Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan dan Perbankan » ‘Pemegang Saham Kecewa’, Komut Bank NTT : Perlu Orang Tepat di Posisi Tepat

‘Pemegang Saham Kecewa’, Komut Bank NTT : Perlu Orang Tepat di Posisi Tepat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
  • visibility 45
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai mendampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan keterangan pers pada awak media terkait hasil pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa dan RUPS tahunan pada Rabu,6 Mei 2020 di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT; Komisaris Utama (Komut) Bank NTT Juvenile Jodjana, menyampaikan RUPS berjalan dengan baik, hanya dari pemegang saham tentunya kecewa dengan pencapaian yang di bawah target.

Untuk itu, imbuh Juvenile, perlu dilakukan penyegaran. “Menaruh orang yang tepat di posisi yang tepat. Sehingga diputuskan oleh pemegang saham khususnya Pemegang Saham Pengendali (PSP) untuk melakukan rolling, artinya memberi kesempatan kepada semua direksi untuk bekerja lebih solid dan lebih keras,” ujarnya.

Putusan pertama, beber Juvenile, untuk posisi Direktur Utama (Dirut) sementara dirangkap oleh Pak Alex (Harry Alexander Riwu Kaho, red) yang akan merangkap sebagai Direktur Kredit. Direktur Kredit saat ini ditempati oleh Pak Abe (Absalom Sine, red) pindah sebagai Direktur Dana. Pak Hila (Hilarius Minggu, red) dan Pak Umbu (Yohanis Landu Praing, red) masih stay di posisi yang sama, karena untuk menjadi seorang dirut harus melalui proses uji kelayakan di OJK.

“Untuk itu, nanti Pak Frans Gana sebagai Ketua KRN akan memproses administrasi secepatnya, walaupun dalam kondisi Covid ini kita akan cari supaya cepat,” ungkapnya sembari menyampaikan jika Pak Alex bisa lolos fit and proper, tentunya dia akan dilantik sebagai dirut dan Pak Izhak (Izhak Eduard Rihi, red) akan kembali aktif, tetapi dengan posisi sebagai Direktur Kepatuhan.

Lebih lanjut Juveline menyampaikan, “Pak Hila (Hilarius Minggu, red) dan Pak Umbu (Yohanis Landu Praing, red) akan bergeser juga. Pak Hila direncanakan di posisi Direktur Umum dan Pak Umbu akan di Direktur Kredit. Kira-kira itu, yang sekarang dalam program kerja kita. Kita percaya bahwa keputusan ini merupakan keputusan yang terbaik. Karena pemegang saham ingin menaruh orang yang tepat di posisi yang tepat,” terangnya.

Dewan komisaris, ujar Juvenile, sekarang juga bisa memetakan kemampuan dari masing-masing direksi. “Kami menjamin bahwa semua direksi profesional. Semua direksi bekerja dengan luar biasa. Kita berharap dengan ini lebih solid lagi Bank NTT ke depannya, apalagi kita sekarang menghadapi era covid di mana banyak terjadi restrukturisasi kredit dan sebagainya,” tegasnya.

Selain itu, tambah Juveline, Tentunya kami harus tetap bertumbuh. Tadi PSP juga menekankan hal-hal yang penting khususnya kepada Plt Dirut untuk segara memperbaiki NPL, karena NPL kita sudah mencapai angka 4. “Itu menjadi tugas Plt Dirut merangkap Direktur kredit untuk segera menyelesaikan NPL ini secara tidak segan-segan lagi. Tidak tanggung-tanggung lagi. Karena beliau fresh dari posisi Direktur dana yang dianggap sukses. Jadi kalau NPL itu bisa kita recover, tentunya laba kita di 2020 bisa lebih baik lagi,” kata Juvenile yakin.

Terkait penyumbang NPL 4 untuk Bank NTT, Juvenile mengakui bahwa dewan komisaris terus berusaha agar satu tahun terakhir ini bagaimana terus melakukan pengawasan dan mitigasi. Jadi, ada beberapa cabang yang memberi kontribusi NPL terbesar seperti cabang Surabaya.

