Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Penanganan Bencana di Sulteng Stagnan dan Tak Menyeluruh

Penanganan Bencana di Sulteng Stagnan dan Tak Menyeluruh

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 11 Des 2018
  • visibility 52
  • comment 0 komentar

Loading

Palu, gardaindonesia.id | Walaupun Bencana alam berupa gempa bumi yang kemudian disusul Tsunami, Likuifaksi dan banjir bandang sudah dua bulan lebih berlalu di Palu dan Donggala, namun penanganan korban semakin tidak jelas. Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten kota hanya sibuk dengan kepentingan pribadi atau golongannya masing- masing.

Inpres Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Sulteng dan Wilayah Terdampar lainnya seakan hanya buaian Politik belaka. Seluruh Kementerian dan Badan yang terlibat langsung dalam inpres yang dikeluarkan tanggal 28 Nopember 2018 belum nampak signifikan.

Besarnya Bantuan logistik yang masuk ke Sulteng ternyata tidak menyentuh semua korban, bahkan ada warga yang hingga kini belum pernah mendapatkan bantuan sejak tragedi jumat kelabu terjadi. Kehidupan warga di pengungsian semakin memprihatinkan setelah tenda yang mereka dapatkan dari relawan mulai bocor-bocor, dan bantuan logistik sudah tidak lagi mereka dapatkan. Kondisi itu membuat mereka semakin terpuruk sebab sekarang ini; Sulteng sudah memasuki musim penghujan.

Salah seorang warga Duta,Rahman menilai penanganan Pengungsi di Sulteng khususnya Sirenja dan Balaesan Tanjung belum ditangani dengan maksimal, mulai dari Huntara hingga logistik serta kebutuhan lainnya.

“Pemerintah jangan hanya melihat pengungsi yang ada dipinggir jalan, tapi coba masuk ke lokasi pengungsian yang ada di gunung-gunung dan lokasi terpencil,” tegasnya.

Anwar Hakim SH dengan lantang mempertanyakan penanganan Pengungsi di Sulteng, mulai dari bantuan makanan hingga pada penyediaan Hunian Sementara (Huntara) bermasalah. Pengungsi yang berada ditanda-tenda mulai kekurangan makanan dan perlengkapan lainnya, bahkan masih ada warga yang sampai saat ini belum memperoleh bantuan sama sekali.

“Kalau mendengar atau membaca berita luar biasa bantuan ke Sulteng, tapi nyatanya masih ada warga yang tidak kebagian,”ujar Anwar sambil menunjuk warga yang belum memperoleh bantuan, padahal mereka layak menerima sebab tempat tinggal mereka hancur.

Belum lagi pembangunan Huntara yang tidak beres. Awalnya direncanakan 1200 unit dengan anggara sekitar Rp 600 Miliar, tapi sampai saat ini baru 40 persen yang terbangun, jadi sisanya kapan terealisasi. Sementara warga sangat butuh hunian.

“60 Persen Huntara yang belum terealisasi akan berdampak buruk terhadap penanganan Pengungsi di Sulteng,” ujarnya.

Lanjut Anwar, Itu terjadi karena adanya praktek percaloan terhadap main kontrak atau subkontrak dengan para pekerja di lapangan. Padahal 1200 unit Huntara yang sudah direncanakan, telah disesuikan dengan jumlah korban yang ada. Jadi kalau tidak bisa terealisasi keseluruhannya, maka dipastikan ada korban yang tidak kebagian hunian sementara. Persoalan itu tidak bisa dipandang sebelah mata sebab mereka adalah sesama warga negara Indonesia.

”Ataukah Pemerintah sudah tidak lagi menganggap warga negara, sehingga tidak diperlakukan sebagaimana yang diatur dalam inpres no 10 tahun 2018,”tanya aktifis LSM GTI itu.

Anwar menilai Inpres percepatan pembangunan pascagempa di Sulteng hanya buaian politik, seakan hendak dipertontonkan kalau Pemerintah cepat tanggap dengan persoalan yang dihadapi warganya. Padahal kondisi di lapangan sangat timpang, ditandai belum ada program penanganan bencana yang beres 100 persen. Pembersihan material reruntuhan bangunan belum keseluruhan dilakukan, hasil Geologi juga belum ada.

