Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » OK Sulit Ok

OK Sulit Ok

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
  • visibility 109
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Dahlan Iskan

Ia kaya raya. Luar biasa. Anda mungkin pernah mengisi bensin kendaraan Anda dari minyak miliknya di Singapura. Lewat Pertamina. Anda tentu tidak pernah mendoakan agar ia celaka. Ia sendirilah yang mencelakakan dirinya. Di umurnya yang kini sudah 79 tahun. Yang dulu naik Rolls-Royce dan kini harus pakai kursi roda.

Bulan lalu tuduhan kepadanya ditambah lagi dengan 105 tuduhan baru. Penggelapan, penipuan, pemalsuan, dan segala macam perkara sejenis itu. Total, ditambah tuduhan tahun lalu, ia harus menghadapi 130 tuduhan di pengadilan.

Entah berapa tahun hukuman yang akan dijatuhkan kepadanya. Kalau semua hukuman itu kelak dijumlahkan. Pun kalau ia akan dihukum. Nama orang superkaya itu, rasanya, Anda sudah tahu: OK Lim. Aslinya: Lim Oon Kuin. Ia punya dua orang anak: Mr Evan Lim Chee Meng dan Mrs Lim Huey Ching.

OK Lim punya tandon minyak mentah terbesar di Asia: Hin Leong Trading Pte Ltd. Tangki-tangki raksasanya bisa memuat minyak dari dua tanker paling besar di dunia. Letaknya di sebuah pulau di jari-jari Singapura.

OK Lim memang salah satu pedagang minyak terbesar di Asia. Pendapatan setahunnya pernah mencapai Rp.450 triliun.

Media di Singapura menyebutkan OK Lim memang suka judi. Termasuk judi dalam bentuk spekulasi. Di perdagangan minyak. Harga naik diperjudikan. Harga turun diperjudikan. Ia memang suka spekulasi. Mengandalkan ketajaman intuisi bisnisnya.

Perjudian terbesarnya terjadi tahun lalu. Ketika Wuhan dalam penderitaan besar: dihantam wabah Covid-19. Sampai harga minyak mentah dunia, waktu itu, turun. Drastis. Tinggal USD 50/barel. Dari dua bulan sebelumnya yang masih USD 70.

Tempulu harga begitu rendah OK Lim memutuskan untuk memborong minyak mentah. Tanpa hedging. Ia begitu yakin apa yang terjadi di Wuhan segera teratasi. Harga minyak pun segera naik lagi.

Ia juga percaya benar kemampuan pemerintah Tiongkok. Dalam memadamkan wabah di Wuhan itu. Bahkan ia percaya wabah itu tidak akan meluas ke mana-mana.

Meleset. Salah besar.

Ups, tidak sepenuhnya salah. Bahwa Wuhan cepat teratasi, ia benar. Bahwa pemerintah Tiongkok berhasil memadamkannya, ia benar.

Selebihnya ia salah besar.

Covid-19 merajalela ke seluruh dunia. Pun sampai sekarang.

Harga minyak mentah terus mengalami kemerosotan. Tajam sekali.

Setiap kali harga minyak mentah itu turun, setiap itu juga nilai minyak yang ditimbun OK Lim turun. Padahal timbunan minyak itu menjadi jaminan untuk kredit bank. Ia mampu melakukan penimbunan dengan uang dari bank. Ia memang harus membayar bunga bank, tapi tidak akan ada artinya kalau harga minyak naik lagi.

Tapi harga minyak terus turun.

Setiap kali harga itu turun, nilai jaminan banknya menjadi tidak cukup lagi. OK Lim harus menambah jaminan. Turun lagi. Tambah jaminan lagi.

Padahal harga minyak masih turun terus. Dari 50 ke 45. Ke 40. Ke 35. Ke 30. Ke 25. OK Lim pun panik. Beberapa waktu kemudian masih turun lagi menjadi USD 20/barel. OK Lim tidak kuat lagi. Ia mulai berpikir memainkan angka-angka. Ia panggil direktur keuangan perusahaannya. Ia minta sang direktur membuat pembukuan sesuai yang ia inginkan.

“Kalau ada risikonya saya yang bertanggung jawab,” ujar OK Lim kepada bawahannya itu, seperti dilaporkan di media Singapura. Sang bawahan minta agar perintah itu tidak hanya lisan. Itulah yang kemudian jadi bukti bahwa semua yang dilakukannya atas perintah pemilik perusahaan.

