Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pemprov NTT : “Taman Nasional Komodo Harus Dikelola Secara Bermutu & Terpadu”

Pemprov NTT : “Taman Nasional Komodo Harus Dikelola Secara Bermutu & Terpadu”

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menyikapi beragam penolakan berupa unjuk rasa atau diskursus (wacana) penolakan terhadap penutupan sementara dan relokasi penduduk di Taman Nasional Komodo (TNK) pada tahun 2020, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat pertemuan dengan media cetak, elektronik dan daring (online).

Baca juga: 

http://gardaindonesia.id/2019/08/15/amm-ntt-tolak-diskursus-penutupan-relokasi-penduduk-di-pulau-komodo/

Mengambil lokasi pertemuan bersama dalam spirit HUT Proklamasi Kemerdekaan Ke-74 RI, pada Kamis 15 Agustus 2019 pukul 15.00 WITA di Lopo NTT Satu Data, Jalan Polisi Militer Kota Kupang; Pemprov NTT melalui Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Setda NTT, Dr.Marius Ardu Djelamu mengatakan bahwa pemerintah mau Taman Nasional Komodo benar-benar dikelola secara bermutu sesuai dengan namanya sebagai Cagar Biosfer yang telah diakui oleh dunia melalui UNESCO.

“Mengapa Taman Nasional Komodo dipilih sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO karena kekayaan hayati yang sangat beragam dengan segala keindahan yang berada di laut maupun di darat,” ujar Dr Marius.

Menurut Mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT ini, Pemprov NTT tidak bermaksud mengambil semua TNK. “Tidak…Tidak! Bapak Gubernur NTT Viktor Laiskodat mau agar satu pulau harus menjadi Branding Conservation, maka kita pilih Pulau Komodo tempat tinggal Varanus Komodoensis (= nama ilmiah dari Komodo) hidup dan berkembang. Inilah kedepan akan kita urus,” terang Dr Marius mewakili Gubernur NTT.

Kemudian, jelas Kabiro Humas Pemprov NTT, Apa tujuan kita mengonservasi Pulau Komodo? Untuk memastikan bahwa Komodo bisa hidup dan berkembang tidak hanya sekarang namun hingga ratusan tahun kedepan. “Makanya kita jaga melalui Policy atau kebijakan,” jelas Kabiro Humas.

Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu (baju kemeja merah) saat memaparkan isu-isu terkait kepada wartawan media cetak, elektronik dan daring pada Kamis, 15 Agustus 2019 di Lopo Kantor NTT Satu Data

Lanjutnya, Ketika Pulau Komodo dijadikan area eksklusif melalui konservasi maka kita memindahkan penduduk di dalamnya. “Ketika membiarkan penduduk berkembang biak maka akan menjadi ancaman bagi pelestarian komodo dan ekosistemnya,” bebernya.

Saat ini, sekitar dua ribu orang menetap di Pulau Komodo. “Hitunglah secara matematis ketika 10 tahun berapa jumlah penduduk, 25 tahun berapa, 50 tahun, dan 100 tahun bertambah menjadi berapa banyak penduduk,” tanya Dr. Marius.

Tambahnya, dari dua ribu penduduk bisa menjadi ratusan ribu bahkan jutaan penduduk sebagai peledakan penduduk di Pulau Komodo. “Ketika terjadi peledakan penduduk maka akan terjadi perebutan ekonomi karena manusia membutuhkan makan dan minum begitupun dengan komodo,” ungkapnya.

Ketika kita tidak menjaga itu maka kita tidak dapat membayangkan, apakah Varanus Komodoensis bakal hidup ribuan tahun atau sepanjang masa?

“Lebih baik kita tidak ber-asumsi bahwa Varanus Komodoensis bakal hidup ribuan tahun lagi. Karena persyaratan dia dapat hidup ribuan tahun jika Varanus Komodoensis dijajah oleh negara, pemerintah, dan masyarakat dengan menjadikan ekosistem terjaga dan diawasi dengan baik,” paparnya.

Apakah kita merelokasi penduduk secepatnya? “Tidak..kita akan memindahkan penduduk ke salah satu pulau di Taman Nasional Komodo. Akan dikaji apakah Pulau Rinca atau Pulau Padar,” ungkap Dr. Marius.

