Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pemprov NTT : “Taman Nasional Komodo Harus Dikelola Secara Bermutu & Terpadu”

Pemprov NTT : “Taman Nasional Komodo Harus Dikelola Secara Bermutu & Terpadu”

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menyikapi beragam penolakan berupa unjuk rasa atau diskursus (wacana) penolakan terhadap penutupan sementara dan relokasi penduduk di Taman Nasional Komodo (TNK) pada tahun 2020, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat pertemuan dengan media cetak, elektronik dan daring (online).

Baca juga: 

http://gardaindonesia.id/2019/08/15/amm-ntt-tolak-diskursus-penutupan-relokasi-penduduk-di-pulau-komodo/

Mengambil lokasi pertemuan bersama dalam spirit HUT Proklamasi Kemerdekaan Ke-74 RI, pada Kamis 15 Agustus 2019 pukul 15.00 WITA di Lopo NTT Satu Data, Jalan Polisi Militer Kota Kupang; Pemprov NTT melalui Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Setda NTT, Dr.Marius Ardu Djelamu mengatakan bahwa pemerintah mau Taman Nasional Komodo benar-benar dikelola secara bermutu sesuai dengan namanya sebagai Cagar Biosfer yang telah diakui oleh dunia melalui UNESCO.

“Mengapa Taman Nasional Komodo dipilih sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO karena kekayaan hayati yang sangat beragam dengan segala keindahan yang berada di laut maupun di darat,” ujar Dr Marius.

Menurut Mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT ini, Pemprov NTT tidak bermaksud mengambil semua TNK. “Tidak…Tidak! Bapak Gubernur NTT Viktor Laiskodat mau agar satu pulau harus menjadi Branding Conservation, maka kita pilih Pulau Komodo tempat tinggal Varanus Komodoensis (= nama ilmiah dari Komodo) hidup dan berkembang. Inilah kedepan akan kita urus,” terang Dr Marius mewakili Gubernur NTT.

Kemudian, jelas Kabiro Humas Pemprov NTT, Apa tujuan kita mengonservasi Pulau Komodo? Untuk memastikan bahwa Komodo bisa hidup dan berkembang tidak hanya sekarang namun hingga ratusan tahun kedepan. “Makanya kita jaga melalui Policy atau kebijakan,” jelas Kabiro Humas.

Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu (baju kemeja merah) saat memaparkan isu-isu terkait kepada wartawan media cetak, elektronik dan daring pada Kamis, 15 Agustus 2019 di Lopo Kantor NTT Satu Data

Lanjutnya, Ketika Pulau Komodo dijadikan area eksklusif melalui konservasi maka kita memindahkan penduduk di dalamnya. “Ketika membiarkan penduduk berkembang biak maka akan menjadi ancaman bagi pelestarian komodo dan ekosistemnya,” bebernya.

Saat ini, sekitar dua ribu orang menetap di Pulau Komodo. “Hitunglah secara matematis ketika 10 tahun berapa jumlah penduduk, 25 tahun berapa, 50 tahun, dan 100 tahun bertambah menjadi berapa banyak penduduk,” tanya Dr. Marius.

Tambahnya, dari dua ribu penduduk bisa menjadi ratusan ribu bahkan jutaan penduduk sebagai peledakan penduduk di Pulau Komodo. “Ketika terjadi peledakan penduduk maka akan terjadi perebutan ekonomi karena manusia membutuhkan makan dan minum begitupun dengan komodo,” ungkapnya.

Ketika kita tidak menjaga itu maka kita tidak dapat membayangkan, apakah Varanus Komodoensis bakal hidup ribuan tahun atau sepanjang masa?

“Lebih baik kita tidak ber-asumsi bahwa Varanus Komodoensis bakal hidup ribuan tahun lagi. Karena persyaratan dia dapat hidup ribuan tahun jika Varanus Komodoensis dijajah oleh negara, pemerintah, dan masyarakat dengan menjadikan ekosistem terjaga dan diawasi dengan baik,” paparnya.

Apakah kita merelokasi penduduk secepatnya? “Tidak..kita akan memindahkan penduduk ke salah satu pulau di Taman Nasional Komodo. Akan dikaji apakah Pulau Rinca atau Pulau Padar,” ungkap Dr. Marius.

