Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Padang Sabana Mausui, Lanskap Memesona di Pelosok NTT

Padang Sabana Mausui, Lanskap Memesona di Pelosok NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
  • visibility 263
  • comment 0 komentar

Loading

Meskipun Padang Mausui ini tergolong terpencil dan membutuhkan waktu yang cukup lama kurang lebih 2—3 jam dari Kota Borong untuk bisa tiba di sana. Namun, hal tersebut tidak mengalahkan semangat wisatawan yang mengunjunginya.

 

Manggarai | Pesona hamparan rerumputan yang berada di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini menjadi sorotan para wisatawan. Hamparan rerumputan luasnya kurang lebih empat hektar itu yang akrab disebut ‘Padang Sabana Mausai’ atau ‘Padang Musai’. Tak heran wisatawan yang melakukan kunjungan akan menggeleng-gelengkan kepala saat mengunjunginya. Sebab setibanya di sana, kawan akan disuguhkan dengan keindahan yang luar biasa serta menakjubkan.

Padang Sabana Mausui terletak di dekat perkampungan Mausui, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores, NTT.

Meskipun Padang Mausui ini tergolong terpencil dan membutuhkan waktu yang cukup lama kurang lebih 2—3 jam dari Kota Borong untuk bisa tiba di sana. Namun, hal tersebut tidak mengalahkan semangat wisatawan yang mengunjunginya. Perjalanan menuju Padang Mausai dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan beroda dua maupun empat.

Hal ini menunjukkan daya tarik Padang Mausai untuk memikat hati para wisatawan sangat kaut sehingga tidak heran meskipun jauh para wisatawan yang datang mengunjung terus meningkat dari tahun-ke tahun.

Di sini kita akan disuguhkan dengan hamparan rerumputan luas yang begitu memanjakan mata. Rerumputan ini akan berubah warna sesuai musim, yakni hijau saat musim hujan dan kuning-kecokelatan saat kemarau.

Bahkan, pepohonan rindang yang tersebar secara alami di seluruh wilayah Mausui turut memperindah cakrawala. Bukan hanya itu, kawan juga dapat berjumpa dengan kawanan sapi, kerbau, dan kuda yang berkeliaran dengan bebas. Hewan-hewan ini bukanlah binatang liar, melainkan milik para peternak lokal yang berada di sekitar wilayah itu.

Menawarkan tiga lanskap sekaligus dalam satu pandangan

Tempat ini juga dikelilingi oleh Gunung Poco Ndeki, Gunung Komba, dan beberapa bukit di sekitarnya sehingga latar pegunungan dapat terlihat dengan jelas saat Kawan berada di sini. Pegunungan menjadi faktor yang membuat Mausui sering diselimuti kabut di pagi hari.

Pemandangan lainnya yang ditawarkan adalah bentangan Pantai Tanjung Bendera yang berbatasan secara langsung dengan sabana. Pantai ini menawarkan pasir putih yang jauh dari sentuhan manusia, cocok bagi para wisatawan yang ingin menikmati natural. Kombinasi antara rerumputan hijau dengan laut biru menjadi perpaduan alam lukisan alam yang sempurna dan sulit ditemukan di mana pun.

Saat cuaca cerah, Kawan dapat melihat siluet Gunung Inerie yang memiliki bentuk kerucut sempurna. Gunung ini menambah kompleksitas bentang alam yang ada, sungguh tampak seperti lukisan yang menjadi nyata.

Kawanan kuda, sapi, kerbau menikmati hamparan rumput Padang Sabana Mausui

Semua lanskap tersebut bisa Kawan nikmati saat mengunjungi Padang Sabana Mausui. Hamparan rerumputan, pegunungan, dan laut dapat tertangkap dalam satu pandangan mata.

Lanskap alam yang memikat

Garis cakrawala di Mausui dibentang oleh padang rumput seluas belasan hektar.

Saat musim hujan, rumput berwarna hijau segar, kemudian berubah menjadi kuning keemasan di musim kemarau, menyerupai padang khas Afrika, lengkap dengan latar gunung seperti Inerie dan Komba.

Udara segar dan sejuk

Udara sejuk dan angin semilir menciptakan suasana alami yang tenteram.

Letaknya yang jauh dari peradaban manusia membuat Padang Sabana Mausui tempat yang terbebas dari polusi udara. Udara sejuk dan angin semilir menciptakan suasana alami yang tenteram.

Selain itu, Sabana Mausai juga hampir setiap harinya, langit cerah dan bersih selalu menyambut wisatawan yang berkunjung ke sini. Bukan saja memanjakan mata, melainkan juga menyegarkan pikiran bagi Kawan-kawan yang rutinitas hariannya di perkotaan.