Kita akan menjadikan Pulau Komodo sebagai wilayah konservasi dan mendirikan sebuah museum komodo dimana pengunjung bisa melihat secara audio visual komodo berkembang biak dan melihat sejarah komodo. “Nah..Ketika dia dikonservasi maka bebas dari manusia dan menambah pasokan rusa dan babi liar karena saat ini berkembang penembakan dan perburuan liar meski TNK sering berkelit,” katanya.

“Setelah merelokasi penduduk ke Pulau Padar atau Pulau Rinca; kita membangun rumah, sarana air bersih, listrik, dan sekolah. Setelah siap, kita memindahkan penduduk beserta kuliner dan suvenir. Jadi Pulau Komodo hanya berupa wilayah konservasi dan dijadikan sebagai Limited Tourism secara terbatas dan ekslusif dengan menetapkan hanya 50 ribu pengunjung setiap tahun dengan sistem online menggunakan Smart Card,” pungkas Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Dr. Marius Ardu Djelamu.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keunggulan iPhone 14 Dibanding Ponsel Lain

    Keunggulan iPhone 14 Dibanding Ponsel Lain

    • calendar_month Sel, 25 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Loading

    Produsen ponsel Apple resmi meluncurkan iPhone 14 series pada 7 September 2022. Iphone 14 series hadir dengan 4 (empat) model, yaitu iPhone 14, iPhone 14 Plus, iPhone 14 Pro, dan iPhone 14 Pro Max. Perangkat ini memiliki fitur-fitur baru spesial dan menjadi keunggulan dari Iphone 14 yang tidak dimiliki oleh ponsel lainnya. Hal ini terutama […]

  • Apresiasi dan Harapan Wagub Josef Nae Soi Terhadap PLN UIW NTT

    Apresiasi dan Harapan Wagub Josef Nae Soi Terhadap PLN UIW NTT

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat menjadi narasumber dan  menyampaikan sambutan pada acara Rapat Kerja (Raker) Virtual Triwulan I Tahun 2021 PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT dari Ruang Rapat Gubernur, pada Kamis, 18 Februari 2021, Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi memberikan apresiasi terhadap kinerja PLN NTT yang terus meningkat dari waktu ke waktu. […]

  • Momentum Bersejarah, Hari Raya Idulfitri dan Kenaikan Isa Almasih

    Momentum Bersejarah, Hari Raya Idulfitri dan Kenaikan Isa Almasih

    • calendar_month Jum, 14 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tanggal 13 Mei 2021 diperingati sebagai hari besar 2 (dua) umat beragama di Indonesia. Pertama, hari raya Idulfitri 1442 H bagi umat muslim, dan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, Isa Almasih  bagi umat Kristiani. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, perayaan dua hari besar keagamaan pada hari yang sama merupakan […]

  • Gubernur Viktor Imbau Gereja Terlibat Aktif Perangi Sampah

    Gubernur Viktor Imbau Gereja Terlibat Aktif Perangi Sampah

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya minta para diakon yang sudah ditahbis harus mampu tunjukkan jati dirimu sebagai orang bersih. Bukan hanya bersih secara spiritual tapi juga aktif untuk melihat lingkungan bersih”, Imbau Gubernur Viktor saat memberikan sambutan pada acara Pentahbisan Diakon di Kapela Seminari Tinggi Santo Mikael Penfui, Jumat, 31 Mei 2019. Dihadapan 18 Diakon […]

  • Menghidupkan Asa UMKM di Indonesia

    Menghidupkan Asa UMKM di Indonesia

    • calendar_month Sen, 31 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yucundianus Lepa Pandemi Corona yang tak kunjung berakhir, telah menjadi bencana yang merontokkan  Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) nasional. Banyak perusahaan yang terpaksa merasionalisasi tenaga kerja, menekan produksi  sebagai akibat kelesuan pasar, untuk sekadar bertahan hidup. Akibatnya  terjadi eskalasi jumlah pengangguran yang berbuntut pada rendahnya daya beli dan ambruknya kesejahteraan. Tanpa berniat […]

  • DPRD Kota Kupang Batalkan Anggaran Sepihak, Pemkot Tak Mau Bersidang

    DPRD Kota Kupang Batalkan Anggaran Sepihak, Pemkot Tak Mau Bersidang

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sidang DPRD Kota Kupang membahas Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2021 menuai polemik. Pasalnya, sejumlah anggaran untuk program prioritas Pemkot Kupang dihapus seluruhnya tanpa meminta penjelasan dan klarifikasi dari Pemkot Kupang. Hal ini menjadi salah satu alasan Pemkot Kupang tidak mau lagi bersidang. Dalam surat […]

expand_less