Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Oknum Pegawai Bank Pemerintah di NTT Cabuli 8 Anak Laki-laki

Oknum Pegawai Bank Pemerintah di NTT Cabuli 8 Anak Laki-laki

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
  • visibility 280
  • comment 0 komentar

Loading

Masyarakat diimbau waspada menjaga anaknya supaya terhindar dari kejahatan pedofilia, apalagi sesama jenis yang semakin marak di NTT.

 

Larantuka | Aksi bejat diduga dilakukan oleh seorang oknum pegawai bank pemerintah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Oknum pegawai bank tersebut dikenal berinisial AR diduga mencabuli 8 (delapan) anak laki-laki.

Masyarakat diimbau waspada menjaga anaknya supaya terhindar dari kejahatan pedofilia, apalagi sesama jenis yang semakin marak di NTT.

Akibat dugaan pencabulan oleh oknum pegawai bank BUMN itu, maka salah satu anak laki-laki dari 8 (delapan) anak berinisial J kini mengalami trauma psikis. Hal itu disampaikan ayahnya, semenjak kasus mencuat, anaknya lebih banyak menyendiri di dalam kamar dan jarang berinteraksi dengan teman dan keluarga termasuk ayah dan ibunya.

Kepada awak media pada Rabu malam, 30 April 2025, ayah korban J menyampaikan keprihatinannya terhadap tumbuh kembang anaknya, ia berharap jika terbukti terduga pelaku AR bisa dihukum sesuai perbuatannya.

Ayah korban J mengungkapkan bahwa sosok terduga pelaku pencabulan AR memang sangat dekat dan dermawan dengan anak-anak. Ia pun sangat menyesalkan kejadian yang menimpa anaknya bersama 7 (tujuh) temannya.

Dibeberkan ayah korban J, anaknya dan salah satu temannya sudah menjadi korban dugaan pencabulan sebanyak 4 (empat) kali tatkala pergi bermain playstation (PS) di rumah pelaku AR.

Terpisah, Polres Flores Timur telah menerima laporan dari para korban yang didampingi oleh orang tuanya dan telah dibuatkan laporan polisi di SPKT pada tanggal 27 dan 28 April 2025.

Humas Polres Flores Timur pun membenarkan telah terjadi dugaan pencabulan atau pelecehan seksual anak di Larantuka, Flores Timur, dengan korban sebanyak 8 orang anak laki-laki yang terjadi pada tahun 2024 dan 2025. Dan diduga dilakukan oleh pelaku berinisial AR.

Saat ini, kasus tersebut telah ditangani dan diproses oleh unit PPA Satuan Reskrim Polres Flores Timur.(*)

Sumber (*/tim media/Ama Boro Huko)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Mendidik Anak Agar Berani Bicara dan Tidak Pemalu

    Tips Mendidik Anak Agar Berani Bicara dan Tidak Pemalu

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Anak yang terlalu pemalu sering dianggap manis dan sopan, tetapi tahukah Anda bahwa sifat ini bisa menjadi hambatan besar di masa depan? Riset dari American Psychological Association menunjukkan bahwa anak yang kesulitan mengekspresikan diri cenderung memiliki tantangan dalam membangun relasi sosial dan karier. Artinya, keberanian berbicara bukan sekadar soal kepribadian, tetapi juga keterampilan hidup yang […]

  • Bayar Air Pakai ‘NTT Pay’ Sejahtera Group dan Bank NTT Teken MOU

    Bayar Air Pakai ‘NTT Pay’ Sejahtera Group dan Bank NTT Teken MOU

    • calendar_month Jum, 23 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Manajemen Sejahtera Group membuat terobosan inovatif bagi penghuni perumahan Pondok Indah Matani dan Sejahtera Land Oetalu dalam melakukan pembayaran air menggunakan aplikasi NTT Pay dari Bank NTT. Warga penghuni dua hunian tersebut pun dipermudah dalam mengakses layanan air bersih sekaligus tak direpotkan saat hendak melakukan pembayaran besaran debit penggunaan air. Telah […]

  • PLN Pulihkan Listrik Fasilitas Umum di Kota Kupang Pasca-Badai Seroja

    PLN Pulihkan Listrik Fasilitas Umum di Kota Kupang Pasca-Badai Seroja

    • calendar_month Sab, 10 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN berhasil memulihkan sistem kelistrikan sejumlah fasilitas umum pasca-Badai seroja yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas umum seperti rumah sakit menjadi prioritas PLN untuk mendorong NTT segera bangkit. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah S K Lerik Kota Kupang, dr. Marsiana Y Halek menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN […]

  • Kasus Sodomi pada Anak di Kab. Garut Jadi Perhatian Serius Kemen PPPA

    Kasus Sodomi pada Anak di Kab. Garut Jadi Perhatian Serius Kemen PPPA

    • calendar_month Sen, 29 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) masih menelaah kasus pelecehan dan perilaku seks menyimpang (sodomi) yang diduga dilakukan oleh 19 (sembilan belas) orang anak di Kabupaten Garut Jawa Barat. Kasus yang terjadi di Kelurahan Margawati, Kabupaten Garut ini mulai diketahui ketika salah satu orang tua korban dan tokoh masyarakat […]

  • Sidang Sinode GMIT Ke-34 Utamakan Konsep ‘Paperless & Plasticless’

    Sidang Sinode GMIT Ke-34 Utamakan Konsep ‘Paperless & Plasticless’

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sidang Sinode GMIT XXXIV (Ke-34) dan Expo GMIT 2019 yang bakal dilaksanakan pada 15—22 Oktober 2019 di Gereja Paulus Kota Kupang menghadirkan konsep menarik dalam mengelola sampah terutama sampah kertas dan plastik dari hasil kegiatan. Konsep Paperless (pengurangan bahkan penghilangan konsumsi kertas) dan plasticless (pengurangan atau penghilangan sampah akibat penggunaan plastik) […]

  • Kapolda Sumut Imbau Masyarakat Serahkan Masalah FPI ke Jalur Hukum

    Kapolda Sumut Imbau Masyarakat Serahkan Masalah FPI ke Jalur Hukum

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Medan, Garda Indonesia | Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si. meminta masyarakat menyerahkan masalah FPI (Front Pembela Islam, red) melalui proses hukum. Hal tersebut dijelaskan Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin dalam Rapat Lintas Sektoral Ops Lilin Toba 2021, yang dihadiri Pangdam I/BB, Kabinda Sumut, Pemprov Sumut, tokoh agama dan stakeholder lainnya. Kapolda Sumut menyampaikan saat […]

expand_less