Fauna dan kehidupan lokal

Pagi hari merupakan waktu yang tepat jika Kawan ingin melihat langit jingga kebiruan saat matahari baru saja terbangun. Terbit dari puncak Gunung Inerie, matahari seakan memberikan kehangatan saat dinginnya embun pagi masih menyelimuti Mausui. Bagi Kawan yang ingin menikmati momen ini, pukul 05.00–07.00 WITA merupakan waktu yang sempurna.

Pengunjung dapat menyaksikan gerombolan kuda, sapi, kerbau, bahkan burung endemik seperti perkutut dan elang, yang berkeliaran bebas di padang.

Selamat menikmati kepingan surga yang tersembunyi di Padang Sabana Mausui, Kawan.

Sumber (*/Ferdy Daud + ragam).

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank NTT Raih ‘Indonesia Enterprise Risk Management Award IV-2021′

    Bank NTT Raih ‘Indonesia Enterprise Risk Management Award IV-2021′

    • calendar_month Sab, 10 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT sebagai bank kebanggaan milik masyarakat NTT, mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tentang kualitas pelayanan, yakni sebagai bank yang terus bertumbuh menjadi bank yang memiliki manajemen sehat. Kerja keras segenap manajemen, yakni Direksi, Komisaris dan seluruh karyawan, membuahkan hasil gemilang. Pada Jumat, 9 April 2021, Bank NTT menggapai sebuah penghargaan […]

  • Kenapa Demo Italia Tuntut Pengakuan Palestina Merdeka?

    Kenapa Demo Italia Tuntut Pengakuan Palestina Merdeka?

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny JA Di depan Stasiun Termini, Roma, pada sore 22 September 2025, seorang ibu muda bernama Giulia menggenggam erat tangan putrinya yang berusia sembilan tahun. Di kejauhan, ribuan orang meneriakkan, “Palestina Libera! Palestina Libera!” Spanduk berkibar, bendera Palestina menutupi langit ibukota Italia. Giulia datang bukan karena ia keturunan Arab, bukan pula karena ia […]

  • Demo DPR 25 Agustus Ricuh! Pedemo Tuntut Hapus Tunjangan DPR

    Demo DPR 25 Agustus Ricuh! Pedemo Tuntut Hapus Tunjangan DPR

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Loading

    Ketegangan meningkat ketika aparat kepolisian meminta massa membubarkan diri, namun ajakan itu diabaikan. Massa justru melakukan aksi anarkis dengan merusak sejumlah fasilitas umum.   Jakarta | Aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR RI pada Senin, 25 Agustus 2025, berujung ricuh. Ribuan massa yang sejak siang menghelat aksi protes dengan membawa berbagai spanduk dan poster […]

  • Kata Wartawan Liput Dibayar, Guru SMP Kristen 1 Amanuban Barat Dipolisikan

    Kata Wartawan Liput Dibayar, Guru SMP Kristen 1 Amanuban Barat Dipolisikan

    • calendar_month Kam, 1 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Loading

    Soe-TTS, Garda Indonesia | Empat orang wartawan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang dituduh menerima bayaran oleh guru SMP Kristen 1 Amanuban Barat, Dra. Maxima R. Bhia, pada Selasa, 30 Maret 2021, resmi melaporkan peristiwa yang mencederai profesi jurnalis tersebut ke Polres TTS. Keempat wartawan tersebut yakni, Yuferdi Inyo Faot dari media salamtimor.com, Lefinus […]

  • Pungutan Sekolah Negeri Berbalut Sumbangan

    Pungutan Sekolah Negeri Berbalut Sumbangan

    • calendar_month Jum, 21 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Darius Beda Daton, Kepala Perwakilan Ombudsman NTT Tahapan pendaftaran, pengumuman dan pendaftaran ulang penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK tahun 2024 telah dimulai pada tanggal 19 Juni. Kita berharap pelaksanaan PPDB tahun ini berjalan lancar. Tidak ada riak-riak dan protes berlebihan para orang tua peserta didik karena anaknya tidak diterima di sekolah negeri […]

  • Kemenkumham NTT Peduli & Berbagi di Oepoli—Batas Negara RI & Timor Leste

    Kemenkumham NTT Peduli & Berbagi di Oepoli—Batas Negara RI & Timor Leste

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Oepoli-NTT, Garda Indonesia | Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT melakukan bakti sosial mengusung tema “Kumham Peduli dan Berbagi, Bakti Kemenkumham Terhadap Masyarakat Terdampak Covid-19 yang dilaksanakan pada Kamis pagi, 29 Juli 2021 pukul 09.00 WITA—selesai di Kantor Imigrasi Kelas I Kupang Pos Oepoli, perbatasan Republik. Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). […]

expand_less