Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Panen Garam dan Rumput Laut di Raijua, Gubernur VBL Cari Pasar bagi Petani

Panen Garam dan Rumput Laut di Raijua, Gubernur VBL Cari Pasar bagi Petani

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 23 Okt 2020
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Loading

Raijua, Garda Indonesia | Saat melakukan panen garam di Tambak Garam Dahiae di Kecamatan Raijua, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) merespons kondisi para petani yang memprihatinkan, terlihat menumpuknya stok garam karena kesulitan pangsa pasar.

Tindakan riil yang dilakukan Gubernur NTT yang suka melakukan sidak ke lokasi ini pun langsung menelepon Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto untuk menyediakan pangsa pasar dan dapat membeli garam hasil produksi petani di Sabu Raijua.

Aksi cepat ini dilakukannya, untuk mendorong dan menstimulasi perekonomian masyarakat agar tak terjadi penumpukan stok garam. Estimasi nilai stok garam Sabu Raijua mencapai 7,5 Miliar dan hingga saat ini, masih menjadi momok pangsa pasar bagi petani garam.

Gubernur VBL panen rumput laut di Raijua

Kepada awak media, Gubernur VBL mengungkapkan bahwa stok garam di Kabupaten Sabu Raijua saat ini mencapai 14.000 ton dan belum terjual. “Dengan kehadiran saya hari ini dapat menyiapkan pasar agar dapat dijual dan para petani bisa melanjutkan seluruh upaya menjual garam hasil produksi mereka,” ujarnya.

Langkah kongkretnya, tegas VBL, Pemprov NTT bakal membeli garam hasil produksi petani. “Langkah kongkretnya ya kita beli,” tegasnya.

Perlu diketahui, pada Agustus 2020, Pemda Sabu Raijua telah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk menyampaikan kesigapan distribusi garam untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Pjs. Bupati Sabu Raijua, Ferdi Kapitan menyampaikan bahwa luas lahan tambak garam di Raijua mencapai 2.000 hektar, namun yang dimanfaatkan hanya sekitar 102 hektar dengan kemampuan produksi per hektar sebesar 20 ton.

Sementara, luas potensi rumput laut di Raijua, imbuh Ferdi, mencapai 8.900 hektar dan baru dimanfaatkan hanya 299 hektar, sehingga peluang potensi yang ada dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Penulis, editor, foto dan video (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Viktor: “Proyek Menantang; Membawa NTT Menjadi Sejahtera“

    Gubernur Viktor: “Proyek Menantang; Membawa NTT Menjadi Sejahtera“

    • calendar_month Sen, 17 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Ada yang menarik dari sambutan Seorang Viktor Bungtilu Laiskodat, Pria Asal Pulau Semau Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); dalam sambutan usai Prosesi Pelantikan PengProv Pertina NTT, Sabtu/15 September 2018 sekitar Pukul 21.25 wita di Hotel Naka Kota Kupang. Gubernur 1 NTT ini menyampaikan punya karakter; kita boleh berteman baik tapi […]

  • Sejurus CIRMA Budidaya Pinang, Dinas Pertanian NTT Inisiasi Gentaping

    Sejurus CIRMA Budidaya Pinang, Dinas Pertanian NTT Inisiasi Gentaping

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Loading

    Ditekankan Joaz Umbu Wanda, Pemprov NTT menyiapkan rencana aksi daerah berbasis lokal sesuai dengan Perpres 81 Tahun 2024 tentang percepatan penganekaragaman pangan berbasis potensi sumber daya lokal.   Kupang | Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki lahan berupa pertanian dan perkebunan seluas 4,7 juta, lahan kering 1,8 juta kering, sementara lahan basah berkisar 200—300 ribu […]

  • Kader DPD Partai Demokrat NTT dan Pimpinan DPC Loyal Kepada AHY

    Kader DPD Partai Demokrat NTT dan Pimpinan DPC Loyal Kepada AHY

    • calendar_month Sab, 20 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat NTT menyikapi situasi terkini tentang upaya beberapa oknum yang hendak melakukan upaya paksa berupa Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD), maka Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Dr. Jefri Riwu Kore menyampaikan sikap dan pandangan DPD Partai Demokrat NTT menyikapi situasi tersebut. Sikap Partai Demokrat NTT […]

  • Bareskrim Setop Selidiki Dugaan 1,3 Juta Data Bocor eHAC Kemenkes

    Bareskrim Setop Selidiki Dugaan 1,3 Juta Data Bocor eHAC Kemenkes

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri memutuskan untuk menyetop penyelidikan dugaan Data 1,3 juta data pengguna aplikasi electronic-Health Alert Card (eHAC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sempat diduga bocor. Penyelidikan dihentikan lantaran tidak ditemukan dugaan data kebocoran tersebut. “Penyelidikan tidak diteruskan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pada Selasa, 7 September 2021. Argo Yuwono menjelaskan Dittipidsiber Bareskrim […]

  • Menteri Nilla Moeloek: ‘Berikan Pelayanan Kesehatan Yang Komprehensif!’

    Menteri Nilla Moeloek: ‘Berikan Pelayanan Kesehatan Yang Komprehensif!’

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nilla Djuwita Faried A. Moeloek, Sp. M (K) meminta para petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat. Tidak hanya terfokus pada upaya kuratif tetapi juga menggalakkan upaya promotif dan preventif. Petugas kesehatan di NTT punya tanggung jawab untuk tingkatkan sumberdaya manusia masyarakat NTT. “Masyarakat […]

  • Kota Kupang Bebas Sampah, Dimulai dari Mana dan oleh Siapa ?

    Kota Kupang Bebas Sampah, Dimulai dari Mana dan oleh Siapa ?

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rony Banase Saat saya bersama anak bungsu laki-laki berumur 8 tahun, sontak dia protes sambil berujar, “Papa, kenapa orang itu buang sampah sembarangan dari dalam mobil? Dia bodoh sekali,” ujarnya ketus [saat itu, kami sedang berhenti menunggu lampu hijau] di bundaran Gedung Sasando [gedung kebanggaan masyarakat NTT, karena menjadi salah satu ikon]. Tak […]

expand_less