Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » “Pagelaran Budaya“ Warnai HUT Ke-58 Jemaat Imanuel Batukadera

“Pagelaran Budaya“ Warnai HUT Ke-58 Jemaat Imanuel Batukadera

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 1 Sep 2018
  • visibility 173
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang-NTT, gardaindonesia.id-Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Jemaat GMIT Imanuel Batukadera Ke-58; Panitia perayaan menggelar Pentas Seni Budaya yang melibatkan jemaat dari unsur etnis/suku Alor, Rote, Sabu, dan Timor.

Dengan perpaduan berbagai pentas budaya berupa tarian, lagu, perayaan HUT Ke-58 Jemaat GMIT Imanuel Batukadera, diramu dalam bingkai budaya nan unik dan menarik dengan melibatkan semua jemaat dari berbagai etnis/suku.

Mengambil lokasi di halaman pastori Gereja GMIT Imanuel Batukadera, Jumat/31 Agustus 2018 petang, perayaan HUT Ke-58 diawali dengan ibadat syukur, dilanjutkan pemotongan tumpeng, sekapur sirih, dan hiburan lagu rohani serta tarian daerah.

Dengan mengusung tema, “Jemaat Imanuel Batukadera Bersyukur dan Siap Berbagi “, sekitar 1.200 jemaat memadati areal pastori dengan mempersembahkan tari-tarian dan nyanyian rohani berbalut budaya.

Semua penampilan Jemaat GMIT Imanuel Batukadera disiarkan langsung oleh RrI Program 4 dengan melibatkan semua personil Pro 4 RRI Kupang.

Koordinator Pelaksana Hari Raya Gerejawi Jemaat Imanuel Batukadera Kota Kupang, Pnt.Martha D Alomau-Nahak kepada gardaindonesia.id menyampaikan Gereja harus punya kepedulian dengan budaya, masyarakat yang berbudaya lebih gampang menerima apa yang disampaikan; Gereja tidak bisa dipertentangkan dengan budaya.

“Kami tampilkan konsep budaya karena jemaat punya potensi untuk tampil. Sehingga ada rasa senang untuk mencintai budaya sendiri,“terang Martha.

Ketua Majelis Jemaat Imanuel Batukadera, Pdt Adolvina Doko Hege,STh., menyampaikan bahwa Jemaat Imanuel Batukadera (JIB) selalu hidup rukun dengan tetangga dan sebagai saudara. Jemaat mendiami Gereja Imanuel Batukadera berasal dari suku Alor, Rote, Sabu dan Timor.

“Gereja selalu mengakomodir budaya namun selalu kritis. Budaya sebagai jati diri berasal dari suku masing-masing harus dipelihara dengan bangga,“ ungkap Pdt Adolvina.

“Jemaat Imanuel Batukadera tinggal ditengah-tengah masyarakat beda agama namun hidup rukun. Kami juga mau bermitra dengan pemerintah karena medan pelayanan sama yakni jemaat dan masyarakat. Apa yang menjadi tanggung jawab bersama, mari kita kerjakan bersama, “pinta Pdt Adolvina (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gratis ‘Swab Antigen’ Bagi Sekolah & Kampus, Komite III DPD Dorong Pemerintah

    Gratis ‘Swab Antigen’ Bagi Sekolah & Kampus, Komite III DPD Dorong Pemerintah

    • calendar_month Rab, 20 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gagasan belajar tatap muka mulai Januari 2021 menimbulkan beragam opini. Sebaran pandemi Covid-19 yang semakin luas menjadi pertimbangan. Namun, bagi sekolah dan kampus yang hendak melakukan proses pembelajaran tatap muka, Prof. Sylviana Murni selaku Ketua Komite III dan Anggota DPD menilai, sebaiknya hanya dapat dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Salah satunya […]

  • Bantu Sesama, Bersama Bank NTT Donor Plasma Darah dan Raih Suvenir

    Bantu Sesama, Bersama Bank NTT Donor Plasma Darah dan Raih Suvenir

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang, OJK Perwakilan NTT dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) menghelat aksi kemanusiaan berupa donor plasma darah pada Jumat, 26 Februari 2021 yang menurut rencana bakal dilangsungkan di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT di Jalan W J Lalamentik, Kota Kupang. […]

  • Dua SD di Kupang Jadi ‘School Gardening Project’ Rotary Kupang

    Dua SD di Kupang Jadi ‘School Gardening Project’ Rotary Kupang

    • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Guna  mendukung program pencegahan stunting dan ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah, maka District Governor 3420 melalui Rotary Club of Kupang Central akan melaksanakan “Program Bertanam di Sekolah” atau School Gardening Project. Pada Rabu, 14 September 2022, tim Rotary Kupang Central terdiri dari President Elsje Mansula, Rtn Benny Pellu, Rtr Fery Kase […]

  • Ketua Fraksi Golkar TTS Bantu Ribuan Benih Ikan Lele

    Ketua Fraksi Golkar TTS Bantu Ribuan Benih Ikan Lele

    • calendar_month Rab, 19 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    SoE – Garda Indonesia | Ruba Banunaek, S.E., ketua fraksi Partai Golkar Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  memberikan bantuan benih ikan lele kepada Kelompok Tani Kohesopo dan Ora Et Labora di Desa Bineno, Kecamatan Kot’olin pada Selasa, 18 Januari 2022. Ruba Banunaek, dalam sesi wawancara menjelaskan, bahwa kedua kelompok ini telah […]

  • Sejarah Bulan Maria, Beda antara Mei dan Oktober

    Sejarah Bulan Maria, Beda antara Mei dan Oktober

    • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Loading

    Setiap tahun, Gereja Katolik mendedikasikan dua bulan untuk berdoa bersama Bunda Maria, yang disebut sebagai Bulan Maria. Selama bulan Mei dan Oktober, umat Gereja Katolik mengisinya dengan kegiatan-kegiatan doa Maria, misalnya dengan Doa Rosario, Novena Maria, dan Perarakan Maria. Namun, pernahkah kita sadar, bahwa ada perbedaan antara kedua bulan ini. Bulan Maria pada bulan Mei […]

  • Enam Rumah di Belu Hancur Diserang Massa, Wartawan Diancam

    Enam Rumah di Belu Hancur Diserang Massa, Wartawan Diancam

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Enam rumah warga di Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilempari batu hingga hancur berantakan oleh massa sesama warga Desa Bakustulama pada Kamis, 2 Januari 2020 siang. Pantauan media ini di TKP, kelompok massa dari Dusun Asora dan Dusun Kimbana A mendatangi enam […]

expand_less