Misalnya, agar perusahaan membuat buku yang tidak senyatanya. Yang mestinya rugi dibuat tetap berlaba. Labanya dibuat besar, USD 800 juta. Agar tetap bisa mendapat kepercayaan dari bank. Untuk terus menambah kredit.

Langkah besar lainnya: OK Lim menjual stok minyaknya. Dengan harga rugi. Untuk menutup cash flow yang terus memburuk. Padahal stok itu dijaminkan ke bank. Yang setiap menjualnya harus melapor ke bank. Dan uangnya harus masuk bank.

Tapi OK Lim menjualnya diam-diam. Agar bisa menggunakan hasilnya untuk tutup sana-sini. Ibarat perjudian beneran, agar OK Lim bisa terus memainkan kartunya. Tapi ia tidak kunjung punya kartu as. Dari waktu ke waktu, OK Lim terus mengalami kekalahan.

Lantas terbongkar. Sudah terlalu banyak kartu palsu yang ia mainkan. Ketahuan. Persoalannya bukan lagi di ranah hukum dagang. Tapi sudah ke ranah pidana. Singapura keras dalam hal ini. Tidak peduli siapa OK Lim. Yang bisnisnya pernah ikut membawa Singapura menjadi salah satu sentral perdagangan minyak dunia.

Awalnya begitu harum nama OK Lim di mata siapa saja. Termasuk di mata pemerintah Singapura. Kini nama itu begitu busuknya di mata perbankan dan di mata hukum.

Orang yang begitu kaya menjadi tidak bermakna. Orang yang begitu gagah langsung ke kursi roda.

Hartanya disita pengadilan. Di bawah pengelolaan independen. Perusahaannya dijalankan oleh profesional yang ditunjuk pengadilan. OK Lim sendiri tidak kuat. Ia membawa perusahaannya ke pengadilan: untuk di PKPN, dinyatakan bangkrut.

Rumah-rumahnya di Singapura dan di Australia dibekukan. Salah satunya sebuah rumah yang di Singapura disebut bungalo. Luasnya 3.000 m2. Hanya ada beberapa rumah seperti itu di sana. Yang kalau dijual hanya warga Singapura yang boleh membelinya.

Meski semua aset sudah dibekukan –senilai sekitar Rp 50 triliun– OK Lim tidak bisa terhindar dari penjara. Padahal total asetnya itu masih cukup untuk menutup ke semua kreditnya. Yakni ke 4 bank. Senilai sekitar Rp 50 triliun juga.

Asetnya yang paling berharga adalah kapal-kapal tankernya. OK Lim punya 130 buah kapal. Tapi OK Lim melakukan perbuatan pidana.

Kalau saja semua kesulitan itu murni akibat risiko bisnis, OK Lim masih bisa bernapas. Tapi urusan OK Lim sekarang ini sangat berbeda. Bahkan sisa umurnya pun tidak akan cukup untuk menjalani hukumannya.

Bisnis itu juga soal waktu. Yang mengalahkan perjudian OK Lim juga waktu. Ia tidak berhasil melewati waktu terburuknya. Padahal kalau saja semua itu terbongkar enam bulan kemudian ceritanya bisa lain. Harga minyak belakangan naik lagi. Bahkan bulan lalu sudah USD 79 barel. Sudah USD 20 di atas harga saat ia mulai menimbun.

Terlambat. OK Lim sudah telanjur jadi tersangka.

Harta dua anaknya juga dibekukan. Untuk hidupnya sehari-hari pengadilan menjatuhkan putusan bulan lalu: hanya boleh menghabiskan USD 10.000/minggu per orang. Sekitar Rp 120 juta/minggu/orang.

Yang dimaksud per orang adalah: OK Lim, istri, anak (dua orang), menantu (dua orang), dan cucu-cucu. Masing-masing boleh menghabiskan USD 10.000/minggu untuk keperluan hidup mereka.

Mereka juga masih boleh menggunakan uang untuk membayar pengacara –asal tarifnya harus wajar.

Sebenarnya masih ada satu keinginan OK Lim yang belum terpenuhi. Yakni membangun kilang BBM terbesar di Asia. Kapasitasnya 600.000 barel. Lokasinya pun sudah ia pilih: di sebelah pusat penimbunan minyak mentahnya itu. Agar efisien.

Sejak tahun 2010, OK Lim berjuang mewujudkannya: belum berhasil. Dari empat kilang yang dimiliki empat perusahaan di sana, Singapura sudah memiliki kilang 1,4 juta barel. Kalau saja kilang milik OK Lim berhasil Singapura punya kapasitas kilang 2 juta barel.

