Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pemprov NTT Optimistis Bangun Jalan Provinsi Jangka Waktu Tiga Tahun

Pemprov NTT Optimistis Bangun Jalan Provinsi Jangka Waktu Tiga Tahun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 1 Sep 2020
  • visibility 114
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kami memang diberi tugas berat untuk menyelesaikan jalan Provinsi, tapi kami optimis bisa melaksanakan tugas dari Bapa Gubernur dan Wakil Gubernur ini. Kami telah membuat roadmap untuk pengerjaan jalan ini yang telah disampaikan kepada DPRD (NTT). Targetnya adalah 2021 harus sudah selesai,” jelas Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT, Maxi Nenabu saat memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Ruang Media Center, Kantor Gubernur, pada Selasa, 1 September 2020.

Maxi menjelaskan, dari total 2.650 kilometer (km) jalan Provinsi di seluruh NTT, ada sekitar 906 km yang dikategorikan dalam kondisi tidak mantap. Artinya dalam keadaan rusak ringan dan rusak berat. Dalam roadmap tersebut, dalam tahun tahun 2020, targetnya ada 450 km ruas jalan provinsi yang diperbaiki. Selanjutnya dalam tahun 2021 akan diselesaikan sisanya.

“Namun di Tahun 2020 ini, kita hanya bisa merealisasikan nanti sampai akhir tahun sekitar 372,74 kilometer. Meleset dari target memang, tapi kami akan berjuang dengan bagian program dalam hal ini Bappelitbangda agar ini nanti ter-cover di tahun depan. Sehingga tahun 2022 sudah ringan, kami tidak lagi terbebani dengan pekerjaan yang berat-berat,” ungkap Maxi yang didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protoko Setda NTT, Jelamu Ardu Marius dan Kabag Pers, Pengelolaan Pendapat Umum, Dokumentasi dan Perpustakaan, Diani T.A. Ledo.

Menurut Maxi skenario dalam penyelesaian jalan provinsi tersebut tidak seluruhnya dengan konstruksi aspal hotmix atau Hot Roller Sheet (HRS). Melainkan dikombinasikan dengan Grading Operation (GO) atau pengerasan jalan dengan membuat lapisan berbutir dari sertu gunung atau kali serta GO plus yakni dengan modifikasi struktur, dicampur dengan semen dan zat adiktif. Hal tersebut setara dengan agregat dan konstruksi bina marga.

“Kalau kita menggunakan aspal semua, dibutuhkan dana sebesar Rp.4 triliun lebih. Sementara anggaran kita terbatas. Karenanya, kami buat kombinasi seperti ini. Biayanya terjangkau dan konstruksinya juga sesuai spesifikasi bina marga. Ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat NTT hari ini terhadap kondisi jalan yang sangat parah, berlubang dan berkubangan. Kalau di tempat yang parah, kita gunakan GO dan GO plus, sementara untuk tanjakan atau critical point kita gunakan HRS ,” ungkap Maxi.

Penanganan dengan cara tersebut, lanjut Maxi, terutama bertujuan untuk menjawab kebutuhan yang besar tersebut dan target. Sehingga terjadi perubahan pada kecepatan tempuh dan waktu tempuh. Kalau sebelumnya kecepatannya hanya bisa 10—15 km per jam, setelah perbaikan akan mengalami peningkatan. Demikian juga dengan waktu tempuh, kalau sebelumnya 4—5 jam, sesudah perbaikan walaupun dengan konstruksi GO dan GO plus diharapkan ada penurunan waktu tempuh secara signifikan sampai setengahnya.

“Kami punya contoh misalnya di Kabupaten Manggarai Barat, ruas jalan simpang Nggorang-Kondo- Noah yang sebelumnya ditempuh selama kurang lebih 6 jam. Setelah ditangani dan diintervensi, waktu tempuhnya jadi dua setengah (2 ½) jam. Itu kombinasi antara GO dan HRS, begitu pun di tempat-tempat lain. Ke depan kami akan meningkatkan jenis permukaannya, yang ada GO kita tutupi dengan aspal. Tapi minimal kondisi di lapangan sudah berubah,” jelas Maxi.

Terkait anggaran untuk penyelesain ruas jalan Provinsi tersebut, Kadis Maxi menjelaskan ada 3 sumber anggaran penyelesaian yakni Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pinjaman daerah. Khusus untuk pinjaman, ada dua sumber yakni dari Bank NTT sebesar 149,7 miliar rupiah untuk 15 ruas jalan dengan panjang 108 km. Pinjaman lainnya dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan total 189,7 miliar rupiah untuk 16 ruas jalan sepanjang 153 km. Semuanya tersebar di seluruh NTT.

Untuk pinjaman dari Bank NTT sudah dikontrakan sejak bulan April. Sementara dari PT SMI sementara berproses untuk dikontrakan karena masih menunggu rekomendasi Amdal dari instansi teknis.