“Kami sudah ambil tindakan, contohnya sekarang cabang Surabaya tidak boleh member kredit, hanya funding saja. Kantornya kami sudah minta dikecilkan. Itu salah satu yang dewan komisaris sangat serius untuk melakukan punishment. Bahkan, karyawan-karyawan disana ada yang sebagian besar berhenti dengan sendirinya, ada yang sudah dirumahkan, ada yang dirotasi dan sebagainya,” tegasnya.

“Bahkan tadi Pak PSB sudah minta, kalau dirasakan kurang tegas maka harus diberikan punishment lebih tegas lagi. NPL Surabaya itu kurang lebih 2 digit,” pungkas Komisaris Utama Bank NTT.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmikan Bendungan Rotiklot, Presiden Jokowi: ‘Air Kunci Kemajuan di NTT!’

    Resmikan Bendungan Rotiklot, Presiden Jokowi: ‘Air Kunci Kemajuan di NTT!’

    • calendar_month Sen, 20 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Tiba di Bandar Udara Internasional El Tari, Kota Kupang, NTT pada Senin, 20 Mei 2019 pukul 12.00 WITA dengan pesawat kepresidenan, Presiden Jokowi berganti Pesawat TNI AU jenis CN 295 menuju Kabupaten Belu. Kunjungan kerja Presiden Jokowi kali ini dalam rangka meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten […]

  • BPOM Keluarkan Edaran Cara Membuat ‘Hand Sanitizer’

    BPOM Keluarkan Edaran Cara Membuat ‘Hand Sanitizer’

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan edaran cara membuat hand sanitizer yang sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/03/30/pakar-gugus-tugas-covid-19-penggunaan-hand-sanitizer-jangan-berlebihan/ Hand Sanitizer dalam hal ini merupakan antiseptik dalam bentuk cair yang berfungsi menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan tubuh hidup. Salah satunya adalah kulit. Antiseptik dapat […]

  • Operasi Senyap Prabowo Bersih-bersih Korupsi

    Operasi Senyap Prabowo Bersih-bersih Korupsi

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Yakub F. Ismail Banyak yang tidak menyadari bahwa pemerintahan Prabowo Subianto dikejutkan dengan fenomena-fenomena di luar dugaan dan tebakan. Sebut saja munculnya ragam peristiwa kebijakan yang tidak disangka-sangka seperti makan bergizi gratis (MBG), check-up kesehatan gratis, efisisensi anggaran, hilirisasi SDA, merging BUMN hingga pemberantasan korupsi yang masif. Khusus untuk fenomena terakhir, sepanjang awal tahun […]

  • Ketua Macab Veteran Belu Kecam Pungutan Liar Para Calo

    Ketua Macab Veteran Belu Kecam Pungutan Liar Para Calo

    • calendar_month Jum, 21 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Belu – NTT, Garda Indonesia | Stefanus Atok Bau, Ketua Markas Legiun Veteran Republik Indonesia Cabang (Macab LVRI) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); mengecam keras tindakan perekrutan calon veteran di wilayah Kabupaten Belu, Malaka, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) oleh para calo liar dengan mengatasnamakan Macab Veteran Belu. Fanus Atok, bahkan menegaskan […]

  • Golkar Rajut Silaturahmi & Teguhkan NTT  Sebagai Nusa Terindah Toleransi

    Golkar Rajut Silaturahmi & Teguhkan NTT Sebagai Nusa Terindah Toleransi

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Partai Golongan Karya (Golkar) DPD I Provinsi Nusa Tenggara Timur merajut silahturahmi dengan menghelat Halal bihalal bersama segenap pengurus dan anak-anak panti asuhan pada Selasa, 18 Juni 2019 pukul 19.20 WITA—selesai di Aula Gedung Golkar Jalan Frans Seda Kota Kupang Rangkaian Halal bihalal diramu dalam nuansa islamiah dengan iringan musik dari […]

  • Padma Maluku Minta Pemerintah Siapkan Tenaga Kerja di Blok Migas Masela

    Padma Maluku Minta Pemerintah Siapkan Tenaga Kerja di Blok Migas Masela

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perwakilan Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (Padma – Indonesia) Provinsi Maluku meminta pemerintah pusat untuk menyiapkan tenaga kerja yang bisa dipakai pada saat blok migas Masela dan Blok Moa Selatan beroperasi. “Sebagai anak daerah Maluku, kami tegaskan hal itu agar pemerintah tidak hanya membangun wacana soal Migas, tetapi lupa […]

expand_less