OK Lim lahir di Kabupaten Putian, Fujian. Dulunya kabupaten ini amat miskin. Letaknya di antara kota Xiamen dan Fuzhou. Ketika masih kecil ia ikut orang tua pindah ke Singapura. Waktu itu Singapura masih semiskin Indonesia.

Setelah remaja, OK Lim mengerjakan apa saja di Singapura. Terutama mengirim bahan bakar dalam jumlah kecil-kecil ke perahu-perahu yang ada di pantai Singapura. Dari situ OK Lim berkembang menjadi raja minyak. Dan kini harus mengenang semua itu dari atas kursi rodanya.

Ia susah sekali. Tapi rasanya masih lebih susah yang terkena Covid, yang tidak mendapat kamar di rumah sakit, yang tidak bisa dapat obat dan kalau pun akhirnya didapat harganya mahal sekali. (*)

Minggu, 11 Juli 2021

Foto utama oleh reuters.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Holding Subholding’ PLN Jadi Perusahaan Energi Berbasis Teknologi

    ‘Holding Subholding’ PLN Jadi Perusahaan Energi Berbasis Teknologi

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi meluncurkan Holding Subholding PT PLN (Persero) pada Rabu, 21 September 2022. Langkah ini akan membawa PLN menjelma menjadi perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi dan berorientasi pada masa depan menuju The New PLN 4.0 Unleashing Energy and Beyond. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, […]

  • Listrik Handal – Ekstra UPS dengan Premium Ultra

    Listrik Handal – Ekstra UPS dengan Premium Ultra

    • calendar_month Rab, 31 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) meluncurkan produk baru, yaitu layanan Premium Ultra. Inovasi ini mempunyai keunggulan lebih dari layanan premium yang sudah ada. Pelanggan PLN yang mendapatkan layanan premium akan mempunyai pasokan listrik ganda dan dilengkapi Automatic Change Over (ACO), berfungsi untuk mengalihkan pasokan utama ke pasokan cadangan dalam waktu […]

  • Bangun RS Marianum Kimbana, Suster Provinsial SSpS Timor Dinilai Bohongi Warga Lokal

    Bangun RS Marianum Kimbana, Suster Provinsial SSpS Timor Dinilai Bohongi Warga Lokal

    • calendar_month Ming, 24 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Lukas Kaisadu, warga Dusun Kimbana menilai mantan Kepala Provinsial SSpS Timor telah membohongi warga lokal Dusun Kimbana, Oetfo dan Dusun Leoruas pada tahun 2015 silam, awal perencanaan pembangunan Rumah Sakit Marianum Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dialami warga lokal di masa […]

  • Bekal KKN — Undana Latih Mahasiswa Bikin Pupuk Bokashi

    Bekal KKN — Undana Latih Mahasiswa Bikin Pupuk Bokashi

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Undana (Universitas Nusa Cendana) Kupang akan melepas 3.004 orang mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester ganjil 2019/2020 pada Senin, 8 Juli 2019. Sebelum para mahasiswa bergabung bersama masyarakat selama 2 (dua) bulan, mereka dibekali dengan beberapa program yang dinilai bermanfaat. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/07/03/pembekalan-3-004-mahasiswa-kkn-undana-rektor-jaga-nama-baik-almamater/ Salah satu program yang diberikan […]

  • Akses 24 Jam, Pandawa BPJS Kesehatan Permudah Layanan

    Akses 24 Jam, Pandawa BPJS Kesehatan Permudah Layanan

    • calendar_month Sab, 22 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghelat media gathering bersama awak media massa pada Rabu, 19 Juni 2024 di salah satu restoran di Kota Kupang. Bertema, “Satu dekade program JKN menuju cakupan semesta bermutu dan berkesinambungan” acara itu dirangkai dengan sosialisasi program kekinian. Ariasto Bau, Kabag Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Kupang […]

  • OJK Perintah Bank Blokir Rekening Terindikasi Judi Online

    OJK Perintah Bank Blokir Rekening Terindikasi Judi Online

    • calendar_month Rab, 27 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senantiasa menjaga integritas sistem keuangan dan memerintahkan perbankan untuk memblokir sejumlah rekening yang digunakan dalam aktivitas ilegal, termasuk judi online. Dalam rangka menjaga keseluruhan kegiatan sektor keuangan agar terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel; mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; dan mampu […]

expand_less