Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pendidikan Karakter & Nilai Anti Korupsi, Bekal bagi Generasi Muda

Pendidikan Karakter & Nilai Anti Korupsi, Bekal bagi Generasi Muda

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Pendidikan antikorupsi perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Melalui pendidikan antikorupsi inilah, bisa dibentuk generasi yang militan, mulia dalam akhlak dan jujur dalam bekerja”, ujar Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

Pernyataan tersebut tertera dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Biro Hukum, Alex Lumba SH,M.Hum, saat membuka Workshop Pendidikan Anti Korupsi di Aula Fernandez, Gedung Sasando, Rabu, 17 Juli 2019.

“Sebagaimana telah diketahui, korupsi di Indonesia semakin kompleks, karena dilakukan secara sistematis dan konstitusional. Untuk itulah Presiden Joko Widodo yang kembali terpilih, berkomitmen lebih serius dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di tanah air. Hal ini dapat kita lihat dalam salah-satu program kerja beliau yang mengedepankan reformasi birokrasi,” sebut Alex.

Lebih lanjut, Alex mengatakan bahwa salah-satu fokus pencegahan korupsi yakni pada pendidikan karakter dan nilai anti korupsi untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Terintegrasi dalam bidang studi dan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

“Untuk menangkal korupsi maka nilai-nilai luhur bangsa serta agama perlu digalakan sejak dini. Internalisasi falsafah Pancasila bagi setiap warga perlu dilakukan, agar tidak bermental buruk,” tambahnya.

“Korupsi bukan budaya bangsa. Budaya bangsa kita adalah nilai etis, sementara korupsi adalah pengingkaran terhadap nilai etis. Langkah strategis untuk memberantas korupsi adalah dengan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan sebagai jati diri bangsa dengan penegakan hukum secara tegas, percepatan program pengentasan kemiskinan, kesejahteraan, pendidikan dan perekonomian. Hal ini harus didukung dengan pemberitaan media massa yang berimbang, mendayagunakan kemitraan dengan tokoh agama, masyarakat, penguatan pengawasan dan kerja sama antar negara,” pungkas Alex.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Guntur Kusmeiyano menjelaskan, beberapa upaya dalam pendidikan anti korupsi pada tingkat pendidikan menengah.

“Pendidikan antikorupsi ini merupakan bagian dari pendidikan karakter. Dalam upaya kami pada Pendidikan Anti Korupsi untuk pendidikan menengah telah diadakan modul pendidikan anti korupsi, workshop guru, model pembelajaran anti korupsi, panduan teknis pendidikan anti korupsi dan berbagai media ajar,” jelas Guntur.

Lanjut Guntur, tantangan terbesar kita adalah soal keteladanan. Cukup banyak orang muda terjebak melakukan praktik-praktik koruptif.

“Kita mau agar generasi muda kita memiliki integritas, karakter yang baik. Saat ini, tindakan korupsi bahkan sudah mulai menyentuh anak muda seperti mahasiswa, generasi muda yang sedang mencari jati diri,” jelas Guntur.

Ia juga menjelaskan, strategi pemberantasan korupsi yang diambil KPK melalui upaya penindakan, perbaikan sistem serta pendidikan dan kampanye.

“Ada 9 (sembilan) nilai utama antikorupsi yang harus ditanamkan diantaranya jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil,”ujar Guntur.

“Pendidikan Anti Korupsi pada hakikatnya adalah untuk membentuk sikap, nilai, karakter dan integritas yang bertujuan untuk memiliki perilaku anti korupsi,” tegasnya.

Disebutnya juga bahwa pendidikan anti korupsi yang terus digalang lembaganya merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dan Peraturan Mendikbud Nomor 20 tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs.Benyamin Lola,M.Pd mengatakan pihaknya akan berkoordinasi bersama Biro Hukum, untuk juga membuat regulasi yang mendukung upaya KPK itu, seperti yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Swami Vivekananda Sebagai Jalan Pembebasan Bagi Manusia

    Swami Vivekananda Sebagai Jalan Pembebasan Bagi Manusia

    • calendar_month Jum, 25 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Fr. Silfanus Palus Pengantar Manusia adalah makhluk yang berakal budi (ens rationale). Akal budi yang dimiliki manusia menjadikannya subjek yang istimewa. Keistimewaan ini mengantar manusia pada satu tendensi untuk hidup bebas. Bebas untuk melakukan apa saja yang dikehendaki oleh dirinya sendiri. Kebebasan sebagai yang ada dalam diri manusia sesungguhnya menghantarnya pada refleksi untuk terus […]

  • Adipura Bertransformasi, Gagal Kelola Sampah Dapat Predikat Kota Kotor

    Adipura Bertransformasi, Gagal Kelola Sampah Dapat Predikat Kota Kotor

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi “Kota Bersih dan Teduh”.   Jakarta | Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup […]

  • Penguatan Keluarga dalam Mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak

    Penguatan Keluarga dalam Mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya (23/7),gardaindonesia.id-Kasus perkawinan anak yang tinggi akan berdampak pada masalah pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan kekokohan lembaga terkecil bangsa ini : keluarga. Fakta ini menunjukkan bahwa anak sedemikian rentan menjadi korban pelanggaran Hak Asasi anak. Deretan pelanggaran tersebut serasa tak habis-habisnya : bullying, KDRT, pekerja anak, materi siaran TV yang tidak layak dikonsumsi bagi anak, kurangnya […]

  • Polri : Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Ada 14 Orang

    Polri : Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Ada 14 Orang

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengungkapkan ada 14 orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit akibat bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/03/28/bom-bunuh-diri-di-gereja-katedral-makassar-menteri-agama-kutuk-keras/ “Ada korban yang dari pihak sekuriti gereja dan kemudian dari pihak jemaat,” urai Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, […]

  • 48 Sampel Swab Semua Negatif, Total Pasien Sembuh Covid Capai 30 Orang

    48 Sampel Swab Semua Negatif, Total Pasien Sembuh Covid Capai 30 Orang

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 48 sampel swab yang diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang pada Minggu, 7 Juni 2020, terkonfirmasi semua spesimen negatif Covid-19. Demikian pernyataan resmi dari Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes dalam sesi jumpa media di […]

  • Juni 2020, Indonesia Bekerja Secara Bertahap di 158 Wilayah

    Juni 2020, Indonesia Bekerja Secara Bertahap di 158 Wilayah

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Riset LSI Denny JA 5 Juni 2020, Indonesia bisa kembali bekerja secara bertahap di 158 wilayah (provinsi, kota, kabupaten) dari Aceh hingga Papua. Sebagian wilayah tersebut telah siap untuk masuk era “new normal”. Warga kembali bekerja dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Sektor bisnis berskala besar maupun bisnis kecil menengah dapat kembali beroperasi dengan […]

expand_less