“Untuk DAK, ada dua jenis yakni DAK penugasan khusus untuk menunjang daerah wisata premium Labuan Bajo untuk dua ruas jalan yakni Simpang Noah- Golowelu dan Nggorang-Kondo-Noah-Hita. Juga DAK Regular untuk dua ruas di Timor dari Barate-Manubelon- Naikliu. Minggu lalu,dari Bappelitbanda juga menginformasikan, akan ada penambahan dari alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk perbaikan infrastruktur jalan,” kata Maxi.

Terkait kualitas jalan, Maxi menjaminnya karena dilakukan oleh tim laboratorium pengujian teknik jalan Pekerjaan Umum. Dari hasil pengujian, baru ada tindakan administrasinya. Kami menjamin itu dilakukan secara baik. “Sementara untuk rekanan atau kontraktor yang mengerjakan jalan, kami selalu melakukan pengawasan yang ketat. Kalau ditemukan pelanggaran di lapangan, kami mengambil langkah sesuai prosedur administrasi kontrak. Kalau sesudah teguran tidak ada kemajuan, kami mengambil tindakan administratif sampai pada taraf yang paling tinggi yakni pemutusan hubungan kerja (PHK),” ungkap Maxi.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Jelamu Ardu Marius menegaskan, informasi pembangunan dari instansi teknis untuk menjawab kebutuhan kebutuhan masyarakat terkait program-program strategis dari Gubernur VBL dan Wagub JNS. “Kami harapkan dengan informasi ini, masyarakat dapat terlibat aktif dalam mengawas dan mengontrol proyek-proyek pemerintah provinsi sehingga sungguh bermanfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” jelas Marius.(*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame – Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ormas di NTT Nilai Pemerintah Berlaku Tidak Adil

    Ormas di NTT Nilai Pemerintah Berlaku Tidak Adil

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejumlah ormas mendesak Gubernur NTT bertanggung jawab atas masalah tanah di Desa Patiala Sumba Barat, penetapan tapal batas Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yang diklaim merugikan masyarakat pesisir, penetapan wilayah konservasi hutan di Amanuban Selatan dan penuntasan kasus Poro Duka. Tuntutan dan permasalahan ini disampaikan dalam aksi demonstrasi oleh Front […]

  • Sipur ke-10 DPD RI, Pimpinan DPD Evaluasi Proses Pilkada Desember 2020

    Sipur ke-10 DPD RI, Pimpinan DPD Evaluasi Proses Pilkada Desember 2020

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pelaksanaan Pilkada serentak Desember 2020 menjadi salah satu materi bahasan dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2020 di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. Topik Pilkada Desember memang mewarnai sejumlah laporan reses para Senator. Dalam laporan reses 34 provinsi tersebut, memang ada sejumlah […]

  • Warga Lasiana Terima Sosialisasi Kredit Tanpa Agunan dari Bank NTT

    Warga Lasiana Terima Sosialisasi Kredit Tanpa Agunan dari Bank NTT

    • calendar_month Sab, 9 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang boleh diberi apresiasi, karena menjadi salah satu dari sekian organisasi yang peduli terhadap kemajuan dan kesejahteraan pengurus maupun warga yang diayominya. Pada Kamis pagi, 7 Juli 2022, bertempat di Gereja Lahairoi Tuaksabu, Lasiana Barat, Kota Kupang, dipimpin Ketua LPM Kelurahan […]

  • UPT Kemdikbudristek di NTT Inisiasi Pameran Merdeka Belajar 2024

    UPT Kemdikbudristek di NTT Inisiasi Pameran Merdeka Belajar 2024

    • calendar_month Sen, 20 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Pameran Merdeka Belajar Tahun 2024 memperingati Bulan Merdeka Belajar dihelat unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Momen ini berkaitan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada setiap tanggal 2 Mei. Merdeka Belajar adalah program kebijakan yang dicetuskan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi […]

  • Gubernur Viktor Imbau Gereja Terlibat Aktif Perangi Sampah

    Gubernur Viktor Imbau Gereja Terlibat Aktif Perangi Sampah

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya minta para diakon yang sudah ditahbis harus mampu tunjukkan jati dirimu sebagai orang bersih. Bukan hanya bersih secara spiritual tapi juga aktif untuk melihat lingkungan bersih”, Imbau Gubernur Viktor saat memberikan sambutan pada acara Pentahbisan Diakon di Kapela Seminari Tinggi Santo Mikael Penfui, Jumat, 31 Mei 2019. Dihadapan 18 Diakon […]

  • TJLS PLN NTT Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

    TJLS PLN NTT Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Melalui program TJSL, PLN turut mendukung penyediaan listrik di Huntara III dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi.   Flores Timur | Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah memaksa ribuan warga untuk mengungsi, meninggalkan rumah dan kehidupan mereka. Menanggapi kondisi darurat ini, PLN mengambil peran aktif untuk meringankan beban sesama. Bantuan sembako […]

expand_less