerdasan serta kecepatan dalam menghitung kendati tanpa bantuan kalkulator.

Pemilik nama lengkap Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau akrab disapa Nono ini pun seketika mendadak viral sehingga perbincangan media tentang Fajar Sadboy pun tergantikan. Nono bocah jenius asal Amarasi telah membuat nama NTT semakin harum dan dihargai. Kecerdasan Nono membuka mata kita bahwa meski terkendala oleh fasilitas namun karena kemauan yang kuat setiap tantangan bisa di atasi.

Namkak: Biang Kerok ketertinggalan?

Beberapa label atau cap bagi NTT yang lahir dari NTT sendiri adalah “Namkak” kata ini berasal dari bahasa Timor Dawan dari bentuk kata benda “Mkakat” yang artinya menganga, kebingungan dan kebodohan. Kata “Namkak” merupakan perubahan bentuk dari “Mkakat” yang digunakan untuk subjek orang ketiga.

Untuk subjek orang pertama (saya) dari kata “Mkakat” adalah “umkak” artinya saya bingung, saya ternganga, saya bodoh. Lalu untuk subjek orang kedua (kamu) adalah “mumkak” yang artinya kamu bingung, kamu ternganga dan kamu bodoh. Lantas yang selama ini kita gunakan adalah subjek orang ketiga (dia, mereka). Artinya kata Namkak tidak melibatkan saya dan kamu atau kita tetapi itu tentang mereka.

Sehingga bentuk ketiga dari “Mkakat” adalah “Namkak” yang artinya dia bingung, dia bodoh atau mereka bingung, mereka bodoh. Lantas yang yang dimaksudkan mereka adalah orang-orang yang tidak menyadari apakah mereka Namkak atau tidak karena fasilitas yang ada belum memadai.

Nono vs Mono

Presentasi yang diraih Nono mencoba untuk mengurangi stigma tentang NTT yang Namkak serta bodoh. Kecerdasan Nono patutlah diapresiasi mengingat Nusa Tenggara Timur selalu terbelakang dalam hal pendidikan. Rupanya dengan prestasi yang diraih Nono membuka mata nasional bahasa NTT juga bisa.

Selama ini NTT masih terbelenggu dengan cap “mono” artinya bodoh karena prestasi belajar NTT secara nasional selalu urutan ketiga dari belakang setelah Papua dan Papua Barat. Namun, kita tetap bangga bahwa di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan, masih ada siswa NTT yang bisa mengharumkan nama NTT dan Indonesia di mati dunia.

Nono telah menepis Mono. Banyak anak NTT menjadi “mono” karena tidak ada daya juang untuk mendapatkan prestasi belajar. Anak-anak NTT yang berprestasi selalu gagal untuk menggapai cita-cita karena ada konspirasi di institusi negara yang ada di provinsi ini.

Bahkan Putra putri daerah NTT tak satu pun yang lolos dalam rekrutmen perwira Polri di NTT. Ini salah satu bentuk tak langsung bahwa anak-anak NTT masih “mono”. Kendati demikian, kejujuran perlu diperhatikan sebab banyak anak NTT yang berprestasi namun gagal dalam meraih cita-cita.(*)

*/Penulis merupakan Pegiat Literasi NTT & Alumnus Fakultas Filsafat Unwira Kupang

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Langkah Bank NTT, Pemprov NTT & Pemkot/Pemda Gapai Modal Inti 3 Triliun

    Dua Langkah Bank NTT, Pemprov NTT & Pemkot/Pemda Gapai Modal Inti 3 Triliun

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengerek syarat minimal modal inti pada bank umum dari saat ini sebesar Rp.100 miliar menjadi Rp.3 triliun. Ketentuan ini diharapkan akan mempercepat proses penggabungan atau konsolidasi pada industri perbankan. Jika tak juga mampu memenuhi syarat modal tersebut, maka bank tersebut harus bersiap turun kelas menjadi Bank Perkreditan […]

  • Indonesia Paparkan Capaian Pemberdayaan Perempuan & Kesetaraan Gender ke Anggota OKI

    Indonesia Paparkan Capaian Pemberdayaan Perempuan & Kesetaraan Gender ke Anggota OKI

    • calendar_month Ming, 2 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Burkina Faso, gardaindonesia.id | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise memimpin delegasi Indonesia pada 7th Ministerial Conference On The Role of Women In The Development In The OIC Member States Ouagadougou, di Burkina Faso, Afrika Barat. Pertemuan yang berlangsung sejak 30 November – 1 Desember 2018 dihadiri oleh menteri terkait dari negara-negara […]

  • Perintah Kapolri Usut Tuntas, Jokowi Kutuk Terorisme di Katedral Makassar

    Perintah Kapolri Usut Tuntas, Jokowi Kutuk Terorisme di Katedral Makassar

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Ia telah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan membongkar jaringan pelaku teror hingga ke akarnya. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/03/28/bom-bunuh-diri-di-gereja-katedral-makassar-menteri-agama-kutuk-keras/ “Saya mengutuk keras aksi terorisme tersebut dan saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar […]

  • Penantian 81 Tahun, Warga Tiga Desa TTU Dapat Jaringan Listrik PLN

    Penantian 81 Tahun, Warga Tiga Desa TTU Dapat Jaringan Listrik PLN

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Loading

    Uji kelayakan merupakan tahapan krusial untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan yang dibangun aman dan sesuai standar sebelum dialiri arus listrik ke rumah-rumah warga.   Kefa | Semangat Tahun Baru 2026 terasa begitu spesial bagi warga di tiga desa di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Penantian panjang warga untuk menikmati akses energi listrik […]

  • Gubernur Viktor Laiskodat : “Kita Hebat Namun Perlu Konsolidasi!”

    Gubernur Viktor Laiskodat : “Kita Hebat Namun Perlu Konsolidasi!”

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Mbay-Nagekeo, Garda Indonesia | “Kita ini hebat-hebat tapi belum mampu konsolidasi. Kita perlu konsolidasi kekuasaan, konsolidasi anggaran dan konsolidasi informasi. Mari kita bangun sejarah baru, buat daerah jadi lebih hebat lagi”, tegas Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam pertemuannya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Nagekeo, bertempat di Aula Kantor Bupati Nagekeo, Rabu, 1 Mei […]

  • 82 Orang Terpapar, Wakil Bupati Belu Pinta ASN Jadi Agen Cegah Covid–19

    82 Orang Terpapar, Wakil Bupati Belu Pinta ASN Jadi Agen Cegah Covid–19

    • calendar_month Jum, 25 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Data Satgas Covid–19 di Kabupaten Belu per Kamis, 24 Juni 2021 mencatat 82 (delapan puluh dua) orang positif Covid–19. Terkait kondisi tersebut, Wakil Bupati Belu secara tegas mengimbau masyarakat agar tetap menaati protokol kesehatan 5 M yakni, mencuci tangan; memakai masker; menjaga jarak; menghindari kerumunan; dan mengurangi mobilitas. Usai pembukaan acara […]

expand_less