”Mandek penanganan Bencana di Sulteng,” tegasnya.

Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola, M.Si., yang dimintai komentar mengatakan bahwa sebelum ada Inpres Nomor 10 tahun 2018 keluar, Pemerintah Pusat, mulai Presiden, Wapres dan BNPB selaku ketua harian sudah bekerja sangat optimal. Tinggal koordinasi antar sektor/kementerian teknis perlu ditingkatkan, agar setiap ada bencana bisa langsung terkoordinasi penanganannya di lapangan.

”Menurut daya listrik sebelum inpres keluar, Pemerintah Pusat sudah bekerja optimal untuk penanganan bencana di Sulteng,” ungkap Gubernur Djanggola.

Penulis: Burhan Jawachir
Editor (+rony banase )

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • STATUS BANK DEVISA, Bank NTT Telah Miliki Izin OJK

    STATUS BANK DEVISA, Bank NTT Telah Miliki Izin OJK

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengizinkan Bank NTT menekuni pasar valuta asing (valas). Izin ini sesuai keputusan anggota Dewan Komisioner OJK pada 31 Agustus Nomor KEP62/D.3/2023 tentang pemberian izin kegiatan usaha dalam valuta asing. Demikian disampaikan oleh Ketua OJK Provinsi NTT, saat menyampaikan sambutan dalam sesi launching Bank Devisa Bank NTT pada […]

  • KOMPAK Indonesia Desak KPK Periksa & Tetapkan Azis Syamsudin Jadi Tersangka

    KOMPAK Indonesia Desak KPK Periksa & Tetapkan Azis Syamsudin Jadi Tersangka

    • calendar_month Sab, 1 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK Indonesia) mendesak Pimpinan KPK RI terkait pemeriksaan dan penetapan tersangka terhadap Azis Syamsuddin (Az) terkait kasus suap Tanjungbalai, Provinsi Sumatra Utara. “Kami dari Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia hendak menyampaikan pengaduan sekaligus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia untuk memeriksa dan menetapkan tersangka terhadap Azis […]

  • Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Gapai Bantuan Listrik Gratis PLN

    Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Gapai Bantuan Listrik Gratis PLN

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Dalam situasi Pandemi Covid 19 tidak menghalangi PLN untuk terus berbakti bagi masyarakat. PT PLN Persero Unit Induk Wilayah (UIW) NTT menyalakan listrik gratis untuk 89 KK di daerah perbatasan dengan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) persisnya di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu pada Jumat, 15 Mei 2020. Bupati […]

  • Hari Pelanggan Nasional 2023, Tambah Daya Listrik Hanya Rp202.300

    Hari Pelanggan Nasional 2023, Tambah Daya Listrik Hanya Rp202.300

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PLN (Persero) memberikan diskon spesial program tambah daya listrik dalam rangka memeriahkan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2023 pada 4 September 2023. Pelanggan PLN dapat menikmati promo penambahan daya hanya dengan harga Rp202.300 untuk semua golongan tarif listrik hingga 5.500 volt ampere (VA). Program promo tambah daya ini berlaku tanggal 1—30 September […]

  • Larang Mudik Lebaran 2021, Korlantas & Kemenhub Siap 333 Titik Sekat

    Larang Mudik Lebaran 2021, Korlantas & Kemenhub Siap 333 Titik Sekat

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghelat rapat bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono membahas persiapan pengamanan “Larang Mudik Lebaran 2021” di gedung NTMC Polri, Jakarta, pada Jumat, 2 April 2021, guna menindaklanjuti surat keputusan bersama (SKB) Menko PMK Muhadjir Effendy tentang Larangan Mudik 2021. Sejumlah persiapan pengamanan arus lalu lintas dibahas […]

  • PLN Peringkat 6 Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune

    PLN Peringkat 6 Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Transformasi bisnis dan kinerja mentereng sukses membawa PT PLN (Persero) masuk dalam daftar 10 besar perusahaan terbaik di Asia Tenggara versi 500 Fortune Southeast Asia tahun 2024. Kinerja bisnis yang positif dan pertumbuhan kinerja keuangan secara tahunan di bawah kepemimpinan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo membawa perseroan menempati peringkat 6 mengalahkan sejumlah perusahaan […]

expand_less