Kita akan menjadikan Pulau Komodo sebagai wilayah konservasi dan mendirikan sebuah museum komodo dimana pengunjung bisa melihat secara audio visual komodo berkembang biak dan melihat sejarah komodo. “Nah..Ketika dia dikonservasi maka bebas dari manusia dan menambah pasokan rusa dan babi liar karena saat ini berkembang penembakan dan perburuan liar meski TNK sering berkelit,” katanya.

“Setelah merelokasi penduduk ke Pulau Padar atau Pulau Rinca; kita membangun rumah, sarana air bersih, listrik, dan sekolah. Setelah siap, kita memindahkan penduduk beserta kuliner dan suvenir. Jadi Pulau Komodo hanya berupa wilayah konservasi dan dijadikan sebagai Limited Tourism secara terbatas dan ekslusif dengan menetapkan hanya 50 ribu pengunjung setiap tahun dengan sistem online menggunakan Smart Card,” pungkas Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Siap Pasok Listrik di Perbatasan Papua Nugini

    PLN Siap Pasok Listrik di Perbatasan Papua Nugini

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik antar-negara di Desa Wutung, batas wilayah Indonesia dan Papua Nugini. Sebagai tindak lanjut kunjungan bilateral Presiden RI Joko Widodo pada Juni lalu, membahas kerja sama Indonesia dan Papua Nugini, PLN melakukan pertemuan dengan perwakilan pemerintah Papua Nugini, pada Jumat, 14 Juli 2023. Pada momen […]

  • Angka Kemiskinan NTT, Mau Bikin Apa He?

    Angka Kemiskinan NTT, Mau Bikin Apa He?

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Yezua Abel, Statistisi pada BPS Provinsi NTT Angka kemiskinan Provinsi NTT Maret 2023 sebesar 19,96 persen dari total penduduk NTT. Meskipun secara persentase turun 0,09 poin dari 20,05 persen pada Maret 2022, namun secara absolut jumlah penduduk miskin bertambah 9,49 ribu orang menjadi 1,14 juta orang. Kemiskinan masih menjadi isu sentral di NTT, karena […]

  • MASALAH AIR SABU RAIJUA! SPK Siap Tuntaskan Keluhan Warga

    MASALAH AIR SABU RAIJUA! SPK Siap Tuntaskan Keluhan Warga

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Loading

    Simon Petrus Kamlasi mengatakan kondisi alam di Sabu Raijua mirip dengan Israel yang memiliki panas matahari yang sangat bagus dan struktur tanah yang baik untuk pertanian. Untuk itu dia memiliki impian agar Sabu Raijua bisa dibangun seperti Israel yang memiliki hasil pertanian yang luar biasa.   Seba | Calon gubernur NTT nomor urut 3, Simon […]

  • Delapan Kabupaten di NTT Catat 58 Kekayaan Intelektual Komunal

    Delapan Kabupaten di NTT Catat 58 Kekayaan Intelektual Komunal

    • calendar_month Ming, 3 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Mencatat warisan budaya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh perlindungan hukum secara defensif. Kekayaan Intelektual Komunal merupakan Kekayaan Intelektual yang kepemilikannya bersifat kelompok dan merupakan warisan budaya tradisional yang perlu dilestarikan, hal ini mengingat budaya tersebut merupakan identitas suatu kelompok atau masyarakat. “Dari sisi teknis pelayanan […]

  • Bank NTT Sumbang 500 Juta Rupiah ke Porprov 2022

    Bank NTT Sumbang 500 Juta Rupiah ke Porprov 2022

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia |  PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyumbang dana sejumlah Rp500 Juta untuk menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTT tahun 2022. Dana sebesar Rp500 Juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho kepada Ketua KONI NTT Josef Nae Soi pada Jumat, 11 November 2022, […]

  • Tenunan, Sopia dan Se’i Asal NTT Akan ‘Go International’

    Tenunan, Sopia dan Se’i Asal NTT Akan ‘Go International’

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Selasa, 30 Juli 2019 Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menerima kunjungan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku bersama dua orang anggotanya. Kedatangan mereka untuk menggali informasi lebih tentang pembangunan di NTT yang kian berkembang. Dalam pertemuan ini, Gubernur Laiskodat memperkenalkan 3 (tiga) industri lokal yang menurutnya akan menjadi unggulan di NTT. […]

expand_less